
“Mengenai menjadi petarung gelap…….,aku akan terima tawaran sensei” Jawabku dan menatap Hoshino sensei dengan tatapan kosong
“Sira-kun lupakan tawaranku tadi , mengenai Wendigo apakah hal itu benar ? Dan hubungan mu dengan Shinozaki apa hal itu benar - benar terjadi ? Jika semua hal tersebut benar kau sama sekali tidak perlu melunasi hutang ……,aku masih mempunyai cara untuk membetulkan nya” jawab Hoshino Sensei berusaha menerangkan ku
Cara ?….. Cara Apa yang bisa Sensei lakukan padaku ? Seluruh dosa itu terjadi karena diriku
“Andai aku tidak jatuh cinta”
Kedua orangtuaku mungkin tidak perlu menjualku kepada Yakuza , mungkin tidak akan menelantarku , bahkan mencabut nyawaku .
Menjadi petarung gelap merupakan salah satu solusi tepat bagiku , karena jika menjadi petarung gelap potensi aku akan terbunuh sangat besar , sehingga ketika aku mati setidaknya aku bisa dikubur layaknya mayat pada umumnya dan tubuhku tidak akan dikotori oleh Yakuza yang kemungkinan jika aku mati ditangan mereka , penderitaan yang kualami justru lebih mengerikan dibandingkan kematian itu sendiri , seperti dibiarkan setengah hidup , organ - organku dicungkil , tubuhku dikuliti dan dijual di pasar gelap . Justru lebih baik cukup menderita sekali dibandingkan menderita sampai jadi mayat
“Wendigo…….kah ?” benar sensei itulah julukanku pembantaian yang kulakukan di SMA Hideyoshi , sayangnya informasi sensei kurang karena saat aku berada disana aku sudah membunuh seseorang tentunya tidak sedikit , Pembantaian yang kulakukan dibanyak tempat juga meninggalkan banyak korban “ jawabku menatap Hoshino-sensei dengan dingin
“Sira-kun……………..…”Hoshino sensei mengatakan nya dengan murung dan tidak mampu mengeluarkan kalimat dari mulutnya
“Sensei mengenai tawaran sensei mau menerima sebagian kemalanganku……..sebaiknya lupakan saja”jawabku
“Sira-kun tap-…
“Sensei…..aku ini tidak sebersih dari sensei kira , dan diriku lebih kotor dibandingkan dari sensei pikirkan sehingga lebih baik Sensei tidak berurusan dengan diriku lagi , aku tidak mau membuat sensei ikut dalam siklus kejahatan dalam kehidupanku ,manusia bersi--……
*PLAK !!!!!!*
Tiba - tiba pipiku ditampar oleh Hoshino sensei sehingga aku tidak sempat menyelesaikan kalimatku
“Sira-kun Kau jangan coba - coba menentukan cara dan hasil dari hidupku , bersih maupun kotor aku tidak peduli ,lagipula ini adalah hidupku yang berhak menentukan adalah aku bukan kau , aku tidak tahu apa masa lalumu dan aku tidak peduli sejorok apa hidupmu ,aku sudah menyentuhnya dan tentu aku akan bertanggung jawab atas tindakanku dari awal hingga akhir.
Lalu mengenai pertarungan gelap itu….” Sensei tidak mampu menyelesaikan penjelasannya
Aku tahu pertarungan gelap yang ditawarkan kepadaku sebenarnya hanyalah alat Hoshino-sensei agar aku mengungkapkan seluruh rahasia masa lalu ku , dan sebenarnya pertarungan gelap itu memang benar dan nyata bukan merupakan kebohongan , namun aku tetap akan mengikutinya
“Sensei aku tetap akan mengikutinya, kalau bisa buat aku untuk berpartisipasi didalamnya ” Jawabku dengan tegas
“Tapi….Sira-kun kau bisa mati , maaf sebenarnya aku menggunakan alasan Pertarungan gelap itu sebagai alat untuk mengetahui fakta masa lalumu ….., jadi tolong Sira-kun tolong lupakan ok…? tolong……jika mengenai hutang sensei akan usahakan untuk mencari jalan lain ….ok ?”Jelas Hoshino sensei khawatir dengan diriku
“sensei bukankah sensei bilang sendiri bahwa aku tidak berhak menentukan bagaimana hidup sensei ? Begitupula denganku ,mengenai keputusanku , Sensei tidak berhak menentukan nya dan mengenai kapan aku mati dan hidup bukan sensei maupun pertarungan gelap , ataupun hutang yang menentukan nya , melainkan kematian itu sendiri yang menentukan nya”- Jawabku sambil menatap Wajah Hoshino sensei dengan tajam
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hoshino sensei hanya bisa terdiam termenung dan tidak mampu untuk melihat wajahku karena dirinya saat ini dengan konflik batin, dan tanpa menunggu respon Hoshino sensei aku melihat isi dokumen mengenai pertarungan gelap yang nantinya akan kuikuti , dan menerjemahkan sesuai yang kubisa karena dokumen itu tertulis dengan bahasa lain sebagiannya
.
.
.
.
Dari yang kubaca dan kubisa mengerti dari dokumen ini adalah sepertinya dalam waktu 1 minggu lagi akan ada pertarungan melawan salah satu petarung wanita Rusia bernama Maria Vladmir di Distrik 10 letaknya kira - kira 50Km dari sekolah ini .
Wanita itu berusia 23 tahun , dengan kata lain lebih tua dariku dan latar belakangnya adalah wanita ini tentara bayaran Eurasia yang sudah mengikuti banyak perang dan berhasil menjalankan misi sesuai dengan deadline , Kalau kulihat - lihat di foto ini meskipun wanita ini adalah tentara bayaran namun aku tidak melihat bekas luka apapun dikulitnya ,sehingga aku bisa menyimpulkan bahwa wanita yang kulawan nanti benar - benar profesional dibidangnya
“Sensei aku akan tetap mengikuti Pertarungan gelap ini , beritahu aku bagaimana cara aku berpartisipasi”tanyaku kepada sensei lalu memgang kedua tangan nya
“Tapi Sira-kun petarung yang akan kamu lawan bukan orang sembarangan dia adalah-
“aku tahu Sensei dan aku tidak berniat untuk kalah “ Balasku kepada Hoshino sensei sebelum ia menyelesaikan kalimatnya
“Kau berniat menang ? bagaimana caranya , wanita itu sudah mengikuti banyak perang dan memenangkan nya sedangkan yang kamu lakukan hanyalah sekedar bertarung dijalan , Dengar Sira-kun !!!! jika kamu mengikuti pertarungan ini kamu bisa mati konyol , wanita itu tidak segan - segan ketika berurusan dengan pembunuhan apalagi bertarung , kemungkinan kau menang sama sekali tidak ada” Jelas Hoshino sensei panjang lebar dengan khawatir
“Tenang Sensei aku mempunyai rencana dan tentu aku membutuhkan bantuan Sensei , sekarang pertanyaan nya apakah sensei mau membantuku atau tidak ?” Tanyaku dengan wajah serius
“Apa kau yakin dengan rencanamu kamu bisa menang ?”Tanya Hoshino sensei mengkonfirmasi
“100% yakin, jika seandainya gagalpun nyawaku juga yang akan menjadi bayaran nya , tentu saja aku akan mengusahakan nya supaya berhasil”Balasku percaya diri
.
.
.
.
*SIGH* “ Baiklah aku akan mendengarkan” Akhirnya Hoshino sensei pasrah dan akhirnya memutuskan untuk mendengarkan rencanaku
“Sensei apa kau punya kertas kosong dan bolpen ?”Tanya ku kepada Hoshino sensei
“Sebentar biar kuambilkan” Balas Hoshino sensei dan kembali membuka laci untuk mencari kertas kosong dan bolpen
Setelah menemukan nya Hoshino sensei menyerahkan bolpen dan kertas kosong kepadaku , kemudian aku mulai menuliskan apa saja hal yang kubutuhkan untuk mempersiapkan pertarungan gelap yang nantinya akan kuikuti , seluruh barang tersebut tentu memakan biaya yang tidak sedikit sehingga karena itulah aku meminta bantuan Hoshino Sensei karena aku tidak memiliki uang untuk mempersiapkannya
“Hmm…….Sira-kun kau yakin hanya segini saja ? apa kau yakin tidak ingin meminta lebih”tanya Hoshino sensei
“Tidak perlu , cukup itu saja” Jawabku
“Oh ya mengenai pendaftaran nya apa yang harus kupersiapkan ? “ Tanyaku lagi
__ADS_1
Mendengar itu Hoshino sensei lalu kemudian menyerahkan dokumen pertarungan gelap itu dan menandai apa saja yang perlu kuisi ,kemudian ia menyerahkan cincin besi kepadaku bersamaan dengan pena tua yang sudah terisi tinta
“Sira-kun yang perlu kauisi adalah bagian ini yang berarti nama lengkapmu dan seluruh identitas diri , bagian ini yang merupakan “Okupasi , dan ini kau centangi “YA” terakhir kau tanda tangani dan setelah itu kau pakai cincin ini di jari tengah , seharusnya cincin ini akan menusuk jarimu lalu kemudian gunakan darahmu yang ada di jari tengah yang mengalir untuk mengecap kertas ini dengan sidik jariyang sudah bersimbah dengan darah” jelas Hoshino sensei
Mendengar penjelasan itu tanpa berpikir ulang aku mengikutinya seperti apa yang Hoshino sensei instruksikan , setelah mengisi seluruh form dalam didokumen itu kemudian aku memakai cincin itu di jari tengahnku tangan kiri , dan seperti yang Hoshino sensei katakan cincin besi ini menusuk jari tengahku dalam - dalam sehingga membuatku sempat terkejut dan aku merasakan jarum - jarum itu mengunci cincin ini sehingga seakan - akan aku tidak bisa melepaskan nya .
Setelah jarum cincin itu menusuk dan mengunci jaritengahku darah kemudian mengalir dan aku menggunakan darah yang mengalir itu sebagai cap sidik jari di dokumen yang hendak kutandatangani . Setelah semuanya selesai aku menyerahkan dokumen itu kepada Hoshino Sensei dan Hoshino sensei menerimanya , aku bisa melihat Hoshino-sensei tersenyum ?
“Sudah selesai , kini yang tersisa hanya menunggu eventnya dimulai , pekerjaanku seharusnya sudah selesai aku izin balik pulang dulu”Jawabku
“Eh…..sudah mau pulang ? bagaimana jika makan siang dulu ?”Tawar Hoshino sensei
“Maaf Sensei aku masih kenyang , lagipula sebelumnya tadi aku sudah sarapan dengan Narae , karena ia kelebihan bekal” jawabku menolak tawaran Hoshino-sensei
“Bekal ?….umumumu……boleh juga perempuan itu”
“Hah ? Sensei apa kau mengatakan sesuatu ?” tanyaku karena sepertinya aku mendengar sensei hendak mengatakan sesuatu tapi aku tidak mendengarnya karena suaranya tidak terdengar
“Ah ! tidak apa - apa jika kau kosong mungkin sore nanti mau makan malam denganku ? aku tahu rumah makan yang lezat”Jawab Hoshino-sensei
“Sensei kau tahukan aku tidak punya uang ? aku tidak bisa makan di tempat mewah seperti rumah makan , apa lagi restoran , karena pagi hari ini aku sudah makan seharusnya malam nanti tidak makan tidak apa - apa “ Balasku atas tawaran Hoshino sensei
“Aku traktir ?” Hoshino sensei sambil tersenyum mengatakan nya
“Sungguh ?!?!?! Sepertinya tidak ada pilihan lain , aku harus menerimanya dengan senang hati kalau begitu” Jawabku
“Bagaimana jika jam 5 sore nanti seharusnya kau kosong bukan ?” tanya Hoshino sensei
“Betul……Kalau begitu nanti Sensei kita mau ketemuan dimana , kalau bisa jangan dirumahku , lokasi tempat rumah kardus ku selalu menjadi langganan macet , kalau Sensei tidak keberatan bagaimana jika kita bertemu di taman Central Park ? “ tanyaku
“Ok…..pastikan kau datang ya , Janji ?” Hoshino sensei menjentikkan jari kelingkingnya tangan kanan nya “
“Janji”
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.