
'memikir kan nya dari jauh hari?. lihat lah Xiao shen akibat perkataan mu yang terakhir kini semua mata tertuju kepada ku... agar aku memberi penjelasan! hah. apa dari tadi penjelasan yang ingin ku sampaikan di dengar!'
"huft"
'astaga, apa apaan umpatan ku keceplosan keluar. haduh haduh dasar mulut ini. lihat semua mata muali menatap ku serius sekarang ini. baik lah lanjutkan saja.
"Xiao Shen bukan kah aku belum selesai menjelaskan semua maksudku tadi. tapi kau langsung memotong nya. dan lagi kau membuat pertanyaan yang sengaja memojok kan diri ku." tutur Xi Ta dengan suara yang du buat sedih akibat intimidasi mata semua orang. ya tuhan.
"hah? begutu kah" jawab Xiao Shen yang mencoba mengelak.
"kalau begitu coba kau jelas kan kembali maksud perkataan mu" jawab Xiao Liho mencoba menengahi.
"lagi?." jawab Xi Ta sedikit tak yakin karena mereka menyuruh nya seperti tanpa rasa bersalah.
"ya" jawab semua orang serentak.
'-_ huft'
" baik lah."
__ADS_1
"maksud ku aku hanya berpikir akan lebih bagus jika aku menetap di asrama sekolah ku nanti nya. itu akan mempermudah segala urusan ku di sekolah. ya seperti akan mempermudah ku dalam urusan datang lebih mudah ke sekolah. tapii... jika aku tidak mendapat izin dari semua nya itu juga tidak apa apa. aku juga sudah merasa nyaman dengan keluarga baru ku. mungkin akan lebih baik di rumah jika ku pikir pikir ulang. Begitu"
"jadi kau tidak ber maksud untuk meninggal kan keluarga Xiao." tanya Xiao Shen kembali memperjelas penjelasan Xi Ta.
"tidak... kapan aku mengatakan hal tersebut. aku hanya mengatakan akan menginap di asrama sekolah tinggi itu nanti. ya walupun aku nanti mendapat izin dari kalian semua. aku juga akan pulang sekali dalam seminggu." lanjut Xi Ta menjelas kan.
"tidak" kakak tertua Xiao Yua
"ya" ayah Xiao Yua
'tunggu tunggu apa maksud dari perkataan mereka... tidak ... ya ... hah apaan ini? '
mereka langsung berbagi tatapan mungkin lagi telepati ya?... hehehe... lalu Xiao Liho mencoba menjelaskan ... setelah melakukan telepati... hehehe...
"maksud nya ayah membenar kan ucapan kakak mu nak." ungkap Xiao Liho
"hah?". tanya Xi Ta lagi yang masih dapat menangkap maksud dari perkataan mereka berdua.
kali ini di giliran sang kakak yang tampan menjelas kan. ehem.
__ADS_1
"aku tidak mengizin kan ku untuk menginap di asrama nanti nya. bukan kah sudah kau pikir pikir ulang kata mu tadi bahwa akan lebih baik jika menghabis kan hari mu di rumah di banding di asrama sana?."
" ya benar itu lah yang ayah benar kan dari ucapan kakak mu tadi." sambung Xiao Liho setelah penjelasan anak sulung nya selesai.
"hm... begitu ternyata. baik lah aku juga tak begitu keberatan untuk terus di rumah. begitu akan lebih baik." kata Xi ta yang juga ikut menyetujui.
seperti nya benar firasat nya yang tidak akan di bebaskan untuk sesuka menginap di asrama walau akan kembali dalam sekali seminggu. begini juga lebih baik. kehidupan nya sebagai seorang Xi Ta juga kurang asupan kasih sayang dari orang tua... jangan kan orang tua yang ia harap kan kini ia telah mendapatkan keluarga yang lengkap sekaligus. ya benar ia telah mendapat kan tiga orang kakak sekaligus. benar benar anugrah yang sangat sangat ia harapkan dari sejak ia hanya di asuh sang kakek.
---
pembicaraan di ruang tengah selepas sarapan itu terus berlanjut. bahkan kini jarum jam telah menunjukan angka jam sembilan tapi seperti nya belum ada dari mereka yang akan berniat untuk beranjak dari pembicaraan hangat di ruang an itu...
gelak tawa bahkan tak akan mungkin lagi terasa asing bagi mereka. karena kini keluarga itu sudah seperti layak nya keluarga normal pada umum nya. jika dahulunya hanya ada kakak tertua dan ayah yang cukup kaku. kini telah datang sang adik perempuan yang meramaikan, dan di sempurnakan oleh kakak ketiga dan ketiga yang humornya terlalu berlebih.
hahaha... semua masih tertawa... sampai
Xiao Shen melemparkan pernyataan
"karena YuaYua tidak akan menginap di asrama maka aku yang akan mengantar jemput dirinya."
__ADS_1