PARIA

PARIA
Night of Memories


__ADS_3

“Maukah kamu memberikan separuh dari kesedihanmu” tanya Hoshino-sensei dengan wajah serius dan matanya menatap mataku yang dipenuhi dengan air mata


Menanggapi Proposal dari Hoshino Sensei hatiku menjadi tergerak dan seluruh beban hidupku , permasalahan , kepahitan yang terjadi dikarenakan ketidakberuntungan ,semuanya berubah menjadi tawar dan rasanya tidak sakit lagi , karena kalimat indah yang disebutkan oleh Hoshino sensei yang membuatku sadar ternyata meskipun diriku adalah manusia yang paling tidak beruntung masih ada orang lain yang rela dan mau memberikan pertolongan dan melakukan nya dengan tulus .


Aku mengusap air mataku dan ingus ku menggunakan bajuku yang kotor dan dekil dipenuhi tanah bekas tempat kerjaku dan dengan wajah yang kotor, basah , dipenuhi debu , bekas kotoran tanah , dan ingus aku berkata serius menanggapi bantuan dari Hoshino-sensei


“ Sensei , terimakasih maaf karena membuat sensei khawatir aku cuma sedikit murung karena aku berbuat salah ditempat kerja dan atasanku yang galak memarahiku dengan tegas , sehingga inilah yang terjadi saat ini


……ehehehe…” jawabku kepada Hoshino sensei dengan senyum palsu mengatakan realita yang dibumbuhi dengan kebohongan


.


.


.


(Hoshino sensei menatapku sejenak sehinggga membuatku gugup)


.


.


.


Kemudian setelah itu Sensei menghela nafasnya karena lega


“Syukurlah ternyata bukan masalah yang besar, aku khawatir dengan hal yang sepele” jawab Hoshino sensei lega


“a…ha..ha…ha iya kan ? rasanya agak aneh melihat orang yang menangis hanya karena dimarahi atasannya , sungguh tidak keren kau tahu ? benar….benar lucu ya…..ahahaha” balasku mencoba meringankan suasana pembicaraan yang sekarang mulai ringan dan tidak berat


Namun menanggapi balasanku Hoshino sensei terlihat tersinggung dan ia mendekati wajahku sehingga membuatku gugup dan mundur kebelakang , kemudian kedua tangan Hoshino sensei menyentuh pipiku yang kotor karena tanah yang bercampur bekas air mata dan mengusap wajahku dengan jari - jarinya yang halus dan bersih sehingga jari tangannya menjadi kotor karenanya


“A…anu sensei ?” tanyaku mulai kebingungan dengan sikap sensei terhadapku


“tidak………………Sira-kun apa yang kau alami saat ini sama sekali tidak lucu “ jawab Hoshino sensei dengan wajah nya yang begitu dingin dan mendekati wajahku sehingga membuatku ketakutan , bingung dan malu tercampur aduk


“ma…maaf aku tidak bermaksud……


“Sedih dan menangis karena atasan memarahimu merupakan hal yang wajar dan tidak seharusnya kau alami saat ini .


Lagipula saat ini harusnya kamu sekolah , bersendau gurau dengan teman , mengalami keberhasilan maupun kegagalan dalam belajar , menikmati klub, pariwisata dengan teman sekelas , menikmati festival budaya dan kelulusan , atau bahkan jatuh cinta.


Bukan menikmati tamparan hidup , karena masa - masa itu hanya bisa kamu rasakan sekali dan tidak akan kamu bisa rasakan seumur hidup lagi namun sebaliknya kamu mengorbankan masa - masa beharga yang lebih beharga dibandingkan harta yang ada didunia ini “ jelas Hoshino sensei mengatakan realita hidupku yang pahit kepadaku lalu kemudian melepaskan genggaman nya di pipiku lalu membersihkan jarinya dengan sapu tangan


Namun meskipun demikian diriku tersenyum dan lagi - lagi mengatakan kebohongan besar kepada Hoshino-sensei


“Duh…sensei…sensei ngomong apaan sih , aku tidak mengorbankan masa mudaku ,lagipula aku juga sekolah kok , karena pekerjaan saja jadi aku sempat mengambil cuti beberapa hari “ jawabku berbohong kepada Hoshino-sensei dan berpaling darinya dan menjaga jarak dengan Hoshino sensei.


Hoshino-sensei adalah wanita yang begitu baik , ketika aku menyentuh mobilnya dengan tangan kotorku ia memaafkanku dan tidak memecatku , saat aku seakrang sedang bersedih ia dengan tulus memberikan bantuan dan memberikan harapan sehingga saat ini aku bisa bangkit kembali , namun Hoshino-sensei adalah wanita yang murni dan bersih aku tidak ingin melibatkan Hoshino sensei lingkaran hidupku yang gelap , suram , dan tidak ada harapannya .


Dosa dan kegelapan ini sebaiknya biar saja aku yang menanggungnya


“Sira-kun beritahu aku…..apa yang membuatmu begitu rela mengorbankan sesuatu yang berharga ?” tanya Hoshino sensei


Untuk jawaban Hoshino sensei kali ini aku tidak akan menutupi dan berbohong kepadanya , lalu aku kembali menatapnya dengan serius dan berkata dengan tegas


“UANG !!! bagiku UANG adalah segalanya , karena UANG yang dapat membuatku bertahan hidup dibandingkan masa mudaku”


Mendengar tanggapanku Hoshino -sensei langsung terlihat bingung dan wajahnya juga menahan tawa setelah mendengarkan argumenku yang terdengar murahanku sehingga membuatku tersinggung dan membuatku keceplosan mengatakan


“Manusia beruntung sepertimu mana mungkin mengerti , lagipula kamu juga tidak perlu khawatir akan hari esok dan besoknya lagi”jawabku dipenuhi amarah karena iri dengan situasi Hoshino Sensei yang berbanding terbalik denganku


“Pfft……tidak….bukan begitu Sira -kun, kurang lebih aku paham dengan situasimu……”


Mendengar kalimat Hoshino sensei yang seolah - olah mengerti kegelapan dalam hidupku , tentu saja amarahku menggolak , wajahku mendatar dan aku melihatnya dengan tatapan dingin lalu aku mengatakan kepadanya dengan nada dingin


"Paham……….? Paham,……apanya ? manusia…..sepertimu tidak akan mengerti ……apalagi manusia beruntung sepertimu….” Jawabku sambil menahan emosiku


“Tentu saja aku paham….paham sekali dengan situasimu , dan menurutku apa yang kau alami tidak begitu rumit…”jawab Hoshino Sensei terdengar lega dan dengan tersenyum sehingga membuat emosiku meluap dan aku langsung mendekatinya dan langsung memegang dan menarik kerah bajunya lalu berteriak dengan keras didepan mukanya mengatakan :


“PAHAM ?! SENSEI TIDAK PAHAM …..?!TIDAK PAHAM ..?! DAN TIDAK AKAN PAHAMMMM…….SENSEI SAMA SEKALI TIDAK MENGERTI ! ORANG KAYA SEPERTIMU TIDAK AKAN MENGERTI DAN TIDAK AKAN P-ER-NAH !!! JIKA SAJA AKU PUNYA UANG SEBANYAK SENSEI…..JIKA SAJA …….KELU….AR….GA…….KU TIDAK MENINGGAL…KAN…KU..……..JIKA……JIKA…..JIKAA--….” saat aku berteriak meneriakkan segala perasaanku air mataku tiba - tiba kembali menetes , tenggorokkanku menjadi sakit dan otakku terus memutar ulang kenangan dimana saat - saat seluruh keluargaku pergi meninggalkan aku sendiri hingga saat ini


.


.


.


.


.


“JIKA….AKU…. ( perlahan aku melepaskan cengkeramku di kerah baju Sensei dan terus mengusap air mataku )


.


.


.


.


.


“JIKA….AKU….TIDAK…SENDIRI……”diriku tetap terus mengatakan nya namun tenggorokanku sakit airmataku terus berlinang dan emosiku benar - benar tidak stabil sehingga langsung menoleh dan menjauhi Hoshino sensei lalu aku terus mengusap mataku dengan paksa dan berusaha keras menyembunyikan diriku yang payah.


Hoshino sensei kemudian berjalan mendekatku dan memelukku dan menaruh kepalaku di atas buah dadanya yang besar sambil mengelus rambutku yang kotor


“Akhirnya…………, akhirnya ……………..,kamu berkata jujur , kata - kata itulah yang aku ingin dengar darimu.…” jawab Hoshino sensei sambil terus mengelus rambutku. Dan aku tetap tidak bisa berhenti meneteskan air mata karena memoriku terus memainkan memori pahit dan kondisiku yang begitu menyedihkan


“Yosh………….Yosh……………..Yosh…………..….Sira-kun…kau sudah melalui banyak hal…kau sudah hebat melalui perjuangan hidup ini , sekarang tidak apa - apa kamu boleh melepaskan kesedihanmu untuk saat ini” jawab Hoshino lagi kepadaku sambil terus membelai kepalaku seperti layaknya seorang ibu


Sekarang aku tahu alasan dibalik tawa sensei atas argumenku sebelumnya adalah bukan bermaksud untuk menyinggung maupun mengejekku , melainkan alasan dibalik tawa tersebut itu adalah agar diriku bisa membuka diri atas diriku sehingga Hoshino-sensei bisa menerimanya dan aku tidak perlu melukai diriku lagi . Dibalik tangis ini aku juga merasa lega karena pada akhirnya rasa sakit mengenai kesialan hidup ini tidak perlu kupendam lagi karena pada akhirnya aku sudah menemukan cahaya ditengah kekelaman hidupku ini .


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Setelah aku menangis selama kurang lebih10 menit tanpa henti akhirnya aku selesai dan aku melepaskan diri dari pelukan Hoshino sensei dan menyadari bahwa baju kerja sensei yang bersih menjadi kotor terkena bekas air mata , ingus dan debu yang ada dimukaku sehingga menyadari akan hal tersebut aku langsung membungkuk dan mengatakan maaf atas ketidaksopananku


“A….Anu sensei maaf karena aku mengotori bajumu” jawabku sambil membungkuk minta maaf , namun kali ini aku tidak memohon karena aku yakin sensei mau memaafkanku karena aku mempercayai dirinya

__ADS_1


“Tidak apa - apa lagipula aku juga tidak menyukai pakaian ini, terlalu formal “jawab sensei agar menghiburku agar aku tidak khawatir dengan kekurangan yang kutunjukkan pada Hoshino sensei


“omong-omong Sira-kun karena hari ini sudah malam bagaimana jika kita membicarakan hal ini besok bukankah kamu masih bekerja ? kalau tidak salah di Toyosha ? Mari biar kuantar” Jawab Hoshino sensei menawarkan tumpangan dan aku bisa mendengar kini Hoshino sensei tidak lagi menggunakan bahasa formal melainkan memakai bahasa untuk orang terdekat


“mengenai itu……..emm…..aku baru saja………di……dipecat”jawabku malu-malu dan menyembunyikan wajahku


“Wh….DIPECAT ?!” jawab Hoshino-sensei kaget mendengarnya kemudian ia mencoba , menenangkan dirinya


“mm……..maaf ……karena tiba - tiba berteriak,*EHM *EHM (Hoshino Sensei membersihkan tenggorokkannya)……. berhubung atas alasan dibalik kenapa kamu bisa dipecat kuyakin kamu punya alasan mu tersendiri ?”jawab Hoshino sensei menatapku untuk mengkonfirmasi kebenaran nya dan aku membalasnya dengan tanda menggangguk “iya”


“Biar kutebak lagi……., untuk pekerjaan paruh waktu mu yang lainnya karena kuyakin kamu membutuhkan banyak uang , kamu juga dipecat ?”tanya Hoshino sensei lagi mengkonfirmasi sesuatu dariku


“m…….benar…. sensei “ jawabku agak murung


“ok….aku mengerti ! karena kamu tidak ada pekerjaan seharusnya malam ini kamu bebas kan ?” tanya Hoshino-sensei


“seharusnya iya namun sebenarnya aku berencana mau mengisi waktuku dengan menjadi pemulung agar bisa mendapat recehan….”saat aku mengatakan hal tersebut secara refleks muncul ide didalam benakku untuk mengisi waktu yang kumiliki dengan memulung


“Baiklah bagaimana jika hari ini aku mampir kerumahmu dan mari kita bicarakan masalahmu ?” tanya sensei memotong pembicaraanku


‘Tapi sensei waktu adalah uang jika aku memanfaatkan 10 jam waktu yang tersisa pada hari ini aku bisa mendapatkan 2 dollar , cukup untuk kebutuhan makan seminggu” jawabku


“Wh…….2 DOLLAR untuk seminggu ?!!! Tidak……….tidak sekarang yang lebih penting hari ini kau istirahat dan membicarakan hal penting dirumahmu” jawab Sensei lalu ia mengenggam tanganku dan menarikku turun ke jembatan penyebrangan untuk mengajakku pulang secara paksa


“tapi…sensei 2 dollar ku…. makan untuk seminggu…” jawabku memohon kepada Hoshino sensei


“persetan dengan 2 dollar aku akan memberimu 100 dollar jika kamu menurutiku sekarang dan tidak protes” jawab Hoshino sensei kesal ?


“100 dollar ?! Hoshino-ojousama baiklah persetan dengan memulung kita akan bermain dirumahku !!!” balasku atas tawaran Hoshino sensei yang menggiurkan dan kemudian aku masuk kedalam mobil Hoshino sensei dan bersiap - siap berangkat ke rumah


.


.


.


.


.


Didalam mobil Corolla Miku milik Hoshino sensei aku masuk dan duduk dicepan di samping Hoshino-sensei , dan kemudian memakai sabuk pengaman ,begitu pula dengan Hoshino sensei ia memakai sabuk pengaman nya sehingga karena sabuk pengaman itu aku bisa melihat lekuk buah dadanya dengan jelas , lalu Hoshino-sensei ia langsung menyalakan mobilnya sehingga mobil Corolla Miku mengeluarkan suara gagahnya.


Didalam mobil sensei aku mencium bau harum parfum mobil yang begitu menyejukkan dan kursi mobil empuk yang kududuki saat ini begitu nyaman dan bisa membuatku mengantuk , bahkan kasur tidurku saja tidak selembut ini rasanya benar - benar halus , kemudian Sensei membuka jas kerjanya dan ditaruh di kursi belakang , serta membuka 1 kancing kemejanya karena kepanasan sehingga aku bisa melihat belahan dadanya yang montok begitu jelas sehingga membuat diriku mengalihkan pandangan darinya


“HM…? Ada apa Sira-kun “ tanya Hoshino sensei yang penasaran dengan tingkahku


“Tidak Sensei leherku hanya sedikit pegal karena lelah dari pekerjaan” jawabku


“Oh ?” balas Hoshino Sensei lalu ia kemudian mulai menginjak perseneling memindah gigi dan mulai menyetir


“Oh…ya Sira.. rumahmu dimana ?” tanya Hoshino sensei


“rumaku ? di distrik 2 , dibelakang pabrik manufaktur mesin motor, biar kunavigasikan”


.


.


.


.


Selama perjalanan pulang menuju rumahku Hoshino sensei menyetir dengan begitu cepat dan selama perjalanan aku dan Hoshino sensei hanya terdiam menikmati musik classic yang cocok dengan suasana malam sehingga membuatku tertidur selama perjalanan dan Hoshino sensei tidak keberatan karena ia mengatakan bahwa dirinya mengerti lokasi yang kuberitahu kemudian setelah kami tiba ditempat tujuan sensei membangunkanku


“Sira-kun ? bangun…bangun……apa benar ini rumahmu ?” jawab sensei membangunkanku


“Hmm……iya betul…? kita sudah sampai” jawab ku sambil mengucek kedua mataku lalu membuka pintu dan keluar dari mobil


“Kamu yakin ini rumahmu ? maksudku bukankah ini hanya kardus ? dan kita tepat berada dibawah jembatan fly over…..mungkin kita nyasar” jawab Hoshino sensei khawatir


Sepertinya aku lupa menjelaskan situasiku kepada Hoshino sensei bahwa jujur aku sebenarnya memiliki rumah layak(bukan kardus) namun rumah tersebut sudah menjadi jaminan apabila gagal bayar sehingga tidak boleh kutempati ditambah karena aku belum membayar pajak bangunan ,PBB dan tanah tahun ini membuat rumahku ditahan oleh pemerintah sehingga aku tidak punya pilihan lain selain tinggal di rumah kardus


Melihat rumah kardusku sensei hanya bisa diam tertegun karena kaget dengan kondisiku dan ia kemudian melihatku dengan sinyal agar aku suruh menjelaskan semuanya kepada dirinya ,dan tentu saja aku siap karena aku mempercayai dirinya


“Mari sensei masuk dulu , rumahku tidak begitu besar namun didalamnya nyaman aku sudah mendesain ulang interiornya sehingga didalam aku memiliki 3x4 ruang tamu” jawabku lalu aku masuk kerumah kardusku yang begitu mewah


“SIRA !!!!” tiba - tiba Hoshino sensei berteriak dengan suara lantang


“sepertinya kita membicarakannya di restoran keluarga saja , tenang biar aku traktir kamu tidak perlu khawatir “ jawab Hoshino sensei


Karena aku mendengar kata “traktir” yang dimana aku bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan makanan gratis terutama makanan tersebut berasal dari restoran , fresh , dan lezat mana mungkin aku bisa menolaknya sudah pasti aku menerimanya ?


Akhirnya aku dan Hoshino sensei kembali menaiki mobil mewah Corolla Miku sensei memutar balik dan menuju ke restoran keluarga “Rokku--DAN !” yang dimana restoran tersebut menyediakan makanan rumahan dan ramesan yang terus berubah setiap harinya , jujur aku selalu bermimpi seama hidupku dimana suatu saat jika aku tidak punya hutang aku bisa mampir kerestoran ini untuk mencoba menu makanan yanng ada di restoran ini dan siapa sangka ternyata mimpiku menjadi kenyataan ?


Saat diriku dan Hoshino sensei memasuki restoran keluarga ini seluruh pelanggan yang sedang makan baik itu laki - laki , perempuan , orangtua , lansia , pasangan , anak - anak sepulang sekolah dan bahkan staff restoran itu memandang Hoshino sensei dengan wajah tersipu dan terkesima atas keindahan dan kecantikannya dan aku bisa mendengar bisikan diantara mereka , mereka terus mengatakan


“Siapa wanita cantik itu?”


Jika melihat lebih dekat jujur Hoshino sensei memang sangat cantik pinggulnya benar - benar berisi, tubuhnya begitu ramping elegan , pahanya yang mulus ditutupi stocking hitam dan rambutnya juga panjang halus ditambah juga dengan kemejanya yang ia lepaskan 1 kancingnya sehingga belahan dadanya yang terlihat sesak di kemeja terldan tidak memakai jas sehingga kita bisa melihat garis belahan buah dadanya yang montok dan terlihat ketat karena kemejanya sehingga membuat ia memiliki kesan Sexy , menggoda ,menawan dan terkesan nakal.


Akhirnya aku dan Hoshino sensei duduk di tempat duduk paling belakang , dan para pelayanpun langsung menawarkan menu kepada kami dan aku tidak lupa berterimakasih meskipun sepertinya pelayan meja itu tidak peduli karena pandangan nya terus tertegun kepada Hoshino-sensei


“Silahkan…Sira kamu mau memesan apa?”tawar Hoshino sensei tersenyum


Aku langsung membuka buku menu yang diberikan pelayan meja itu dan melihat - lihat menu yang disediakan , semua makanan tentu terlihat mahal dan terlihat lezat tapi yang menjadi pertanyaanku mengapa semua menu makanan mahal terlihat minim dan kecil ? Sebaiknya aku memesan makanan Paket Anak - Anak Combo A Versi Besar yang sering kulihat di iklan - iklan TV


“Paket anak - anak combo A versi besar”jawabku dengan cepat dan tegas  karena mumpung di traktir aku tidak sungkan-sungkan dan memesan paket makanan yang menurutku mewah dan besar


“Onii-san……..pesan Paket anak - anak combo A versi besar dan spaghetti dengan saus domba” jawab Hoshino memberikan receipt pesanan kepada pelayan laki - laki yang menunggu pesanan


“Pfft…baik nona mohon tunggu 10 menit” jawab pelayan itu menahan tawa , dan aku juga melihat Hoshino tersenyum seperti ingin tertawa melihat diriku


“Sebelum itu Sira , aku bingung memang paket anak - anak enak ? kamu bisa saja memesan seperti hamburg steak , beef wellington atau pork roast dan lamb chop” jawab Hoshino sensei penasaran denganku


“hah……...? tentu saja enak siapa yang tidak suka paket anak - anak ?” tanyaku balik karena bingung


“ummm…..memang apa yang enak dari paket anak - anak ? bukannya makanan itu terlalu sederhana ? kamu bisa memesan pesanan yang lain” jawab hoshino sensei penasaran


“Sederhana…..?maksudmu nasi yang lengkap dengan sayur ditambah dengan sayap ayam goreng , 4 karaage dan steak dengan saus tomat dengan omelet lembut diatas nasi , yang jika dipotong telur nya bisa meleleh , serta dilengkapi susu kotak sebagai desert kau bilang sederhana ? paket anak - anak merupakan paket makanan paling istimewa dibandingkan steak ham , beef welton , dan roast apalah itu-……”


Beef wellington bukan welton dan Pork Roast”jawab Hoshino sensei memotong pembicaraanku dengan tersenyum hangat


“ah…. itu maksudku ! kesimpulan nya adalah Paket anak - anak terutama Combo A sangat istimewa ! selama ini aku hanya lihat iklan nya di TV di metropolitan serta di kardus bahkan aku hapal dengan lagu iklan nya !’jawabku dengan semangat


Jujur selama ini belum pernah mencoba Paket anak - anak combo A versi besar dan sudah menjadi keinginan ku mencoba disuatu hari nanti mengingat harganya sebesar 40 dollar plus pajak pertambahan nilai yang mencekik sehingga saat itu aku hanya bisa melihat iklan nya di pajangan iklan TV di pusat kota


“benarkah …..? bisakah kau menyanyikan nya ?”tanya Hoshino sensei semakin penasaran


“Humu~ baiklah jika kau memaksa karena aku akan menyanyikan lagu ini cuma sekali”


“Marilah datanglah rakyat dan masyarakat ke Roku-Dan kami menyediakan paket baru Children Package yang bernutrisi


Combo A !!!! Karaage , steak , Vegetable ,Omelette and rice !!! for brave man


Combo B!!! Rainbow omelette , ice cream , rice , and chicken wings for hero


Combo C !!! Lasagna topped with parmesan and cheese for justice


Children package2x make your family happy together with us !!”


Setelah aku selesai bernyanyi Hoshino sensei mengalihkan pandangnya dan menutup mulutnya seperti hendak menahan sesuatu , serta mengeluarkan ponselnya dan sempat mengarahkan nya padaku , fufufu………kuyakin Hoshino sensei tersipu malu mendengar suaraku yang merdu


“e..hehe….Mpfh…….Sira-kun…..kau benar - benar….MPFFHH !!!!!!…….. unik ya….” jawab hoshino sensei menutup mulutnya wajahnya sedikit memerah dan berkeringat karena seperti menahan sesuatu


“benarkah ? ehehe…..aku jadi malu…terimakasih atas pujian nya”jawabku malu - malu dan mengalihkan pandanganku karena malu , jujur karena sudah lama aku tidak mendapat pujian terutama dari orang lain sehingga membuatku salah tingkah


“Nona ini pesanan nya spaghetti topped with lamb sauce dan paket anak - anak combo A versi besar” pelayan meja itu kemudian menyajikan hidangan di meja dan menuangkan wine di gelas Hoshino sensei


“Omong - omong Senorita~~……aku belum pernah melihat mu di hari kerjaku , boleh aku mengetahui namamu ?” tanya pelayan itu ke Hoshino sensei dengan tersenyum dan membungkukkan diri lalu memegang tangan kanan Hoshino sensei lalu mengecup jari manisnya , tentu aku tidak menghiraukan nya dan mulai memakan hidanganku yang cukup mewah

__ADS_1


“HUH……..?!” namun tanggapan Hoshino sensei adalah memandang pelayan meja itu dengan tatapan dingin dan dengan nada yang mengecam sehingga membuat pelayan meja itu tertekan dan jujur membuatku tertekan sehingga aku langsung berhenti makan dan duduk makan menjaga etika ku agar tidak kena marah , seperti layaknya anak yang berjaga - jaga agar tidak dimarahi induknya


“ti…ti…….tidak apa-apa mohon maaf atas ketidaksopananku” jawab pelayan itu takut dan buru - buru pergi


“Ara~ ada apa Sira ? jika kamu tidak makan makanan mu keburu dingin loh ? apa jangan - jangan kamu mau mengganti menu ?” tanya Hoshino sensei tiba - tiba emosi nya berubah secara drastis menjadi 180 derajat lebih ceria saat berbicara denganku


“tidak sensei , aku sempat tersedak sedikit karena aku terlalu semangat , tapi tenang saja sekarang aku sudah oke” balasku berbohong dan melanjutkan makan ku


“Omong - omong Sira bukan kah sudah saatnya kau menceritakan seluruhnya , malam ini adalah malam yang panjang jadi aku akan mendengar dan menerima semuanya” jawab Hoshino sensei dengan wajahnya yang serius sambil memasang napkin di kerah bajunya dan ia mengambil garpu dan sendok lalu mulai mengambil spaghetti dan memutarkannya di saus domba


“baik Sensei…..cerita ini mungkin agak sedikit lama namun aku akan berusaha menyimpulkan nya” jawabku


“ kejadian ini berawal dari 6 bulan yang lalu tepatnya dibulan Desember tahun lalu bertepatan dengan hari ulang tahunku yang ke 16 , saat itu harusnya aku dan adik perempuan ku yang berumur 15 tahun menunggu kedatangan ayah dan ibu yang sedang berbelanja untuk merayakan hari ulang tahunku ke 16 .


Saat itu kami berancana sekeluarga merayakan nya dengan pesta perjamuan sederhana dengan kue potong , sup dan minuman sirup serta doa sebagai wujud syukur


Namun setelah menunggu hingga hampir 4 jam hingga sampai jam 10 malam orangtua kami tetap tidak datang , sehingga akhirnya aku dan adikku memutuskan untuk tertidur dan hari ulang tahunku bisa ditunda keesokan hari , jujur waktu itu kami sempat menelpon polisi karena takut orangtua kami ada apa - apa namun permintaan kami tidak di hiraukan karena waktu kehilangan orangtua kami masih belum tenggang 24 jam-” jelasku dan menge-pause penjelasanku untuk melahap makan malamku


“lalu ? bagaimana ?apakah kedua orangtuamu pulang pada akhirnya ?” tanya Hoshino-sensei sambil meminum wine yang ada digelas kacanya yang sebelumnya dituangkan oleh pelayan meja


“awalnya aku berpikir demikian , namun sampai dengan 4 hari orangtua kami tidak kunjung datang , bahkan polisi tidak menemukan kabar dari orangtua kami , bahkan seluruh bahan makanan kami baik yang ada di kulkas sudah hampir habis dan uang pegangan yang kami miliki juga sudah menipis, Sensei tahu kan untuk anak yang belum biasa hidup sendiri dan tiba - tiba ditinggal sudah pasti tidak dapat melakukan manajemen uang dengan baik , disinilah poin dimana adik ku juga ikut menghilang” Jelasku lalu kemudian melahap karaage yang ada disendok


“Adik mu menghilang ?! Sira-kun ……” Hoshino-sensei tidak mampu menyelesaikan kata-katanya


“Namanya adalah Tachibana Yurea umurnya saat ini seharusnya 16 tahun ketika adik ku menghilang dari rumah ,Dia meninggalkan surat bahwa Ia akan mencari kedua orangtuaku dan akan membuat mereka tanggung jawab namun alhasil sampai sekarang dia tidak ada , awalnya aku mencoba menghubungi nya namun sepertinya dia telah menggganti nomor teleponnya, lalu aku mencoba menghubungi teman , orang terdekat , dan bahkan sepupu ku namun mereka hanya menjawab


“tidak tahu"


sehingga tibalah muncul alasan dibalik hilangnya mereka setelah itu” jelasku lalu berhenti sejenak dan menatap Hoshino sensei dengan tenang


“Sensei……..setelah aku memberitahukan hal ini aku secara tidak langsung akan membuat kehidupan sensei menjadi kotor , dan untuk keluar dari kehidupan sensei aku sarankan setelah itu sensei harus melupakanku seluruhnya kalau bisa pura - pura tidak kenal-……..


Tiba - tiba sebelum aku menyelesaikan kalimatku Hoshino sensei mendekati wajahku dan memegang wajah ku dengan kedua tangahnya sehingga aku kaget dan menjatuhkan sendok dan garpu ke lantai


“Sira-kun sekotor apapun dirimu dan seberat apapun kutukan yang kau bawa , sensei akan menerimanya dan bertanggung jawab hingga akhir , oleh karena itu Sira mulai saat ini kamu tidak perlu menanggungnya sendiri karena Sensei akan berada di pihakmu dari awal hingga akhir , Mengerti ?!” Tanya Hoshino sensei dekat dengan wajahku


aku bisa merasakan nafasnya di wajahku serta aku melihat bibirnya dekat sekali dengan bibirku ,sehingga aku menjadi gugup dan wajah ku menjadi merah padam hingga mencapai telinga ,karena baru kali ini aku berinteraksi dengan perempuan jarak yang sangat dekat .


“Ba……baik Sen…sei aku lanjutkan”balasku lalu aku menjauhkan mukaku dan mengalihkan pandanganku karena aku tidak sanggup menahan wajah cantiknya yang mulus dan menenangkan diriku lalu mengganti sendok makanku yang sudah jatuh kelantai, melihat tingkah ku sensei tersenyum hangat dan kembali ketempat duduknya , aku juga bisa merasakan pandangan iri yang mengecam dari pelanggan di meja lain terutama pelanggan laki-laki


“Pada hari berikutnya ada sekumpulan orang-orang yang mendatangi rumahku , kukira awalnya Yurea sudah datang bersama teman nya namun sebaliknya yang datang adalah sekumpulan Yakuza berpakaian jas hitam dengan membawa koper ditangan mereka masing - masing , tentu saja aku menyuruh mereka masuk karena aku sayang nyawa .


ketika aku sudah menawarkan mereka masuk dan menawarkan mereka teh pahit ,salah satu dari mereka memperkenalkan diri kalau tidak salah namanya Tomoe Toneri dia adalah perwakilan dari Yakuza Tomoe , dan mereka memberikan dokumen piutang yang sudah ditandatangani dan bahkan dicap darah didalamnya yang lebih mengerikan nya lagi darah tersebut merupakan darahku setelah dikonfirmasi ,dan bahkan terdapat foto dan tanda tanganku yang sudah bermeterai hukum .


Mereka mengatakan bahwa kedua orangtuaku berhutang sebesar 9juta dollar dengan bunga perbulan nya sebesar 9000 dollar yang harus dibayar rutin selama 30 bulan mereka mengatakan bahwa jaminan dari hutang yang besar itu adalah diriku ini dan kontrak tersebut sudah disegel dengan hukum , sebentar biar aku minum dulu menjelaskan masa lalu yang panjang ini membuatku haus “ jelasku lalu meminum air putih yang ada digelas disamping meja makanku


“9 juta dollar…………….? wajar saja jika kau berusaha keras untuk mendapatkan uang sepeser apapun” jawab Hoshino-sensei


“Tentu saja aku tidak menyerah dan membiarkanku dosa orangtuaku melahap nyawaku untuk digunakan membayar hutang , aku berusaha keras mencari dokumen yang bisa digunakan untuk membayar hutang yang tidak wajar itu mulai dari sertifikat tanah , sertifikat bangunan , identitas diri , kartu keluarga , dan kalau jika ada aku akan menggunakan sertifikat pekerjaan kedua orangtuaku.


Namun percuma , mereka ternyata dengan pintarnya sudah membawa lari seluruh dokumen tersebut sehingga aku tidak bisa menggadaikan nya , waktu itu aku juga sempat panik dan menelpon seluruh saudara yang kumiliki sehingga membuat Yakuza itu menunggu dan akhirya salah satu dari mereka sempat memukuli ku karena mereka tidak suka menunggu-…….


“Dipukul ? Sira ?! apa kau baik - baik saja ?” Tanya Hoshino sensei memotong penjelasanku nadanya mulai panik


“Sensei….tenang …tenang itu sudah terjadi di masa lampau , toh lukanya juga sembuh”jawabku mencoba menenangkan sensei dan membuka bajuku menunjukkan bekas luka pukulan yang berada di perut kepada Hoshino Sensei agar dia tidak khawatir , namun melihat bekas sebaliknya tidak membuat Hoshino sensei tenang melainkan membuat ia tambah semakin khawatir , sehingga aku langsung dengan cepat menutup bajuku kembali


“Ehm…….baik kulanjutkan…….Ketika aku meminta pertolongan kepada saudaraku ketika aku berharap bantuan sebaliknya tanggapan yang kuapatkan adalah hinaan , pengusiran , Pura - pura tidak tahu denganku sehingga menutup telepon , dan bahkan ada yang memutuskan relasi denganku .


Sehingga aku menyimpulkan alasan hilangnya kedua orangtuaku adalah mereka kabur karena tidak ingin memenuhi tanggung jawab mereka , begitupula dengan Yurea kujamin perempuan ****** itu juga lari dengan saudaraku lainnya sehingga tidak ada yang membantu diriku .


Tapi mau bagaimana lagi? karena tidak ada pilihan lain aku bertekad untuk membayar hutangku , aku juga memakai jaminan rumah ini agar ditahan ,dan mengatakan kondisiku kepada para Yakuza itu namun mereka mengatakan bahwa rumah yang kutempati meskipun dijaminkan hanya baru bisa membayar 3 juta dollar dengan bunga sebanyak 8 bulan ,sehingga aku perlu menjaminkan organ tubuhku ini sewaktu - waktu terjadi gagal bayar sebanyak 10 bulan .


Awalnya aku optimis tidak mungkin aku bisa gagal bayar selama 10 bulan jika aku kerja paruh waktu dan tidak libur , tapi harapan tersebut hancur karena mereka mengatakan bahwa orangtuaku sudah gagal bayar sebanyak 9 bulan dan apabila bulan ini aku tidak bisa bayar aku harus menjual salah satu organ ku untuk membayar hutang sebesar 1 juta dollar dengan bunga keterelambatan


sebesar 1.000.000+9000 dollar ditambah pajak kreditur dan biaya administrasi sebesar 50.000 dollar , untuk itu aku menjaminkan Ginjal ku untuk membayarnya lalu.


Mengenai rumah karena surat - suratnya dibawa lari .,para Yakuza itu menempatkan status dalam “pengawasan” sehingga aku tidak boleh menempatinya, dan untuk kebutuhan perpajakan nya aku harus tetap menanggung secara hukum karena jika tidak apabila rumah itu dikuasai negara karena gagal bayar pajak , dan apabila kejadian itu terjadi maka Yakuza akan menuntut secara hukum dan aku akan dikenakan denda hukum sebesar 600% dari jumlah yang sudah terutang sehingga aku tidak ada pilihan lain untuk melunasi hutang pajak pertahun.


Tapi sensei sayangnya untuk pajak tahun ini kedua orangtuaku juga belum bayar dan bahkan sudah gagal bayar di 4 tahun sebelumnya sehingga bulan Mei ini yang merupakan bulan pelaporan sudah ambang dimana nyawaku dipertaruhkan karena hutang , kurang lebih seperti itu latar belakangku” Jelas ku panjang lebar lalu kembali melahap makan malamku


“ bulan ini …? Sira sekarang sudah hari ke 16 , dan kamu hanya punya 14 hari untuk pembayaran untuk bulan ini……Sira apa kamu yakin baik - baik saja bulan ini ?”Tanya Hoshino sensei menatapku khawatir


Mendengar penjelasan Hoshino sensei aku lansung menyadari realita yang bahkan lebih pahit


“Hutang yang harus kubayar hari ini sebesar 9000 dollar dengan hutang sebesar 300.000 dolla r dan mengenai perpajakan aku harus membayar tanah dan bangunan sebesar 100.000 dollar ditambah dengan denda keterlambatan sebesar 200.000 dollar , berarti akhir bulan aku harus mengumpulkan 609.000 dollar dan uangku saat ini emm………” aku kemudian menghitung dengan jariku dan menyadari aku hanya memiliki 123.600+100 dollar , dengan kata lain aku harus mengumpulkan 485.300 dollar di akhir bulan


“emm…….kuyakin tidak apa -apa jika aku mengorbankan uang makan , dan bekerja 8 tempat kuyakin bisa , oh…ya lagipula…………kehilangan 1 ginjal tidak membuat manusia mati kan………iya…..kan ?”jawabku optimis namun aku tidak bisa menyembunyikan ketakutan dan keraguan ku di hadapan Hoshino-sensei


“sudah kuduga kamu pasti tidak siap kan ? *SIGH”jawab Hoshino sensei menghela nafasnya dan kemudian menaruh sendok dan garpunya dipiring dan kemudian mengambil kartu berwarna hitam dari tasnya


“pakai kartu ini untuk melunasi hutangmu didalamnya tidak bisa melunasi hutangmu seluruhnya tapi setidaknya uang didalam kartu ini bisa meng-cover cicilan pembayaran hingga 4 bulan kedepan” jawab Sensei menyodorkan kartu debit itu kehadapanku


“HAH ?!?! Benarkah ,Sensei apa boleh” melihat tawaran yang diberikan Hoshino sensei sinar harapan terbit didalam kekelaman hidupku dan aku tidak perlu takut kehilangan ginjalku untuk bulan ini mungkin aku harus menerimanya


“tentu saja Sira-kun , karena sensei sudah mengatakan bahwa sensei akan menerimanya dan bertanggung jawab hingga akhir” Jawab Hoshino sensei dengan senyum hangat lalu aku kemudian menerima kartu debit yang dipenuhi uang untuk melunasi cicilan hutang dan bunga


Namun Mendengar kalimat Hoshino Sensei aku berpikir 2 kali dan kemudian mengembalikan kartu debit itu kepada sensei


“Sira-kun……? Mengapa ?” tanya Hoshino bingung


“Maaf Sensei aku sungguh menghargai bantuan dan ketulusan hati sensei tapi…….” jawabku dengan ragu - ragu


“Tapi…..APA ?! tidakkah kau tahu , jika kamu sampai gagal bayar hutangmu nanti akan semakin bertambah dan jika kamu gagal bayar bulan ini ginjal mu akan hilang !Lagipula kau sudah kehilangan banyak pekerjaan utama mu bagaimana bisa kamu meng-cover hutang mu bulan ini hanya dengan mengandalkan kerja 1 tempat dan memulung ?” jawab Hoshino sensei marah lalu ia mengenggam erat kedua tanganku dengan erat kedua tangan ku dengan tangan nya yang halus dan hangat


“Aku tahu….Aku tahu , tapi…..tapi ini tidak benar , seluruh hutang ini dan dosa ini terjadi karena perbuatan dari darahku dan membuat orang lain menanggungnya tanpa usaha apapun rasanya ……rasanya salah…….eng….Bagaimana ya cara mengungkapkan nya maksudku adalah ini…..aku tidak….”aku jadi bingung menguraikan perasaanku kedalam kata - kata


“ah….iya ! maksudku adalah harga diriku tidak mengizinkanku untuk menerimanya , sekurang -kurangnya buat aku melakukan sesuatu pekerjaan yang membuatku layak menerima bantuan dari sensei yang begitu baik hati”jawabku , aku tahu ini alasan ini memang aneh tapi memang ini yang kurasakan saat ini


Namun mendengar respon ku Hoshino -sensei tertegun dan bahkan tidak memandangku sambil melihat kartu debit nya selama beberapa menit , gawat jangan - jangan aku baru saja melakukan hnal yang membuat Hoshino sensei sakit hati ? Kalau dilihat Hoshino sensei memang sudah menawarkan bantuan dan ingin bersama menanggung beban kesialan hidupkutapi aku malah menolaknya aku tahu hal tersebut rasanya sakit , tapi diriku merasa tidak benar karena seluruh hal ini terjadi karena diriku dan berawal dari hidupku membuat oranglain menanggungnya sedangkan aku tidak berbuat apa -apa rasanya sangat salah dan membuatku tidak berbeda jauh dengan sikap orangtuaku yang meninggalkan beban keanaknya dan lari tanpa tanggung jawab dan aku tidak ingin sikap busuk mereka aku ikuti


“Pfft……KYAHAHAHAHA…AHAHHAHAHAHA” Hoshino sensei sebaliknya malah tertawa terbahak - bahak meskipun dia tertawa karena wajahnya cantik , dia terlihat sangat imut sehingga membuat jantungku berdebar - debar


“Hahh,……Hahh…Hahh……maaf , maaf aku tidak bermaksud mengejekmu hanya saja Sira kamu benar - benar unik yah ..” jawab Sensei menatapku dengan senyum diwajahnya dan ia mengusap airmatanya yang keluar karena tertawa


“U….ummm terimakasih ?” jawabku bingung


“HAAA……………HAAAA……………..Jika kau bersih keras berpikiran demikian baiklah aku akan coba memikirkan nya , namun jangan memohon kepadaku nantinya ya jika kamu menyesal” jawab Hoshino sensei lalu memasukkan kartu debitnya kembali dalam tasnya


“Baiklah…..karena hari ini sudah malam bagaimana jika kau menginap dirumahku ? besok di hari kerja temui aku diruang kerjaku, kita akan mendiskusikan mengenai pekerjaan mu yang baru” Jawab Hoshino sensei tersenyum dan mengedipkan mata kirinya kepadaku dengan imut sehingga aku sempat terkena diabetes ringan karena senyumnya yang begitu manis


“Terimakasih Hoshino-sensei karena sudah menolongku ,Maaf karena jika aku merepotkanmu”jawabku membungkuk hormat


“maa….maa…. tidak perlu sungkan”balas Hoshino sensei


“tapi Sensei kau benar - benar baik jika saja aku seumuran dengan sensei aku mungkin bisa jatuh hati dengan sensei “jawabku bercanda agar bisa meringankan suasana


“Na…….Na………..HAAA????!!!!…….Apa sih yang kau bicarakan……..mu…….”jawab sensei yang tiba - tiba gugup dan kemudian mengalihkan pandangan nya dari dan aku bisa melihat kupingnya memerah


“sensei…..mmm……anu maaf” gawat jangan - jangan aku menyinggungnya ? Kukira dalam dunia percintaan Hoshino sensei sudah terbiasa dan kuyakin dia sudah punya pacar sehingga aku bisa sedikit merayu agar bisa dijadikan candaan , mungkin candaan yang kukatakan tidak sopan sebaiknya tidak melakukan lagi untuk kedepan nya karena aku sudah diselamatkan


“.……..NGGG……Lupakan….omong - omong karena ini sudah malam bagaiman jika kau menginap di rumahku sehingga besok kamu tidak telat datang kesekolah”tawar Hoshino sensei mencoba menenang kan dirinya


“Tidak usah sensei lagipula jarak rumahku dekat dari sini tidak perlu repot - repot”jawabku menolak tawaran sensei dengan halus , lagipula dirumahku terdapat aset yang gunakan untuk membayar hutang dan sisa harta kesayanganku kutinggal disana , sehingga aku tidak bisa meninggalkan nya


.


.


.


Hoshino sensei kemudian menatap wajahku dengan sejenak lalu sesudah itu ia mengusap mulutnya dengan napkin dan bersiap - siap


“baiklah jika begitu , jika kamu mau aku bisa mengantarmu pulang” tawar Hoshino sensei


“Benarkah ?! Terimakasih sensei !” Balasku senang karena aku bisa menaiki mobil mewah Corolla Miku sensei sekali lagi sebelum hari ku berakhir


Menanggapi tanggapanku Hoshino-sensei tersenyum setuju , setelah itu Hoshino berjalan kekasir dan membayar makan malam hari ini , aku bisa melihat angka yang tertera pada bon yang keluar saat Hoshino Sensei sudah membayar namun tidak mengambilnya angka yang harus bayar sebesar 210 dollar sehingga membuat jantungku hampir berhenti berdegup .


Setelah menyelesaikan makan malam kami yang begitu panjang Hoshino-sensei mengantarku pulang kerumah ku yang berada di bawah fly over jembatan penyeberangan ,lalukami berdua mengucapkan salam sampai jumpa esok hari nanti , dan setelah itu aku masuk kedalam rumah kardusku dan kemudian tidur untuk menyelesaikan hariku yang melelahkan.

__ADS_1


___XXX___


__ADS_2