Patahnya Sayap Kupu-kupu

Patahnya Sayap Kupu-kupu
BAB 6


__ADS_3

william menghampiri regina yg masih di luar pagar,di payungi oleh pengawalnya


"Kau berubah pikiran gadis kecil?" william saling berhadapan dengan regina yg terhalang pagar besi


"tapi aku memiliki 3 perayaratan" dengab nada gemetar


"apa kau coba bernegosiasi pada ku?" Wiliam dengan kemenangannya


"Kumohon,demi anak mu kelak" regina memegang pagar besi nya mendekat ke arah william


"Biarkan dia masuk" william berbalik dan meninggalkan regina


Regina masuk ke dalam rumah mewah milik william dengan basah kuyub,air menetes deras daari baju yg masih sama seperti tadi pagu ia pakai


"Naik ke atas dan mandilah" william duduk di sofa dengan cangkir teh nya


Tanpa banyak bicara ia langsung naik,di rumah itu telihat banyaj difoto william bersama wanita dan saat sampai di atas betapa teetegup nya regina melihat Foto william dengan sorang wanita menggunakan bju pengantin


"apa laki* ini memiliki kelainan ia memiliki istiu tapi mengapa ia masih mengingginkan anak dari wanita lain" regina trus menatap foto itu


"Permisi nona" ucap pelayan rumah menganggetkan regina


"sisiapa kau?" regina terkejut


"aku pelayan rumah ini,aku akan membantu anda membersihkan diri" pelayan itu mendorong regina ke suatu kamar


"hey tunggu aku bisa melakukannya sendiri" regina masuk dan langaung menutup pintu kamar itu


setelah beberapa saat ia turun


"Maaf aku tidak ada baju lain,jadi aku memakai baju ini" regina merona mengenakan kemeja putih yg kebesaran milik william


"Sial,ternyata gadi ini benar* cantik,ahem..terserah lah baju itu sudah tidak muat pada ku" william memalingkan wajah yg merona


kriukkk....


"Haish,,,ini memalukan" regina memegang perutnya dan berbicara pelan


"Kau lapar,,ayok ikut aku" william bangun dan berjalan


regina yg merasa sangat kelaparan hanya mengikuti wiliam sambil menggit bibir dengan wajah merona karna malu

__ADS_1


"Ya tuhan,makanan ini sungguh terlihat lezat" regina langsung terpanah melihat banyak makanna enak di meja makan


"william duduk yg kursinya di tarik oleh salah satu pelayan


dan pelayan lain menarik kursi untuk regina


"Silahkan nona" ujar pelayan itu


"Aku,?" regina menunjuk dirinya pelayan itu hanya menganggut


dengan malu* regina duduk


"Makan lah,mulai sekarang kau harus banyaj makan*an sehat,aku ingin anak ku kelak menjadi anak yg pintar" william memandanag regina


"apa*an pria ini,apa dia kira aku sudah mengandung" gumam regina yg manyun


"Tapi aku memilii syarat" regina semangat


"syarat?" william heran


"pertama apa aku boleh meminta bayaran awal senilai 75 jt?" regina perlahan


"75 jt? jika 5 bulan kau masa pembuahan pun kau hanya akan memiliki 35 jt kenpa aku harus memberi mu 75 jt" william meletakan tangan di depan dagunya degan kedua tangannya memandang regina serius


"Hey apa kau yakin selama 5 bulan kau akan hamil" william menekan


"aku yakin,aku akan makan sehat dan minum obat penyubur kandungan" regina dengan yakin


"jika masih belum hamil" tanya william


"Aku akan berada si sisi mu sampai aku hamil" regina mengucapkan lantang sambil memejamkan mata dan mengenggam erat


"Baik lah,lalu yg ke dua" william menunjukan jadi dua


"kau tak boleh memaksa ku melakukan hubungan itu,aku harus mempersiapkan diri dulu baru kita melakukannya" regina dengan wajah serius


"emph..baiklah" wiliam setuju "lalu ke tiga"


"aku belum memikirkan nya,aku akan bilang saat aku sudah memikirkannya nanti" regina makan dengan lahapnya karna kelaparan


Pukul 12 tengah malam regina masih belum tidur dengan perasaan was*

__ADS_1


"Dia tidak akan kesini bukan,kita tidak akan melakukan nya secepat ini bukan" regina menutup seluruh tubuhnya dengan sselimut di bawah gelap nya kamar matanya trus terjaga hingga pukul 2 pagi akhirnya matannya kalah oleh rasa kantukndan terpejam


"Nona,ayok bangun jika kau tidak bangun kau tidak akan terlambat kesekolah" ucap lembut pelayan rumah william


"Uh jam brapa ini" regina duduk mengucek matanya


"ini sudah pukul 7 lewat 25 menit" senyum pelayan


"apa aku akan ketinggalan bis" regina kaget dan langsung bergegas menuju kamar mandi setelah selesai mandi regina turun dengan masih mengenakan handuk di badan dan kepalanya menuju meja makan


"permisi tuan william,aku lupa jika seragam aku tidak memiliki baju apalagi seragam di rumah ini,mana bisa aku berangkat sekolah" regina dengan wajah memerah dan memainkan kakinya


"Glukkk...." menelan ludah "apa yg dilakukan gadis ini pagi* dengan handuk berkeliaran,apa dia tidak memiliki otak,aku laki* normal dan para pelayan di sini" gumam regina


"apa yg kau lakukn dengan handuk itu,bisa kah kau memakai pakaian yg lebih baik" william melonggarkan dasi


"Ah apa yg aku lakukan kusangking panik nya aku sampai tidak sadar masih mengguanakan handuk" regina menutupi bagian dadanya dan lari ke kamarnya


"Gadis ini,,! Tolong urus segala kebutuhan gadis itu,aku pergi dulu" william memerintahkan pelayan


"Ah gadis bodoh,apa yg aku lakukan,aku sungguh bodoh,ah ya tuhan aku sangat memalukan,ia paati berpikir yg tidak* apa dia berfikir aku sedang menggodanya ahhh apa yg harus aku lakukan" regina berguling* di kasurnya


"permisi nona regina,kau bisa mengenakan bajuku sepertinya ukuran kita sesuai,tapi maaf bajunya jelek,dari pada nona menggunakan handuk" senyum manis pelayan yg usianya terlihat tidak terlalu jauh dari regina


"Ah benarkah apakah aku bole mengenakan nya?" regina duduk dengan semangat


"tentu saja" pelayan itu terseyum memberikan bajunya


"baju ini bagus terima kasih" regina sangat senang,ia memutar* di depan kaca dengan gaun pink yg ia pakai


"kau sangat cocok dengan baju ini,jika nona suka nona bisa memilikinya,itu sudah tidak muat di badan ku" ucap sang pelayan yg menatap penuh senyum ke regina


"Benarkah terima kasih" regina memeluk pelayan itu "oh ia siapa nama mu?" regina melepas pelukannya


"Nama ku rere" ternyata namanya adalah rere


"nama yg bagus,astaga aku hampir lup sekolah,re aku berangkat dulu ya sampai jumpa" regina langaung berlari


"Tapi.." ucap rere khawatir


Regina trus berlari hingga keluar komplek elit milik wiliam dan berhenti di salah satu halte

__ADS_1


"Komplek itu sungguh mengerikan,jarak dari satu rumah kerumah lain,tidak jauh tapi melewati satu rumah sangat jauh hanya melewati 4 rumah saja seperti mengelilingi lapangan selama puluhan kali" regina yg masih ngos ngosan


Tak lama ia menunggu bis datang dan regina langaung menaikinya...


__ADS_2