Pembalasan Dari Sang Ratu

Pembalasan Dari Sang Ratu
Chapter 22


__ADS_3

"Nona!!.."


Seorang pelayan berambut cokelat dan mata coklat bersinar saat terkena cahaya matahari berlari kearah pintu menuju kasur Alicia dan menangis tersedu serta mata merah.


"Nona .. hiks .. hiks .. saya pikir anda tidak akan bangun",


"Apakah nona benar baik-baik bilang saja?" ucap pelayan itu dengan wajah khawatir dan mata yang bengkak karena terlalu lama menangis .


"Ya aku tidak apa-apa"jawab Alicia.


"sudah beberapa hari nona muda tidak bangun dan tidak makan, aku benar-benar khawatir pada nona muda" Gumam pelayan tersebut.


"Eh Lulu sepertinya potion tadi benar-benar bekerja sekarang aku bisa mendengar isi hati pelayan", ujar Alicia.


°Benarkah master,",Seru Lulu.


"Dia mengkhawatirkan aku, apakah dia pelayan setia Alicia di novel?", tanya Alice.


°Benar sampai kematian Alicia pun wanita itu tetap setia dengan Alicia, dia rela menjadi tameng pelindung untuk Alicia dan membuatnya mati ",Ucap Lulu.


"Hmm ..ini menyenangkan aku bisa membaca pikiran orang lain",Gumam Alice.

__ADS_1


*Percakapan mereka tidak bisa didengar oleh siapapun.


"Nona apakah kamu butuh sesuatu",Tanya pelayan tersebut dengan wajah yang cemas dan khawatir.


"Ambilkan aku kaca sebentar"


"Baik nona", ucap gadis pelayan itu dengan semangat.


"Ini kaca nya nona"


"Hmmm" Rambut putih kebiruan dan mata peridot cerah, hidung dan bibir yang mungil, mata besar tajam, serta perawakan bagai putri yang anggun, siapapun melihatnya pasti akan tunduk dengan keindahan yang bijaksana dan tegas tetapi ada sedikit kelembutan didalamnya.


"Maria, namamu maria kan?",


Mata gadis pelayan itu terbelalak, "apa!! .. nona bahkan belum pernah memanggil namaku dan sekarang ia memanggil namaku, itu membuatku senang", Gumam mary


"hmm .. sesenang itukah dia setelah aku memanggil namanya, baiklah mulai sekarang aku akan memanggil namanya", Gumam Alicia menatap wajah Maria.


"I.. iya nona",Jawab mari dengan wajah tersenyum cerah.


"Hoo akhirnya gadis sialan itu sudah bangun, benar-benar merepotkan mencoba untuk menceburkan diri kedalam kolam",Ucap seorang pria yang tiba masuk dengan warna dan rambut yang mirip dengan Alicia, ya dia adalah saudara Alicia yang bernama Theo willburg.

__ADS_1


"Apaan ini, begitu kasar",Gumam Alice.


"Tuan muda tolong pelankan suara anda , nona Alicia baru pulih"Ucap Maria sambil menghadang mereka.


"Kau hanya pelayan tak perlu ikut campur urusan keluargaku kerjakan saja tugasmu" tegas Theo dengan memasang tatapan dingin dan mengintimidasi.


"....."


"Heh kenapa kamu diam tidak berani menjawabnya kah , dan aku peringatkan lagi ya jangan pernah menggangu Stella lagi, kalau tidak kau akan mendapat akibatnya", tegas Theo dengan wajah yang meledak emosi lalu pergi dari kamar Alicia sambil membanting kan pintu dengan kuat.


Alicia hanya diam dan memasang wajah heran.


"Maria bisakah kau tinggalkan kamarku aku ingin sendiri sebentar",Ucap Alicia dengan nada yang lembut.


"Baiklah nona , kalau ada apa panggi saya "Ucap Maria dan pergi mengundurkan diri dari kamar itu.


"Haish apa-apaan itu dia benar-benar kasar terhadap perempuan", ucap Alicia sambil menghela nafas.


°Anu .. master kalo dibandingkan dengan kekasarannya, sebenernya Alicia bahkan lebih kasar dari dia, Ah dan satu lagi, kamu sudah bertunangan dengan protagonis pria, Alicia merengek kepada kedua orangtuanya untuk menjadikan protagonis pria sebagai tunangan, Protagonis pria pun terpaksa menerimanya, dan itu membuat kebencian protagonis pria membesar° ujar Lulu.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2