
Para karyawan pun bergegas keluar ruang, Yuyu langsung bergegas menghampiri Alice dan mencoba menampar Alice, tetapi dengan cepat ditakas oleh Alice dan Alice pun menampar balik Yuyu dengan keras.
*plak..
"Agghh...., kenapa kau menamparku balik ha.. sialan, kau telah mencelakai aku, aku tidak akan tinggal diam!!..", ucap Yuyu dengan nada kesal.
"Heh.. ingin melawanku?, kau tak akan sanggup", ucap Alice dengan nada menghina.
"A..paa?", ucap Yuyu dengan nada terbanta-bata.
"Kau saja berani melukaiku dengan pisau sehingga membuatku hampir mati kemarin, mengapa aku tidak bisa membalas balik?", ucap Alice dengan nada dingin.
"K..kau...",ucap Yuyu dengan nada ragu-ragu.
"Apa? melukai dengan pisau?, apa yang terjadi kenapa kau terluka?", ucap Evan yang tiba-tiba sudah berada ditempat.
"Halo bos", ucap Alice dengan formal sambil menunduk.
"Bos..? mengapa anda ada disini bukankah Anda masih ada diruang rapat tadi",Ucap Yuyu dengan nada cemas.
"Ini kantorku, kenapa aku harus izin denganmu untuk pergi kemanapun",ucap Evan dengan nada kesal.
"ti..tidak bukan begitu , saya... saya hanya bertanya..",jawab Yuyu dengan nada cemas.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?, kenapa kau terluka?",Ucap Evan dengan nada penasaran.
"Tidak ada yang terjadi bos, saya baik-baik saja",ucap Alice dengan nada dingin.
"Karena aku bisa mengatasinya sendiri, tidak perlu kamu membantu", jawab Elice didalam hatinya.
Evan pun terheran kenapa Alice yang biasanya selalu bar-bar di depannya pun tiba-tiba berubah menjadi dingin dan tak acuh.
"hmm.. sepertinya ini bukan waktu yg tepat untuk membalas, akan kulakukan saat pulang kerja nanti",Ucap Alice didalam hatinya.
"Bos saya permisi lajut berkerja dulu", Ucap Alice dengan formal sambil membungkukan badan.
"Ah.. baiklah, lajutkanlah pekerjaanmu",Ucap Evan sambil kebingungan.
"Sial..", Bisik Yuyu.
"hah?.. apa yang barusan kau katakan", ucap Evan yang mendengar sekilas ucapan Yuyu.
"Ah.. tidak ada bos saya hanya bicara sembarangan", ucap Yuyu dengan gugup.
"Ah sekarang hanya tinggal kami berdua bukankan waktu yang tepat untuk merayu Evan," Ucap Yuyu didalam hatinya, dengan tersenyum licik.
Yuyu pun mencoba untuk berpura-pura terjatuh agar ditangkap oleh Evan.
__ADS_1
"Aahh..", teriak Yuyu yang berharap agar disambut dipelukannya Evan
Tapi ternyata Evan tidak peduli dengan Yuyu dan segera meninggalkan tempat tersebut.
"Aghh kenapa bos tidak meliriku, sialan pasti Karna Wanita itu", ucap Yuyu didalam hati dengan perasaan kesal.
*diruangan kerja Alice
"Master apa rencanamu nanti saat pulang kerja?",Ucap Lulu dengan rasa penasaran.
"Heh yang pasti aku akan membuat dia menderita".Ucap Alice sambil tersenyum.
ketika akan duduk Alice pun terkejut karena ada seorang wanita berambut merah dengan mata zamrud menghampirinya, dengan cemberut.
"Aaaliiice... dari mana saja kamu kenapa kamu tidak ada diruangan tadi",Ucap gadis itu.
"Dia adalah teman dekat Alice Carla, Dia bernama Liana yurin dan dia adalah orang yang selalu membantu Alice Carla ketika saat sedang kesusahan", Ucap Lulu Dengan serius menjelaskan.
"Alice apa kamu tau aku tadi saat khawatir denganmu Karna kamu tidak diruangan, aku takut kamu diganggu lagi oleh wanita jahat itu",Ucap Liana dengan khawatir.
"Tenanglah Liana aku tidak apa-apa, Yuyu akan ku buat menderita kalau dia menggangguku",Ucap Alice dengan tersenyum.
"Benarkan", Ucap Liana dengan senang.
__ADS_1
Karena Alice Telah menjelaskan, mereka pun melanjutkan pekerjaan dengan tentang.