
Kepala desa menganggukkan kepala, kemudian menatap semua orang,
"Baiklah sekarang Le Zan telah memenangkan pertarungan terakhir. Le Zan akan mewakili desa kita untuk maju ke kompetisi pertempuran pemuda terkuat di pusat kota matriTien,..."
Sebelum menyelesaikan kata-katanya liontin giok mengirim pesannya tiba-tiba berbunyi, kepala desa berhenti berbicara sebentar untuk memeriksa isi pesan itu.
"Hahhh benarkah? Pas sekali "
"Ada apa ketua, apakah ada berita bagus?"salah seorang ketua panitia bertanya dengan rasa penasaran.
"Yaa, aku baru mendapatkan pesan informasi dari pusat bahwa kota untuk perwakilan setiap desa ditambahkan yang sebelumnya hanya boleh mengirim satu perwakilan, akan tetapi sekarang maksimal 3 perwakilan untuk setiap desa"
Wahhh semua orang sontak bersemangat, "bukankah jika dapat mengirim lebih banyak perwakilan, kemungkinan untuk memenangkan kompetisi akan lebih besar"salah seorang penonton berbicara.
" Ya benar, tetapi sekarang hanya tinggal Le Zan saja yang, apa kita akan mengadakan seleksi lagi?"
Mendengar pertanyaan itu, kepala desa berpikir sebentar.
"Hmmmm bagaimana kalau begini, sebelumnya tersisa 5 peserta terakhir, 5 peserta itu tidak ada lagi pemuda yang lebih berbakat dari mereka di desa kita, akan tetapi seorang peserta telah meninggal dan seorang lagi kultivasinya sudah dilumpuhkan, yang tersisa sekarang Le Zan Zi kie dan wu Luoyin"
Kemudian Kepala desa memandang ketua panitia yang lain dan berkata lagi
" Karena kompetisi pertempuran pemuda terkuat akan diadakan 7 hari lagi, mungkin jika kita akan mengadakan seleksi pulang waktunya terlalu mepet, bagaimana jika kita mengirim mereka bertiga?"
"Ya aku setuju"
" ya"
Antara desa penghutien dan kota pusat sangat jauh, dapat membutuhkan 4 sampai 5 hari perjalanan, akhirnya semua panitia seleksi sepakat untuk tidak mengadakan seleksi ulang.
"Baiklah semua sudah disepakati, Le Zan Zi kie dan Wu Luoyin akan pergi untuk mewakili desa kita dalam kompetisi pertempuran pemuda terkuat,Sekarang kembalilah untuk bersiap-siap, besok pagi kita akan berangkat untuk memulai perjalanan"
Raut wajah semua orang tanpa bahagia, kecuali anggota keluarga Re, kerugian dan rasa malu yang didapatkan kali ini terlalu besar, mereka berharap dapat membalas dendam akan tetapi tidak ada yang dapat mereka lakukan.
__ADS_1
Seleksi pertempuran pemuda terkuat telah berakhir, semua mulai membubarkan diri dan kembali ke kediaman masing-masing.
Adapun Le Zan, walaupun sikapnya terlihat biasa-biasa saja, akan tetapi di dalam hatinya merasa puas, karena telah membalaskan dendamnya.
Di perjalanan pulang tampak raut wajah anggota keluarga Le bercampur aduk, rasa bangga senang dan penasaran tampak terlihat di wajah mereka.
"Kak Zan kau sungguh luar biasa, bagaimana kau bisa menaklukkan hewan buas sekuat itu?". Tiba-tiba Le Xiauan berbicara, pertanyaan ini mewakili rasa penasaran seluruh anggota keluarga termasuk Le Hanxuen.
"Akuuu...". Le Zan dzikir sejenak untuk menemukan jawaban
"Hewan buas itu diperintahkan untuk mengikutiku oleh sosok kuat yang menyembuhkanku waktu itu" Le Zan mengarang cerita
"Hmm aku tidak tahu, akan tetapi sosok kuat itu pernah berkata Dia melihat bahwa aku memiliki bakat yang agak langka dan memiliki peluang besar di masa depan"
"Hmmm kemungkinan seperti itu" Le Han dan anggota yang lainnya menganggukkan kepala seraya memahami maksud sosok kuat itu setelah melihat kemampuan Le Zan.
Beberapa saat kemudian mereka tiba di kediaman keluarga Le , dan Le Zan langsung memasuki kamarnya.
"Bagaimana?"
"Bagaimana hasilnya Xiau'er?"
Kemudian Le Xiau'er ceritakan semua kejadian yang terjadi dengan antusias.
Setelah mengetahui semuanya dari Le Xiau'er, mereka semua menampakkan ekspresi bangga pada Le Zan.
Di dalam kamar, ketika hendak duduk bersila tiba-tiba suara ketukan dari pintu kamarnya terdengar.
Kemudian dia membuka pintunya.
"Paman, silakan masuk"
Le Han mengangguk dan masuk ke kamar Le Zan
__ADS_1
"Ada Apa Paman datang kemari?"
Pada dasarnya Le Han tidak mempercayai apa yang Le Zan jelaskan sebelumnya, akan tetapi dia tidak ingin mengungkapkan ketidakpercayaannya terhadap Le Zan di hadapan banyak orang karena itu berkaitan dengan rahasia.
Le Zan pun sebenarnya menyadari hal itu.
"Zan'er sejujurnya aku tahu kau mengarang cerita itu karena tidak ingin rahasiamu diketahui, akan tetapi sekarang hanya kita berdua di sini, apa kau masih ingin merahasiakannya dariku?"
Mendengar pertanyaan itu Le Zan tidak tahu bagaimana harus menjelaskan, itu sangat berkaitan dengan hidup dan matinya. Akan tetapi sosok di depannya adalah sosok yang telah dia anggap sebagai ayahnya setelah ayah kandungnya meninggal, bahkan Le Han adalah satu-satunya orang yang paling peduli terhadapnya. Dia pun mulai bimbang.
Setelah berpikir sejenak dia menjawab
"Paman, memang benar apa yang kau katakan, akan tetapi saat ini aku benar-benar tidak bisa memberitahukannya padamu, pada saatnya nanti aku pasti akan memberitahumu, maaf paman"
"Hmmm baiklah aku mengerti Zan'er "
Le Han mulai, jika Le Zan mengatakan seperti itu, kemungkinan dia memiliki rahasia yang sangat luar biasa, bahkan sangat berkaitan erat dengan hidup dan matinya jika hal itu sampai diketahui oleh orang lain.
Kemudian dia pergi meninggalkan kamar.
Setelah mengatakan hal itu, Le Zan pun mulai merasa lebih tenang. Merasa bersalahnya karena merahasiakan semua itu pada Le Han mulai memudar. Dia berpikir mungkin pilihannya sangat tepat untuk merahasiakan apa yang ada di dalam dirinya saat ini, jika kelak sudah tidak ada yang mampu memberikan ancaman lagi padanya, setelah itu apa yang perlu dia rahasiakan lagi.
Telah berpikir sejenak dia mulai duduk bersila untuk meningkatkan kekuatannya, dia merasa setelah memasuki lubang gua tempat pemulihan diri sosok yang dianggap dewa oleh ular bersisik emas itu, kehidupan yang dijalaninya saat ini sangat sederhana, dunia ini sangat luas, masih banyak hal luar biasa yang belum dia ketahui.
Bahkan perjalanannya ke kota pusat besok tidak sesederhana yang dipikirkan oleh kebanyakan orang di desanya, dia menyadari daerahnya saat ini termasuk daerah terpencil dan termasuk daerah yang terasingkan,
"Di desa lain pasti memiliki banyak pemuda berbakat yang sangat kuat, bahkan di kota pusat, aku tidak boleh berpuasa diri dan harus meningkatkan kekuatan dengan cepat, setidaknya sebelum berangkat, tingkatannya harus mencapai tahap ketujuh "
Le Zan bergumam di dalam hatinya,
Kemudian dia mengeluarkan batu kristal merah langka dan menempatkannya di telapak tangannya, walaupun batu kristal merah langka hanya seukuran bantal, bahkan jika dibandingkan dengan batu spiritual yang biasanya dia gunakan untuk berkultivasi hanya setetes air di danau. Perbandingan yang sangat jauh.
...****************...
__ADS_1