Pembalasan DENDAM AZURA

Pembalasan DENDAM AZURA
BAB 6


__ADS_3

di ruang makan seorang gadis duduk tenang,di dapan gadis itu ada sayur sup dan nasi,gadis itu makan serapannya dengan lahap,ia adalah Azura.


kini Zura sudah selesai sarapan,gadis itu berjalan ke arah pintu luar dan seperti biasa ia akan di antar oleh Supir di tempat ia biasa turun.


...


Zura sudah tiba di kelasnya gadis itu duduk tenang di bangkunya.


kring


kring


kring


suara bel berbunyi semua siswa/i 11 ipa 1 menungu guru masuk namun bukan guru yang masuk melainkan ramaja dan di ikuti dengan dua gadis di belakangnya,mereka adalah anggota osis hari ini akan di adakan seksi razia.


osis itu mengecek satu persatu tas mulai meja paling depan hingga meja paling belakang,namun seorang gadis tadi memangil remaja tadi.


"sini"ucap gadis itu,lalu remaja tadi berjalan ke arah gadis itu.


"ada apa?"tanya remaja itu saat sudah tiba di depan gadis itu.


"lihat deh,ini apa?"tanya gadis itu,di tangannya memegang satu benda berwarna hitam.


"itu cutter,lo dapet dari mana?"tanya remaja itu.


gadis itu menunjuk tas yang ia periksa, sementara pemilik tas sudah pucat dan kepalanya terus mengeleng pertanda itu bukan miliknya,gadis itu adalah Kirana.


"kamu,ikut saya ke ruang bk"ucap remaja itu,lalu menarik tangan gadis itu,dan di ikuti dengan dua gadis di belakang meraka.


dalam diam seorang wanita tersenyum dalam diam,ada rasa senang di hatinya kala melihat raut wajah ketakutan gadis itu


skip


kini sudah bel istirahat,Zura berjalan ke arah kantin ia pergi ke kantin sendiri seperti biasa.


Zura memilih duduk di meja paling pojok tempat biasa ia duduk,dan tak lupa gadis itu memesan makanan.


tak lama pesanan Zura datang,Zura langsung makan dengan tenang hingga makanan itu sudah habis.


selesai makan Zura keluar dari kantin ia berniat akan pergi ke rofftop untuk mencari udara,Zura menaiki satu persatu tangan hingga tiba di pintu rofftop.


cklek


pintu terbuka Zura berjalan ke arah kursi yang berada di sana gadis itu duduk dengan memejamkan matanya menikmati angin yang mengenai wajahnya.


Zura membuka mata kala mendengar suara langkah kaki,gadis itu menatap ke arah pintu rofftop,tak lama gagang pintu itu berputar pertanda ada yang menekanya.


cklek


pintu terbuka terlihat dua remaja dan dua gadis,orang itu melihat ke arah Zura lalu mereka tersenyum.


"ngapain lo di sini?"tanya remaja itu Adrian.


Zura tidak menjawab melainkan gadis itu kembali menutup matanya,lalu orang itu berjalan menuju Zura.


"lo gak ada mulut!"tanya gadis itu Jesica, dengan mencekram pipi Zura.


hal itu membuat Zura membuka matanya lalu menatap orang di depannya dengan tatapan taku.

__ADS_1


"takut juga lo"ucap gadis itu Kirana dengan kekehan kecil.


"kenapa Lo disini?"tanya ramaja itu Rafka.


Zura mengeleng sebagai jawaban.


"jawap!"bentak Jesica semakin mempererat cengkramannya.


"g-gak a-ada"ucap Zura dengan terbata bata.


"udah Jes lepas kasian tu gak bisa bicara"ucap Kirana.


lalu Jesica melepaskan cengkramannya dari pipi Zura,Zura bernapas lega.


"pergi lo!"usir Adrian, lalu Zura pergi dari sana meninggalkan orang itu,gadis itu keluar dari rofftop dan menuruni satu persatu tangan hingga tiba di lantai kelasnya.


Zura tidak langsung kekelas ia pergi ke wc,gadis itu terus berjalan hingga tiba di wc,Zura melihat pantulan dirinya di kaca gadis itu meringis kala melihat pipinya yang memar,namun ia bersyukur hanya pipinya yang memar bukan make up nya yang hilang.


Zura keluar dari wc ia berjalan menuju kelasnya.


kring


kring


kring


bel masuk Zura berlari menuju kelas takut takut jika guru akan datang,Zura tiba di kelasnya dengan napas ngos ngosan,gadis itu berjalan ke arah kursinya dan duduk di sana,tak lama guru masuk dan pelajaran pun di mulai.


...


kini Zura berada di warung tempat biasa ia di antar ke sekolah,Zura menunggu jemputan karna hari ini ia meminta di jemput Zura malas untuk menaiki bis.


"siapa sebenar lo"tanya orang itu sendiri,lalu orang itu juga ikut pergi dari sana dengan pikiran yang berputar memikirkan siapa Zura sebenarnya.


skip


kini Zura Sudah berada di depan Mansionnya gadis itu membuka gagang pintu itu dan masuk ke dalam,Zura mainik satu persatu tangan hingga tiba di lantai dua gadis itu berjalan ke arah pintu kamarnya dan masuk ke dalam.


Zura manaruh tasnya di maja belajar lalu gadis itu mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.


skip


tak lama Zura Keluar dengan baju santainya,ia berjalan ke arah Queen sizenya.


bruk


Zura menjatuhkan tubuhnya di Queen sizenya lalu perlahan mata itu tertutup,namun mata itu kembali terbuka kala mendengar suara ketukan dari luar kamar.


Zura turun dari Queen sizenya dengan malas lalu membuka pintu itu.


cklek


mata gadis itu menatap terkejut ornag yang berdiri didepannya.


"mama kapan pulang?"tanya Zura saat melihat mama Reta yang berdiri di depan kamarnya.


"baru aja sayang,mama kesini mau ngantar ini"ucap mama Reta dengan melihatkan paper bag berwarna putih.


"apa tu ma?tanya Zura penasaran.

__ADS_1


"udah kamu buka aja,nih"ucap mama Reta menyerahkan paper bag itu pada Zura,dan di ambil Zura dengan senang hati.


"kalau gitu mama pergi ke kamar dulu ya mau bersih bersih,dan jangan lupa nanti turun makan"ucap mama Reta.


"iya ma aman"jawap Zura.


"oke mama pergi"ucap mama Reta pergi dari depan kamar Zura.


lalu Zura kambali masuk ke dalam dengan paper bag yang berada di tangannya,gadis itu duduk di sofa yang berada di kamar itu,dan membuka paper bag itu.


mata Zura menatap kagum isinya,isi paper bag itu adalah hoodie hitam bergambar panda dan rok putih sepaha.


"cantik"satu kata itu Zura lontarkan.


Zura kembali melipat hoodie itu dan memasukanya ke dalam walk in closet.


Zura kembali berjalan ke arah sofa dan memainkan benda pipihnya,tak terasa sudah jam 8 Zura manaruh hp nya dan berjalan keluar dari kamar,Zura menuruni tangga satu persatu hingga tiba di tangan akhir.


Zura langsung berjalan ke arah ruang makan di sana sudah ada orang tuanya.


"malam ma pa"sapa Zura lalu duduk di kursinya.


"malam"jawap sepasang paruh baya itu.


lalu makan malam pun dimulai Tampa ada suara karena memang sudah aturan dalam keluarga itu.


skip


kini keluar kecil itu berkumpul di ruang tengah.


"sayang mama merasa kok pipi kamu memar ya?"tanya mama Reta saat melihat pipi putrinya memar.


"ha enggak kok ma"elak Zura.


"tapi itu memar lo"ucap mama Reta.


"sini papa lihat"ucap papa Angga dengan menapuk sofa disebelahnya,Zura berjalan ke arah sofa itu dan duduk,papa Angga melihat pipi putrinya benar saja pipi putih itu di biasa dengan warna kebiruan.


"kena apa ini?"tanya papa Angga dengan lembut.


"gak tau aja pa kena apa"jawap Zura dengan berbohong.


"kena apa ini Zura?"kali ini papa Angga bertanya dengan dingin.


"kepentok pintu tadi pagi"jawpa Zura dengan kembali berbohong.


"lain kali hati hati"jawap papa Angga.


Zura menganguk lalu gadis situ bernapas lega.


"ma pa aku kemarin ya"ucap Zura .


"iya sayang jangan begadang ya"peringat mama Reta.


"siap ma"jawpa Zura lalu pergi dari sana menuju kamarnya.


skip


benar saja Zura tidak begadang gadis itu sat ini sudah tertidur dengan lelap.

__ADS_1


__ADS_2