
Dina masih di atas tubuh Arya, Arya memandang mata dia yang semakin lama tertutup wajah Dina cantik, bibir Arya maju sedikit demi sedikit dan akhirnya beber Arya bertemu dengan bibir Dina.
dina kaget dia Merasa bahwa Arya sudah mencium dia berarti Rama sudah mengambil prawan bibir ya. mksut ya Arya mengambil ciuman pertama Dina.. karena kejadian yang hampir diperkosa Dina gak mau di cium di bibir dengan preman itu. tapi sekarang Arya telah mengambil ciuman pertamanya.
Mereka berdua menikmati ciuman ini Dina yang tadinya takut sekarang malah menikmati permainan ciuman Arya 20 menit Dina sadar. dan melepaskan. ciuman itu dari Arya.
Arya yang sadar dengan perbuatannya kepada Dina langsung meminta maaf kepada Dina. tapi Dian langsung menjawab gpp kok Ar q yang salah kok tadi q yang ngledek km smpai q jauh d atas mu. sekarang q yakin Ar bahwa k. laki² normal.
Ar q ke kamar dulu ya..
sambil berlari ke kamar Dina sambil tersenyum dan membayangkan kejadian yang barusan terjadi.
hadehhh apaan sih kok cuma di cium Arya kok dada q rasanya mau copot. apa aku beneran suka dan cinta Arya. sambil senyum² sendiri Dina membayangkan kejadian tadi dan sampai Dina tdur.
Arya melihat Dina lari dari kamarnya merasa bersalah kepada Dina.
hadehhh ap sih kok aku bisa cium bibir Dina. Dina pasti marah sama aku. Arya bingung dengan ini semua. y udah lah nanti q mau minta maaf sama Dina karena kecerobohan dan tindakan ku yang kurang pantas. tapi apa yang dimaksud oleh Sekar ini ya. jangan ah Dina kan sudah aku anggap keluargaku sendiri.
malam hari
jam menunjukan pukul 19.00. WiB
Dina, Jaka dan Arya keluar untuk mencari makan. dengan pakaian sederhana mereka bertiga keluar.
akan tetapi tidak sengaja bertemu dengan teman sekelas Arya dan Jaka di jalan.
teman itu bernama Romi dan Cindy.
Mereke berdua orang kaya. denger sari Dina bahwa Romi kuliah di jurusan dokter dan Cindy jurusan hukum.
tpi Arya tidak menyangka akan bertemu mereka.
wah ada temen kita ni syang.kata Romi ke Cindy.
iya syang tpi temen kita ini gak berubah Sana sekali tetap miskin. keduanya tertawa bersamaan.
eh kn jaka kan dan yang ini!! o ya km Dina kan dari kelas sebelah dulu.
wah orang miskin pada kumpul ni kata Romi sambil tertawa.
sayang jangan ngomng gitu dia itu buka orang miskin sayang.
__ADS_1
la trus apa syang.
gelandangan syang kedua ya tertawa bersamaan.
Ar yuk pergi aj dari sini gak guna juga kan denger ocehannya mereka.
hayu Din, jak. maaf Romi dan Cindy kami duluan.
hee orang miskin mau k mana kalian mau ngemis di lampu merah ya.
mendengar ejekan Romi dan Cindy Arya sedikit mengepalkan tangan nya dengan wajah marah. kalau dia saja yang di hina dia akan terima, akan tetapi mereka sudah menghina Jaka dan Dina yang sudah aku anggap sebagai keluarga q. tapi Dina memeluk Arya biar emosi ya hilang. Arya kaget Dina memeluknya.
Arya udah gak usah di urusin mereka berdua mereka memang kaya harta tetapi mereka miskin etika dan moral. udah ayo kita cepat cari makan q udah lapar.
Romi dan Cindy melihat mereka bertiga pergi dan akhirnya masuk ke dalam mobil mau jalan pergi tapi sebelum jalan Romi menyadari sesuatu yang tidak normal dengan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan.
ahh kok bannya bocor segala sih.
la g mna syang apa km bisa ganti ban.
g mana syang q gak bsa ganti ban hdehhhhhh kamu mah cowok ap cewek sih. ya buka gtu syang nanti tangan q kotor g mana. huft Cindy memalingkan muka nya ke arah lain dengan kesal.
sebelumnya Romi dan Cindy pergi melewati Arya dkk dan Arya memikirkan sebuah ide untuk mengerjai Romi Sama Cindy. Arya memejamkan mata langsung melempar paku ke ban mobil Romi ya tentunya tanpa sepengetahuan Dina sama Jaka. melihat mobil Romi berhenti Arya tersenyum dengan puas. dan berjalan menuju tempat makan dekat dengan kost mereka
flashback off
setelah makan mereka bertiga kembali ke kost akan tetapi Dina menerima telpon dari teman bahwa temen Dina yang bernama Widi masuk ke rumah sakit karena penyakit kangker otak yang selama ini di deritanya. Dina sebagai sahabatnya tidak tahu kalau Widi mempunyai penyakit kangker otak.
Dina bingung bagaimana ke rumah sakit masalahnya Dina masih trauma dengan kejadian itu.
akhirnya minta Arya untuk mengantar Dina ke rumah sakit.
Widi adalah anak dari salah satu pengusaha properti di kota solo. orang tua Widi mempunyai kekayaan yang sngat bnyak, keluarga Widi jga termasuk 10 orang terkaya di Indonesia tpi Widi tidak sombong dengan apa yang dimiliki oleh orang tuanya .
setelah sampai ke rumah sakit Dina Sama Arya langsung menuju ruang VVIP di lantai 5 rumah sakit terbesar kota solo.
setelah sampai di ruangan Widi, dina terkejut melihat keadaan temannya yang sedang terbaring d atas kasur dengan berbagai alat yang terpasang.
di menangis melihat teman baiknya keadaannya seperti ini.
orang tua Widi nama ya Junadi, keluarga Junadi sangat kaya dan di takuti karena kekuatan keluarganya sangat besar.
__ADS_1
pak Junadi: km Dina kan.
Dina: bener pak, gimana keadaan Widi pak.
pak Junadi: gak tahu Din ini sudah kesekian kali ya Widi masuk rumah sakit. tetapi dokter kali ini sudah menyatakan bahwa Widi masuk ke fase terakhir jadi hanya keajaiban saja yang bisa menyelamatkan Widi.
Dina: mksut bapak Widi akan ...
Dina tidak melanjutkan kata² nya.
pak Junadi : iya Widi akan meninggal, aku sendiri berat karena Widi adalah anak satu satu sayang. dia adalah harapan saya. tpi klau seperti ini saya kasian dengan Widi yang merasa sakit.
sambil mendengarkan obrolan Dina dan pak Junadi, Arya tanpa sengaja melihat Widi dan dengan teknik pengobatan yang di kuasai dirinya bisa menyembuhkan penyakit Widi .
dengan tidak sengaja Arya berbicara sendiri, aku bisa menyembuhkannya.
pak Junadi dan Dina sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Arya.
pak Junadi: apa maksudmu nak, ap km bisa menyembuhkan anak ku.
Arya: bisa pak dengan metode pengobatan yang di ajarkan turun temurun dari keluarga kami.
pak Junadi : anak muda kalau benar km bisa menyembuhkan anak saya, saya akan mengabulkan ap yang km mau maaf bapak saya tidak mau dengan semua itu saya ingin menyembuhkan anak bapak karena anak bapak adalah teman baik dari Dina.
pak Junadi : kalau begitu tolong anak saya anak muda. sebentar q akan minta ijin sama dokter.
Arya: baik pak.
pak Junadi: anak muda dokter sudah mengijinkan tpi dokter tetap harus memantau kondisi Widi.
Arya: baik pak gpp.
pak junadi: ayo silahkan masuk.
Arya melihat kondisi Widi sangat memprihatinkan kemungkinan untuk sembuh cuma 5%.
Juna segera meminta tolong kepada keluarga atau perawat ruma sakit untuk membuka bagian punggung Widi dan bagian depan di tutup dengan selimut
setelah semua persiapan selesai Arya mengeluarkan jarum perak berjumlah 9 dan disebar ke udara dengan kemampuan tenaga dalam Arya me fokus kan ke titik akupuntur dan semua jarum tepat di posisi titik akupuntur. dan langsung mengalirkan tenaga dalam ke arah jarum perak tersebut dan lama kelamaan warna jarum perak berubah jadi hitam, dengan cepat Widi memuntahkan darah berwarna hitam. dengan cepat Arya mencabut jarum perak di tubuh Widi. setelah itu tangan Arya diarahkan ke kepala Widi memberikan energi dan Widi mendesah karena esensi yang hangat d dalam kelapa dan tubuhnya. dengan seketika Widi sadar dan melihat semua orang yang berada d ruangan itu . kondisi Widi di periksa oleh dokter betapa kagetnya bawah penyakit Widi sudah sembuh.
bersambung
__ADS_1