Pemain Agen 080

Pemain Agen 080
PA080_19 (revisi)


__ADS_3

TELITI BACA INFO NOVEL AUTHOR YA


'Memikirkannya dari jauh hari?. Lihatlah Xiao Sa akibat perkataanmu yang terakhir kini semua mata tertuju kepada diriku... agar aku memberi penjelasan! Hah. Apa dari tadi penjelasan yang inginku sampaikan di dengar!'


"Huft"


'Astaga, apa-apaan umpatanku keceplosan keluar. Haduh haduh dasar mulut ini. Lihat semua mata mulai menatapku serius sekarang ini. Baiklah lanjutkan saja.


"Xiao Sa bukankah aku belum selesai menjelaskan semua maksudku tadi. Tapi kau langsung memotongnya. Dan lagi kau membuat pertanyaan yang sengaja memojokkan diriku." Tutur Xi Ta dengan suara yang di buat sedih akibat intimidasi mata semua orang. Ya tuhan.


"Hah? begitukah" Jawab Xiao Shen yang mencoba mengelak.


"Kalau begitu coba kau jelaskan kembali maksud perkataanmu" jawab Xiao Liho mencoba menengahi.


"Lagi?." jawab Xi Ta sedikit tak yakin karena mereka menyuruhnya seperti tanpa rasa bersalah.


"Ya" jawab semua orang serentak.


'Huft'


" Baiklah."


"Maksudku aku hanya berpikir akan lebih bagus jika aku menetap di asrama sekolahku nantinya. Itu akan mempermudah segala urusanku di sekolah. Ya seperti akan mempermudahku dalam urusan datang lebih mudah ke sekolah. Tapii... jika aku tidak mendapat izin dari semua nya itu juga tidak apa-apa. Aku juga sudah merasa nyaman dengan keluarga baruku. Mungkin akan lebih baik di rumah jika ku pikir-pikir ulang. Begitu"


"Jadi kau tidak bermaksud untuk meninggalkan keluarga Xiao." Tanya Xiao Sa kembali memperjelas penjelasan Xi Ta.


"Tidak... kapan aku mengatakan hal tersebut. Aku hanya mengatakan akan menginap di asrama sekolah tinggi itu nanti. Ya walupun aku nanti mendapat izin dari kalian semua. Aku juga akan pulang sekali dalam seminggu." Lanjut Xi Ta menjelaskan.


"Tidak" kata Xiao Yao


"Ya" kata Xiao Liho


'Tunggu tunggu apa maksud dari perkataan mereka... tidak ... ya ... hah apaan ini? '

__ADS_1


"Maksudnya kak, ayah?. Apa yang tidak dan ya."


Mereka langsung berbagi tatapan seperti dua orang yang sedang melakukan telepati... lalu Xiao Liho mencoba menjelaskan ...


"Maksudnya ayah membenarkan ucapan kakakmu nak." Ungkap Xiao Liho


"Hm... Begitu ternyata. Baiklah aku juga tak begitu keberatan untuk terus di rumah. begitu akan lebih baik." kata Xi Ta yang juga ikut menyetujui.


Sepertinya benar firasatnya yang tidak akan di bebaskan untuk sesuka menginap diasrama walau akan kembali dalam sekali seminggu. Begini juga lebih baik. Kehidupan nya sebagai seorang Xi Ta juga kurang asupan kasih sayang dari orang tua... Jangankan orang tua yang ia harapkan kini ia telah mendapatkan keluarga yang lengkap sekaligus. Ya benar ia telah mendapatkan tiga orang kakak sekaligus. Benar-benar anugrah yang sangat sangat ia harapkan dari sejak ia hanya di asuh sang kakek.


---


Pembicaraan di ruang tengah selepas sarapan itu terus berlanjut. Nahkan kini jarum jam telah menunjukan angka jam sembilan tapi sepertinya belum ada dari mereka yang akan berniat untuk beranjak dari pembicaraan hangat di ruangan itu...


Gelak tawa bahkan tak akan mungkin lagi terasa asing bagi mereka. Karena kini keluarga itu sudah seperti layaknya keluarga pada umumnya. Jika dahulunya hanya ada kakak tertua dan ayah yang cukup kaku. Kini telah datang sang adik perempuan yang meramaikan, dan di sempurnakan oleh kakak kedua dan ketiga yang humornya terlalu berlebih. Semua masih tertawa... Sampai


Xiao Sa melemparkan pernyataan


"Karena YuaYua tidak akan menginap di asrama maka aku yang akan mengantar jemput dirinya."


"Apa-apaan aku yang akan mengantar Yua'er ke sekolah." sebelum Xiao Yao dan Xiao Liho berbicara setelah melayangkan tatapan sengit itu telah di potong oleh Xiao Jing.


Suasana mendadak hening seketika... lebih tepatnya perang tatapan.


"Huft. aku ingin pergi sendiri, bisakah?" Xi Ta benar-benar mencairkan suasana dengan mengeluarkan suaranya di suasana diam ini namun mencekam.


Ah kini tatapan mata semua orang berpindah pada nya. Namun tak lama mereka semua berbagi pandang. Seperti mempertimbangkan usulan tersebut.


"Akan ayah pertimbangkan" kini giliran Xiao Liho yang mencairkan suasana.


Sambil meminum-minumannya dengan santai dan anggun Xiao Yao berkata, "Sebelum keputusan ayah keluar aku yang akan mengantarmu..." katanya terputus dan melayangkan tatapan mengancam pada dua saudara lain nya "Karena aku saudara tertuamu." Dan melanjutkan kembali meminum minumannya. Itu benar benar anggun.


Itu benar-benar membuat Xiao Sa dan Xiao Jing tak dapat berkutik lagi.

__ADS_1


---


Kata-kata yang diucapkan semalam oleh Xiao Yao benar benar terjadi. Di hari pertamanya masuk universitas ia diantarkan oleh Xiao Yao.


Universitas SG. ya seperti nama 'Second Gida' ini milik keluarga Xiao namun tepatnya untuk putra kedua mereka, Xiao Liho. Dan kini ini tak hanya menjadi usaha Xiao Liho sendiri karena ia memberikan nya untuk Xiao Jing. Sang anak yang mengikuti jejak sang ayah dalam dunia orangorang investor. Sepertinya ia hanya akan fokus pada satu pekerjaannya saja.


Nama 'Universitas SG' digambarkan dengan sangat jelas di gedung termegah kampus itu.


"Ah kak, aku akan masuk. Aku akan mengabarimu kembali ketika pulang, namun jika kau sibuk aku bisa naik kendaraan umum."


"He em. Jika aku tidak dapat menjemputmu maka aku akan menyuruh Jing menjemput mu. Aku tak mengizinkan dirimu naik kendaraan umum."


"Ya, ya baiklah sesuai perkataanmu"


Xiao Yao menepuk sayang kepala sang adik walau ia tahu sang adik kesal dengan yang ia katakan tapi adiknya ini masih mau mendengarkan apa yang ia katakan.


"Baiklah sekarang kau masuklah. Sebelum kau ketinggalan atas kelas mu."


"He em. Ya aku akan masuk. Berhati-hatilah di jalan nanti. Dan juga kau yang harus menjemputku nanti kau sudah mengatakannya semalam bagaimana mungkin kau mau menyusahkan jing. Itu benar-benar sewena-wena akan posisimu yang merupakan saudara tertua."


"Heh kau juga melakukan itu pada posisi mu"


"Hah?"


"Ya, ya aku akan berhati hati dan akan menjemput anda kembali lagi saat waktu nya pulang tuan putri."


Xiao mengatakan itu dengan senyum mengembang tak terlalu jelas di bibir nya, tapi cukup terlihat di kedekatan. Walau itu bermaksud menyindirnya Xi Ta malah membalas juga dengan senyum yang sangat terlihat jelas. Dan juga membalasnya dengan bercanda juga.


"Baiklah supirku. Kau harus segera menyelesaikan urusanmu sekarang dan kembali ke sini lagi saat aku memanggilmu melalui telepon."


"Saya akan melakukannya tuan putri setelah saya memastikan anda benar-benar masuk ke dalam kampus dengan selamat dan tidak tersesat."


"Heh kakak meremehkanku akan tersesat?. Tak akan. Kalau begitu aku masuk dulu."

__ADS_1


Tangan nya terus melambai walau wajah nya tak menoleh kebelakang. Meski akhirnya Xi Ta tak kan tau bahwa Xiao Yao membalas lambaiannya... tapi Xiao Yao tetap membalas lambaian yang bisa dibilang tak iklas tersebut.


*autor kurang menjelaskan ny tapi ini akan sangat di kupas di kedepannya. kakak pertama Xiao Yao bekerja untuk pemerintah\, namun memiliki perkerjaan lain yang hanya di ketahui oleh 3 Xiao bersaudara. Xiao Sa juga bekerja untuk negara lebih tepat nya ia memilih menjadi tentara. sedangkan untuk Xiao jing mengikuti pekerja sampingan sang ayah yang selain mengabdi untuk negara yakni sebagai seorang investor.*


__ADS_2