
Awalnya aku menyuruh Narae untuk menuntunku ke ruang Hallway lantai 3 namun sebaliknya Narae malah mengajakku keruangan balai tempat berkumpul siswi yang sedang istirahat di lantai 2 ,Balai ruang tempat siswi berkumpul itu sangat besar dan terdapat banyak tempat duduk yang dihiasi pohon hias dan tanaman hias , dan atap dari balai siswi ini terbuat dari kaca Balai ini juga terlihat sangat besar dan luas melebihi aula dan ruangan ini dilengkapi dengan temperature humidifier dan ventilation air system sehingga balai ini terasa sejuk seperti udara lyar , tunggu dulu aku tidak ingat kalau dilantai 2 terdapat balai berkumpul siswa ? bukankah berdasarkan hasil di map lantai 2 seharusnya Ruang Praktek , Lapangan olahraga , lapangan renang ?
Balai tempat siswi untuk istirahat ini juga sangat ramai dan beri berhubung pada saat ini sedang jam istirahat dan Aku juga bisa merasakan beberapa tatapan siswi yang melihat kearah Narae dan kearahku , selain menatap kami mereka juga saling berbisik 1 sama lain sehingga membuatku merasa tidak nyaman
“Sira-kun tempat ini adalah Balairung siswa , tempat ini fungsinya hampir mirip dengan kantin sekolah namun yang menjadi pembeda adalah tempat ini digunakan untuk tempat relaksasi bagi seluruh siswi dan para karyawan disini . Lihat ! ada tempat duduk kosong ayo kita dduduk disitu” Jawab Narae lalu menarikku dengan paksa dan aku terpaksa mengikutinya
“Na…..Narae-chan aku sedang jam kerja aku tidak boleh istirahat diluar jam istirahatku”Jawabku sambil mengikuti Narae karena dia terus menggandeng tanganku dengan erat
“Ahhh…..tidak apa - apa2x tidak akan ada yang tahu , lagipula sekarang juga waktu istirahat bukankah sudah seharusnya semua siswi maupun karyawan istirahat ? “Balas Narae tersenyum dengan wajah nakal
Sebenarnya aku tidak keberatan dengan tawaran Narae yang pada saat ini mengajakku menikmati waktu jam istirahat di ruang Balai, plus ada kemungkinan makanan gratis aku tidak mungkin akan menolaknya , akan tetapi jika nongkrongnya di tempat yang ternyata dipenuhi dengan keramaian serta dilengkapi dengan tatapan tajam dari orang - orang asing terutama perempuan membuatku grogi , takut dan cemas .
Karena perlu diketahui juga satu - satunya anak laki-laki yang ada disini dan sepantaran dengan mereka adalah aku sendiri dan seharusnya saat ini para di ruang Balai tidak ada Cleaning Service karena seharusnya pembersihan gedung harus sudah selesai 1 jam yang lalu dan jujur sebernarnya aku sudah selesai , dan aku rencananya juga mau keluar dari gedung ini tapi karena rahasia ku dengan Narae dipertaruhkan aku dengan terpaksa harus mengikuti permintaan nya , aku tidak mau peristiwa yang terjadi dengan Fujisaki terulang disini
“Sira-kun ayo duduk disini”Jawab Narae lalu menawarkanku untuk duduk di di samping nya namun aku menolak tawaran tersebut dan duduk didepan nya serta menjaga jarak ku sedikit dengannya
“Nee~~ Sira-kun apa kau membawa bekal ayo kita makan bareng sambil ngobrol - ngobrol untuk membuang waktu istirahat” Jawab Narae lalu mengeluarkan tempat makan nya yang dibungkus oleh tas knapsack aku juga bisa mencium bau harum seperti harum bau semur daging didalamnya sehingga membuat air ludahku menetes , sebentar kalau dipikir - pikir ulang pagi ini aku belum makan
“E…….Etto….Anu….Narae ? Disini bukankah tempat yang cukup ramai…….ba…bagaimana jika nanti ada temanmu yang melihat..?” tanyaku ke Narae khawatir dengan kehidupan sosialnya
Perlu di garis bawahi sekolah Narae adalah sekolah yang elit dipenuhi orang yang penting apabila salah satu teman nya yang merupakan salah satu orang penting melihat Narae duduk dengan orang mencurigakan seperti diriku , orang lusuh , belum mandi , dan asing sudah pasti mereka akan khawatir akan Narae , apa Narae benar - benar sadar apa yang ia lakukan ? Aku hanya mengikuti apa yang ia katakan agar bocah ini tidak melaporkan pihak atasan mengenai keteledoranku bisa - bisanya salah menaruh surat lamaran kerja di loker siswi
“.…Tidak perlu takut…. seluruh sahabatku saat ini sedang sibuk belajar di perpustakaan , mereka adalah orang yang terlalu ambisius “Balas Narae kemudian ia membuka kotak bekalnya yang berisi bekal buatan tangan yang begitu mewah
Di sisi kanan terdapat saus mayonaise yang dibuat dengan Yoghurt yang dicampur dengan olive oil dan kuning telur dan bubuk paprika sehingga warna mayonaisenya terlihat sedikit merah muda , dan di tengah terdapat Dada ayam yang dipanggang dengan saus kecap disertai sosis yang di potong dan dihias sehingga terlihat seperti gurita , Disebelah kanan terdapat sayu - sayuran begizi mulai dari lobak , wortel yang dipotong seperti hewan- hewanan dan memberikan kesan warna -warni , dan yang paling akhir adalah bagian bawah nasi yang dihias dengan nori dan 1 buah plum ditengah dan nasi tersebut maasih hangat seperti baru nanak sehingga melihat bekal Narae yang begitu mewah padat dan berisi membuat perutku berbunyi dan pandanganku tidak lepas dari makanan nya
__ADS_1
“Hm…….? Sira-kun kau tidak makan ?”tanya Narae
“Engg…..aku tidak bawa bekal ehehe….”-Jawabku , tentu saja aku tidak bawa bekal membuat makanansudah pastinya membutuhkan uang yang tidak sedikit , sehingga karena demikian aku selalu mencari makanan di tempat sampah yang masih layak makan terutama tempat sampah dekat dengan minimarket yang selalu membuang makanan “hampir busuk” sehingga aku tidak perlu mengeluarkan uang , Pagi ini minimarket masih belum membuang makanan mereka sehingga aku tidak bisa makan pagi ,lagipula apa itu makan pagi ? selama hidupku saat ini waktu makan ku hanya di malam hari , tepat dimana
“Kalau begitu…….ini ambil sedikit bagian dari milikku” Jawab Narae lalu menyerahkan bekal nya kepadaku
“Eh…….kau tidak perlu.repot - repot”Jawabku namun apa yang kukatakan dengan apa yang kulakukan tidak sinkron dan tetap mengambil bekal yang diberikan Narae dan kemudian tetap melahap bekal Narae , sehingga melihat tingkahku Narae tersenyum menawahan tawa geli
“Nee~~ Sira-kun menurutmu apa bagian dari diriku yang kamu sukai…? “ tanya Narae menatapku dengan tajam dengan tersenyum
Mendengar pertanyaan Narae aku terhening dan berpikir dan berusaha mencerna pertanyaan Narae sambil mengunyah Ayam panggang yang ada dimulutku
Suka…….suka….huh ? ada gerangan apa tiba - tiba Narae menanyakan hal ini kepadaku ?apa dia mencoba untuk mengetes ku sama seperti Fujisaki Inori kepadaku ? Sebentar jika kita mengingat ulang Narae sebelumnya menawarkan diri untuk menjadi sahabatku, dan aku menerimanya karena aku takut jika aku tidak menjadi sahabatnya keteledoranku salah menaruh surat dn insiden aku megotorinya akan dilaporkan mengingat perasaan perempuan yang cukup kompleks dan memiliki banyak twist sehingga aku memilih opsi yang paling nyaman .
Tapi Suka ? apa suka yang dimaksud Narae Suka secara romansa ? Tapi kan hubunganku dengan nya adalah sahabat…apa mungkin Suka yang dimaksud oleh Narae adalah “Suka” Antar sahabat ? Jika demikian kenapa secara tiba - tiba ? aku baru saja menjadi sahabatnya baru sekitar 20 menit aku masih belum menemukan poin - poin yang bisa membuatku suka dengan nya , tapi tunggu dulu bukankah Narae mengajakku jalan - jalan tanpa mempedulikan status bahkan memberikan bekal yang terlihat mewah merupakan salah satu poin “suka” (sahabat) yang bisa dijadikan referensi ? YOSH ! aku punya ide untuk menyampaikan jawaban dari pertanyaan Narae saatnya mengungkapkan nya
“HE…..HEE…..?!?!!? EH ????” Narae tiba - tiba menjadi malu wajahnya meemerah dan ia mencoba menutupinya dengan tangan nya
Sebentar kenapa dia malu ? apa menyukai sahabat merupakan hal yang perlu dipermalukan ? jika aku punya sahabat seperti di drama JOJO aku tidak akan malu ketika sahabatku menyukai segala aspek dari diriku bahkan aku merasa bangga dan terhormat karena aku bisa berguna dan perasaan kami menjadi satu dan saling bantu membantu dalam hidup
“Ehmm…..bisa kau perjelas “ jawab Narae masih menyembunyikan wajahnya yang masih merah
“Ehm(membersihkan tenggorokan) , Jika aku membicarakan penampilan sudah pasti aku menyukai Narae karena seperti yang kau lihat Narae kau itu cantik rambutmu hitam mulus terkesan elegan , namun tetap memberikan kesan imut ,wajahmu juga imut seperti figurin dan Idol yang sepertinya aku pernah lihat ? matamu yang berwarna ungu begitu indah seperti permata sehingga membuatku ingin melindunginya , tubuhmu juga ramping , jangan lupa dadamu juga besar dan pinggulmu berisi , bagaimana aku tidak suka ?”- jawabku percaya diri
Ha…… aku masih ingat betul ketika aku masih berumur 9 tahun waktu itu aku memuji salah satu sahabat karib ku laki-laki bernama INO dia bertanya hal yang sama dan aku mengatakan bahwa dia adalah sahabat hebat keren dan aku ingin menjadi sama seperti dirinya , dan mendengar akan hal tersebut INO langsung bangga dan memamerkan dirinya di depan kelas bahwa dirinya adalah yang paling hebat …….. sayangnya INO saat kami berumur 11 tahun menginjak kelas 5 SD dia pindah ketempat jauh dan bahkan aku tidak bisa mendapatkan kontaknya
__ADS_1
*SIGH* jadi iri aku dengan masa lampau INO adalah sahabatku yang berharga andai aku bisa bertemu dengan dirinya kuyakin dia pasti mau membantu kondisiku saat ini dan kami berjuang bersama -sama
.
.
.
“Dengan kata lain Sira-kun kau hanya mencintai penampilanku…..?”Tanya Narae tiba - tiba nada suaranya berubah menjadi dingin
Eh ? Kukira setelah aku mengatakan poin itu Narae bahagia ? Tapi Kok sepertinya terdengar sebaliknya ? Tapi tenang dulu aku masih memiliki amunisi
“Tentu aku mencintainya , semua orang sudah pasti mencintainya termasuk diriku ini…..”Jawabku
“sudah….kuduga” jawab Narae murung
“Tapi tidak…..bukan itu poin utama yang kusuka , poin utama yang paling kusuka dari dirimu adalah cantiknya kebaikan hatimu “ Jelasku
“Maksudmu apa ?” Tanya Narae bingung
“Kau Tahu Narae ? kau itu cantik bahkan terlalu cantik menurutku, namun meskipun kau cantik ketika kamu berinteraksi dengan manusia sampah sepertiku dan bahkan menggandeng manusia lusuh sepertiku ini kamu bahkan tidak berpikir dua kali ataupun tiga kali , tetapi kamu menggandengku dengan penuh ketulusan” Jelasku
Tentu saja itu yang membuatku menyukai poin positif dari Narae dia begitu baik menawarkanku makan , menawarkan ku sebagai sahabatnya meskipun aku adalah orang yang berbeda level dan bahkan menyentuh tubuhku yang dipandangannya mungkin adalah orang asing dan dekil dan mencurigakan , Seluruh teman perempuan yang ada di SMP saja jijik untuk berinteraksi dengan diriku dan melihat Narae berinteraksi dan bahkan mau menjadi sahabat jujur membuatku ingin menangis bahagia
“mungkin Narae tidak mengerti tapi perlu kau ketahui Narae …….kau dan aku ini memiliki kelas yang berbeda …… perbedaan yang kita miliki seperti surga dan neraka , tapi meskipun kau tahu akan perbedaan ini kau tetap mendekatiku dan mau meraihku sehingga itulah yang membuatku menyukaimu (Sebagai sahabat of course)……sekarang aku mau bertanya kepadamu Narae…..
__ADS_1
apakah kamu juga menyukaiku ? (sebagai sahabat)…..meskipun dengan kondisiku seperti saat ini ? karena aku tidak mau dari semua yang sudah kita lewati ternyata ini semua palsu “- tanya ku kepada Narae dan melihat nya dengan serius
Aku dulu pernah melihat di Y*utube mengenai istilah Fake Friend jujur aku belum pernah merasakan nya tapi aku tidak mau merasakan kepalsuan tersebut didalam hidupku .