Pembalasan Dari Sang Ratu

Pembalasan Dari Sang Ratu
Chapter 3


__ADS_3

...---------------...


Karena tatapan Alice, Yuyu pun terkejut.


"hah? Apa barusan dia itu menatapku dengan dingin, sial kenapa dia begitu berani padaku sekarang, akan aku beri pelajaran padanya nanti", ucap Yuyu dengan kesal.


"Heh ingin memberi aku pelajaran, kita liat nanti siapa yang memberi pelajaran kepada siapa nantinya", ucap Alice dengan dingin.


Yuyu pun bergegas meninggalkan ruangan dengan kesal.


"Master apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?", ucap Lulu dengan rasa penasaran.


Tentu saja akan ada hal yang menarik yang akan terjadi nanti",ucap Alice dengan tersenyum sinis.


"ughh... sepertinya nasib protagonis wanita itu akan sial", Ucap Lulu dengan ekspresi kasian.


"Semuanya rapat akan diadakan 5 menit lagi segeralah bersiap, bos akan menunggu diruang rapat," ucap salah satu karyawan yang berada didepan pintu masuk ruangan.


"Baiklah...", ucap para karyawan yang ada didalam ruangan.


Semua karyawan pun bergegas pergi keruangan rapat termasuk Yuyu.

__ADS_1


Ketika semua sudah duduk di kursi masing-masing, Evan pun mulai rapat.


"Bagaimana perkembangan kontrak yang dijanjikan oleh perusahaan lain?, apa ada kemajuan?", tanya Evan dengan nada dingin dan serius.


"ughh.. adaapa dengan bos kenapa sekarang dia tampak kesal?", bisik para karyawan.


"Semua kontrak sudah diselesaikan dengan baik, dan perusahaan lain juga akan menjanjikan keuntungan yang besar pada perusahaan kita, ini kontrak perjanjiannya bos", ucap Yuyu dengan serius dan percaya diri, sambil menyerahkan dokumen kontrak.


''Huh.. kau liat kan aku lebih baik dari pada kau, aku sudah bekerja keras untuk menyelesaikan kontrak itu, sadarlah hanya aku yang bisa bersama Evan", ucap Yuyu didalam hatinya sambil tersenyum dan Melihat kearah Alice.


"Liatlah raut wajah sombongnya itu, Rasanya ingin kupukul dengan batu!!..", ucap Lulu dengan nada kesal.


"......


Evan hanya terdiam saat melihat kontrak itu, dan seketika dia merubah raut wajahnya dengan cepat lalu melemparkan dokumen itu dengan kuat ke meja didepan tempat duduk Yuyu.


"Sialan apa kau sedang bercanda denganku berani-beraninya kau melakukan lelucon kepadaku dengan memberikan dokumen kontrak kosong kepadaku, apakah kau ingin segara dipecat!!..", ucap Evan dengan nada marah besar.


Yuyu pun terkejut mata ia pun melotot dan dengan cepat mengambil dokumen kontrak tersebut lalu memeriksanya dengan teliti


"A..apa kenapa bisa jadi seperti ini, sialan siapa yang melakukan ini, aku sudah berkerja keras menyelesaikannya bagaimana bisa seperti ini", ucap Yuyu dengan cemas didalam hatinya.

__ADS_1


Yuyu pun melihat ke arah Alice dan melihat Alice tersenyum licik kearahnya.


"Sial jadi dia yang telah melakukan ini semua!!.., awas saja akan ku balas nanti, agghh... benar-benar sialan!!..", ucap Yuyu didalam hati dengan perasaan kesal dan marah.


"Heh ingin bermain denganku, akan kutemani kau sampai selesai",ucap Alice didalam hati dengan tersenyum Sinis.


"Bo..bos.., i.ni bisa saya jelaskan, saya sudah dijebak bos tolong jangan pecat saya, saya benar-benar tidak bermaksud begitu Boss", ucap Yuyu dengan cemas dan gugup.


"Hah? tidak bermaksud? Apakau pikir rapat ini di adakan hanya untuk bermain-main", Ucap Evan dengan emosi.


"haish.. benar-benar berani sekali membuat bos marah dirapat awal", ucap para karyawan yang ada di ruangan rapat.


Yuyu pun berdiri dan menunduk dihadapan Evan dan mengeluarkan air matanya.


"Boss.. maafkan saya bos, saya benar-benar dijebak bos tolong maafkan saya", Ucap Yuyu dengan nada minta dikasihani.


"haa.. , sudahlah hari ini rapat selesai semua kembali keruangan masing-masing", ucap Evan dengan menghembuskan nafas dan menahan emosi.


"Te..terima kasih banyak bos, terima kasih...", ucap Yuyu dengan nada senang karena tidak jadi dipecat.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2