PENAKLUK HATI SANG BOS MAFIA

PENAKLUK HATI SANG BOS MAFIA
BAB 6


__ADS_3

"Bryan, apa yang akan kau lakukan pada alex ?", tanya Arga


"biarkan saja dulu, biarkan dia melakukan apa yang dia suka untuk saat ini," jawab Bryan santai.


"apakah kau tidak takut?"


"mengapa aku harus takut Alex tak bisa dan tak akan pernah menang melawan ku, ucap bryan.


"tapi ingat dia tak akan pernah berhenti mengusik hidupmu, karena memang tujuannya ada melihatmu mati" ucap Arga.


"tidak usah sok sok an menasehati ku, aku tau caranya menjaga diri, jawab Bryan.


Pratam Argantara sahabat Bryan, mereka sudah bersahabat sejak kecil, Arga berfprofesi sebagai sekertaris diperusahan Bryan sekaligus asisten pribadinya didunia mafia.


Dia sudah memiliki rumah sendiri, tetapi sampai sekarang dia masih belum memiliki pasangan hidup alis jomblo ya guys..


Malam Hari


Bryan dan Arga sudah berada didalam bar.


Terdengar suara musik yang kencang, aroma rokok, dan bau parfum dari orang orang yang berada didalamnya sudah menjadi ciri khas suatu bar.

__ADS_1


Para penghibur penghibur yang menari menggoyang goyangkan tubuh mereka dengan memakai pakaian yang sangat minim bahkan ada yang sampai transparan.


sampai pada tempat yang biasanya mereka tempati


"Selamat malam tuan Bryan, ternyata tuan ada disini, sapa Van yang memang bekerja dibar tersebut.


Bryan mengabaikan sapaan itu tatapannya menghadap ketempat dimana orang orang menari sesukanya bahkan adanya yang berciuman sesukanya tanpa memikirkan keadaan sekitar.


"Tuan Bryan, apa kabarnya, Risa sangat kangen sekali loh", ucap wanita centil yang langsung mengambil posisi duduk diatas pangkuan bryan.


Risa, adalah seorang wanita penghibur dibar itu, melihat kedatangan Bryan dia sangat bersemangat, Risa langsung mengalungkan tangannya keleher Bryan, Bryan yang mendapat perlakuan seperti itu pun tidak merespon apapun tidak melarang ataupun setuju, Arga yang melihat itu hanya menggelengkan kepala.


wanita itu tidak lagi menanyakan apapun pada Bryan, dia langsung menarik Bryan dan mengajaknya menari, Bryan tak menolak dia mengikut saja.


Arga yang melihat itu hanya bisa berharap supaya sahabat sekaligus bos mafia itu bisa bertemu dengan jodoh nya dan meninggalkan kebiasaan buruknya.


setelah puas menari Bryan langsung membawa Risa kehotel yang memang sudah biasa dilakukannya.


didalam kamar itu Bryan melepaskan hasratnya pada wanita yang memang seharusnya melakukan pekerjaannya.


setelah selesai menuntaskan hasratnya Bryan dan Risa terlelap sebab mereka kelelahan, tak lupa sebelum tidur Bryan menuliskan nominal cek yang akan diterima oleh wanita penghibur itu.

__ADS_1


sebab, pagi nanti setelah bangun Risa harus segera meninggalkan kamar itu dan melakukan pekerjaannya yang lain.


Pagi hari nya


Bryan terbangun dari tidurnya karena sinar mentari yang menembus menyoroti wajah tampannya.


dia tak melihat siapapun didalam ruangan itu, berati wanita itu sudah pergi cek yang tadi malam ditulisnya pun sudah tidak ada diatas meja.


Bryan bangkit dari tempat tidurnya menuju kamarandi untuk membersihkan badannya yang lengket akibat pergumulannya dengan wanita itu tadi malam.


selesai mandi Bryan memaki jubah mandinya,


duduk dikursi dekat ranjangnya, menghidupkan rokok dan menghisapnya dalam dalam lalu mengeluarkannya perlahan.


menyandarkan kepalanya kepinggir meja, dan mengangkat kedua kakinya ke atas meja, sesekali menenggak botol minuman anggur yang memang sudah ada disetiap kamar hotel.


Tok..tok..tok..


"masuk"


pintu terbuka, Arga masuk dengan membawa paper bag yang berisi pakaian tuannya.

__ADS_1


__ADS_2