PENAKLUK HATI SANG BOS MAFIA

PENAKLUK HATI SANG BOS MAFIA
BAB 3


__ADS_3

Bryan Prayoga Dirgantara pria berumur 25 tahun merupakan anak tunggal dari sepasang suami istri, Arthama Dirgantara dan Kaira Dirgantara pemilik perusahaan terbesar dinegara B yaitu "Dirgantara the company".


MORTAL ENEMY merupakan nama salah satu organisasi gelap terbesar yang ada dinegara B.


karena ketenarannya tak heran jika organisasi ini memiliki banyak musuh.


kesadisan dan kekejaman orang orang yang ada diorganisasi ini sudah sangat terkenal termasuk bos organisasi ini sendiri.


namun sangat sulit untuk mengetahui seluk beluk orang orang tersebut apalagi bosnya.


informasi nya benar benar ditutup serapat mungkin.


kembali ke cafe


siang ini disebuah cafe yang cukup besar ada dua pria yang telah terlibat dalam pembicaraan serius ntah apa yang mereka bicarakan tapi sepertinya memang sangat penting.


tangan pria tampan itu memegang map dan menelisik tulisan yang ada didalamnya.


tulisan map itu berisi tentang informasi mengenai sebuah organisasi yang belakangan ini mengusik ketenangan orang orangnya.


DANGER BLACK organisasi yang sempat mengacaukan acara transaksi jual beli senjata ilegal yang dilakukan oleh orang orangnya Bryan.


"ini laporan yang didapat dari anak buah kita tentang danger black"


"hmm" , kalian urus masalah mereka aku malas berurusan dengan anak anak, jawabnya.


memang masalah seperti ini tidak perlu harus dia yang turun tangan sebab sudah banyak sekali kejadian kejadian seperti ini.


orang orang nya sangat mudah sekali mengatasi nya karena memang sebelum mereka bergabung di MORTAL group mereka sudah diuji, bahkan penguji annya pun harus melibatkan nyawa mereka sendiri.

__ADS_1


"baik bos", jawab sahabat sekaligus asisten pribadinya itu.


pria itu langsung menelpon seseorang dan memerintahkan sesuatu


"kalian urus orang orang yang mengusik kita kemarin"!


"baik pak" jawab orang diseberang sana


"sudah beres bos"


"hmm" jawab pria dingin itu


ditempat lain


Anak buah Bryan langsung mengerjakan perintah yang diberikan oleh asisten bosnya mereka mendatangi markas orang orang yang kemarin hampir menggagalkan acara transaksi mereka.


kebetulan saat mereka tiba disana hanya beberapa orang saja yang ada disana dengan begitu sangat mudah bagi mereka untuk menghabisi pengacau pengacau tersebut.


markas danger benar benar mereka porak-porandakan seperti gudang dan orang orang danger sudah terkapar semua tertinggal satu itu pun sudah setengah mati.


selesai memberi pelajaran pada organisasi itu mereka meninggalkan tempat itu menuju kemarkas tersembunyi dengan Mambawa bukti tugas mereka.


MARKAS MORTAL


"ikat dia"


laki laki yang menjadi tawanan mortal diikat pada sebuah tiang didalam ruangan yang gelap dengan cahaya redup.


"tugas kita selesai tinggal menunggu bos datang" ucap anak buah bryan"

__ADS_1


"bakalan ada tontonan seru nih"


"ayo kita tinggalkan dia disini"


mereka meninggalkan laki laki tersebut dengan keadaan yang sangat memperihatinkan dengan luka disekujur tubuhnya.


Bryan telah sampai di markasnya dan siap mengeksekusi orang yang telah mengusiknya.


"dia ada di tempat pengeksekusian bos"


"hmm"


bryan berjalan menuju tempat dimana mangsanya telah siap, sebelum itu dia terlebih dulu meng ganti pakaiannya dikamar pribadinya yang memang dia sediakan disana.


"ooh, ini ternyata orang yang ingin bermain-main dengan ku"ucapnya


tatapan tajam matanya siap merobek-robek mangsanya kapan pun dia mau.


"maaf kan sayan tuan"ucap pria itu yang langsung bersujud didepan bryan.


"ucapan maaf? dengar baik baik jika ada yang mengusik ku maka aku akan menghabisi nya,


kamu tinggal pilih mau mati dengan cara yang seperti apa?"


ucap bryan, laki laki yang sangat ditakuti itu.


Dia sangat marah mengetahui ada yang berani mengusiknya apalagi sampai hampir menggagalkan acara transaksi miliknya.


"Tolong tuan, saya masih memiliki keluarga, anak anak saya masih kecil, mereka masih sangat membutuhkan saya."

__ADS_1


laki laki tersebut memelas sedemikian rupa berharap bos mafia tersebut akan memaafkannya dan memberikan kesempatan hidup untuknya.


seluruh tubuhnya sudah penuh dengan luka, darah mengalir terus menerus karena dipukul dan disiksa.


__ADS_2