
mereka tiba dirumah pukul 19.00 wib
''aku duluan yang mandi ya Li", ucapku pada lia
''yauda Sono cepetan biar gantian" , jawab Lia
ya kamar mandi dikost mereka hanya satu
jadi harus bergantian jika ingin
menggunakannya dan memang tubuh eva
sudah terasa lengket jadi dia harus segera
mandi, pikirnya.
15 menit eva keluar dari kamar mandi disusul
oleh Lia yang langsung masuk kamar mandi
Lia pun sepertinya kelelahan sangat terlihat
jelas diwajahnya.
Eva berganti pakaian dan segera keluar
mencari makanan untuk mereka berdua
"setidaknya aku bisa mendapatkan mie instan
untuk mengganjal perut kami yang sudah
kelaparan" , batin Eva.
saat Eva kembali Lia tengah membuat teh
hangat dua gelas yang berati satu gelasnya
untuk nya
''Ini Li aku tadi nyari mie instan diluar"
''yauda sini biar aku yang masakin kamu kan udah nyari"
Eva mengganguk dan membiarkan Lia
mengolah mie yang tadi ia beli
5 menit kemudian mie siap disantap
Eva dan Lia menyantapnya hingga tandas.
selesai makan Eva dan Lia bergegas untuk
istirahat karena memang hari ini cukup
melelahkan.
__ADS_1
apalagi besok mereka harus berangkat kerja
pagi pagi, selang berapa menit Eva dan Lia
telah dibuai mimpi masing masing
Pagi telah tiba Eva dan Lia telah siap
berangkat kecafe.
seperti biasa mereka menggunakan angkot
sebagai alat transportasi menuju cafe tempat
mereka bekerja.
sampai dicafe Eva dan Lia memulai pekerja
sebagai waiters seperti biasa.
jam makan siang sebentar lagi Eva dan Lia
memilih tetap berada dicafe karena memang
persediaan keuangan mereka menipis
maklum lah akhir bulan hehehe...
Eva dan Lia menghabiskan jam makan siang
ditengah perbincangan mereka mendengar
ada yang mamanggil"
''hei...hei..mbakk''
''eh va itu ada yang pesen kayanya tapi kok,
mereka serem serem semua ya apalagi yang
paling ganteng itu tapi auranya itu hiii" bisik
Lia
"susstt kamu ini bentar ya aku kesana dulu"
Lia pun hanya menjawab dengan anggukan
''iyaa pak ada yang bisa saya bantu"
''saya pesan jus orange, ucap pria yang
berpakaian serba hitam itu, lu fer apaan"
tanya pria tadi
"'leci dingin" , ucap pria yang paling ganteng
__ADS_1
kata Lia tadi tanpa menoleh dari map yang
dilihatnya.
''oke itu aja mbak"
''baik pak ditunggu pesanannya ya"
Eva menyiapkan pesanan dan mengantarkan
ke meja tersebut
saat meletakan gelas yang berisi leci dingin
didepan pria dingin tadi
tanpa sengaja tatapan matanya bertemu
dengan manik mata milik Eva beberapa menit
mereka berpandangan dan tak menghiraukan
keadaan sekitar.
Ehemm...(dehem pria disamping pria dingin itu)
sesaat kemudian keduanya sadar dan
mengakhiri kontak mata itu.
Eva kembali kebelakang dengan keadaan
jantung yang sudah tak beraturan.
''kenapa dengan jantungku", batin Eva.
Lia yang baru keluar dari toilet pun mengeyitkan dahinya melihat sahabatnya seperti habis maraton sambil memegangi dadanya.
"kamu kenapa va"?
"Eh, kamu ini ngagetin aja"
"Apaan orang aku cuma nanya biasa aja kamu yang kenapa"?.
"Enggak kok aku gak kenapa kenapa", elak Eva.
"gimana pesenan pria pria serem tadi udah kamu anterin ga"?
"U udah kok", jawab Eva dengan gugup
"kamu kenapa sih va, kok aneh"?
"Engg papa kok Li, yuk aku teraktir siomay kang Jajang didepan" ajak Eva
"emang kamu punya uang va"?
"ada kok cuma buat beli siomay doang, hehehe" ucap Eva sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1