Pasukan Angin Ribut

Pasukan Angin Ribut
PAR|05|


__ADS_3

Sudah dibilang, Yovie itu kaya setan kan? Aneh rasa nya kalau dia tiba-tiba saja baik, apalagi terhadap Kania yang notabe nya patner ribut nya yang paling paling lah.


Kania sih curiga, apa Yovie suka pada nya makanya pemuda itu memberikan tumpangan sepeda? Tapi hal itu langsung Kania tepis jauh-jauh, sebab siapapun tahu Yovie sangat amat menyukai Icha.


Palingan Yovie lagi kesambet. Itusih kalo kata Sasa mah, dan mungkin ucapan Sasa bisa dibenarkan. Yovie tadi kesambet makanya ngajak Kania bareng, pas perjalan pulang mendadak setan yang ada ditubuh Yovie keluar jadi pemuda itu kembali normal.


Kembali normal? Yup, dengan sengaja Yovie melajukan sepeda nya dengan kencang membuat Kania menjerit-jerit, sampai akhir nya sepeda nyungsep diparit membuat gadis itu semakin histeris.


"Anjing Lo! Babi, setan dasarrr!." Seru Kania kesal bukan main.


Yovie sih ketawa-ketawa saja, dia tidak terlalu peduli kalau dia masuk parit toh yang terpenting Kania ikut masuk sesuai rencana nya. Iya, Yovie memang sudah merencanakan nya sejak awal tadi ingin menjahili Kania dengan cara seperti ini makanya dia mengajak Kania bareng.


Riyan yang biasa nya kalem pun justru sekarang malah jadi orang yang tertawa paling kencang bersama Sasa.


"Anjir ni, Lo kaya anak ayam kecebur diselokan." Ucap Icha terkekeh pelan.


Deina ikut tertawa melihat penampilan Kania dan Yovie, kalau Yovie sih tidak terlalu parah karna kan pemuda itu sudah antisipasi sedangkan Kania tidak. Seluruh tubuh gadis itu basah kuyup dan dibeberapa bagian penuh dengan lumpur yang menggenang diparit, dan bau nya benar-benar masyaallah membuat Deina langsung memajukan sepeda nya untuk sedikit menjauh dari Yovie dan Kania.


"Ayo ah balik, udah malem nih." Ajak Fiya kembali duduk diboncengan sepeda Riyan.


Saat ini mereka ada dijalankan komplek yang sepi, tentu saja sepi sebab mereka memilih pulang lewat jalan blok E yang semua rumah nya kosong. Tidak ada satupun rumah yang terisi disini, dari yang mereka tahu kalau ada yang pindah kesini baru beberapa hari saja mendadak sudah pindah.


Sudah pasti tidak betah karna di gangguin setan sih, sebab blok E adalah blok paling ujung yang dekat dengan tembok pembatas rumah kosong waktu itu.


Mereka kembali menggoes sepeda untuk pulang, Riyan bersama Fiya, Deina dan Icha, Kania dan Yovie sedangkan Sasa sendirian.


Mendadak Sasa mengernyit kala merasakan sepeda nya memberat, seakan ada seseorang yang duduk dibelakang padahal dia sendirian. Posisi nya Deina dan Yovie ada di belakang Sasa sedangkan Riyan ada didepan. Kedua orang itu spontan menggoes sepeda dengan lebih kencang saat melihat apa yang duduk diboncengan sepeda Sasa.


"SASA, ADA KUNTILANAK MERAH DUDUK DIBELAKANG ELO!." Seru Kania saking takut nya gadis itu memeluk pinggang Yovie erat.


Kalau masih kuntilanak putih sih mereka fine-fine saja, malah mungkin mereka akan mengajak kuntilanak putih nya bercanda. Tapi ini kuntilanak merah cuy, level nya beda sama kuntilanak putih dan tentu lebih bringas.


Melihat Deina dan Yovie yang melajukan sepeda nya dengan kencang spontan Sasa menjerit."BAJINGAN WOI! JANGAN TINGGALIN GUE, LAKNAT LO PADA ANJING!." Seru nya histeris, sedangkan sepeda nya makin memberat.


Sekilas Sasa menoleh kebelakang, dan seketika gadis itu menyesal karna wajah kuntilanak merah dibelakang nya benar-benar menyeramkan! Apalagi dia menyengir lebar.


'hihi, saya numpang ya sampai depan.'


"LO NGAPAIN GANGGUIN GUE SIH AH! ATURAN MAH GANGGUIN RIYAN SANA, DIA CAKEP KAN!."


"Heh kampret!." Seru Riyan spontan, pemuda itu tidak meninggalkan Sasa seperti yang lain nya sebab Fiya yang meminta.

__ADS_1


"RIYAN BERHENTI DULU!." Setelah berteriak, Sasa langsung meloncat turun sedangkan sepeda nya menggelinding dengan si kuntilanak yang masih duduk diatas nya.


Buru-buru gadis itu duduk tepat dibagian depan sepeda membuat Riyan agak kesusahan."Lo ngapain sih monyet!."


"BURUAN, GUE MAU BALIK HUWAA."


Tapi bukan nya melaju Riyan malah menghentikan sepeda nya."udah sa, itu liat sepeda Lo terus maju kalo kita ikut maju ya bakal barengan sama si Kunti."


Memang benar, sepeda Sasa terus melaju dengan baik bahkan bertambah cepat.


Sedangkan disisi lain Deina dan Yovie sama-sama kewalahan menggoes sepeda, tapi mereka tidak mau berhenti.


"Buruan yop, gue takut." Seru Kania enggan menoleh kebelakang.


Berbeda dengan Icha, gadis itu malah melirik kebelakang dan setelah nya dia terdiam mematung dengan lengan yang semakin erat memeluk Deina.


Kring...kring...


'HIHIHIHIHI'


Brukk


"ASTAGHFIRULLAH SETAN ANJING! NGAGETIN LO TERPAL WARTEG!."


"YOPI GUE KEGENJET!."


"DEINA, MUTER BALIK AYO!."


Barusan, dengan santai nya sepeda Sasa yang diduduki kuntilanak merah itu lewat tepat diantara sepeda Yovie dan Deina membuat kedua nya tersentak karna tawa yang menggelegar dari si Kunti itu. Refleks Yovie langsung terjatuh, sedangkan Deina langsung memutar balik sepeda nya.


Dan sepeda Sasa masih terus melaju kedepan sana.


Chelsea tertawa kencang, sedangkan muka yang lain nya ditekuk tanda mereka kesal. Waktu menunjukan pukul 11 malam, tapi mereka tidak tidur dan malah melakukan panggilan video.


Dengan ember nya Kania bercerita pada Chelsea membuat gadis itu Kelonjotan dengan tawa nya. Rasa sedih akibat tidak bisa ikut karna sakit mendadak lenyap berganti dengan rasa syukur, beruntung dia tidak ikut coba kalau ikut, Chelsea tidak bisa membayangkan nya.


"Untung gue gak ikut." Ujar Chelsea masih dengan tawa nya, bahkan sudut mata gadis itu sampai berair.


'makanya, kalo udah malem tuh jangan keluyuran. Apalagi sampe kabur lewat jendela.' seru putri menyahut, atas perintah sang ayah gadis itu jadi harus tidur dikamar adik nya untuk berjaga-jaga, takut-takut Deina kabur lagi.


'tidur Lo sana, gausah ribut.' seru Deina sebal.

__ADS_1


Saat pulang tadi, yang terkena marah tentu nya Deina, Yovie, Sasa dan Kania. Deina sudah jelas alasan nya karna kabur, sedangkan Yovie dan Kania dimarahi karna pulang-pulang sudah seperti gembel, dan Sasa dimarahi karna sepeda nya hilang.


Entah kemana itu kuntilanak membawa sepeda nya, mungkin digadaikan dipasar setan atau entahlah Sasa malas memikirkan nya. Besok tinggal dicari saja, kalau tidak ada yasudah nasib.


'emang sialan itu Kunti, curiga gue dia Kunti begal.'


'gak nyambung tolol.'


'nyambung setan! Coba Lo pikir, dia tiba-tiba duduk diatas sepeda, terus sekarang sepeda gue dia bawa, udah jelas dia begal lah!.'


'lagian elo kenapa dilepas sepeda nya?.'


'ya terus gue harus balik sambil bawa Kunti nya kerumah?!.'


Asik memperhatikan perdebatan dilayar, tiba-tiba pandangan Chelsea teralihkan kearah sudut kamar nya. Barusan entah salah lihat atau apa, tapi dia seperti melihat seorang gadis berdiri disana sembari memandang tajam kearah nya.


'chel, Lo kenapa?.' tanya Fiya menyadari raut tidak biasa Chelsea.


"Gue kaya liat ada cewek, tapi kaya nya halusinasi deh." Ujar nya langsung, Chelsea tidak yakin penglihatan nya barusan benar selain karna kamar nya yang lumayan gelap dia juga bukan indigo seperti yang lain nya jadi mana mungkin dia melihat penampakan.


'cewek? Pake seragam sekolah gak?.' tanya Deina langsung.


Chelsea mengerjap."hah? Kaya nya iya, tapi mungkin gue salah liat kak." Jawab nya.


'hati-hati.' ucap Riyan tiba-tiba.


'kenapa?.' tanya Kania bingung.


'hawa disekitar Lo keliatan gak menggenakan chel.' celetuk Riyan lagi diangguki Yovie.


'ada Asep item, dan agak aneh.' tambah Yovie sembari menatap kelayar dengan seksama, tepat nya pada Chelsea.


"Jangan nakutin ih!." Seru Chelsea cemberut.


Kania cekikikan.'tadi Deina, terus Sasa, sekarang giliran Lo chel. Hayoloh awas, hati-hati takut nya kaki Lo ditarik Ampe nyusruk kelantai.'


"Kania anjing!."


Kata nya, ucapan adalah doa dan seperti nya itu memang benar. Karna beberapa menit setelah mengatakan itu, tiba-tiba sebuah tangan menarik kaki Kania dengan kencang membuat tubuh gadis itu terbanting keatas lantai.


Spontan sasa dan Icha menjerit terkejut, bahkan laptop Kania sampai terjatuh. Yang terakhir mereka lihat adalah tubuh Kania yang tergeletak diatas lantai, gadis itu nampak mengerang sakit.

__ADS_1


Dan sebuah kaki busuk penuh belatung dan darah berdiri tepat dihadapan kania, setelah nya laptop mereka semua mati secara serempak.


__ADS_2