
Sesampainya di sekolah
"Hei..hei hei tunggu" regina lari menghampiri gerbang yg mau di tutup
"kau terlambat lagi" ucap sang security yg seolah sering melihat keterlambatan regina
"Pak,ayoklah tolong aku biar kan aku masuk" mohon regina
"Tidak bisa,kau terlambat hampir 15 menit dan di dalam sedang ujian,silahkan kamu pulang dan datang esok lebih tepat waktu" security itu tetap menutup gerbangnya bahkan menggemboknya
"justru karna sedang ujian pak,aku tidak mungkin pulang begitu saja,pak ku mohon aku membayar sekolah ini susah paya masa aku tak bisa ikut ujian" regina merengek
"Tidak kau pergilah" security itu meninggalkan regina dan ke kantorposnya
"pak pak,,," teriak regina menggoyang* pagar "Ah sial,karna si william itu aku sampai terlambat dan meninggalkan ujian,yg ku bayar dengan susah payah," regina merasa kesal
ia pun pergi menuju cafe tempat kerjanya..
"Uh belum buka ya,aku sampai lupa kalau ini masih pagi" regina duduk di kursi depan cafe
saat menunggu lihat kiri kanan ia tertidur di depan cafe
"siapa itu? "aryo yg baru datang terheran dengan orang yg tertidur di depan cafenya dan mendekatinya "Tunggu,ini kan regina,re bangun re,kalau mau tidur di dalam saja" aryo mengguncang* tubuh regina
"Emmm,,," regina terbangun dan mengucek matanya "pak aryo" regina setengah tersadar
"kenapa kamu tidur di depan cafe kamu nggak sekolah?" tanya aryo sambil membuka cafe
"Ceritanya panjang pak,bole aku mengambil lembur dari pagi hari sampai jam kerja ku selesai" regina masih mengucek matanya
"ya boleh sesukamu saja" aryo membuca cafe dan masuk
"yey uang tambahan" regina kegirangan
Malam hari jam 10 di kediaman william
"Haish,,naik ojol ke sini saja menghabiskan setengah uang lembur ku hari ini,jika seperti ini trus kapan aku bisa kaya huhuhu" dumel regina menatap ponsel nya
__ADS_1
"Dari mana saja kau" ucap menekan william
"Tu.,tuan (astaga bagaimana aku bisa lupa mengenai pria aneh ini,pulang selarut ini apa yg harus aku lakukan)" regina terkejut
"kau tau jam brapa ini" william terlihat serius dan tegas
"ya aku tau" regina menundukan kepalanya
"Lalu dari mana saja kau,ingat kau memiliki perjanjian yg sudah kau setujui" tekan william
"aku,,aku,," regina gemetar
"Aku bertanya dari mana saja kau,kenapa pulang selarut ini,kamu harus menjaga tubuh mu,bagai mana anakku akan terlahir jiga kau pulang larut malam dan terus kelelahan,dan juga aku tidak ingin anakku terlahir dari wanita nakal kelak" teriak william
"Aku pergi sekolah,karna aku tak memiliki baju aku baru bisa pergi setelah pelayan rere meminjamkan bajunya,aku harus menunggu bis di halte dan saat aku sampai sekolah aku terlambat,aku di larang masuk,lalu aku pergi ke caffe tempat kerja ku dan meminta lembur,aku bukan gadis nakal dan murahan seperti yg kau kira,aku tidak seperti mu aku harus bekerja keras hanya untuk membayar sekolah kau mengerti itu" regina yg menangis masuk ke kamarnya
"Hei,,hei tunggu" hentak william menghentikan tapi regina trus berlati menuju kamarnya
Pagi hari...
saat regina terbangun dan meregangkan badannya sambil terduduk "Tunggu mau apa kalian?" regina terkaget melihat beberapa pelayan datang
"Apa tunggu aku bisa sendiri" regina panik dan segera lari ke kamar mandi
setelah mandi ia menyikat gigi
"Apa*an si tuan itu,setelah semalam menghina ku sekarang dia perlakukan aku seolah aku nyonya di rumah ini cuh..aku sungguh muak"regina menggosok giginya dan keluar
"Silahkn nona" pra pelayan menunjukan baju* nya
"Tunggu sesemua ini milik ku?" ujar regina tergagap*
"Ya nona,ini adalah baju dari disainer Mu disainer keluarga kings" jelas rere
"Di,,di,,disainermu..? disainer tiongkok yg terkenal itu" regina benar* merasa menakjubkan
"betul nona" rere tersenyum
__ADS_1
regina dengan cepatnya mengampiri baju* nya
"Disainermu,idolaku,aku tak penah bermimpi memakai bajunya,menyentuhnya saja sudah menjadi sesuatu yg mustahil bagi ku,dan sekarang aku memakainya oh tuhan " regina benar* kegirangan
ia mencoba hampir semua baju bukan karna pilih* karna ia tak ingin melewatkan sedikitoun mengenakan baju rancangan disainer MU hingga memutuskan memilih gaun berwarna pink lembut,ia oun turun dan menuju meja makan,di meja makan ia terlihat bahagia..
"silahakan nona" salah satu pelayan memberikan susu pada regina
"Terimakasih,oh ia mengapa aku harus minum susu setiap hari setelah aku bangun atau sebelum tidur" regina mengambil gelasnya dan meminumnya
"Agar kelak bayi ku sehat dan tak kekurangan apapun" ucap william santai sambil menyantap sarapannya
"(oh ia aku lupa,aku di sini datang untuk menyewakan rahim dan menjual anak ku kelak,kenapa seketika aku berfikir jika aku tuan putri aku benar* bodoh)" ia meletakan susu yg di minumnya dan murung
"Kau akan di antar oleh supir berangkat sekolah,dan di jemputnya" william memandang regina
"Tunggu,,aku tak pelru di jemput,setelah sekolah aku akan ke caffe untuk berkerja jadi aku bisa pulang naik ojol nanti" regina menolak
"apa yg kubayarkan pada mu kurang?" William kesal
"apa maksudmu?"regina bingung
"ya apa pembayaran yg ku berikan kurang,mengapa kau maish berkerja,kau harus ingat kau berhutang 75 jt kepadaku,dan kau harus melahirkan anak ku" william bagun
"ya aku tau posisi ku" regina menundukan kepala
william bangun dari meja makan dan pergi setelah beberapa langkah ia berhenti
"Urusan mu dengan Maniak **** itu telah selesai,aku sudah membayarkan hutang mu,dan aku berani menjamin ia takan berani menyentuhmu" ujar william dan pergi
"Ya terima kasih,dan aku berharap aku juga bisa cepat melahirkan anak dan cepat pergi dari sini" regina memgang perutnya..
sebulan berlalu begitu cepat,setiap hati regina di antar jemput mobil mewah dan berpakaian bagus,ia tidak bekerja bahkan tidka di perbolehkan lelah setiap hari ia hanya makan tidur dan belajar..
"Argh,ini sungguh membosankan,setelah ujian tugasku hanya makan tidur makan tidur lihat lah diriku sudah seperti **** bulat" regina dengan maskernya di depan cermin..
"Tapi tunggu,bukan kah di jelaskan jika ingin memiliki seorang bayi ada pembuahan dari sel telur laki* aku mana bisa hamil hanya karna meminum susu,dan tuan itu pun tak pernah menyentuhku,oh ia aku ingat syarat kedua ku,lalu bagaimana aku bisa lepas jika aku tak kunjung hamil lalu hutang ku" regina trus menerka*
__ADS_1
"apa aku yg berinisiatif,tapi ya tuhan aku tak siap aku hanya gadis SMA yg tak tau apa*,tapi malam itu,jelas* aku" regina memeluk erat tubuhnya