
setelah beberapa hari menjalankan aktifitas kantornya Arya mengingat bahwa ketua besar keluarga Kurnia lagi mengalami sakit parah dan umurnya masih sekurang 6 bulan lagi.
Selvi ke ruangan ku sebentar
baik tuan "Selvi menerima panggilan seluler dari Arya"
setelah beberapa menit Arya menunggu Selvi datang.
tok. tok. tok.
masuk sel.
iya tuan ada apa?
o ya sel sekarang ada kegiatan apa aja. " Arya bertanya kepada Selvi"
kosong tuan muda! nanti baru aja mitteng jadwalnya besok lusa. "Selvi"
baiklah sekarang kita ke Magetan menemui keluarga Kurnia, dan kita lihat dulu mereka menerimaku apa tidak. "arya"
baik tuan, ap perlu saya mengajak Rara? " Selvi"
ajak saja tapi kamu jangan bocorkan identitas ku dan biarkan mereka tahu dengan Arya ayang sederhana dari kampung.
baik tuan.
setengah jam berlalu persiapan Arya, Selvi dan Rere berangkat menuju Magetan.
setelah 2 jam perjalanan Arya dan yang lain sudah sampai di kediaman keluarga Kurnia. penjaga melihat mobil yang baru datang
nona Selvi " Sorang penjaga menyapa "
keadaan Ketua besar bagi mana "tanya Selvi ke penjaga"
tidak ada perkembangan ya baik. " penjaga"
baik la boleh kamu menemui om. " Selvi"
boleh nona silahkan.
Selvi, Rara, dan Arya berjalan mengikuti penjaga yang mengantar ke ketua.
maaf ketua nona Selvi ingin bertemu" penjaga"
baik suruh masuk.
selamat pagi ketua "Selvi memberi salam".
pagi Selvi, ada apa gerangan yang sampai kamu datang ke sini. " Kardi Kurnia"
maaf ketua saya apakah ketua masih ingat dengan anak ibu lila " Selvi"
apa kamu sudah menemukan anak Lila? " Kardi Kurnia"
sudah ketua, kemarin saya tugas di suatu daerah yang berada di kab Grobogan dan menemukan anak dari ibu lila.
benar itu sel?
benar ketua.
dimana dia?
Arya dan Rara memasuki ruangan tersebut. sontak Sukardi kaget melihat sosok seorang yang berpakaian sederhana, Tampan dan berwibawa.
Selvi apakah ini anak Lila?
benar ketua, ini anak ibu lila namanya Arya Kusuma.
ketua Kardi Kurnia berdiri dan menghampiri Arya.
__ADS_1
nak kamu sudah tumbuh besar, aku tidak menyangka bahwa Kakak mu ini yang menemukan kan mu. " ketua Kardi Kurnia"
terima kasih ketua saya tidak tahu kerabat ibu saya. cuma kerabat ayah yang saya ketahui tapi setelah ayah dan ibu tidak ada keluarga ayah saya tidak menganggap saya ada. " Arya bercerita"
kurang ajar siapa yang berani main-main dengan keponakan ku. " Kardi marah mendengar cerita Arya "
ketua maaf saya sudah tidak mempermasalahkan hal tersebut, nanti ada waktunya mereka akan hancur di tangan ku.
baik Arya. kamu jangan sungkan meminta bantuan kepada kami.
baik ketua.
Arya panggi aku om saja karena aku adalah adik dari ibumu. dan jangan sungkan karena sebenarnya yang mempunyai hak menjadi ketua adalah ibu kamu karena dia adalah anak pertama dari keluarga Kurnia " ucap Kardi".
tidak apa-apa om saya tidak mempermasalah hal itu. maaf om kalau boleh tahu apa kakek sedang sakit." ucap Arya"
benar ponakan ku, kakek kamu lagi sakit kami kawatir kalau kakek tidak bisa di sembuhkan maka pondasi keluarga Kurnia akan pecah, karena kakek kamu adalah pondasi keluarga Kurnia.
kalau boleh saya mau menyembuhkan kakek om.
emng kamu bisa nak.
semoga saja, karena saya perkirakan umur kakek tinggal 5 bulan lagi. "ucap Arya"
haha bagaimana kamu tahu kalau kakek mu umurnya tinggal 5 bulan lagi. " ucap Kardi kaget"
kemarin Selvi melihatkan foto kakek dan coba saya cek, ternyata tubuh kakek sudah lemah karena penyakit bertahun-tahun yang di alami sama kakek dan penyakit jantung kakek berkali-kali Kabuh dan berkali-kali juga kakek selamat akan tetapi untuk ini kakek sudah melebihi batas tubuh kakek. " ucap Arya"
Kardi sangat kaget dengan apa yang di ucapkan oleh keponakannya yang baru ketemu ini, masalahnya semua yang dikatakan oleh Arya benar tidak meleset dengan yang di omongkan oleh dokter.
bagaimana om boleh saya menyembuhkan kakek. " arya bertanya kepada paman Kardi"
baiklah ponakan ku ayo mari kita lihat kondisi kakek mu. " ucap Kardi"
Kardi Kurnia berjalan ke lorong dan masuk ke sebuah ruangan yang sangat luas dan di ikuti dengan Arya dan Selvi.
salam pada ayah. " ucap Santoso Kurnia"
memang ayah tidak merasakan siapa dia ayah " Kardi menjawab ayahnya"
sebentar Kardi!!
dengan menyempitkan matanya kakek santoso Kurnia melihat sosok pemuda tampan dan mengingatkan seseorang yang dia kenal.
jangan-jangan dia anak dari Lila dan berarti dia cucuku yang hilang Kardi. "kakek Santoso menebak"
betul sekali kakek. dia adalah cucu kamu dan anak dari kakak Lila yang di bawa suaminya bersembunyi kak Lila di suatu desa yang berada di kabupaten Grobogan. " Kardi menerangkan kepada ayahnya"
Santoso Kurnia berdiri dengan badan yang renta dan sulit berjalan menghampiri Arya yang sedang menatap kakeknya.
cucuku ku, apa benar kamu cucuku.
benar kakek aku cucumu anak dari Burhan Kusuma dan Lila Kurnia. " Arya menjawab pertanyaan kakeknya."
maafkan kakek yang selama ini tidak mengetahui keberadaan dan kondisi kamu, kakek mencari kamu ke Jogja,Klaten dan solo berharap kakek bisa bertemu sama kamu. tpi gak kakek sangka ibu mu dan ayahnya membawamu sampai ke Grobogan yang. " jawab kakek Santoso sambil menangis"
tidak ap kakek Arya senang bisa bertemu kakek lagi dan tujuan Arya kesini ingin menyembuhkan kakek, karena menurut Selvi kakek lagi sakit. "jawab Arya"
Selvi kenapa kamu tidak memberi tahu kakek kalau kamu sudah bertemu dengan Arya cucuku. " kakek Santoso bertanya"
maaf kakek selvi bukan menyembunyikan keadaan adik Arya, karena adik Arya berada di kampung Jatinom, dan Selvi dapat proyek di sana. " Selvi menjawab dengan sedikit berbohong untuk menutupi kebenaran siapa Arya."
emng kamu dapat proyek apa di daerah Jatinom. "kakek Santoso bertanya"
sebuah peternakan sapi perah kakek" jawab Arya yang melihat Selvi bingung"
dan tidak di sangka saya salah satu yang mengajukan proyek itu kakek, jadi saya sama kakak Selvi bisa ketemu.
o begitu nanti kakek juga akan bantu proyek kalian." kakek Santoso menjawab dengan senyum"
__ADS_1
bagaimana kakek apakah Arya bisa membantu menyembuhkan kakek.
" Arya menanyakan kembali ke kakek Santoso"
baiklah Arya kakek minta bantuanmu.
baik kakak terima kasih atas kepercayaan yang dikasih kakek kepada Arya.
kakek bisa buka baju bagian atasnya.
dengan bantuan Kardi kakek Santoso duduk.
Arya melihat tubuh kakek nya yang sangat lemah dan mengecek semua bagian organ tubuh dalam kakeknya.
ok sudah siap.
Arya mengepalkan tangan ya dan mulai menarik jarum perak di sakunya, semua jarum berterbangan seperti ada tali yang mengikat jarum perak tersebut. dan akhirnya jarum perak di lemparkan ke semua titik akupuntur kakek Santoso.
orang-orang di ruangan itu kaget dengan keahlian yang di tunjukan oleh Arya.
Arya mempersiapkan tenaga dalam yang akan di salurkan ke dalam tubuh kakek
duar energi yang muncul dari tangan Arya sangat kuat, Arya meletakan tangan nya di punggung kakek Santoso yang mengakibatkan jarum perak berubah menjadi hitam. 1 menit kemudian kakek memuntahkan darah yang berwarna hitam. kakek Selvi ingin berlari ke arah kakek tapi di tahan oleh pak kardi
jangan Selvi biarkan Arya bekerja.
iya ketua.
Santoso merasakan tubuhnya mulai pulih dan tenaga dalam yang di salurkan oleh Arya menjadikan rasa hangat di dalam tubuh Santoso. dan akhirnya duarrrrr ledakan keras karena Arya untuk menyelesaikan fase terakhir, Arya menghentikan pelan-pelan tega dalamnya.
selesai,
kakek bagaimana keadaan mu.
wah kakek sembuh kekuatan kakek kembali seperti semula dan serasa kakek akan hidup ratusan tahu lagi.
om ini ada beberapa obat herbal yang harus om cari untuk memulihkan kondisi kakek biar seperti sedia kala kembali.
iya Arya terima kasih.
kakek istirahat dulu jangan loncat- loncat begitu,
maaf Arya cucuku kakek terlalu senang dan gembira.
kakek maaf ada yang mau saya omngin Sama kakek.
apa cucuku.
kakek pernah denger atas kecelakaan ayah dan ibu?
iya cucuku kakek juga sempet menyelidikinya dan ternyata semua bukti yang kakek kumpulkan mengarah ke nenek tirimu dari keluarga Kusuma.
ternyata benar nenek itu yang membunuh ayah dan ibu. " Arya berkata dalam hati"
kakek tahu informasi nenek tua Bangka itu dimana?
kalau gak salah di Jogja Deket daerah parang Tritis.
besok Arya dan Selvi dan di temenin Rara akan segera ke Jogja untuk melakukan pencarian nenek tua Bangka itu dan membuktikan bahwa dia sudah membunuh ayah dan ibu.
Arya kamu jangan ceroboh di keluarga inti Kusuma sangat banyak ahli bela diri kuno.
Arya tersenyum melihat kakek.
kakek hebat ya level kakek sudah masuk ke tingkat utama 6. makanya kakek gak bisa melihat levelku saat ini. hehe
...****************...
...bersambung...
__ADS_1
...****************...