PENAKLUK HATI SANG BOS MAFIA

PENAKLUK HATI SANG BOS MAFIA
BAB 1


__ADS_3

Pagi ini Eva dan Natalia mendapat panggilan


kerja disebuah cafe, yah Minggu lalu mereka


sempat menaruh lamaran kerja disebuah cafe


yang lumayan cukup besar dan pagi ini


mereka akan mulai interview.


"NATALIAAAAA.......bangguuuunnnnnnn


bangun sayangg" teriak ku sambil loncat


loncat diatas tempat tidurnya.


dia yang tak terusik sama sekali tak


menghiraukan teriakan ku malah asik menarik


selimutnya nya dan kembali kealam


mimpinya.


aku yang tak mau terlambat interview pun


segera mencari ide supaya si anak pemalas


ini bangun.


ku sikap selimut ditubuhnya yang tak


memberikan reaksi apapun padanya lantas


kutarik kaki nya hingga keujung ranjang dan...


GEDEBUG.."Aduhh!! sakitnyaaa"


"hahahah..haaa" tawaku pecah saat tubuh


gemuknya menatap lantai


"yesss! berhasill nah bangun juga kan kamu"


ucapku setelah selesai menertawakan nya.


"Ishh, temen susah bukannya dibantuin malah


diketawain, jail banget sih kamu emang ga


ada cara lain buat bangunin aku selain jatuhin


aku dari kasur


kamu mau temen loh yang imut ini kenapa kenapa


hah" , ucapnya sambil meringis kesakitan.


"hehehe iya iya maaf, lagian kamu itu kalo udh


molor kaya kebo tau udh aku teriakin sampe


sakit telinga aku sendiri ga bangun bangun


jugaa"


"Emang ngapain sih kamu bangun aku sepagi

__ADS_1


ini aku masih ngantuk tau" katanya sambil


memungut selimut sambil berjalan kearah


kasur dan hendak tidur kembali.


"oh no no Natalia Subarjo kamu lupa ya kalo


hari ini kita ada interview kerja sayang hah"!


ucapku sambil bekacak pinggang.


"Iya iya aku inget tapi kan ini masih pagi va"..


apa katanya masih pagi ini sudah hampir


setengah tujuh.


"masih pagi katamu ini sudah hampir


setengah tujuh liaaaaaa"!!...!!!


"Hah..!! setengah tujuh


duh..duh terlambat dong kita"


dia yang langsung bangkit dan lari kekamar


mandi tanpa mendengarkan ocehanku.


Aku pun bergegas keluar kamar dan


menunggunya diruang tamu sambil


menonton tv


tadi karena aku tahun Lia bakalan terlambat


bangun


15 menit dia keluar dari kamar dan


menghampiriku,


"Yukk berangkat" katanya dengan senyum


yang semangkin manis sebab lesung


dipipinya.


mereka berangkat menggunakan angkot


menuju cafe jarak kost an mereka dengan


cafe hanya beberapa kilo saja dan memakan


waktu 45 menit.


"Ini pak ongkosnya"


setelah membayar ongkos angkot


mereka pun berjalan menuju meja HRD dan


bertanya pada wanita cantik yang sednag


fokus pada layar komputernya.

__ADS_1


"Permisi mbak" , sapa ku wanita cantik itu pun


langsung menoleh


''iya ada yang bisa saya bantu mbak"


"maaf mbak sebelumnya saya mau bertanya


apakah benar ini cafe 'dear green' mbak"?


"Iya benar mbak ada apa ya"?


"gini mbak saya dan teman saya mau


interview kerja mbak soalnya kemarin kita


berdua dapet panggilan dari cafe ini iya kan


Li"? tanyaku pada Lia


''iya mbak betul".


''oh ini Mbak Eva dan Mbak Lia ya"?


''Iya mbak saya Eva dan ini temen saya Lia"


''kalo begitu mbak dan temennya langsung bisa masuk kerja hari ini ya mbak".


"loh ini ga pake interview interview an mbak"? tanya Lia


''Engg mbak karena memang kami


membutuhkan waiters sekarang juga jadi


Mbak Eva dan temannya bisa langsung


masuk kerja hari ini".


"oh begitu", sahut ku dan Lia hampir


berbarengan.


''mari mbak saya anter kebelakang".


Eva dan Lia segera mengikuti wanita itu


kebelakang sesampainya dibelakang memang


para karyawan tengah sibuk sibuknya


mengerjakan pekerjaan mereka masing".


Eva dan Lia segera membantu apa yang bisa


mereka kerjakan tanpa terasa jam pulang


kerja telah tiba.


Eva dan Lia beres beres hendak pulang


karena memang hari ini pekerjaan mereka


cukup melelahkan padahal baru hari pertama.


"rasanya aku ingin cepat sampai rumah dan


merebahkan tubuhnya di kasur", batin Eva

__ADS_1


__ADS_2