
Kini Xi Ta telah memasuki halaman kampus. Karena semua keluarganya bekerja di pemerintahan dan tidak ada yang mewarisi Grup Xiao kelak dari pihaknya. Maka ia pun paham Xi Ta tidak mengambil jurusan manajemen yang akan membuatnya bergabung ke Grup Xiao kelak. Walaupun begitu ia telah paham dengan sangat baik mengenai manajemen perusahaan karena ia telak mempelajari dengan sangat baik hal itu di kehidupan sebelumnya. Jadi dia memilih jurusan model. Selain ia sangat menyukai dunia hiburan, ia juga bisa menjadikan pekerjaannya ini sebagai caranya balas dendam terhadap saudara tirinya itu, Xiao Jiya. Yang merupakan seorang model.
Di hadapannya terdapat sebuah pintu yang merupakan ruangan rektor. Tak butuh waktu lama ia mengetuk pintu ruangan rektor tersebut.
----
Pagi itu sang rektor duduk di kursinya. Menunggu kedatangan seseorang, karena sebelumnya Tuan Tua Xiao telah mengabarkan dirinya untuk menerima seorang mahasiswa baru yang akan masuk ke kampus ini.
Pintu ruangan itu terbuka. Ia melihat seorang gadis kecil dengan tampilan yang cukup sederhana.
"Permisi, saya ingin menyerahkan formulir mahasiswa baru ini." Xi Ta membuka suaranya saat pertama kali masuk.
"Mahasiswa baru?" Jawab rektor Wang ragu.
"Sebentar." Lanjutnya lagi.
Awalnya ia ragu apakah ini benar-benar orang yang di minta oleh Tuan Tua Xiao untuk ia terima di sini. sepengetahuan nya sangat susah untuk berhubungan dengan keluarga Xiao, terlebih untuk gadis sederhana ini. Tapi setelah ia melihat bahwa gadis ini mencalonkan dirinya sebagai mahasiswa baru, ia jadi percaya tapi itu tak menghilangkan keraguannya terhadap gadis di depan nya ini sekarang.
Xi Ta membuka suaranya lagi. "Jadi apakah saya di terima?"
"Ah, ya ya tentu, tentu saja." Jawab rektor Wang tergagap karena belum sepenuhnya tersadar dari keterkejutan nya.
"Jadi bisakah saya mengetahui dimana fakultas model?." Lanjut Xi Ta.
"Hah?" "Fakultas model?" Tanya rektor Wang yang kembali ragu. Setelah mengamati Xi Ta sekilas.
"Tentu saja. Saya mencalonkan diri sebagai mahasiswa baru fakultas model." Jelas Xi Ta yang membuat Wang Xi melihat kembali dengan cermat formulir pendaftaran yang baru saja ia dapatkan.
'Ini benar-benar fakultas model. Apakah gadis ini tidak salah memilih jurusan.?' Wang Xi menjadi keheranan dengan semua ini. Namun perintah yang ia dapatkan sore kemaren kembali menyadarkannya bahwa ia sepertinya tak memiliki hak untuk mengomentari jurusan yang di pilih oleh Xi Ta. Bahkan itu di pertegas dengan nama calon mahasiswa baru yang tertulis 'Xiao Yua, apakah ia kerabat Tuan Tua Xiao?'
"Ya tentu Saya akan memanggil kan orang yang akan menjadi ketua prodi-mu kelak." Setelah kembali tersadar akan lamunan nya. Ia segera memanggilkan ketua prodi jurusan model untuk keruangan nya segera.
---
__ADS_1
Mendapat panggilan dari Rektor Wang membuat ketua Prodi Su bergegas meninggalkan kelas yang sedang di ajarnya. Karena sangat jarang dan juga susah untuk bertemu dengan Sang Rektor. Biasanya hanya dekan saja yang dapat bertemu dengannya dan itu pun hanya sebulan sekali untuk mengikuti rapat bulanan kampus.
Tiba di ruangan Rektor Wang, Su Wong dihadapkan dengan selembaran kertas formulir pendaftaran.
"Apa maksud Anda dengan formulir pendaftaran ini, Rektor Wang?" Tanya Su Wong yang bingung dengan kertas di tangan nya itu kini.
"Mahasiswa ini mendaftar dengan jurusan yang kau ajarkan. Jadi silahkan kau bawa dia ke fakultas model bersamamu." Perintah Rektor Wang kepada Ketua Prodi Su.
"Ah begitu. Baiklah Rektor Wang." Jawab Su Wong atas perintah yang di berikan Wang Xi.
---
Suara tapak kaki mengisi kesunyian di koridor kampus menuju gedung fakultas modeling.
"Kau ikutlah bersamaku keruangan ku dahulu." Kata Su Wong kepada Xi Ta.
"Baik"
"Aku tidak tahu mengapa kau ingin memasuki fakultas ku. Tapi saran ku, kau sepertinya tidak cocok dengan jurusan yang kau pilih ini."
"Jadi maksud anda saya tidak memiliki bakat di bidang model?"
"Ya tentu saja. Kau begitu."
"Ny. Su seseorang yang akan menjadi model kelak akan selalu melakukan aksinya di atas pentas di hadapan banyak sekali orang."
"Itu sangat benar. Kau tahu itu tapi mengapa masih memilih jurusan ini?. Bahkan aku melihat dirimu saja mungkin sebelum naik ke atas panggung itu seperti akan tumbang."
"Namun dugaan Anda salah Ny. Su. Pandangan Anda salah terhadap saya dengan dugaan Anda kepada saya itu. Saya adalah orang yang sangat akan berguna di atas panggung nantinya."
"Atas dasar apa saya mempercayai itu?."
"Karena itu adalah kehidupan saya."
__ADS_1
"Heh. Bahkan jika panggung adalah kehidupan mu dan kau mungkin juga akan sangat berguna nantinya di atas panggung. Tapi dirimu sendiri lah yang tidak mendukung jurusan mu ini."
"Bentuk diriku memang belum."
"Belum?. Nak cobalah kau lihat dirimu. Sama sekali bukan body yang dimiliki seorang model. Apakah kau tidak pernah melihat bagimana body seorang model?. Dan jika pun belum apa kau pikir membentuk body seorang model se-instan itu. Sebaiknya kau pikir pikir lagi"
"Saya sudah memikirkan nya Ny. Su dan karena itu saya memilih jurusan ini. Dan disini saya mempertanyakan kinerja anda. Sebagai seorang pengajar bukankah seharusnya anda membangkitkan semangat siswanya, bukan mematahkan semangat seperti kata-kata yang baru anda ucapkan sebelumnya kepada saya."
"Kinerja saya sangat baik. Bahkan model model lulusan sini berhasil semua. Jadi itu tidak perlu di pertanyakan." Tatapan sinis kini mulai di layangkan oleh Su Wong karena Xi Ta mempertanyakan kinerjanya.
"Bagaimana jika begini saja. Saya akan membuktikan bahwa saya juga sanggup menjadi seorang model. Dan saya akan menunjukkan kepada anda dalam waktu 1 bulan saya akan hadir kembali di hadapan anda dengan tampilan, bakat dan aura yang baru seperti seorang model tanpa ada campur tangan anda dalam pendidikan saya. Dan akan menunjukkan juga kepada anda bahwa saya bahkan lebih baik dari model model lulusan sini yang anda ajar. Jauh melampaui model kebanggaan lulusan fakultas anda ini, Xiao Jiya."
"Heh, aku tidak yakin dengan itu. Tampa campur tangan ku kau tak akan bisa menjadi apapun. Melampaui Jiya'er"
"Tak perlu katakan itu Anda hanya cukup katakan taruhan anda."
"Kau, baiklah aku bertaruh dengan jabatan dan profesiku saat ini. Bagaimana?"
"Itu masih terlalu membosankan Ny. Su. Bagaimana jika. Taruhan mu itu di tambah dengan bahwa kau akan membeberkan apapun yang kau tahu tentang murid kebanggaan mu itu, Xiao Jiya.?"
"Kau. Apakah kau tidak takut dengan keluarga Xiao?"
"Tidak. Aku tidak. Jadi apa kau setuju Ny. Su?"
"Jika aku mengatakan aku setuju dengan taruhan ku ini. Lalu apa yang taruhkan disini gadis kecil?"
"Aku bertaruh jika aku tidak bisa mencapai hal tadi. Maka aku tidak akan muncul lagi di dunia permodelan, tak hanya itu aku tak akan pernah muncul di dunia hiburan. Dan jika pun perlu aku juga akan menunjukkan ketidaklayakan ku tampil di dunia hiburan di hadapan dunia."
"Kau sangat keras kepala rupanya. Baiklah aku setuju."
"Ingat dengan apa yang kau katakan hari ini Ny. Su karena aku merekamnya dengan sangat baik di dalam sini."
Perdebatan mereka terhenti setelah Xi Ta mengatakan hal tersebut sambil mengangkat tangannya yang menggenggam perekam suara. Dan pesan terakhir. "Ingatlah Ny. Su kedatangan ku kesini hanya untuk memperoleh sertifikat dari fakultas model saja. Bukan untuk menjadikan dirimu guru ku."
__ADS_1