Pemain Agen 080

Pemain Agen 080
PA080_19


__ADS_3

"ah, sepertinya para wanita cantik dari keluarga Xiao kita telah datang." Xiao Liho membuka obrolan ketika Xi Ta dan Jing Xian telah menduduki bangku nya masing masing di meja makan.


"dahulu saja saat hanya aku sendiri wanita di keluarga ini. kau tidak mengatakan hal tersebut. sekarang setelah Yua'er datang ke rumah ini. kalimat manis itu langsung meluncur dari mulut mu." cerocos Jing Xian pada sang suami hanya sebatas gurau an.


"hahaha...hany ibu yang memang bisa menyalah kan ayah seorang." tutur Xiao Shen di sela tawanya yang paling terdengar di ruang makan itu.


"hais... sudah sudah. mari kita mulai makan lagi sebelum itu dingin."


semua orang kembali tertawa atas kata kata Xiao Liho yang mencoba mengalihkan pembicaraan. tak terkecuali untuk Xi Ta sendiri yang juga terhanyut atas kehangatan keluarga baru nya ini.


ah seperti nya ia akan mengurung niatan untuk menginap di asrama dan juga seperti nya ia juga harus terbebas dari banyak an masa lalu yang mengharuskan ia berhati hati dalam segala hal dan tindakan walaupun berada di rumah sendiri. karena disini adalah kehidupan baru nya walau tidak untuk seterusnya.


sarapan pagi pun mulai mereka nikmati dengan lahap bahkan tak ada sungkan nya untuk seorang anggota baru keluarga Xiao itu. mungkin karena telah terbiasa menghabiskan waktu bersama mereka di rumah ini.


---

__ADS_1


sepuluh hari itu jatuh pada hari sabtu yang tak mengharuskan setiap anggota keluarga Xiao untuk meninggalkan keluarganya di pagi hari yang cerah ini. ya intinya mereka dapat datang bekerja sedikit lebih telat dari hari biasa.


Xi Ta sedikit ragu untuk mengeluarkan argumen nya agar bisa menginap di asrama sekolah tinggi nya nanti. dan sepertinya hal yang sama berlaku juga pada Jing Xian. wanita berkepala lima itu masih tak rela melepas anak gadis yang baru ia dapat kan itu.


"Ayah, jika aku mengajukan untuk dapat menginap di asrama sekolah ku nanti. apa aku akan mendapatkan izin mu?" kata itu akhirnya keluar juga dari mulut mungil milik Xiao Yua. yang menjelaskan dengan lambat dan cukup tersendat akibat keraguan nya.


"asrama?. kau bermaksud meninggal kan keluarga Xiao Ini. kau bermaksud meninggal kan kami? nak ?."


'Hah.. apa apa an ini.. pertanyaan yang sama dengan yang di lontar kan Jing Xian. apa mereka sudah melakukan konspirasi di belakang ku sebelum aku mengutara kan pertanyaan yang sama. ?'


"tidak" kata itu terlontar daei mulut si kakak tertua nya.


'heh lihat lah aku belum memberi kan pertanyaan kepada nya tadi ia telah menjawab duluan. apa apaan pertanyaan ku langsung di tolak. begitu saja!'


'huft aku tak kan menghiraukan dirimu. aku akan menanyakan ulang pada ayah.'

__ADS_1


"ayah aku..." sebelum Xi Ta melanjutkan kata kata nya. Xiao Liho langsung memotong.


"tidak"


'hah... lihat lah mereka. ini benar benar konspirasi di belakang diri ku. menjawab tidak sebelum aku menjelaskan. benar benar deh aku merasa di perdaya mereka. huft!'


"bukan, bukan begitu maksud ku. aku hanya berpikir akan lebih bagus jika aku menetap di asrama sekolah ku nanti nya. itu akan mempermudah segala urusan ku di sekolah. ya seperti akan mempermudah ku dalam urusan datang lebih mudah ke sekolah. tapii..."


'tapi jika aku tidak mendapat izin dari semua nya itu juga tidak apa apa. aku juga sudah merasa nyaman dengan keluarga baru ku. mungkin akan lebih baik di rumah jika ku pikir pikir ulang'


belum selesai Xi Ta mengutarakan alasannya secara jelas namun telah di potong kembali oleh Xiao Shen


"YuaYua aku tidak akan mengizinkan mu. kau baru saja menjadi adik ku tapi kau sudah ada rencana untuk meninggal kan diri ku. apa kau sudah memikir kan ini dari jauh hari?" tukas Xiao shen tanpa jeda seperti memang berniat memojok kan Xi Ta.


'lihat lah mereka semua. aku belum menyelesai kan semua kata kata ku. tapi lihat tak hanya satu orang yang memotong kata kata ku. huft. ingin sekali ku teriakan pada mereka biarkan diriku menyelesai kan kata kata ku dengan baik dan benar! '

__ADS_1


__ADS_2