PEMBALASAN PENDEKAR TERKUAT

PEMBALASAN PENDEKAR TERKUAT
Bab 11 beraninya kau mengancam ku


__ADS_3

Seluruh penonton bergidik melihat adegan yg terjadi di depan mata mereka, mengapa Le Zan tidak langsung membunuhnya tapi terus-menerus menamparnya, dia benar-benar ingin mempermalukan Re lien, semua penonton berfikiran sama,


"Bocah ini sungguh berbakat, kekuatannya jauh melampaui seseorang di tingkatan yang sama, mungkin desa terpencil ini kemungkinan akan memiliki nama yang bagus di kota pusat nanti". Kepala desa bergumam dan matanya berbinar memandang Le Zan.


Di panggung pertempuran Re lien yang mendapatkan puluhan tamparan sekarang seluruh wajahnya bengkak, darah mengalir dari mulut hidung dan telinganya, kesadarannya hampir hilang


"Leee .... Zan Aaakuu Me.."


Dengan suara terbata-bata dan tergeletak di tanah, Re lien ingin mengatakan menyerah, akan tetapi sebelum menyelesaikan kata-katanya mulutnya ditampar lagi.


Plakkk


Tamparan terakhir membuat mulutnya bengkak dan berdarah, dia ingin mengatakan sesuatu akan tetapi suaranya tak lagi terdengar,


Melihat pemandangan itu


Seluruh penonton tak bisa berkata lagi, semua orang tercengang melihat kekejaman Le Zan, akan tetapi semua menyadari tindakan Le Zan semata-mata adalah untuk membalas dendam.


Kemudian Le Zan mengepalkan tangannya, dia belum merasa puas dengan pembalasan dendamnya, kali ini dia ingin menghancurkan pusat lautan Re lien, energi spiritual mengalir dan berkumpul di kepalan tangannya.


Duaaaarrrrrrr


Kepalan tangannya dihantam ke pusat lautan energi Re lien,


Uhuuukkk


Seteguk darah kental keluar dari mulutnya, pandangan Re lien memudar dan akhirnya pingsan. Kemudian tubuhnya ditendang keluar arena.


"Bocah beraninya kamu melakukan itu pada anakku, akan kubunuh kau" kepala keluarga Re mulai berdiri tatapan yang tajam mengarah ke Le Zan dengan niat membunuh yang sangat kuat, dia memasuki panggung arena pertempuran dan melancarkan serangan untuk membunuh Le Zan.


" Re sutong jangan!!!"


Melihat kejadian ini Le Hanxuen dan seluruh anggota keluarga Le berdiri, Mereka ingin segera ke panggung pertempuran untuk melindungi Le Zan akan tetapi semua sudah terlambat.


Mendengar hal itu, Le Zan memfokuskan pandangannya ke arah kepala keluarga Re yang datang untuk menyerangnya. Le Zan merasakan aura yang sangat kuat dari serangan kepala keluarga Re itu, akan tetapi tanpa rasa gentar dia tetap berdiri tegak di atas panggung. Sebab Dia masih memiliki kartu truf.


"Beraninya kau mengancamku, Matilah !!"


"Keluar !!!"

__ADS_1


Seiring dengan teriaknya, keluar sosok ular yang sangat besar dari atas penyimpanannya.


Haaahhhh


Sontak kehadiran ular yang sangat besar itu membuat semua orang membelalakkan mata, bahkan kepala keluarga yang hendak datang melindungi Le Zan berhenti di udara.


Re sutong pun yang hendak menyerang menghentikan serangannya.


Dan orang yang paling merasa terkejut adalah Le Han, walaupun dia mengetahui bahwa Le Zan memiliki rahasia, akan tetapi rahasia macam apa yang bahkan ditingkatkan Le Zan saat ini dia dapat menaklukkan hewan buas yang sangat kuat ini,


"Ular bersisik emas, hewan buas tingkat 5" kepala desa tiba-tiba.


Hahhh?


" Hewan buas tingkat 5, bagaimana mungkin?"


Bagaimana mungkin bocah ini dapat mengendalikan hewan sekuat ini"


Saat semua orang sedang terkejut,


" Xijinping, Serang dia tapi jangan sampai membunuhnya !!?


Itupun hanya mendapatkan hasil imbang, hanya tahap pengendalian alam ke atas yang dapat menaklukkan hewan sekuat itu, akan tetapi Le Zan bagaimana mungkin?.


Duarrr


Re sutong terkena serangan yang sangat kuat, tubuhnya terhempas keluar panggung pertempuran, seteguk darah keluar dari mulutnya, dia merasa seluruh tulangnya telah hancur.


" cihhh beraninya kau mengancam Tuhanku" setelah berkata, Xijinping kembali masuk ke penyimpanan Le Zan


Pedangnya Re sutong mengarah ke Le Zan yang sedang berjalan ke arahnya, dia merasa seolah-olah dewa kematian akan datang menghampirinya.


" Le Zan apa yang kau inginkan, ja... Jangan mendekat!!!"


Akan tetapi Le Zan tidak memperdulikan perkataannya, dia terus berjalan perlahan mendekat.


Suasana menjadi sunyi, tidak ada seorangpun yang menyangka kejadiannya akan menjadi seperti ini, yang paling membuat semua orang terkejut adalah Le Zan yang hanya seorang kultivator tahap ketujuh alam dasar dapat mengendalikan hewan buas tahap 5, bukankah dengan perlindungan hewan buas tahap 5 berarti tidak ada seorangpun yang dapat menandingi memprovokasinya di seluruh desa ini?.


Di saat rasa terkejut semua orang belum menghilang, tiba-tiba terdengar suara yang berasal dari salah satu anggota keluarga Re

__ADS_1


" Le Zan jangan lakukan apapun, jika kau berani melakukannya, setelah leluhur keluarga Re kembali dari pengasingannya, dia pasti akan membunuhmu"


Walaupun anggota keluarga Re yang bersuara menyadari walaupun leluhur keluarganya datang membantu, kekuatannya hanya bisa mengimbangi ular bersisik emas, dia tidak dapat membunuhnya, anggota keluarga Re itu merasa satu-satunya cara agar Le Zan tidak membunuh kepala keluarga Re adalah mengancamnya.


Mendengar ancaman lagi


Kepada Le Zan, Le Han sontak berteriak,


"Apa hanya keluarga Re yang merasa masih memiliki leluhur?, Jika leluhur kalian berani melakukan itu pada Le Zan, bukan hanya anggota keluarga Le bahkan leluhur keluarga Le akan berjuang mati-matian untuk membalas dendam."


Glekk


Orang yang mendengar menelan air liur, bukankah jika hal akan menyebabkan peperangan antara kedua keluarga besar, akan anggota keluarga Re tak bisa berkata kata lagi. Terlalu merugikan jika benar-benar terjadi peperangan antara kedua keluarga akan tetapi mendengar ancaman itu, Le Zan tidak bisa diam aja " ,hahhh ancaman lagi?"dia mengepalkan tangannya lagi,


Aktifkan


Energi berkumpul di kepalan tangannya, kemudian Le Zan menghantamkan pukulannya ke pusat lautan energi Re sutong.


Re sutong adegan ini sontak berteriak.


"Jangan!!!......"


Duaarrrr


Sebelum menyelesaikan perkataannya, kekuatan serangan Le Zan telah menghancurkan pusat lautan energinya.


Uekkkkk


Seteguk darah kental keluar dari mulutnya, dan akhirnya pingsan.


Sekarang Re sutong dan Re lien telah lumpuh, tidak ada yang bisa katakan lagi oleh anggota keluarga Re. Suruh kejadian dari awal sampai saat ini memberikan tamparan keras kepada semua orang bahwa 'jangan pernah sekali-kali meremehkan Le Zan '.


Melihat suasana yang sudah mulai tenang. Kepala desa melesat ke arah Le Zan, dia memandang Le Zan dengan takjub. Dia berpikir bahwa dia tidak boleh memprovokasi pemuda seperti ini. Saja dia berniat memprovokasinya bukankah kelak konsekuensinya tidak akan terbayangkan.


"Le Zan kau sungguh luar biasa, aku merasa malu telah meremehkan kekuatanmu sebelumnya"


Mendengar perkataan kepala desa, dia berkata sambil membungkukkan badannya dengan hormat "tidak masalah kepala desa, justru aku berterima kasih karena aku telah menasehati ku"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2