PENAKLUK HATI SANG BOS MAFIA

PENAKLUK HATI SANG BOS MAFIA
BAB 2


__ADS_3

mereka tiba dirumah pukul 19.00 wib


''aku duluan yang mandi ya Li", ucapku pada lia


''yauda Sono cepetan biar gantian" , jawab Lia


ya kamar mandi dikost mereka hanya satu


jadi harus bergantian jika ingin


menggunakannya dan memang tubuh eva


sudah terasa lengket jadi dia harus segera


mandi, pikirnya.


15 menit eva keluar dari kamar mandi disusul


oleh Lia yang langsung masuk kamar mandi


Lia pun sepertinya kelelahan sangat terlihat


jelas diwajahnya.


Eva berganti pakaian dan segera keluar


mencari makanan untuk mereka berdua


"setidaknya aku bisa mendapatkan mie instan


untuk mengganjal perut kami yang sudah


kelaparan" , batin Eva.


saat Eva kembali Lia tengah membuat teh


hangat dua gelas yang berati satu gelasnya


untuk nya


''Ini Li aku tadi nyari mie instan diluar"


''yauda sini biar aku yang masakin kamu kan udah nyari"


Eva mengganguk dan membiarkan Lia


mengolah mie yang tadi ia beli


5 menit kemudian mie siap disantap


Eva dan Lia menyantapnya hingga tandas.


selesai makan Eva dan Lia bergegas untuk


istirahat karena memang hari ini cukup


melelahkan.

__ADS_1


apalagi besok mereka harus berangkat kerja


pagi pagi, selang berapa menit Eva dan Lia


telah dibuai mimpi masing masing


Pagi telah tiba Eva dan Lia telah siap


berangkat kecafe.


seperti biasa mereka menggunakan angkot


sebagai alat transportasi menuju cafe tempat


mereka bekerja.


sampai dicafe Eva dan Lia memulai pekerja


sebagai waiters seperti biasa.


jam makan siang sebentar lagi Eva dan Lia


memilih tetap berada dicafe karena memang


persediaan keuangan mereka menipis


maklum lah akhir bulan hehehe...


Eva dan Lia menghabiskan jam makan siang


ditengah perbincangan mereka mendengar


ada yang mamanggil"


''hei...hei..mbakk''


''eh va itu ada yang pesen kayanya tapi kok,


mereka serem serem semua ya apalagi yang


paling ganteng itu tapi auranya itu hiii" bisik


Lia


"susstt kamu ini bentar ya aku kesana dulu"


Lia pun hanya menjawab dengan anggukan


''iyaa pak ada yang bisa saya bantu"


''saya pesan jus orange, ucap pria yang


berpakaian serba hitam itu, lu fer apaan"


tanya pria tadi


"'leci dingin" , ucap pria yang paling ganteng

__ADS_1


kata Lia tadi tanpa menoleh dari map yang


dilihatnya.


''oke itu aja mbak"


''baik pak ditunggu pesanannya ya"


Eva menyiapkan pesanan dan mengantarkan


ke meja tersebut


saat meletakan gelas yang berisi leci dingin


didepan pria dingin tadi


tanpa sengaja tatapan matanya bertemu


dengan manik mata milik Eva beberapa menit


mereka berpandangan dan tak menghiraukan


keadaan sekitar.


Ehemm...(dehem pria disamping pria dingin itu)


sesaat kemudian keduanya sadar dan


mengakhiri kontak mata itu.


Eva kembali kebelakang dengan keadaan


jantung yang sudah tak beraturan.


''kenapa dengan jantungku", batin Eva.


Lia yang baru keluar dari toilet pun mengeyitkan dahinya melihat sahabatnya seperti habis maraton sambil memegangi dadanya.


"kamu kenapa va"?


"Eh, kamu ini ngagetin aja"


"Apaan orang aku cuma nanya biasa aja kamu yang kenapa"?.


"Enggak kok aku gak kenapa kenapa", elak Eva.


"gimana pesenan pria pria serem tadi udah kamu anterin ga"?


"U udah kok", jawab Eva dengan gugup


"kamu kenapa sih va, kok aneh"?


"Engg papa kok Li, yuk aku teraktir siomay kang Jajang didepan" ajak Eva


"emang kamu punya uang va"?


"ada kok cuma buat beli siomay doang, hehehe" ucap Eva sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


__ADS_2