
Zayn di bawa oleh zen long ke tempat pribadi pasukan khusus milik ayahnya yang ada di area paling dalam juga tempat kediaman keluarga Besarnya tinggal , di sana terdapat bangun an megah yang merupakan Mansion dari kediaman Xu long dan keluarganya sementara untuk tempat tinggal pasukan khusus milik Xu long berada di belakang mansion mewahnya , di sana ada bangunan yang tak kalah megah juga dengan bangunan yang di depan nya , dan di situlah 10 orang anak buah pilihan xu long di tempatkan
"Apakah paman ada di dalam kak.?" Zayn yang sudah tiba di halaman mansion menoleh ke arah Zen long untuk menanyakan xu long , sebab Zayn malu masuk ke mansion besar itu jika xu long tidak ada ,
"kamu tenang saja , ayah sudah menceritakan semuanya pada ibu dan juga adikku , jadi kamu tidak perlu takut begitu , justru ibu dan adikku ingin segera bertemu dengan mu , dan satu lagi persiapkan dirimu karena kita akan masuk sekarang "Zen long menepuk pundak Zayn agar mengikutinya ke dalam
"Aku kembali " Zen long berteriak saat memasuki pintu mewah mansion nya membuat Zayn yang ada di belakangnya kaget
"Langsung ke ruang makan , kami sudah menunggumu di sini " terdengar suara wanita dari dalam yang kemungkinan adalah ibu dari Zen long
"Ayo masuk , ke betulan mereka sudah berkumpul " Zen long menarik Zayn yang nampak masih gugup untuk mengikuti nya
saat ini Zayn sudah tidak memakai masker dan jaket lagi , jadi terlihat jelas tubuh tegap dan wajah tampannya di balik kaos yang ia gunakan ,
"halo semuanya lihat siapa yang aku bawa untuk menemui kalian " ucapan Zen long langsung membuat ketiga orang yang nampak berbicara sebelum nya langsung menoleh ke arah suara itu
untuk xu long yang sudah sering bertemu dengan Zayn dai tidak terlalu syok dengan penampilan menawan nya , meski dia juga sedikit terkejut dengan perubahan tinggi badan dan juga otot yang ada di tubuh Zayn nampak lebih kokoh dari sebelumnya nya
tapi untuk kedua orang yang baru melihat sosok Zayn , tatapan mereka langsung mengunci sosok Zayn , membuat Zayn canggung sebab dua wanita itu nampak seperti melihat Diskon belanjaan di Mall seakan akan ingin menerkam zayn kapan saja
__ADS_1
"ehemmmn ibu , adik , bisakah kalian jangan menatap adik Zayn seperti itu , lihatlah akibat ulah kalian dia jadi risih begitu " Zen long yang minat itu langsung bersuara agar menghilangkan suasana itu
"Maaf maaf , ibu hanya tidak menyangka jika sosok Zayn yang ayahmu sering ceritakan akan setampan ini , bahkan kalian berdua sangat kalah jauh jika di bandingkan kan dengan nak Zayn " ibu dari Zen long tanpa ragu mengucap kan kata yang membuat ayah dan anak itu tersenyum kecut pasalnya mereka di bandingkan dengan Zayn, yang jelas jelas sosoknya sangat sempurna apalagi dengan mata biru dengan sedikit warna emasnya itu menambah ke Sempurna an wajah nya
"Salam bibi , salam juga saudari " Zayn langsung menyapa ke-dua nya meski ada sedikit ke canggungan yang terjadi setelah apa yang ibu dari Zen long katakan
"salam kak Zayn sini duduk di samping ku dan ibu " Adik Zen long yang nampak berumur 17 tahunan itu langsung tersenyum ke arah Zayn dan langsung menepuk tempat duduk yang ada di antara dirinya dan ibunya , yang biasanya itu adalah tempat duduk sang kakak
Zayn menoleh ke ayah Zen long dan juga xu Long untuk meminta pendapat , setelah mendapat kan anggukan dari xu long Zayn langsung mendekat ke arah kedua wanita itu dan duduk di kursi yang ada di tengah-tengah mereka
sementara Zen long dan xu long berada di depan mereka , saling berhadapan
"Siapa yang kakak bilang anak kecil huh, aku sudah 17 tahun dan aku bukan anak kecil lagi " Cheryl tidak terima dengan ucapan sang kakak yang mengatakan jika dirinya masih kecil dan mereka berdua selalu berdebat jika lagi bersama seperti ini , jadi pemandangan seperti ini sudah biasa di rumah itu
"iya iya kamu sudah besar , apakah kamu puas " Zen long dengan malas mengatakan kata itu sebab sang ibu memelototi nya membuat Zen long mau tak mau mengalah pada sang adik
sementara Zayn hanya tersenyum melihat interaksi keluarga itu , dan diam diam dia mendesah di dalam hatinya mengingat sang ibu yang sudah lama meninggal kan nya
"Baiklah , ayo makan dulu setelah uty baru kita mengobrol lagi "Xu long yang melihat suasananya mulai tak terkendali pun langsung angkat bicara untuk mengajak mereka makan dari pada perdebatan antara kakak dan adik itu berlanjut
__ADS_1
setelah selesai makan Zayn langusung di tarik oleh Carina dan Cheryl menuju taman , meninggalkan dua orang yang nampak saling pandang lalu menggelengkan kepalanya , melihat kelakuan dua wanita itu
"Ayah , nampak nya posisi kita di rumah ini sudah tergeser oleh adik Zayn " Zen long menatap serius ke arah ayahnya ,
"ayah rasa begitu , hahahaha " kemudian kedua ayah dan anak itu tertawa bersama membayangkan nasib Zayn yang di bawa oleh kedua wanita itu , pasti mereka saat ini tengah menanyai Zayn tentang segala hal yang akan membuat nya pusing
"Bibi , bisakah kamu melepaskan tangan ku " Zayn yang di tarik oleh Carina di buat tidak nyaman , pasalnya ini merupakan kontak Pertamanya dengan seorang wanita setelah kepergian sang ibu , apalagi Carina dan Cheryl merupakan kedua sosok yang sangat cantik membuat dirinya tidak nyaman saat berkumpul bersama mereka , apalagi tidak ada Zen long dan xu long di antara mereka
"Baiklah , tapi kamu harus duduk di sini menemani bibi dan Cheryl di sini " Carina menatap Zayn dengan tatapan memohon agar zayn mau mengobrol bersama nya , karena Carina sudah sangat nyaman dengan pemuda tampan yang sudah menjadi keluarga barunya ini , meski baru pertama kali bertemu dengan Zayn secara langsung, xu long sudah menceritakan padanya dan membuat dirinya semakin penasaran dengan sosok Zayn , dan saat ini sosok itu ada di hadapan nya dengan rupa yang sangat tampan dan sangat sempurna sebagai laki laki , membuat Carina makin suka dengan Zayn , dan ingin menjadikannya sebagai anaknya karena menurut sang suami , sifat Zayn sangat lembut pada orang orang di sekitarnya membuat Carina jatuh hati pada Zayn saat mendengar cerita sang suami sebelumnya
"Baiklah Bi , Zayn akan menemani bibi carina dan adik Cheryl untuk mengobrol di sini , tapi bagiamana dengan paman dan kakak yang ada di dalam .?" Zayn sebenarnya juga tidak keberatan dengan ajakan dari Karina , tapi dia juga tidak enak dengan kedua orang yang ada di dalam
"Tidak usah pikirkan paman dan kakakmu , kalian bisa mengobrol sepuas nya , karena kami juga masih memiliki urusan di luar untuk di kerjakan " tiba tiba muncul xu long dan Zen long tak jauh dari tempat Zayn berada
"Kamu dengarkan apa yang di katakan pamanmu , jadi kamu harus bersama bibi dan adikmu di sini " Carina dan Sheryl langsung berbinar saat mendengar ucapan sang suami , dengan begitu Zayn tidak punya alasan lagi untuk tidak mengobrol bersama keduanya
"Baiklah , tapi sebelum itu apakah paman dan kakak membutuhkan bantuan Zayn mengenai urusan yang kalian katakan sebelumnya.?" Zayn menoleh ke ayah xu long dan Zen long , sementara' kedua wanita di sana memberikan tatapan tajam pada kedua kaki laki itu Agar menolak apa yang Zayn katakan , membuat keduanya gelagapan saat di tatap dengan pandangan seperti biru oleh kedua nya
"Tidak tidak , paman dan kakak mu tidak membutuhkan bantuan mu karena ini hanya masalah kecil , jadi kamu bisa tinggal di sini bersama bibi dan adikmu " Xu long buru buru menggeleng menolak di didukung oleh Zen long yang juga ikut menolak bantuan Zayn , karena memang mereka tidak memiliki urusan penting , mereka hanya mencari alasan untuk meninggal kan Zayn bersama kedua wanita yang nampak sangat menyukai Zayn itu
__ADS_1
"Baiklah kami pergi dulu , tunggu paman di rumah , nanti paman akan jemput kamu jika urusan ini sudah selesai " kemudian di long langsung pergi dari sana bersama Zen long dengan buru buru