
Namaku Sira umur ku 16 tahun dan saat ini aku menginjak kelas 1 SMA , sebenarnya aku seharusnya seperti itu tapi karena aku tidak punya uang sebanyak itu selama 3 bulan aku bersekolah aku tidak bisa bayar biaya sekolah bulanan jadi tentu saja aku berhenti sekolah karena aku tidak bisa membayar lagi,
Situasi ini diperparah lagi salah satu Saudaraku ? atau orangtuaku ? yang jelas salah satu Kerabatku tiba-tiba menggunakan nama ku, alamatku dan informasi lengkap ku termasuk kartu identitas ku untuk digunakan untuk mendapatkan hutang sebesar 9 juta dolar dengan bunga 9.000 Dolar kepada rentenir Yakuza ,dengan nyawa berserta organ jika aku mengalami gagal bayar
Mengapa tidak memberitahu orang tua Anda untuk menutupinya ? nah itu agak sulit sekarang karena orang tua yang kumiliki yang terdiri dari Ayah dan ibu telah melarikan diri dengan semua barang-barang , aset penting mereka juga informasi identitas penting mereka. Bahkan Adik perempuan yang satu - satunya saudara yang paling kupercayai juga menghilang beberapa hari setelah kedua orang tuaku meninggalkan kami dan hanya meninggalkanku surat yang mengatakan
"aku berjanji akan menemukan orang tua kita dan membuat mereka bertanggung jawab untuk apa yang terjadi "
Namun setelah itu selama 6 bulan terakhir hampir sekarang tidak ada berita darinya sama sekali, dan bahkan ketika aku menelepon kontaknya telah berubah. Temukan orang tua A ** tulis saja di surat yang bahwa sebenarnya kamu tidak ingin terlibat denganku lagi atau lebih baik mati daripada terlibat dengan hutang yang bukan salahku.
Saat ini satu-satunya yang kumiliki di dunia ini adalah pakaian jelek dan lusuh yang tersisa, rumah besar dalam status gagal bayar pajak saya yang mungkin dalam 1 bulan ke depan akan menjadi milik rentenir jika aku gagal membayar bunga, dan tubuh yang sehat dan bugar .sebagai jaminan jika aku terus gagal membayar hutang, aku bisa menjual organ yang kumilki untuk membayarnya
Saat ini aku memiliki 5 pekerjaan paruh waktu untuk menutupi seluruh bunga dan hutang sebagai pekerja paksa :
Perusahaan Marumata yang membayar 30 dolar per jam sebagai pembersih sampah (3 jam/hari)
Perusahaan Toyosha yang membayar 50 dolar per jam sebagai pembersih limbah (5 jam/hari)
Perusahaan Fujisaki yang membayar 40 dolar per jam sebagai tenaga kerja paksa (5 jam/hari)
Perusahaan Minamoto yang membayar saya sama dengan Toyosha 50 dolar per jam sebagai pembersih jendela di menara raksasa mereka (5 jam/hari)
Dan terakhir di sekolah khusus perempuan yang membayar saya 60+30 dolar per jam sebagai petugas parkir dan petugas kebersihan menggunakan sisa waktu saya (4 jam/hari
Sehingga menyisakanku hanya 2 jam waktu tidur , aku juga melakukan ini setiap hari selama 4 bulan terakhir . Istirahat ? Aku tidak bisa istirahat karena aku juga bekerja di hari Minggu dan Sabtu tetapi lebih longgar dibandingkan Senin sampai Jumat, dan aku cukup terkejut , karena meskipun pekerjaan saya berat, aku tidak pernah pingsan ataupun sakit, seperti yang kuharapkan dari tubuh laki-laki berusia 16 tahun cukup tangguh dan juga tahan banting
**PI *PI *PI
Setelah aku merenungkan bagaimana sialnya hidupku ini jam alarmku tiba - tiba membangunkan ku untuk bekerja, aku melihat waktu menunjukkan jam 6 pagi yang berarti aku harus pergi pekerjaan paruh waktu pertama sebagai petugas parkir dan layanan kebersihan di sekolah khususperempuan , aku langsung bangun mencuci wajahku menggunakan sisa air di baskom penampung air hujan dan memakai seragam kerjaku lalu keluar dari rumah kardusku yang mungkil dan siap untuk memulai hari
_SHICIKA ALL-Girl High School
“ya… terus…..bergerak ke kiri sedikit…dan terus….bergerak ke kanan dan…..selesai!!” aku sedang mengatur mobil yang hendak parkir
"Terima kasih seperti biasa" kata pengemudi tanpa melihat saya di mata
“Senang bertemu denganmu pak dan juga selamat pagi Haru-sensei” Jawabku menyapa mereka selalu dengan senyum hangat tapi mungkin karena wajah ku sedikit berantakan dan memiliki rambut berantakan karena tidak sisiran daripada mengembalikan senyuman , mereka memberi saya senyum paksa sebagai gantinya
Selama 1 jam aku terus melakukan ini sampai selesai , pekerjaan ini tidak terlalu melelahkan karena yang harus kau lakukan hanyalah menavigasi mobil yang hendak parkir dan memberi mereka perintah yang sangat sederhana namun bermanfaat, dan yang terpenting adalah saya bisa melihat mobil antik mewah yang dimiliki oleh karyawan dan semua guru di sekolah ini
AH,………… benar-benar pemandangan dan penghargaan di mataku, mungkin tidak banyak tapi ketika aku menyentuh mobil mereka saya bisa membayangkan diriku mengendarai bayi-bayi itu jika saya memiliki masa depan.
“tunggu…bukankah mobil itutu yang paling langka…Corolla…Miku ?”
ketika aku hampir selesai menavigasi semua mobil tiba-tiba aku melihat mobil langka di sudut area parkir dan tentu saja aku segera mendekati mobil seksi itu dan menatapnya dengan saksama
Lihat anak wanita lugu yang cantik ini !! Dia mulus seperti paha perawan warnanya sangat cerah Aku hanya melihat bayi ini di majalah tetapi melihatnya didalam dunia nyata dua kali lebih cantik ! sayang dia mungkin tidak perawan
"My Lord, dia halus, kulitnya sangat feminim, tetapi knalpotnya mengatakan sebaliknya, mobil ini adalah gadis nakal!" Aku terus menggumamkan diriku dengan tidak masuk akal sambil menyentuh mobil ini tanpa henti dan terus membayangkan diriku mengendarai mobil ini ,aku merasa seperti menjadi penjahat sekarang
Bayangkan jika aku memiliki mobil ini, aku mungkin akan mengantarnya tanpa henti ke seluruh negeri dan bayangkan jika aku memiliki ini semua keluarga saya menatapku dengan mata cemburu dan mereka akan mengatakan :
“SIRA, bagaimana mungkin kamu bisa membeli mobil sebagus itu sementara kamu punya hutang ?”
Dan aku menjawab
“SKILL ISSUE “
Damn…….!!!! jika kejadian itu benar - benar terjadi aku tidak bisa membayangkan betapa badassnya diriku .
Kemudian ketika aku sedang sibuk dengan duniaku orang yang ada didalam mobil yangsedang kursus keluar ,dan ternyata pemilik dari mobil Corolla yang kuidamkan itu adalah seorang guru wanita yang memiliki rambut panjang yang halus berwarna Violet kehitam - hitaman , wanita itu memakai pakaian formal dan jas seperti seorang CEO , wanita itu juga memakai hak hitam tinggi dan memaki rok kerja hitam pendek dan pahanya yang berisi ditutup oleh stocking hitam sehingga memberikan kesan seksi dan elegan
Meskipun pakaian yang ia pakai merupakan sebuah pakaian yang tebal namun karena tubuh dan lekuk tubuhnya seperti dada , pinggang dan pantatnya yang langsing namun berisi membuat pakaian formal yang wanita itu kenan terlihat ngetat terlebih lagi wanita ini sangat tinggi dan bahkan terlihat setengah meter lebih tinggi dariku ,sehingga membuat pikiran mu berkata
“WOW wanita ini sangat sexy”
Namun persetan dengan sexy , Corolla yang wanita itu miliki benar - benar lebih menggoda catnya benar - benar mulus spion nya sangat ramping jika aku punya banyak waktu senggang mungkin aku bisa
menatapnya seharian dan tidak akan bosan
“fu…fu..fu sepertinya kamu menyukai mobilku ? aku bisa merasakan kamu tidak berhenti menatapnya “ jawab wanita itu dengan suara dan melodi yang begitu lembut
Tentu saja aku langsung kaget dengan sikapku yang tidak sopan karena dengan beraninya aku mengelus - elus mobil yang sudah dimiliki orang dan dengan sekejap aku langsung membungkuk dan terus mengatakan
“Maaf… Maafkan aku ma’am ini pertama kalinya aku melihat mobil yang begitu mewah sehingga sikap kampungan ku keluar , maaf kan aku , maaf” jawabku dengan begitu menyedihkan sambil membungkuk dan berharap dengan maaf, aku tidak kehilangan pekerjaan ku
Di satu sisi jujur saja aku salah seharusnya saat ini fokus bekerja namun sebaliknya di senggang waktu bekerja aku malah sibuk mengelus - ngelus mobil yang bahkan bukan kumiliki , ditambahlagi didalamnya masih ada orang dan aku menghalanginya ketika ingin keluar , tentu saja apa yang kuperbuat saat ini merupakan perlakuan tidak sopan dan jika harus melihat sudut pandang proffesionalitas jika ini ditempat kerja lain aku mungkin sudah akan dipecat karena tidak etis , tidak terkecuali disini besar kemungkinan nya sehabis hari ini besok akan menerima surat peringatan karena perlakuanku ,oleh karena itu saat ini aku terus membungkukkan badan ku berharap wanita cantik pemilik mobil Corolla itu mau memaafkan dosa besarku ini .
“Tidak apa.…apa.…setiap orang memiliki hobi dan kesenangan nya sendiri dan semuanya memiliki keuanikan dan keindahan nya masing - masing , by the way aku belum pernah melihat wajahmu apa kamu baru disini” tanya wanita itu dengan senyum nya yang hangat dan nadanya yang lembut , untunglah dia memaafkanku namun kesalahan ini akan kuingat agar aku tidak mengulanginya
“Betul Ma’am namaku Sira aku baru bekerja hari ini , aku masih pemula jika ada saran yang membangun dengan senang hati aku akan menerimanya” jawabku dengan santun dan seformal mungkin
“Pfft…..kamu tidak perlu sekaku itu toh aku juga tidak akan mengigit seandainya kamu berbuat salah”jawab wanita itu menahan tawa
”Sira-kah ? kalau begitu perkenalkan namaku Hoshino Akira , aku menjabat sebagai wakil kepala sekolah dan guru ekonomi senang bertemu dengan mu, kamu boleh memanggilku Akira , tapi jika di depan murid panggil aku Hoshino . OK~” Jawab wanita itu memperkenalkan dirinya dan mengedipkan mata kanan nya ketika dirinya menyebutkan
“OK’
Boleh memanggilnya dengan nama awal ?
“HELL NO” kuyakin wanita yang bernama Hoshino Akira ini sedang mengetesku dan jika aku memanggilnya dengan nama pertama nya pastinya aku akan dinilai tidak sopan belum lagi dia adalah seorang wakil kepala sekolah , dengan kata lain dia adalah atasanku yang mampu memecatku kapanpun dia mau , sebaik apapun keringanan yang dia berikan aku akan mencoba menolaknya agar aku tidak dipecat
“Nee…Sira balik ketopik awal kamu suka akan mobilku kan ? bagaimana jika sepulang nanti kita pulang bareng naik mobilku ?” tawar Hoshino-sensei
Mendengar tawaran itu mataku langsung terbuka dan nurani ku langsung terabaikan dan aku dengan bodohnya mengatakan dengan suara lantang dan keras
“EHH…..BENARKAH ….SUNGGUH ?!?!?!” dengan semangat mengkoonfirmasi ulang tawaran Hosino sensei
“Tentu saja boleh aku pulang pukul 17.00 kamu bisa menungguku di parkiran dan selama pulang nanti kita bisa jalan - jalan “ jawab Hoshino sensei
Namun setelah mendengar jawaban Hoshino sensei bahwa dirinya pulang jam 5 sore diriku teringat bahwa pada jam tersebut aku harus bekerja sampingan di perusahaan TOYOSHA.CO sebagai sebagai pembersih limbah Kotoran, jangankan jam 5 sore seluruh pekerjaanku baru selesai ketika jam 4 subuh nanti , mengingat aku bekerja di 5 tempat dan tidak boleh telat sehingga seluruh harapan dan kesenanganku dan semangatku untuk menaiki mobil Corolla Miku yang merupakan mobil impian hancur berkeping - keping , wajah ku yang awalnya senang karena tawaran Hoshino-sensei langsung berubah menjadi senyum paksa untuk menyembunyika kekhatiran dan kesedihan ku
“emm…..maaf sensei … sepertinya pada jam itu aku ada urusan lain di tempat jauh , mungkin lain waktu saja ketika libur mungkin ?” jawabku mencoba menolak tawar Hoshino -sensei dengan kebohongan sopan , jangankan hari libur sayangnya aku saja tidak punya hari libur maupun tanggal merah mengingat hari Sabtu dan Minggu aku juga harus tetap bekerja
Mendengar penolakanku Hoshino Sensei terdiam sejenak dan ia menatap mataku dengan tajam dengan tersenyum , tentu saja saat dia menatap diriku aku sempat sedikit takut karena seolah - olah dia mampu membaca pikiranku dan kebohonganku
“Sayang sekali….baiklah jika begitu….kalau begitu aku pamit dulu selamat bekerja~~”jawab Hoshino sensei lalu pergi meninggalkanku dan melambaikan tangan nya sebagai tanda ucapan “sampai jumpa nanti”
XXXX
Tugasku sebagai Parking Officer akhirnya sudah selesai dan disisa waktuku bekerja di sekolah ini aku bekerja sebagai Cleaning Service sekolah yang bertugas membersihkan halaman , toilet , menyiram tanaman dan membantu dalam pembuangan sampah .
Untuk pekerjaan seperti pembersihan toilet , menyiram tanaman dan membuang sampah sebenarnya dapat kukerjakan dengan cepat namun yang menjadi masalah adalah aku harus membersihkan halaman sekolah ini yang dimana luasnya mencapai 100 hektar persegi dibawah terik sinar matahari pagi , dan jujur ini pekerjaan yang cukup melelahkan jika tidak fokus bisa - bisa aku nyasar tempat mengingat sekolah ini memiliki halaman yang luas .
Pada akhirnya benar meskipun sudah fokus aku tetap nyasar saat ini aku seharusnya membersihkan halaman dekat dengan gudang namun seberapakali aku keliling dan mencari, aku terus berakhir di halaman belakang dekat dengan taman siswa sehingga di dalam benakku diriku terus berkata :
“Ini kok taman luas amat ? sampai kapan daerah taman siswa berakhir ? lagipula kenapa pada setiap mata angin ada taman siswa ? seberapa banyak taman siswa yang kau butuhkan hanya untuk 1 sekolah ?”
Mana sebentar lagi jam kerja ku akan berakhir dalam waktu 1 jam dan pekerjaanku belum selesai dan diperparah map sekolah ini berbahasa Inggris dan Eropa sehingga aku tidak mampu membacanya benar - benar apes untuk hari pertama kerjaku disini .
Setelah lama ,mencari aku akhirnya sampai di taman siswa lagi di bagian belakang gedung untuk kelas 1 dan kebetulan di dekat gedung ada siswi yang berambut hitam panjang dengan style pigtail yang sedang kelihatan menunggu , Bagus ! akhirnya penderitaanku berakhir , saatnya aku bertanya pada siswi tersebut dan segera menyelesaikan tugasku dan pindah ketempat kerjaku selanjutnya
“Anu…..selamat pagi menjelang siang……maaf mengganggu waktu anda “ jawabku dengan bahasa formal memastikan sopan agar aku tidak dipecat
“Oh…..kau…..? apakah kau yang menaruh surat di loker ku ? Dan menyuruhku menungguku disini ?” tanya perempuan itu
“Maaf….?” Balasku sedikit bingung , ini harusnya aku yang nanya kenapa aku yang ditanya balik ?
Lagipula surat apa ? jangan-jangan kemarin sebelum melamar aku salah menaruh surat permohonan kerja ku dan absensi ku di salah satu loker siswa? Tapi sekolah ini ada tempat 5 loker yang berbeda dan aku disuruh bebas memilih ?Tapi jika demikian bisa mati aku baru masuk kerja kok sudah buat banyak salah ? sebaiknya aku harus meminta maaf mumpung yang melaporkan cuma siswi sebelum ketahuan oleh atasan
“Eng…anu….iya…ini baru pertama kalinya aku melakukan hal ini jadi aku jujur….kurang pengalaman tolong maafkan aku karena ceroboh” jawabku membungkukkan diri berharap siswi ini tidak melaporkan ku ke atasan
“ENg…..Ano… tidak apa - apa tapi aku terkejut ternyata kamu salah satu pekerja disini ……kamu juga terlihat seperti seumuran denganku….tapi bukan…kah apa yang kaulakukan ini sedikit riskan ?”tanya gadis itu
Tunggu dulu……..RISKAN !?!?!? astaga…..mati aku….mati aku….mati aku !!! bagaimana jika karena kecerobohanku aku tidak hanya dipecat tapi aku dituntut mengingat sekolah adalah sekolah elit ?
aduh aku sudah terlilit hutang organ ku potensi dijual kalau sampai kena tuntut diadili kalah dan harus membayar ganti rugi , jangankan organ bisa - bisa nyawaku juga harus ikut terjual aku harus membuat rencana supaya siswi ini bisa tutup mulut , toh dia juga bocah (seumuranku By the way) aku harus bodohi dia agar siswi ini tidak melapor ke atasanku
__ADS_1
Aku langsung mendekati siswi itu perlahan dengan pandangan serius siswi itu melihat diriku dan agak ketakutan dan pipinya menjadi merah padam karena takut ? cara yang kulakukan ini adalah memberikan suatu “assert dominance” ke lawan jenis dan dengan memasang wajah seram sehingga membuat lawan ketakutan tidak bisa melawan balik dan pasrah hanya mendengarkan seperti layaknya seekor Harimau yang berhasil mengigit lawannya
“Kamu tidak perlu takut , yang perlu kau lakukan hanyalah menjaga rahasia kita berdua dan semuanya akan berjalan nyaman , tenang saja kau hanya perlu menuruti perkataanku dan sebagai gantinya aku akan mendengarkan seluruh permintaanmu sekalipun permintaan itu tidak wajar” Jawabku dengan wajah serius dan menawarkan proposal tawaran ke siswi itu agar ia mau menutup mulut
“Eh…..MM….ano…tapi….tapi……aku kurang pengalaman aku kurang yakin….” jawab
perempuan itu gugup dan mundur
kebelakang untuk menjaga jarak dariku dan menoleh matanya dari wajahku karena takut , meskipun dirinya takut aku bisa merasakan dia bisa menerimaku
as I expected rencanaku berhasil untung saja dulu aku adalah anak nakal semuanya according to Keikaku , tapi kurang pengalaman ? memangnya cuma menutup mulut butuh pengalaman ? ah… mungkin saja bocah ini (seumuranku by the way) selama hidupnya adalah anak baik dan tidak berbohong jadi untuk melakukan suatu kebohongan yang berat merupakan suatu hal yang berat baginya
Aduuh……..aku jadi merasa berdosa tapi tidak apa-apa ,toh nantinya aku juga mengabulkan segala permintaannya di tawaranku seharusnya saat ini aku berada didalam win-win solution
“Kamu tidak--
………..*GYUU*………………… EHH ?
Tanpa kusadari saat aku melanjutkan “assert dominance” aku tersandung saat berjalan dan kedua tangan ku menyentuh buah dada siswi itu yang begitu besar dan “wow baru kali ini aku menyentuhnya” dan sempat mendorongnya hingga jatuh dan aku juga ikut jatuh menimpanya
“eh……anu maaf..aku tidak bermaksud……..” melihat polahan yang tidak sengaja kulakukan wajah siswi itu berubah menjadi marah dan menjadi jijik , aku bisa merasakan hawa buruk disini
“maaf….tolong….dengarkan-……
*SPLASSHHHH !!!!*BANG !*
Belum sempat aku selesai bicara tiba - tiba dari lantai atas ada orang dengan bodohnya menjatuhkan ember besi berisi air kotor dan ember tersebut tumpah membasahiku dan membuatku bau dan diperparah lagi ember besi itu mengenai ubun-ubun kepalaku dengan kecepatan yang tinggi sehingga aku terjatuh ketanah dan menimbun siswi itu diatasnya , aku bisa merasakan kepalaku pusing dan berdarah karena cedera tersebut
“.…Ano…. Apa kamu baik - baik saja ?…..ano….ano…..” siswi itu menjadi panik melihat kondisiku saat ini terlingkup diatasnya dan kepalaku berada di buah dadanya yang empuk
*DING *DONG *DING *DONG
“istirahat pertama sudah dimulai”
Ditengah sialnya kondisi tersebut aku mendengar bel sekolah itu berbunyi yang dimana tanda istirahat pertama dimulai dan kondisi dimana jam kerjaku sudah harus selesai ,mendengar bel itu dan melihat kondisiku sekarang diposisi seperti akan memperkosa siswi yang berencana kututup mulutnya , ditambahlagi aku tidak bisa memenuhi kuota kerjaku saat ini , ditambah lagi aku mengotori salah satu siswi di sekolah ini membuatku semakin jatuh kedalam kegelapan .
Aku berdiri di dalam kondisi dekil basah dan kepalaku yang bercucuran darah , dan siswi juga membantuku berdiri dengan baju nya yang belepotan darah dan sedikit kotoran tanah karena diriku mendorongnya , dan dirinya terus menanyakan kondisiku namun aku tidak menjawabnya karena keputusasaan dalam diriku membuatku tidak bisa mendengarkan apa yang dikatakan siswi tersebut .
Sialnya diriku ini mungkin inilah buah dari kejahatan yang hendak kulakukan aku akan minta maaf dan berharap saja besok aku masih diperbolehkan bekerja
“Maaf…Maaf….Maafkan aku ……karena telah memaksamu….sepertinya aku harus tahu diri akan posisiku saat ini …Maaf karena aku tidak peka dan membuatmu tidak nyaman………..Tapi perlu kamu ketahui apa yang kulakukan saat ini aku tulus melakukannya…meski aku melakukan nya memiliki maksud lain….tapi tolong…tolong meski saat ini aku tidak layak jangan usir aku…berikan aku kesempatan..“ Jawabku membungkuk dan menetes kan air mata berharap siswi ini tidak marah dan melaporkan ke atasan atas apa yang terjadi , kali ini aku jujur atas intensiku
Namun siswi itu hanya terhening dan aku tidak yakin bisa melihat dirinya maupun wajahnya , kuyakin saat ini siswi itu sangat jijik dan marah karena kelakuanku dan ingin diriku benar - benar hilang dari hadapannya
sepertinya permintaan maafku percuma…huh ?
Mungkin jika ku benar - benar dikeluarkan (moga - moga hanya dikeluarkan) aku akan mencoba mencari pekerjaan di tempat lain lagi dan memastikan untuk menjaga sikapku dengan baik.
Namun Apabila aku dituntut karena kelakuanku , aku akan menghadapinya dan aku akan jual seluruh organku untuk membalas hasil dari kebodohanku ini dan di kehidupan selanjutnya aku akan berusaha lebih baik
“Itu saja dari aku……sepertinya tidak ada lagi yang bisa kuberikanku….aku izin pamit dulu maaf atas ketidaknyamanan nya” jawabku dengan senyum paksa lalu aku cepat - cepat menoleh wajahku darinya karena aku tidak berani melihat wajahnya yang mungkin saat ini marah , dan setelah itu aku berlari meninggalkannya dan memastikan diriku hilang dari hadapannya dengan cepat .
_XXXX_
Pekerjaanku ditempat kedua yaitu Fujisaki Company akhirnya dimulai aku masuk ke gerbang khusus pegawai lapangan melakukan check in absensi , memakai jubah pegawai dan memulai pekerjaanku sebagai pekerja paksa yang bertugas melakukan pengerukan tanah untuk kebutuhan plantasi perusahaan , seperti biasa aku mengeruk tanah memakai sekop dan cangkul yang diberikan perusahaan dan mulai pengerukan bersama pekerja lain nya
Pekerjaan ini cukup melelahkan karena selama waktu bekerja aku harus melakukan pekerjaan ini menggunakan seluruh otot didalam tubuhku dan sama sekali tidak diberikan waktu Istirahat selama 5 jam non-stop ,karena jika aku istirahat pembayaran jam kerjaku akan dipotong
Namun karena aku sudah biasa dan sudah 1 bulan bekerja di tempat ini aku sudah biasa dengan tingkat kelelahan yang kuhadapi saat ini dan aku dapat menghadapi nya dengan baik
“SIRA !!!!”
Saat aku sedang sibuk menguruk tanah dengan sekop dan cangkul aku mendengar teriakan atasankiu yang memanggilku dengan kencang , Supervisor yang memimpin pekerjaan ku bernama Pak Takamura , dia sudah berumur 28 tahun , jujur ia masih muda dan untuk sikapnya yang galak dia sebenarnya lelaki tampan berambut silver bertubuh kekar dan keras dan banyak pekerja wanita di Fujisaki CO mengidami pak Takamura , aku mendengar dirinya dulu adalah mantan kapten Navy Seal yang melatarbelakangi sikap galaknya itu namun yang membuatku sedikit kesal ia hanya galak kepada diriku saja tidak dengan yang lain karena posisiku adalah pekerja sampingan yang dianggap tidak berbeda jauh dengan lintah perusahaan
Perusahaan ini ada suatu aturan absolut yang pasti akan terjadi Pak Takamura memanggilUntuk kehadiranmu
1.Kamu bekerja tidak baik sehingga bayaranmu dipotong dan potensi tidak dibayar
2.Pekerjaanmu salah sehingga tidak dibayar
Atasanmu membencimu sehingga kamu dijadikan budaknya
3.Bekerja terlalu lambat sehingga tidak akan dibayar
Mengingat kemungkinan yang mungkin pasti akan terjadi membuat bulu kuduk diseluruh tubuhku terangkat dan berharap supervisor tidak membenciku dan memarahi karena pekerjaanku salah , mengingat aku sudah gagal ditempat kerja pertama aku tidak ingin ditempat kerjaku yang sudah agak lama ini aku juga mengalami kegagalan
“DIMANA SIRA!!!! APA KAU TULI ?! SIRAA !!!!!” Pak Takamura mulai berteriak lebih beringas dan karyawan lain melihatku dengan tajam
Dan tanpa berpikir dua kali aku langsung lari menghadap supervisor dalam kondisi belepotan tanah dan aku melihat muka pak Takamura yang saat ini sudah begitu tersinggung, marah dan seluruh ototnya benar - benar kaku seperti siap untuk meninjuku karena aku tidak tepat waktu saat aku dipanggil
“Apa bekerja dengan sekop dan cangkul membuat pendengaran mu terdepresiasi ?” tanya pak Takamura mengontrol emosinya dengan ejekan
“Mungkin kotoran tanah sekarang masuk ketelingamu sehingga kamu jadi bodoh dan tidak mendengarkan panggilanku ?” jawab Pak Takamura terus melemparkan hinaan kepadaku
“maaf…pak” balasku masih tetap menunduk
“Sudahlah….lupakan lagipula aku tidak sepenuhnya berharap sampah perusahaan sepertimu bisa melakukan tugas simpel seperti mendengarkan” jawab Pak Takamura marah
“Maaf….pak”jawabku menunduk lebih rendah lagi berharap kesalahanku dimaafkan
“CEO….Fujisaki Inori memanggil keberadaanmu di lobby datang kesana segera , dan jangan coba - coba kamu ganti pakaian karena kamu sudah membuatnya menunggu 20 menit karena keteledoranmu” jawab Pak Takamura memerintahku
“SIAP PAK” balasku lalu langsung segera menuju lobby perusahaan seperti yang pak Takamura perintahkan dan tidak mengganti pakaian ku yang kotor karena aku sudah membuat CEO Perusahaan ini menunggu kedatanganku
Tapi untuk apa CEO menunggu kedatanganku jangan - jangan……aku mau dipecat ? apa karena kontrak pekerjaanku akan diputus karena aku tidak berguna bagi perusahaan selama 1 bulan seperti yang pak Takamura katakan ? aku mulai ragu
Sesampainya di Lobby aku melihat CEO Fujisaki Inori sudah menungguku didekat resepsionis, CEO Inori memakai pakaian tradisional Kimono berwarna merah mudah dengan corak bunga sakura , warna kimono yang ia pakai saat ini benar - benar senada dengan rambutnya yang berwarna pink tidak begitu panjang dan memiliki banyak hiasan rambut , kukira CEO Inori sudah tua atau sudah ibu - ibu mengingat posisinya, namun ternyata prediksi ku salah CEO Inori ternyata masih begitu muda ,hampir terlihat seperti seumuranku dan ia memiliki tatapan yang begitu dingin tanpa ekspresi
“Anu…..Maaf…emmm(Melirik kartu nama) Bu…Fujisaki ? Maaf karena aku telat merespons saat ini aku agak teledor” Jawabku sambil membungkuk minta maaf
“kamu SIRA bukan….?” tanya bu Fujisaki dengan nada dan suara yang begitu pelan
“Iya…Betul ibu aku adalah salah satu pekerja sampingan divisi pengurukan tanah”Jawabku memperkenalkan diri
“Fu…….kamu tidak perlu memanggilku ibu lagipula aku seumuran denganmu”jawab Fujisaki
Mendengar respon tersebut aku langsung kaget atas ketidaksopananku , karena aku mengira Fujisaki Inori sudah dewasa dan dan mengira kalau dia adalah salah satu manusia yang kelihatannya muda namun sebenarnya sudah tua , namun bagaimana aku tahu lagipula untuk anak seumuranku sudah menjadi CEO merupakan hal yang tidak normal , memang ini cerita MANGA ?
“Ma…..maafkan….aku Fu…Fujisaki-sama aku tidak bermaksud…..anu…..maksudku” aku mencoba meminta maaf dengan nada gugup karena lagi - lagi aku berbuat kesalahan yang begitu fatal dan terlebih lagi berbuat kesalahan kepada CEO perusahaan tempat dimana aku bekerja
“Sira….apakah…..kamu….mengingatku..?” tanya Fujisaki dengan nada yang begitu lambat
Menanggapi reaksi dari Fujisaki daku sedikit bingung , mengingatnya ? apa aku pernah bertemu dengan nya ? tapi jujur baru sebenarnya baru pertamakali ini aku bertemu dengan Fujisaki , jangan jangan…………
.
.
.
.
CEO sedang menguji kepekaan mengenai kenal teman kerja atau tidak ? Aku sering mendengar rumor di dalam dunia kerja sangat tidak wajar jika sudah lama bekerja namun dengan teman seperusahaan sendiri aku tidak kenal dan didalam rumor tersebut karena karyawan itu terlalu menutup dirinya sendiri sampai - sampai ia tidak mengenal atasan nya dirinya langsung dipecat .
Waduh kalau dalam kasus ini sepertinya aku tidak ada pilihan lain selain jujur apa adanya mengingat peristiwa sebelumnya karena mencoba menutup mulut saja karmanya sudah mengerikan , aku tidak bisa membayangkan jika nantinya aku mencoba berbohong dengan CEO Fujisaki , dan aku percaya dia pasti juga pintar dan bisa membaca seluruh kebohongan didalam diriku mengingat posisi yang ia dapat meskipun masih seumuran denganku , sebaiknya aku tidak mencoba
“A….Anu….maaf sepertinya ini baru pertama kalinya kita bertemu , aku bekerja di posisi pengerukan t sehingga aku tidak sempat bertemu dengan atasan manajer mohon maaf jika aku saat ini baru mengenal Fujisaki-sama” Jawabku membungkukkan diri memohon maaf atas ketidaksopananku dan berharap Fujisaki tidak memecatku karena aku tidak kenal dengan teman kerja sendiri
Fujisaki melihat diriku dengan mata yang tajam dan tatapannya begitu dingin dan kemudian ia langsung menghela nafasnya dan menggeleng - gelengkan kepalanya sebagai tanda
“Sepertinya ini tidak bisa diterima” mungkin ?
Lalu kemudian ia mendekati diriku sehingga membuatku agak mundur untuk menjaga jarak karena aku tidak biasa berinteraksi dengan perempuan sehingga membuatku agak malu dan kaku
“Sepertinya………Sira…..kamu…tidak….mengingatku ?” jawab Fujisaki kemudian ia langsung mengecek diriku dengan tatapan nya sehingga membuat diriku gugup
“Kalau dirimu tidak ingat akan kubuat dirimu ingat Sira sebaiknya kamu mempersiapkan diri…!!!”jawab Fujisaki yang tiba - tiba mengubah nada suaranya yang awal halus dan terbata - bata perkatanya menjadi lancar dan berenergi seperti wanita tomboy , seakan - akan kepribadian nya berubah dari wanita tenang menjadi sadis
“Di…Dimengerti…..Fujisaki-sama aku akan berjuang keras” jawabku mundur untuk menjaga jarakku dengan nya dan menanggapi jawaban Fujisaki dengan tegas dan lantang
Tapi “mempersiapkan diri” huh..? jangan - jangan Fujisaki mau memberikan ku semacam tes sesuai dengan Undang- undang ketenagakerjaan perusahaan ? kalau begitu demi diriku tidak dipecat mulai sekarang aku akan berjuang keras dan mencoba untuk memahami seluruh regulasi dan etika perusahaan agar aku tidak dipecat
Namun melihat dari reaksi yang kuberikan atas tanggapan Fujisaki , Fujisaki menghela nafas dan menggelengkan kepalanya lagi , aduh……. sepertinya tanpa sadar aku berbuat salah , tapi aku tidak tahu apa dari diriku yang salah
“Sira dari divisi pengerukan bukan ?”tanya Fujisaki mengkonfirmasi ulang
“Betul Fujisaki-sama” balasku
“Waktu kerjamu seharusnya masih tersisa 1 jam lagi tapi sepertinya tidak penting , toh divisi pengerukan tapi masih menggunakan sekop dan cangkul ? dan tidak menggunakan eskavator terlihat jadul untuk perusahaan modern “ jelas Fujisaki dan tentu mendengar penjelasan nya aku sedikit tertusuk
“Maaf Fujisaki-sama aku masih belum memiliki sertifikasi untuk mengendarai eskavator sehingga aku hanya diperbolehkan untuk menggunakan alat sederhana” jawabku
“Dan perusahaan harus membayar mu 40 dollar untuk perjamnya ? untuk pekerjaan yang sudah diganti dengan proffesional yang lebih cepat dan hanya kugaji 90 dollar perhari nya untuk 7 jam bekerja ?” tanya Fujisaki dengan nada dingin
“’u……ugh…. maaf atas tidak bergunanya diriku saat ini tapi saya berjanji saya akan memberikan lebih kepada Fujisaki-sama lebih dari yang saya miliki ,. tolong berikan saya kesempatan sekali lagi” jawabku merendahkan diriku dan bahkan sudah meneteskan airmata dan bahkan orang - orang yang melihat tindakanku menahan tawa
“fu…fu….fu baiklah kau mengatakan akan memberikan lebih baiklah…..mulai sekarang aku memecatmu dari divisi pengerukan dan besok jam 7 pagi kamu harus menemuiku di restoran “GOOD WILL” dilantai 12 pastikan kamu berpakaian layak”jawab Fujisaki tersenyum dan aku merasakan sepertinya diriku berdansa ditangannya
Mendengar diriku dipecat aku langsung shock dan tidak mampu berkata apa - apa lagi karena aku baru saja kehilangan pekerjaan ku yang sudah kujalani selama sebulan tapi aku juga tidak bisa membantah argumen dari Fujisaki mengenai aku tidak berguna bagi perusahaan, karena jika dilihat ulang lagi tempat dimana aku bekerja di divisi pengurukan tanah semua karyawan menggunakan eskavator dalam menguruk tanah dan cuma aku sendiri yang hanya memakai sekop dan cangkul di daerah yang belum tersentuh dan jika bagianku selesai tim lain akan langsung mengerjakan nya sehingga bisa dibilang apa yang kukerjakan sama sekali tidak ada artinya dan walau tidak ada artinya aku tetap dibayar dengan bayaran yang cukup tinggi .
Mungkin wajar saja pak Takamura tersinggung karena keberadaan diriku ini , karena diriku saat ini memang tidak berbeda jauh dengan lintah perusahaaan dan memang mungkin sudah waktunya aku dikeluarkan ,. kalau sudah seperti ini jadinya aku harus mempersiapkan cari tempat kerja baru lagi , bisa kuprediksi nantinya pertemuanku dengan Fujisaki di restoran besok pastinya akan membahas pengajuan pengunduran diriku , tapi bukankah jam 7 pagi aku masih bekerja ? aku harus mencoba bernegosiasi dengan Fujisaki anggaplah sebagai negosiasi yang terakhir di tempat kerjaku ini
__ADS_1
“Maaf Fujisaki-sama aku sepertinya tidak bisa karena jam 7 pagi aku bekerja di sekolah Schicika sebagai Parking Officer dan cleaning service sampingan , dan aku baru selesai jam 10 siang nanti” jawabku atas argumen Fujisaki
“Kamu sudah bekerja diperusahaan ini dan beraninya kamu bekerja ditempat lain ?! Dan disekolah untuk PEREMPUAN ?!?!”tiba - tiba aku bisa merasakan ada hawa tidak nyaman keluar dari nada dan suara Fujisaki
“E….eto…..Anu…..aku…ada alasan…anu” aku tergagap - gagap mencoba menjelaskan situasiku ini ke Fujisaki karena ragu ia akan percaya denganku
Lagipula mana mungkin bocah sendok silver seperti dia mengerti situasiku saat ini , aku juga mengambil banyak pekerjaan dikarenakan hutang yang mengancam kehidupanku saat ini palingan Fujisaki akan mengatakan “Hanya segitu ? perusahaan menanggung yang lebih besar dan kami tidak pernah kesulitan , dasar lemah ! , dasar payah !” Cih ! membayangkan nya saja aku sudah cukup kesal
“Haahh….”Fujisaki menghela nafasnya kini yang ke3 kalinya tanda ia sudah tidak tahu lagi
”Baiklah aku yakin kamu punya kondisimu sendiri…..baiklah bagaimana jika jam 6 sore ?” tanya Fujisaki
“Maaf jam 6 aku juga ada jam kerja di Marumata.Co sebagai pembersih limbah kimia sampai jam 9” Jawabku mulai merasakan hawa buruk
“jam 9 Malam ???” tanya Fujisaki masih belum menyerah
“aku bekerja di Minamoto.Co hingga jam 1 malam nanti sebagai pembersih kaca gedung..”Balasku lagi ketakutan
“
4 TEMPAT KAU BEKERJA ?!?!?!” Nada Fujisaki semakin meninggi dan ia tidak menyembunyikan aura kemarahan nya sehingga membuat orang - orang sekitar ketakutan begitupula juga diriku dan rasanya aku ingin kencing di celana karena takut
“li….lima…….sebenarnya……disini dan Toyosha.Co sebagai pembersih toilet dan limbah tahi dari toilet” jawabku gugup dan aku bahkan tidak mampu menatap wajahnya karena takut dengan situasiku saat ini
“Bagaimana jika hari libur seperti sabtu dan ming…….lupakan saja kujamin di hari itu aku yakin kamu bekerja juga ?” tanya Fujisaki mengkonfirmasi sesuatu kepadaku sebelum ia menyelesaikan tawaran nya
“be…betul…Fu..jisaki…sama sebagai Pemulung , pengantar koran , pengantar paket delivery , dan tukang sapu di taman Central Park” jawabku dengan gugup dan akhirnya aku bisa merasakan air seni ku keluar dari kelamin karena ketakutan sudah menguasai biologis tubuhku secara menyeluruh
“sebesar itukah kamu membutuhkan uang sampai - sampai kau tidak memiliki hari libur dalam keseharianmu ? aku sedikit kaget kamu sekarang masih mampu berdiri dengan sehat disini” tanya Fujisaki nadanya kemudian kembali normal
Iya…nona…iyaaaa……. aku membutuhkan uang jika tidak hutang yang orangtua wariskan kepadaku dapat membunuhku jika tidak , dan aku tidak bisa makan jika aku tidak punya uang tapi toh manusia kaya sepertimu kelihatannya tidak perlu khawatir kan berhubung kamu sudah kelebihan uang , kuharap selama sisa kehidupanmu kamu terus kelebihan uang dan saking kelebihannya ka menyisakan untukku meskipun aku tahu itu tidak mungkin
“Sebentar biarkan aku bicara dengan atasan mu terlebih dahulu” jawab Fujisaki mengeluarkan ponselnya dan menjaga jarak denganku agar pembicaraan Fujisaki tidak bisa kudengar
aku menunggu urusan Fujisaki selesai aku bisa merasakan seluruh tatapan karyaan dan klien yang masuk ke perusahaan besar ini melihat diriku dalam begitu menyedihkan dalam kondisi belepotan , dan terlebih lagi menghadap dengan manager tingkat atas dengan kondisi yang tidak aman , dan tentu aku juga bisa merasakan mereka tertawa melihatku karena mungkin sebentar lagi aku akan dipecat dan mereka yakin jika manager tingkat atas yang melakukan pemecatan sudah pasti kesalahan yang besar dan berpotensi memberikan dampak besar sehingga bisa dibilang aku berada diambang mati secara sosial dan aku tidak akan membantah hal tersebut karena hal tersebut memang terjadi kepadaku saat ini , dan aku ragu jika aku bisa selamat
.
.
.
.
.
.
.
Setelah menunggu sekitar 15 menit akhirnya Fujisaki kembali menghampiriki , wajahnya sudah puas dan sepertinya ia memiliki rencana dan aku tidak bisa membayangkan apa yang ada di benaknya
“Aku sudah berbicara dengan HRD Marumata,Toyosha, dan Minamoto nampaknya mereka besok akan melakukan penggantian karyawan lepas , dan sebagai gantinya besok dan hari ini kau tidak perlu datang ketempat mereka lagi” Sahut Fujisaki tersenyum puas
Mendengar perkataan Fujisakukesadaranku hampir melayang dan jantungku hampir copot karena seluruh pekerjaan yang kugunakan untuk membayar hutang baru saja menghilang menjadi atom , menyisakan 1 pekerjaan ku di sekolah Shicika , hanya karena keteledoranku dan tidak kebergunaanku .
sekarang aku juga baru ingat 4 perusahaan tempat aku bekerja lepas semuanya terdapat nama Fujisaki pada bagian akhir sebagai holder , dengan kata lain 4 perusahaan aku melamar adalah anak perusahaan yang dimiliki Fujisaki tentu saja jika aku berbuat salah terutama kepada Fujisaki aku akan kehilangan semuanya .
Baiklah ini pelajaran baru bagiku mulai saat ini aku akan mencari bekerja ditempat UMKM saja persetan dengan perusahaan jika memang mereka mengeluarkanku keluarkan saja , pasti nanti akan ada jalan ketika aku berusaha yang penting sekarang jika nanti sudah dapat ditempat yang baru aku akan memperbaiki diriku yang rusak ini
“Karena Kamu tidak ada kerjaan dan berhubung kamu sudah tidak ada kerja ditempat lain, kamu boleh pulang sekarang….dan jangan lupa besok kita bertemu di restoran “Good Will” lantai 12 , jam 12 siang , sebaiknya kau tidak telat agar kau tidak menyesal , oh ya kau boleh membuang baju kerja kotor yang dekil itu karena kau tidak akan menggunakan nya lagi ” jawab Fujisaki lalu meninggalkan ku
Setelah itu aku melihat sekitaranku mulai terkejut seperti melihat hantu
Sebentar apayang mereka kejutkan ? justru harusnya ku yang terkejut karena aku barus saja kehilangan 4 pekerjaan utamaku dan kini aku harus memikirkan bagaimana aku harus membayar hutangku yang bunga nya harus kubayar dalam waktu 28 hari 21 jam 56 detik lagi
“Anu….permisi…..aku tahu ini terdengar privasi kalau tidak salah Fujisaki-sama mengundangmu ke restoran “Good Will ?” tiba - tiba resepsionis yang berada di belakang sepanjang waktu penasaran dengan apa yang dibicarakan Fujisaki denganku
“Yah…begitulah …apakah aku akan baik - baik saja ?
“ tanyaku kepada resepsionis itu yang penasaran dan khawatir dengan kondisiku saat ini , mungkin jika Fujisaki mengundang ku seperti itu jika hal tersebut merupakan hal yang buruk mungkin aku akan menolaknya dan memutuskan untuk tidak terlibat dengan orang yang bahaya
“Tenang saja kau tidak perlu takut justru aku cukup terkejut kalau kau bisa di undang ketempat “Good Will”oleh Fujisaki-sama “ jawab Resepsionis itu terkagum - kagum
“Memang kenapa ? apa karena makanan disitu enak sayangnya aku berada di bawah level miskin kuyakin aku hanya bisa memesan air putih”jawab ku
*Pfft…..bukan begitu bodoh , yang kumaksud adalah Fujisaki-sama hampir tidak pernah mengundang oranglain kecuali orang itu adalah salah satu keluarganya , lagipula restoran itu benar - benar esklusif yang bahkan hanya orang - orang besar tertentu yang bisa memasukinya , kau pasti mungkin salah satu orang spesial baginya sehingga kau bisa masuk dengan mudah bahkan diundang oleh Fujisaki-sama”jawab Resepsionis itu
Dan setelah mendengar apa yang Resepsionis katakan dengan kaget aku mengatakan
“EH ?”
.
.
.
.
_XXX__
Setelah kejadian itu ternyata apa yang Fujisaki lakukan kepadaku bukan lah kebohongan karena setelah aku mendatangi perusahaan Marumata,Toyosha, dan Minamoto mereka benar - benar sudah memecatku dengan mentah - mentah sehingga membuat diriku takut dengan influensi yang Fujisaki miliki , sehingga hal tersebut membuatku bertanya - tanya mengapa diriku ini bisa saking tidak beruntungnya berhubungan orang yang sangat berbahaya seperti Fujisaki sehingga membuatku kehilangan pekerjaan lamaku ?
Kalau dipikir - pikir ulang diriku ternyata begitu menyedihkan kira - kira sudah berapa kali aku membungkuk hanya untuk meminta maaf dan seberapa banyak yang mau memaafkanku ? hampir tidak ada !
*SNIFF*SNIFFF*SNIFF*
Mengingat ketidak beruntunganku yang terjadi selama 1 hari ini dalam perjalanan menuju rumah di jembatan penyeberangan aku meneteskan air mata dan menangis putus asa
KENAPA ? KENAPA ?KENAPA ?KENAPA ? Untuk APA ? Kenapa aku dilahirkan kedunia ini jika dunia memang tidak menginginkan ku ?
Pekerjaan pertamaku berpotensi gagal karena aku tidak mampu menjalankan kuota kerjaku secara penuh dan mengotori salah satu siswi nya bahkan berlaku tidak sopan kepada salh satu wakil kepala sekolah mereka , pekerjaan keduaku gagal karena aku tidak berguna dan karena keteledoranku tidak bisa mengingat nama atasanku membuat aku kehilangan semua pekerjaanku sehingga membuatku tidak dapat uang
Disamping pekerjaanku hilang aku terlilit hutang dan para Yakuza akan menjual organku jika aku gagal bayar , orangtuaku meninggalkanku , adikku yang kusayangi meninggalkanku , seluruh kerabatku menelantarkanku dan memfitnahku bahwa akulah penyebab hutang - hutang ini terjadi, dikeluarkan dari sekolah karena tidak mampu bayar ,bahkan saat ini aku bingung aku harus makan apa karena aku tidak punya uang untuk membeli makan dan bahkan semili beras.
“SIAL ! SIAL ! SIAL ! SIAL ! SIAL ! SIALLL……!!!!!!.” aku berteriak sambil menahan suaraku dan menggertakkan gigiku sambil menangis agar tidak menggangu lalu -lalang pejalan kaki
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“Sira….? apa yang kau lakukan disini ? bukankah seharusnya kau bekerja di Toyosha ?”
Ditengah aku sedang putus asa dan menangisi nasibku yang sial ini tiba-tiba aku mendengar suara Hoshino sensei dibelakang dan akupun langsung menoleh kebelakang dan ternyata benar aku melihat Hoshino-sensei dibelakangku dengan wajahnya yang khawatir melihat kondisi ku
*HUGH…..*HIKS……sen…….sei…..*HIKS*…..HUGH*…se….selamat….*Snort…….Selamat sore” jawabku sambil menahan tangis yang sudah terlanjur terlihat dan aku juga tidak lupa membungkuk hormat..mengucapkan salam sambil mengusap air mata diseluruh mukaku dan ingusku yang terus meler
“Sira….ada apa ? kenapa kamu menangis ? apa ada yang menjahatimu ??” tanya Hoshino Sensei lalu ia mengeluarkan sapu tangan nya dari tas dan mengelap air mataku yang kotor dengan sapuk tangan nya yang bersih dan wangi
“maaf…….aku..tidak…*Hic*..*HIC*….tidak apa -aa.pa….maaf….ka..*hics*….mengotori sapuk tangan….sensei….*Hic*” jawabku dengan suara kacau karena aku masih tidak mampu menahan tangisanku
aku menoleh dari Hoshino sensei dan meninggalkan nya karena aku malu dan tidak sanggup membawa mukaku yang menjijikan dan menyedihkan di hadapan atasanku
Namun sensei meraih tanganku dengan erat sehingga membuatku terhenti dan aku kembali menatap dirinya
“Sira…….aku tidak tahu apa yang kau rasakan…..dan tidak akan pernah tahu……..aku tahu aku tidak pantas mengatakan ini tapi……maukah kamu memberikan sedikit dari kesedihanmu kepadaku ?” Tanya Hoshino sensei dengan wajah serius
Mendengar apa yang Hoshino Sensei katakan jantungku berdetak sangat kencang , tubuhku merasa hangat dan aku menerima tawarannya , sepertinya malam yang kujalani saat ini merupakan malam yang begitu panjang .
__ADS_1