
Di cafe tempat regina kerja paruh waktu
"program beasiswa,jika aku mendapatkan nya setidaknya aku tidak akan di pukuli ayah saat ia meminta uang,karna uang ku tida untuk bayaran sekolah" lamunan regina sambil mengelap gelas
"Hey kenapa melamun,habis gajian bukannya happy malam murug gitu" ledek aryo teman kerja sekaligus pemilik cafe itu
"pak aryo,mengagetkan saja" regina nampak kaget
"huft ayoklah apa aku setua itu,panggil saja aryo tanpa pak oke" aryo menaruh nampan yg di bawanya
"mana bisa kamu pemilik cafe ini akan tidak sopan jika aku memanggil kamu aryo,lagian pak aryo memang sudah tua hihi" regina melanjutkan mengelap gelasnya
" tua,kita hanya beda 3 tahun bagai mana aku lebih tua" aryo kesal
"mau tiga tahun mau satu minggu lebih awal kan,berarti pak aryo lebih tua" ledek regina
"anak ini" aryo menoyor kepala regina
"Banyak pesanan,regina tolong pergi ke meja no 5,aku mau mengantarkan pesanan ini" tini teman kerja regina yg diam* menyukai aryo dan iri dengan kedekatan aryo dan regina
"baik ka" regina menghentikan candanya dengan aryo dan menuju meja no 5
"permisi tuan,mau pesan apa?" tawar regina di kursi itu ada dua orang pria yg tadi terlihat berbincang serius
"hot americano coffe dua" ujar salah satu pria itu
"baik ada lagi?" tawar regina
"sudah cukup" ujar sang laki* tanpa menoleh dan trua berbincang
"baik dua hot americano coffe,sipahkan di tunggu" regina pergi
setelah beberapa saat regina kembali lagi dengan pesanan orang tadi
" ini dia hot ciffe americano nya," regina menaruh cangkir nya di meja setelah selesai regina ingin bergegas pergi
"Tunggu,apa kau mau pekerjaan?" tawar sang pria
"pekerjaan?" regina bingung
"ya pekerjaan dan kau akan di gajih 7 juta satu bulan" pria itu meyakinkan
"tu tujuh juta" regina terbata*
"ya,oh ia kenalkan aku roni dan ini temi,ini kartu nama ku" ternyata pria itu adalah toni dan membeeikan kertas namanya
"Roni gunawan,dari perusahaan kings yg terkenal itu" regina terkejut
"ya ,kamu tau juga mengenai kings" roni merasa bangga
__ADS_1
" ya siapa yg tidak tau perusahaan kings,perusahaan terbesar seasia dan menjadi impian para murid dan mahasiswa untuk bergabung di sana" regina menjelaskan dengan bangganya
"cukup cukup kau terlalu berlebihan" roni merasa tak enak
"hehe maaf" regina merasa malu
"jadi bagai mana apa kau mau berkerja dengan ku?" tawar roni lagi
"tapi tuan aku hanya anak sma dan anak magang di sini" regina kecewa
"tidak apa,pekerjaan mu fleksibel dan kau berkerja hanya jika terpilih,tapi sebelum terpilih pun jika kau menyetujui pekerjaan ini kau akan di gajih" jelas roni
"benarkah itu?" regina tergiur
"ya,kau bisa mempertimbangkannya dulu" ujar roni
"Baik lah" regina mengambil karti nama roni
setelah di rumah pukul 11 malam regina terduduk di meja belajarnya dengan lampu belajarnya sedang memandangi kartu nama roni
Brakk... pintu kamar regina terbuka
"Hei besok temui bos jery pakai baju yg bagus dan seksi" pinta edi
"bos jery pria tua dengan tiga istri itu,untuk apa aku menemui nya dan mengenakan baju seksi ayah" regina takut
"aku kalah taruhan aku berhutang banyak,dan dia meminta kau sebagai penganti hutang ku" edi menengak minuman nyaa
"hentikan tangis mu,aku sungguh muak mendengarnya,ingat besok malam jam 8,kau sudah harus siap" edi pergi
"Ayah kau keterlaluan,kau lebih tak berhati di banding hewan" regina teriak sambil menangis
Keesokan harinya jam 8 malam waktu yg di janjikan edi
"Hey cepat" teriak edi dengan tangis terisak regina keluar
"hey apa*in ,baju ini sama sekali tidak seksi kau mau membuatku di bunuh bos jery kemari" edi menarik regina ke kamar dan memilihkan baju untuk regina
"ini,cepat ganti yg ini,dan berhenti menangis" edi menyodorkan baju pada regina
"tapi ayah baju ini" regina molak
Plakkk .."berhenti merengek cepat ganti" tamparan mendarat di wajah regina
regina pun salin
"begini baru cantik,ahaha berhenti menangis atau aku akan membuat kau tak bisa bicara lagi" ujar edi
Regina menahan tangis dengan terisak
__ADS_1
Sesampainya di hotel yg di janjikan
Bagian restorannya
"Bos jerry" edi dengan nada sungkan
"ku kira kau akan kabur,akhirnya kau datang juga" bos jery yg di temani 3 gadis seksi di sampingnya
"bos mana berani aku kabur,ini sudah ku bawakan yg bos mau" edi menarik regina yg bersembunyi di belakangnya dengan kencang
"Wah gadis mu memang cantik"jerry dengan mata keranjangnya
"bagai mana bos,yg kubilang benarkan gadisku memang sangat cantik dan masih murni" edi
"ya kau benar" jery trus memandang penuh nafsu
"jadi bagai mana bos,apakah sisanya bisa ku terima sekarang?" ujar licik edi
"tentu" jery dengan menggerakan jari telunjukanya anak buahnya sudah memberikan amplop coklat berisi uang pada edi
"Apa ayah menjual ku?" teriak regina
"Diam kau" tampar edi
"ayah kau tidak memiliki hati" regina menangis
beberapa gadis menghampiri regina dan memaksanya mensnggak minuman yg ada di gelas hingga habis
setelah meminum minuman itu regina terduduk
perlahan tubuhnya lemas dan panas pandangannya kabur dan ia pingsan
"Bawa dia ke kamar" perintah jerry
"baik bos" pria bertubuh kekar menggengdong regina membawanya ke kamar hotel dan meninggalkan regina sedangakn jery dan yg lainnya masih di restoran
"Semua harap pergi hotel ini sudah di boking oleh perusahaan kings" beberapa orang dengan pakaian jas hitam mencoba mengosongkn satu hotel
"siapa dia beraninya mengusir ku" jerry marah
"sepertinya bos jerry sudah bosan berbisnis,prostitusi di dalam bar,pengelpan uang hingga pembunuhan,ini sepertinya akan menarik untuk kepolisian" roni menjelaskan satu persatu kesalahan jerry
"Ya cukup,siapa yg berani melawan kings,lagi pula hotel ini pelayanan nya kurang bagus,sepertinya aku bisa mencari hotel terbaik di luar sana" jerry ketakutan
"bos tapi gadis itu" bisik pengawalnya
"persetan,usaha ku di ambang hancur jika aku melawan kings" bisik jerry
"baik lah tuan,aku akan pergi" hanya butuh waktu sebentar hotel itu kosong yg tersisa hanya kariyawan dan regina yg masih pingsan di kamar hotel
__ADS_1
Dengan tertatih* seorang pria menuju kamar hotel saat ia samai di kamar ia membuka jas dan dasinya dan membuk kancing baju nya