
.
.
.
.
.
.
.
.
Mendengar tanggapanku Narae hanya terdiam dan masih mengalihkan pandangan nya dengan muka yang masih memerah , sehingga aku tidak bisa membaca perasaan nya ,*SIGH* sungguh menyulitkan , inilah mengapa aku malas berurusan dengan orang penting , aku harap ini cepat berakhir
“Narae ? “ aku menyapa Narae yang masih terus diam yang terus berpikir mengenai kompleksitas dari apa yang ia alami saat ini
“E…Etto kau tidak terlalu menjawabnya , jadi kesimpulan nya aku menyukaimu segala aspek yang Narae miliki , tapi aku masih belum bisa mengungkapkan nya secara menyeluruh , mungkin jika kita berhubungan mungkin 10 atau 20 hari aku bisa mengungkapkan nya secara lebih “ jelasku sambil tertawa untuk meringankan suasana yang terasa berat
“aku juga su…su…suk-
“SIRA-kun !!!”
Ketika aku sedang berbicara tiba - tiba terdengarlah suara Hoshino-sensei dari kejauhan menyapaku dan mendekati mejaku dan meja Narae
“Sensei selamat siang” jawabku lalu berdiri dan membungkuk hormat , Hoshino Sensei mungkin sudah menyelamatkan ku dan sudah dekat hubungan nya denganku namun aku tetap menjaga sikap ku terutama dalam dunia kerja dan masih menganggap Hoshino-sensei sebagai atasanku
“Moo~~ Sira-kun kau terlalu kaku , kita kan sudah dekat panggil saja namaku Akira !” Jawab Hoshino Sensei cemberut dan mendekati wajah dengan sangat dekat sehingga aku bisa merasakan nafasnya dan membuat wajahku marah
“Se…sensei……jangan begitu bagaimana nanti jika murid mu melihat” Jawabku dan hampir salah tingkah
“Melihat ? memang kenapa ? ini sekolahku…..aku yang membuat aturan apa yang kulakukan bukan menjadi hak mereka yang menentukan melainkan aku” jawab Hoshino Sensei dengan nada girang namun isinya terdengar garang
“Ara~ bukankah kamu Kiryuu Narae ? Apa hubunganmu dengan Sira ?” Tanya Hoshino sensei penasaran dan ia mendekati wajahnya ke muka Narae dengan senyum dingin dan tatapan yang begitu tajam
“Aku adalah……adalah……eng…..” Narae terdengar gugup dan suaranya terbata - bata karena takut dengan tatapan Hoshino Sensei yang mendominasi dirinya , jujur jika aku adalah Narae mungkin aku sudah kencing dicelana sebaiknya aku membantunya
“Sensei Narae adalah sahabat yang baru terjalin baru - baru ini , dia baik sekali karena sudah memberikanku bekalnya dan sempat mengajak ku keliling sekolah agar aku bisa mengenal tempat ” Jawabku mencoba membantu Narae namun sebaliknya mendengar jawabanku Narae bukan nya lega namun ia malah terlihat cemberut dan marah mendengarnya , Eh ? Apa aku berbuat salah ?
“Hee………sahabat……..? Baru - baru ini ? dan memanggil dengan nama depan ?”tanya Hoshino sensei dengan nada dingin dan raut wajahnya juga belum berubah
“Memang kenapa…..sahabat memanggil dengan nama depan ? Sensei sendiri apa hubungan nya dengan Sira ? dan menyuruh Sira memanggilmu dengan nama depan ? bukankah perbuatan itu tidak sopan mengingat sensei adalah wakil kepala sekolah dan figur guru ? “ Kini Narae meluncurkan serangan ofensif dengan kata - katanya namun dengan raut wajah yang tersenyum
“Hoo……..untuk seorang siswi kamu cukup berani juga ya……Kiryuu….Narae , sebaiknya kau jangan sombong meski hanya sahabat” jawab Hoshino sensei nadanya mulai mendingin seolah - olah dari falsetto berubah menjadi Tenor
“Setidaknya lebih bagus sahabat dibandingkan tidak memiliki apa-apa”Balas Narae
EMM….Kenapa mereka tiba - tiba jadi bertengkar apa Hoshino Sensei dan Narae memiliki darah buruk antar satu sama lain ? sebaiknya aku harus kabur sebelum aku terseret dalam pertikaian mereka
“Eng…..ANo…..sudah saatnya aku melanjutkan pekerjaanku baik aku permisi dulu maaf menggang---
“SIRA-KUN DIAM DAN TUNGGU” Bentak Hoshino Sensei dan Narae bersamaan dan tangan kanan mereka menahan kedua tanganku memastikan aku tidak lari , yare - yare sepertinya usahaku untuk lari gagal total
“Sensei….bisa tolong lepaskan tanganmu , bukankah tidak sopan seorang guru menyentuh tangan siswa nya terutama dengan cara yang tidak wajar sepertimu ?” Tanya Narae
“Apa kau bodoh ? Sira-kun bukan siswa disini dia adalah bawahanku tentu saja aku bebas dengan bawahanku”jawab Hoshino-sensei dan mengenggam tangan ka ku dengan erat
“ Sira-kun juga sahabatku jadi aku bebas untuk mengenggam tangan nya “ Balas Narae lalu mengenggan tangan kiriku dengan kuat
!!!!!!!
Karena kedua kubu saling beradu menarik tanganku dan karena kuatnya tarikan mereka yang saling berlawanan arah akhirnya membuat seragam kerjaku robek sehingga kaus kutang ku terlihat dan mendengar suara robekan bajuku yang cukup keras kedua nya langsung terdiam dan menatapku seperti tatapan mau meminta maaf
*SIGH* “Sensei…….”Nadaku mulai murung
“Ha,,…..Hai…..Si…Sira-kun”Hoshino Sensei membalasku dengan suara gugup
“Seragam kerja yang kupakai merupakan seragam pinjaman…….dan……sekarang robek…….apakah aku akan kehilangan pekerjaanku” JAwabku mulai panik ketakutan
Waduh….waduh…waduh …waduh…. seragam Cleaning Service ini diberikan oleh HRD dan seingatku betul HRD memperingatkan ku untuk tidak merusaknya,jangankan merobeknya , perlu di garis bawahi Shicika adalah sekolah elit dan seluruh karyawan , siswi dan bahkan guru disini merupakan orang penting , kujamin jika sampai - sampai aku merusak fasilitas yang mereka berikan aku bisa disuruh ganti rugi
“Sen…sei ha….harga seragam ini….tidak mahal kan ….?Dipotong gaji tidak apa….tolong jangan pecat aku” jawabku ketakutan dan aku tidak bisa duduk dengan tegak bahkan kakiku juga ikut bergetar
__ADS_1
Namun mendengar tanggapan ku Sensei tersenyum dan ia mengusap kepalaku
“Sira-kun….maaf karena telah membuatmu takut…..tentu saja aku tidak akan memecatmu lagipula seragammu robek karena salah Narae menarikmu terlalu keras jangan dipikirkan nanti aku gantikan yang baru lagi”Jawab Hoshino sensei sambil mengelus - elus kepalaku dengan suara lembut ]
“Singkirkan tanganmu !Lagipula seragam nya rusak karena kamu menariknya lebih dulu !” Bentak Narae
“Ara~ Ara~ kasarnya Sira-kun aku berpikir mengapa kamu mau bersahabat dengan perempuan kasar”Jawab Hoshino sensei dengan nadanya yang sedikit licik namun terdengar imut
*DING *DONG *DING *DONG “istirahat pertama sudah selesai”
“Yare~Yare~ Narae-chan sepertinya waktumu sudah habis bukankah sebaiknya kamu kembali ke kelas ?” Tanya Hoshino sensei dengan nada suara gembira dan terdengar seperti rencana nya berhasil dilaksanakan dan aku tidak berani untuk bertanya
“u…m…mu…mu..Sira-kun jauhilah wanita itu , wanita itu sangat bahaya sebaiknya kau berhati - hati !!!”Jawab Narae dengan marah dan meninggalkan ku
Berbahaya , tentu saja Hoshino sensei berhaya maksudku Hoshino sensei adalah salah satu pendiri sekolah ini , dan menduduki posisi sebagai wakil kepala sekolah sudah pasti dia Bahaya oleh karena itu aku berhati - hati dengan nya meskipun Hoshino sensei sudah dekat denganku
“Ok…Sira-kun berhubung waktu kerjamu sudah habis sudah waktunya aku memberitahukan pekerjaan barumu , ayo ikuti aku”jawab Hoshino-sensei lalu menggandeng tanganku dan menarikku sehingga aku mengikutinya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“Ah…….Atta….Ketemu…”
Kemudian Hoshino sensei mendekatiku sambil membawa secarik kertas dan menunjukkan nya kepadaku
“Sensei ini dokumen apa ?”tanyaku bingung , karena seluruh tulisan nya ditulis dengan bahasa jerman sehingga aku tidak bisa membacanya sama sekali
“Sudah tentu pekerjaan Sira dan yang paling penting pekerjaan ini membayarmu 1 juta dollar jika kamu berhasil “ jawab Hoshino Sensei
“1…………..1 JUTA DOLLAR ?!?!?!?!”mataku menjadi hijau karena mencium bau uang
“Sensei…..pekerjaan apa itu , akan segera kuambil sejelek apapun pekerjaan nya “Jawabku bergembira
“Petarung Gelap “ Jawab Hoshino-sensei
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.”EH……. bisa sensei ulangi ?” tanyaku memastikan lagi
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“Petarung gelap”
.
.
.
.”EHHHHHHHH?!?!?!??!?!?”aku pun berteriak kaget karena aku baru saja mendengar sesuatu yang tidak normal dari mulut Hoshino Sensei kalau dipikir - pikir ulang Petarung ?! maksudnya berantem dengan lawan di arena yang tertutup dan hasil petrunganmu dijadikan judi ? kukira pertarungan seperti itu hanya dilakukan oleh ayam jago
“Tachibana Shira aku sudah melihat profil aslimu , umur 17 tahun lulusan SMP khusus laki - laki di Suzuran ,selama masa kehidupan SMP mu kau diberikan julukan sebagai “WENDIGO”Dikarenakan pada saat SMP kamu membantai anak - anak dari sekolah lain tanpa ampun dengan wajah yang dingin ,dan bahkan meskipun kau di incar oleh persekutuan preman di Distrik 12 kau tetap bisa memenangkan nya , bahkan terlibat dengan perang antar Yakuza di Distrik 8 kau tetap bisa memenangkan pertarunganmu”Jelas Hoshino sensei sambil menatap wajahku dengan tajam dan tersenyum dingin
.
.
.
.
.
.
“Ne~~ Sira-kun mengenai ceritamu kemarin malam sepertinya masih ada yang kau sembunyikan dariku……?”Tanya Hoshino sensei sambil terus menatapku dan membuatku panik karena aku merasa kotak pandora yang berusaha kusembunyikan sudah terasa terbuka
“Ketika kau mengatakan para Yakuza sempat memukulimu cerita itu bohong bukan ? karena pada nyatanya seluruh Yakuza Tomoe yang datang kerumahmu saat itu kau lawan tanpa ampun , 12 orang yang datang kerumahmu menderita luka parah sehingga mereka dilarikan ke IGD , 20 orang tidak sadarkan diri dan 5 orang berhasil kabur dengan luka permanen” jelas Hoshino-Sensei lalu kembali menatapku
Namun menanggapi tanggapan Hoshino sensei aku sama sekali tidak bisa mengatakan apa- apa dan hanya terdiam menunggu kelanjutan nya
“Dan fakta yang paling mengejutkan nya adalah pembantaian yang kau lakukan saat para Yakuza itu datang kerumahmu seluruhnya adalah skenario yang dibuat oleh keluargamu……
“Sira-kun…….Orangtuamu berhutang sebesar 9 juta dollar bukan karena mereka tidak memiliki alasan , lagipula tidak mungkin orang biasa berhutang sebesar itu , alasan dibalik mereka berhutang dan mereka menjadikan dirimu menjadi jaminannya adalah agar para Yakuza bisa mengincarmu dan kamu bisa dibunuh karena jaminan itu dengan kata lain kedua orangtuamu ingin membunuhmu tanpa mengeleuarkan uang namun tetap mendapatkan uang dan tanpa perlu mengotori tangan mereka” Jelas Hoshino-sensei
.
.
__ADS_1