
setelah Laura berlatih di bawah bimbingan Yuli akhirnya Laura menjadi menjadi kultivator level utama level 8. dengan kamampuan perkembangan Laura yang sangat pesat, Laura tergolong orang berbakat, sebarnya keinginan Laura untuk bisa segera dengar yang lain.
"Laura kamu hebat bisa smpai tingkat ini"
"iya terima kasih Arya"
Arya mengeluarkan busur panah dan berharap pusaka ini menganggap Laura sebagai tuannya dan berjodoh dengannya.
" Laura coba kamu alirkan cakra mu"
"baik sayang"
Laura segera mengalirkan Cakra dalam tubuhnya. dan benar kalau pusaka itu menerima Laura sebagai tuannya, akan tetapi yang menjadikan mereka kaget elemen Laura sangat spesial. yaitu elemen petir
"Laura teteskan darahmu ke daramu ke senjata itu"
" baik sayang"
Laura langsung bertambah kultivasinya dengan pesat.
sedangkan keluarga Kusuma merencanakan untuk melenyapkan arya dan meminta bantuan kepada pembunuh bayaran yang di kasih julukan naga hitam.
keluarga Kusuma sudah tidak perduli dengan semua tetua yang tidak ad kabar.
akhirnya mereka mengambil keputusan untuk menyewa pembunuh bayaran naga hitam.
naga hitam d sangat di takuti di provinsi Jawa tengah. mereka adalah pembunuh bayaran yang sering di sewa penjabat dan pengusaha untuk membunuh lawannya.
saat Arya berjalan. di tengah kota solo merasakan bahwa dia diikuti oleh seseorang. meskipun dia menyembunyikan hawa keberadaan nya tapi tingkat kultivasi Arya tetap bisa merasakan merasakan mereka di samping Arya.
" beruntung sekali gak ada istriku yang bersama ku, kalau ada istriku bisa di ganggu oleh mereka "
Arya terus memutar-muter mobil di jalan kota.
" sialan kelihatanya kita ketahuan "
didalam Van hitam itu ada 10 orang berbadan besar semua
"aku pancing saja keluar dari kota."
Arya akhirnya pergi ke luar kota dan smpai di Jogja. dan berhenti di pantang parang Kusumo.
dan Arya turun dengan santai. dan berhenti menghadap laut.
"ayo serang dia."
"baik"
Arya merasakan 10 orang yang mendekat
"siapa yang menyuruh kalian untuk mengikuti ku " dengan santainya Arya bertanya kepada kelompok naga hitam.
" apa urusanmu"
" hahaha kenapa aku yang ingin kamu bunuh malah kalian tanya urusan ku. orang bodoh tetaplah orang bodoh''
"hahahah anak kecil menghina bodoh' pada kami"
"ayo kita serang dia"
pukulan 10 orang di hindari dengan mudah. dan tanpa sadar Arya tidak berpindah dari tempat,
"sialan dia sangat kuat"
Arya sangat bosen dengan tingkah laku mereka. akhirnya Arya menambah menadahkan tangannya ke depan dan menfokuskan cakranya ke telapak tangannya, bola api langsung menghantam 10 orang tersebut. dan mereka mati terbakar hangus tanpa sisa.
"hah aku gak bisa tahu mereka dari mna!! tapi ini sangat luar biasa seperti cerita novel Tetang sihir. haha"
" ya udah aku mau pulang aja"
Arya masuk mobil dan langsung menuju rumah. sedangkan di markas naga hitam mereka masih menunggu kabar dari 10 orang yang dikirim. tetapi tidak ada kabar sama sekali.
" tuan 10 orang yang kita kirim untuk membunuh musuh keluarga Kusuma tidak bisa di hubungi "
" apa bukannya mereka sangat kuat?"
"tuan maaf kami juga tidak tahu mereka masih hidup atau sudah mati. dan terakhir kali laporan dari 10 orang itu target menuju arah Jogja "
"kurang ajar sebenarnya siap yang kita lawan"
__ADS_1
" info nya target kita adalah seorang anak Bungan dari keluarga Kusuma tuan."
"seorang anak buangan"
" hp dari semua anggota kita juga tidak aktif dan semua hilang bagai ditelan bumi "
"kamu sekarang ke tempat keluarga Kusuma dan cari info tentang pemuda dan tempat tinggalnya."
"baik tuan."
rumah Arya
Arya sudah sampai rumahnya dan di sambut semua istrinya,
"bagaimana kerjaan kalian."
"bagus gak ada masalah."
"kamu dari mana sayang."
"aku mau cari tanah yang bagus untuk membuat sekte dan nanti para tetua yang mengambil alih untuk melatihnya."
" la udah ada ayang"
"belum"
"o ya Wid ayah kamu ada rekomendasi tanah gak di daerah sana."
" sebenarnya ada sayang, tetapi di kaku gunung Lawu."
"apa Wid kok gak bilang "
aku gak tahu, pikirnya kamu buat sekte di tengah kota atau di mna gitu"
"hahah Widi ayang, sekte kalau bisa nya tersembunyi kalau terang-terangan nama nya perguruan bela diri."
"emng beda nya apa?"sekte di kenal jg perkumpulan atau keluarga Wid."
kalau cuma perguruan orang umum aj bisa yang penting bisa bayar adminitrasi"
"Widi sayang coba kamu telepon ayah kamu."
"iya syang "
"kenapa Wid kok kelihatan nya ayah kamu ketawa.?"
"ya dengan mu syang, tentang masalah sekte dan perguruan "
"bagaimana ayah bisa bantu kita."
"bagaimana gak bisa syang itu aj tanah ayah, dulu mau di bangun vila tapi gak jadi maka nya sekarang malah di jadikan kebon saja dan pohon- besar yang ada di sana."
"ya udah besok kalian mau ikut ke sana semua."
"ya kalau bisa kita ikut syang"
"ayuk pada masuk dan tdur nanti ini jatah Dina syang yang nemenin kamu tidur.."
"apa kalian sudah buat jadwal sendiri."
iya syang."
"tapi jangan kaget kalau pas kita ber 7 lagi mau, kamu harus siap untuk melayani kami sayang"
"tenang lah aku akan buat kamu pingsan dan yang kamar buat Sekar dan Ratih jangan lupa, dia juga istriku. o ya kalau kalian mau ketemu mereka tinggal panggil aja, aku sudah memberitahu mereka kalian juga bisa manggil mereka "
baik syang.
" udah ayo aku kamar dina dulu "
" kalian jangan ngintip ya" Dina menggoda saudara-saudara nya.
"kami gak ngintip kok cuma kami ikut gabung din" Yuli membalas perkataan Dina.
"kalau mau gabung hayuk" Dina ambil senyum
"gak ah kamu duluan biar kamu 1 Minggu gak bisa jalan kare suami kita tu.. klau kurang palingan suami kira pindah kamar kita semua."
sebenarnya apa yang dikatakan Yuli itu masuk akal karena Arya tidak akan puas dengan satu wanita kalau dia sudah bertempur. dan apa yang dikatakan terjadi Dina sudah gak sanggup bertempur dengan Arya, Arya pindah ke kamar Mirna, langsung pindah ke kamar Yuli. terus ke kemar laura , langsung pindah ke kamar Selvi, langsung ke kamar Rara, langsung ke kamar Widi dan tidak lupa Arya memanggil Sekar dan Ratih di kamar masing-masing.
__ADS_1
malam itu Arya bisa membuat ke 9 istrinya ko dan pingsan semua Yuli yang dari tadi nyindir Dina di kasih hukuman oleh Arya sampai keluar hampir 30 kali.
akhirnya kembali lagi ke kamar Dina untuk membersihkan diri dan tdur.
"pagi harinya semua berkumpul di ruang tamu. Arya bertanya kenapa jalan kalian kayak gitu hahaha,"
"ini karena kamu" Dina kaget dengan jawab yang lain."
aku semalem di gempur oleh Arya , aku juga kata Laura , aku jga kata Widi, aku jga kata Mirna dan Selvi dan Rara sama."
apa jadi nenek yang di omngin Yuli kalau kita di hajar sama suami kita semalam ya.
" Din kamu tahu yang semalam aku hukum?"
"siapa syang"
"tu orang tua centil" Arya menunjuk Yuli.
" dia hampir 30 kali keluar dia pingsan pun tetep aku gempur Sampai aku puas hukum di.
"ih kanapa terus yang di hukum hingga aku susah jalan, dulu sama Laura kamu hukum aku sampai q tiga hari gak bisa jalan malam ini juga smpai ini aj lemes kaki ku.. "
kan katanya kamu pingin gabung aku sma Dina. ya aku kasih yang spesial dong.
semua orang di rmah ketawa dengan gembiranya, melihat kaki Yuli lemes susah untuk berdiri.
"pantesan dari tadi duduk gak bisa jalan ya" seru Dina ke Yuli.
" syukuri di hukum suami kita lagi kamu centil"
semau ketawa,
"ayo centil aku bantu jalan, emng kamu bisa jalan tegap.."
"gak"
"berarti kita semua gak bisa jalan tegap ni
hahah" Yuli ketawa sendiri dengan suara yang nyaring.
udah-udah gak usah pada ribut. ayo pergi.
"Oya Dina Mirna suruh stive pulang kampung pekerjakan dia di peternakan sapi perah yang sudah berjalan itu.. nanti untuk tukang kebun kita cari lagi aj.. stive kan temen kita juga."
"apa stive di sini kok aku gak pernah lihat ya" Laura kaget klau temen nya bekerja di sana.
"iya Laura stive di sini sudah 1.5 tahun tapi dia tidak tahu kalau Arya pemilik rumah ini, tapi kamu jangan ngomng ke stive ya nanti dia merasa di bohongi sama raya.wong Arya sia juga bekerja di daerah komplek ini."
"iya mbak."
" suamiku apa kamu sudah buat usaha di kampung?"
"sudah Laura peternakan sapi perah dan yang mengelola ayah Mirna dan ayah Dina."
"ayo berangkat lihat tanah dulu.
"baik syang"
1 jam perjalanan menuju ke tanah milik keluarga pak Junadi. dan mereka akhirnya sampai.
"wah ini luas biasa kita buat sekte yang luas. "
"iya suamiku. luas tana ini kurang lebih 20 hektar dan di sana ada pemandangan kebon teh."
iya syang ini sangat bagus.
"la mau kau bangun kapan ayah sudah menyiapkan tukang ya"
"gak usah kamu pikir Widi kan kamu tahu suami kamu ini siapa." Arya memberi contoh dengan sihir dasar elemen bumi. dan membangun tembok setinggi 4m.
ini apa ayang kok bisa.
lain bisa kok tapi kalian hanya bisa menggunakan elemen kalian saja.
kayak air bisa membuat Diding dari air. dan tanah bisa membuat Diding dari tanah , api pun juga bisa membuat Diding dari ap. kecuali elemen petir yang dimiliki oleh Laura.. itu sudah elemen yang spesial. elemen Laura adalah elemen penyerang tingkat terakhir dari api..
"nanti kalian berlatih menggunakan elemen kalaan. misal aku menggunakan elemen angin, ini mode serangan pisau angin, angin yang di keluarkan oleh Arya menebas pohon. dan mode bertahan Diding Angin ada sebuah Diding yang tidak terlihat yang terbuat dari sekumpulan udara."
aku sudah mengerti.
__ADS_1
baguslah dan setelah melihat tanah Arya mampir ke rumah Junadi. dan menjelaskan nanti untuk rencana pembangunan sekte.
bersambung