Pembalasan DENDAM AZURA

Pembalasan DENDAM AZURA
BAB 2


__ADS_3

kini sudah malah hari,dan di sinilah Zura dan orang tuanya berkumpul di ruang tengah,mereka bercanda ria.


"gimana sayang sekolahnya?"tanya wanita paruh baya sebut saja namanya Reta Bravaska.


"baik kok ma,mama tenang aja"ucap Zura berbohong.


"kalau ada apa apa bilang kita ya"ucap mama Reta.


"iya ma tenang aja"jawap Zura.


"yasudah,kita makan aja"ajak mama Reta.


"iya"ucap lelaki paruh baya,sebut saja Erlangga Bravaska.


Bravaska marga yang cukup terkenal, perusahaan dengan nama Bravaska grup,yang sudah memiliki beberapa jabang di kota.


keluarga kecil itu berjalan ke arah meja makan dan duduk di tempat masing masing.


"kamu mau makan apa Ra?"tanya mama Reta.


"aku ambil sendiri aja ma"jawap Zura,ia tidak mau merepotkan orang tuanya.


"kamu mau makan apa pa?"tanya mama Reta.


"terserah aja,mama yang ngambil pasti papa makan"ucap papa Angga.


lalu mama Reta mengambilkan nasi dan lauk pauk yang berada di meja,lalu keluarga itu makan dengan tenang.


...


kini keluarga kecil itu kembali berkumpul di ruang tamu.


"ma pa,aku ijin Keluar ya"ucap Zura meminta ijin.


"mau kemana hm?"tanya papa Angga.


"mu cari angin di luar pa"jawap Zura.


"yasudah hati hati ya, jangan pulang terlalu malam"ucap mama Reta.


"siap bos"ucap Zura mengangkat tangannya ke alis membentuk hormat.


"kalau gitu aku keluar dulu,dah ma pa"ucap Zura berjalan keluar.


Gadis itu berniat pergi ke taman yang dekat dari mansion,ia ingin mencari angin karna suntuk di rumah.


Zura terus berjalan,hingga tampa sadar gadis itu sudah tiba di depan taman yang akan ia datangi,Zura masuk ke dalam,dan mencari tempat duduk.


ia duduk dengan melihat lihat suasana taman yang sepi hanya ada beberapa orang berpacaran di sana,dan pedagang yang berjualan di sana.


"gue takut"ucap seseorang dari balik pohon.


Zura yang mendengar itu karena tempat duduknya ada di dekat pohon itu.


"Lo takut apa?"kali ini suara lelaki yang terdengar.


"gue takut tentang pembunuhan yang kemarin kita lakuin"ucap seseorang tadi.


Zura yang semakin penasaran gadis itu perlahan berjalan ke arah pohon untuk mengintip.

__ADS_1


dapat Zura lihat dua orang gadis dengan rambu sebahu dan satu lagi dengan bandana yang berada di kepalanya,dan dua remaja dengan rambut hitam dan coklat.


Zura menguping pembicaraan mereka.


"gak perlu takut kali,tu anak juga udah mati"ucap gadis dengan rambut sebahu.


"gue takut aja, arwahnya gentayangan"ucap gadis bandana.


"gak akan lah"ucap gadis rambut sebahu.


"udah ah jangan bahan tu anak lagi,nanti beneran datang lagi"ucap remaja berambut cokelat.


"tenang aja, Anastasya udah tenang di sana,jadi jangan bahas dia lagi"ucap remaja dengan rambut hitam.


Zura menutup mulutnya tidak percaya,mata gadis itu memerah,Zura pergi berlari meninggalkan taman, tujuannya sekarang adalah mansion.


Zura terus berlari, hingga ia tiba di depan mansion,gadis itu segera masuk ke dalam,Zura melihat di ruang tengah ternyata orang tuanya tidak ada di sana.


segara gadis itu pergi menuju kamar.


skip


kini Zura duduk di balkon kamar milik gadis itu,ia sedang menatap kosong ke depan,di mana kepingan ingatan kembali berputar di kepala.


di mana ia mendengar cerita seorang gadis cupu yang saat itu ada bersama sahabatnya.


Zura masih ingat di mana gadis itu menceritakan bahwa sahabatnya di seret seperti binatang,di perlakukan selayaknya binatang.


tanpa sadar keristal bening meneteskan malalui sudut mata gadis itu,Zura menghapus air mata itu,lalu ia masuk kedalam dan tak lupa menutup pintu balkonnya.


Zura berjalan ke arah Queen sizenya lalu ia duduk di atasnya,tangannya tergerak membuka nakas yang berada di samping tempat tidur,gadis itu mengambil botol yang berwarna putih,dan mengeluarkan isinya,lalu meminumnya.


...


kini Zura sudah siap dengan seragam sekolahnya,gadis itu memakainya softlens yang berwarna hitam untuk menutupi matanya yang berwarna biru laut.


tidak lupa Zura menghiasi tubuhnya seperti biasa, memakai bedak berwarna coklat,dan bibirya ia kasih sedikit berwarna hitam hingga menutupi warna Cherry itu.


Zura turun kebawah ia menuruni tangga satu persatu hingga tiba di tangga akhir.


"sayang"pangil mama Reta,Zura menoleh melihat ke arah mamanya.


"ada apa ma?"tanya Zura.


"ini bekal kamu,mama takut kamu nanti sakit perut gak serapan"ucap mama Reta menyerahkan kotak bekal berwarna hitam.


"oke, makasih ma"ucap Zura.


"kalau gitu aku pergi dulu ya ma"ucap Zura,mama Reta menganguk.


"hati hati"ucap mama Reta.


"iya ma"ucap Zura dengan berjalan ke arah pintu keluar.


"pak antar saya ya tempat biasa"ucap Zura,supir itu menganguk,lalu Zura masuk ke dalam mobil di susul dengan supir itu.


mobil itu melesat di jalan raya meningalkan kawasan mansion Bravaska.


...

__ADS_1


kini Zura sudah duduk di mejanya,Zura meminta supir itu mengantarnya hanya di warung yang lumayan jauh dari sekolah,ia tidak mau jika anak anak sekolah melihat dia di antar mengunakan mobil.


dan disinilah Zura duduk di kursinya,tak lama masuk segerombolan remaja dan gadis lalu mereka berjalan ke arah tempat duduk mereka yang berada di pojok.


"pagi cupu"sapa Jesica dengan melambaikan tangannya.


lalu mereka duduk di kursi masing masing, Adrian bersama Jesica, Rafka bersama Kirana,mereka memiliki hubungan masing masing.


kring


kring


bel pertanda masuk berbunyi,guru masuk ke kelas 11 ipa 1,dan pelajaran pun di mulai.


skip


kini Zura sudah duduk manis di kantin dengan kotak bekal yang ia bawa,namun gadis itu tetap memesan makanan,Zura memakan pesanannya dengan lahap,ia berniat nanti saja memakan bekalnya.


BRAK


"waduh cupu lagi makan ni"suar remaja terdengar,lalu segerombolan orang itu duduk di tempat yang sama dengan Zura.


"wih bawa bekal ni,kita minta ya"ucap Adrian tampa menunggu jawaban dari Zura Adrian langsung mengambil bekal milik Zura dan membukanya.


"wih bagus banget bentuk bekal lo"ucal Adrian saat membuka kotak bekal Zura.


Tampa ragu Adrian melahap bekal itu.


"makan sendiri aja lo"ucap Jesica.


"nih ambil aja,enak banget lo"ucal Adrian menyodorkan kotak bekal itu kepada Jesica.


"pandai juga mama lo masak"ucap Jesica saat merasakan masakan yang enak.


"lo berdua gak mau?"tanya Adrian pada Rafka dan Kirana.


"gak makan aja,gue sama Rafka pesan makanan kantin aja"ucap Kirana dan di anguki oleh Rafka.


skip


kini bekal yang tadi di makan oleh Adrian dan Jesica sudah habis tak tersisa.


"lain kali bawa lagi ya"ucap Adrian.


lalu ia meminum minuman yang sudah ia pesan,namun perutnya merasa sakit.


"aduh perut gue"ucap Jesica yang memegang perutnya.


"akhh perut gue juga"ucap Adrian.


Rafka dan Kirana yang melihat temannya kesakitan segera memapah dua orang itu untuk pergi ke UKS.


diam diam seorang gadis tersenyum di meja pojok memlihat kejadian itu.


...flesback on...


seorang gadis membuka kotak bekal yang berwarna hitam itu,lalu manaruh serbuk berwarna putih di dalam makanan itu,lalu kembali menutupnya


"hahaha"gelak tawa terdengar di ruangan itu.

__ADS_1


...flesback of...


__ADS_2