PEMBALASAN PENDEKAR TERKUAT

PEMBALASAN PENDEKAR TERKUAT
Bab 6 Pelatihan hidup dan mati


__ADS_3

Le Zan tersenyum mengangguk sambil memandang punggung pamannya yg beranjak pergi dan bergumam "aku harus mengikuti kejuaraan kali ini"


Di tempat lain.


Kabar tentang kembalinya Le Zan telah menyebar ke seluruh desa,


Di dalam kediaman keluarga Re, berkumpul beberapa anggota keluarga termasuk Re Lien,


Salah seorang ketua keluarga Re berkata sambil tertawa


"Hahaha bocah keluarga Le itu ternyata masih selamat, Lien'er... Kukira setelah kau menyiksa dan menghancurkan pusat lautan energinya, dia telah meninggal di suatu tempat setelah pergi meninggalkan desa, ternyata tebakanku salah"


"Ya aku kira juga seperti itu" jawan Re Lien" sudahlah Paman jangan terlalu dipikirkan, dia hanya bocah yang tidak berguna"


Kabar kembalinya Le Zan memang sudah tersebar, akan tetapi tidak seorang pun mengetahui bahwa tingkat kekuatan Le Zan meningkat cepat bahkan dia akan mengikuti seleksi 'pertempuran pemuda terbaik'selain anggota keluarga Le, Karena semua anggota keluarga Le diperintahkan untuk tidak membocorkan kondisi Le Zan saat ini agar menjadi kejutan nanti kepada seluruh anggota keluarga lain di desa penghutien saat seleksi dimulai.


Setelah beberapa hari, Le Zan ingin keluar meninggalkan kediamannya untuk pergi berlatih ke hutan luar desa, dia menyadari bahwa latihan hidup dan mati jauh lebih bermanfaat baginya untuk meningkatkan kekuatannya dan mengokohkan fondasinya.


Ketika hendak meninggalkan kediaman, jadi jauh berlari seorang gadis remaja yang masih terlihat manja memanggil Le Zan, " kakak Zaaaannnn.. kau mau kemana?" Tidak lain yang memanggil adalah Le Xiaun.


" xiau'er..?"


Kemudian Le Zan menjelaskan tujuan kepergiannya.


"Sepertinya kak Zan tidak bisa pergi kemanapun saat ini, semua anggota keluarga adalah diperintahkan oleh kepala keluarga untuk tidak memunculkan kondisi kekuatan kak Zan saat ini"


"Hah? Kenapa begitu?" Ucap Le Zan dengan keheranan


"Begini,,,kepala keluarga berniat untuk memberikan kejutan kepada seluruh keluarga di desa ini, di seluruh desa telah tersebar bahwa pusat lautan energi kak Le Zan telah dihancurkan"


"Hmmm ya aku mengerti Xiau'er " Le Zan mengangguk seraya mengerti tujuan pamannya Le Hanxuen melakukan hal ini, Le Zan membayangkan betapa kagetnya seluruh keluarga besar di desa jika mengetahui pusat lautan energi Le Zan telah baik-baik saja, bahkan tingkat kultivasinya telah meningkat besar.


Akan tetapi Le Zan masih tetap ingin pergi untuk berlatih walaupun sudah diingatkan untuk tidak pergi,


Melihat keengganan Le Zan, sosok seorang datang menghampirinya.


"Hormat kepada keluarga"melihat kedatangan sosok ini Le Zan menundukkan kepala dan memberi hormat.


" ayah??" Ucap Le Xiauan


Kepala keluarga ini tidak lain adalah paman Le Zan sendiri sekaligus ayah dari Le Xiauan yaitu Le Hanxuen.

__ADS_1


" Zan'er apakah kamu benar benar ingin tetap pergi berlatih?"



"Ya paman Han" balas Le Zan



"Baiklah, kau boleh pergi tetapi buatlah penyamaran agar warga desa tidak mengenalimu dan berhati-hatilah, jangan memaksakan diri."


Le Hanxuen memahami keinginan Le Zan, karena berlatih dengan mempertaruhkan hidup dan mati jauh lebih berguna untuk meningkatkan kekuatannya,


Pada dasarnya semua kultivator berlatih untuk meningkatkan kekuatannya dengan dua metode, pertama dengan memanfaatkan sumber daya yang disediakan oleh keluarganya, yang kedua dengan pergi mencari keberuntungan tersendiri di suatu wilayah yg berbahaya dengan mempertaruhkan hidup dan matinya.


Walaupun mungkin setelah melakukan perjalanan tidak menemukan keberuntungan apapun, setidaknya dengan pengalaman bertarung secara hidup dan mati baik itu dengan hewan buas atau kultivator lain dapat meningkatkan fondasi fisik dan lebih cepat memahami teknik serangannya.


Le Zan mengangguk seraya menyetujui pendapat pamannya.


"Kakak Zaan, boleh kan aku ikut denganmu?"



"Sebelum Le Zan ingin menolak keinginan Le Xiauan, Le Han berkata


Kemudian Le Zan menulis rambut panjang gadis manja yg memiliki paras yang cantik itu seraya berkata


"Benar kata Paman Han, lagi pula aku hanya pergi beberapa hari, tunggulah aku kembali"


Le Xiauan mengangguk sambil menyembunyikan wajahnya yang mulai merah


"Baiklah, kak Zan harus berhati-hati, jangan membuatku khawatir terlalu lama"



Pada dasarnya Le Xiauan adalah gadis yang memiliki sikap dingin dan tidak terlalu banyak bicara, akan tetapi di hadapan Le Zan dia menjadi berubah 180 derajat.


Sudah lama Le Han menyadari perilaku anaknya yang mengagumi Le Zan bukan hanya karena Le Zan adalah kakak sepupunya, akan tetapi kekagumannya sudah mencapai titik di mana perasaan cinta tumbuh kepada Le Zan di dalam hatinya.


Le Han tidak melarang hal itu terjadi, justru di dalam hatinya berpikir jika anaknya bisa bersama Le Zan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi olehnya.


Akan tetapi saat ini dia mengetahui bahwa Le Zan hanya menyimpan perasaannya kepada putri kebanggaan di keluarga Zi yaitu Zi kie.

__ADS_1


Setelah merasa tidak ada lagi yg perlu dibicarakan, Le Zan kembali ke kediaman untuk menyiapkan penyamaran sesuai yg diperintahkan kepala keluarga, kemudian beranjak pergi untuk meninggalkan desa.


Sampai di gerbang desa, tampak banyak orang yang berlalu lalang keluar masuk desa, tidak ada pemeriksaan yang berarti sehingga Le Zan dapat keluar dengan lancar, di depannya tampak dua jalur, yg pertama jalur menuju desa lain yg kedua menuju ke dalam hutan.


Dia ingin ke lubang gua sebelumnya, di sana masih terdapat sebuah lorong kecil yang sebelumnya belum sempat di masuki.


Wuss wusss


Le Zan bergerak cepat melompat melewati dahan pepohonan yang rimbun, pada dasarnya seorang cultivator jika sudah mencapai tahap tertentu dia dapat bergerak dengan cepat baik di atas tanah atau melompat di atas dahan pohon, bahkan jika seorang kultivator sudah mencapai tahap yang tinggi seperti alam mengendali jiwa, dia dapat bergerak terbang di udara.


Buggghhh



Di depan matanya tampak lubang gua yg sebelumnya dimasuki. Le Zan melompat ke dalam, dia memperhatikan sekitar, tidak ada perubahan dalam gua sama seperti sebelumnya, Le y mengaktifkan energi pelacaknya,



Wuuusss



"Sepertinya ada hewan buas yg telah memasuki lubang gua ini"


Le Zan memandang lorong kecil di dalam gua, Dia merasakan jejak hewan buas di dalamnya kemudian berjalan memasuki lorong dengan perlahan,


Setelah beberapa saat dari kejauhan Le Zan melihat ke ujung lorong kecil yg memancarkan cahaya merah



" hah sepertinya di sana ada benda berharga"


Le Zan merasakan energi spiritual terus berkumpul di depannya, di ujung lorong kecil ini memiliki area yg luas, dua kali lipat lebih besar dari area lubang gua sebelumnya,


Akan tetapi dia tidak terburu buru, dia tetap berhati-hati dan masih tetap mengaktifkan energi pelacaknya, jejak keberadaan hewan buas semakin jelas dirasakannya bahkan semakin kuat.


Setibanya di ujung lorong.


Syysssssssss sysss


Tampak di depan Le Zan seekor ular besar memandang Le Zan dengan memancarkan niat membunuh.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2