PENAKLUK HATI SANG BOS MAFIA

PENAKLUK HATI SANG BOS MAFIA
BAB 4


__ADS_3

"Ah sudah lah, kau membuat waktuku terbuang percuma, cepat sebutkan permintaan terakhirmu, tapi jangan minta supaya aku tidak mengahabisimu karena itu tidak akan mungkin terkabul".


"tuan, tolong saya jangan habisi saya, tolong berikan kesempatan hidup untuk saya sekali lagi, saya berjanji akan bergabung dan setia kepada tuan sampai saya mati".


pria itu masih saja terus memohon berharap bos mafia itu bisa prihatin dengan keadaannya.


Hhmmmm.....kau sepertinya tidak mengerti apa yang aku ucapkan", baiklah jika begitu biar aku saja yang menentukan cara mu mati, ucap bryan berdiri dan menginjak tangan pria yang bersipuh dibawah kakinya.


"kau tenang saja aku tidak akan menyakiti keluarga mu, kecuali mereka berani melakukan hal yang sama seperti mu yaitu mengusikku".


Bryan kemudian berjalan kearah sekelompok anak buahnya.


"tutup kepalanya, ikat kedua tangannya kebelakang, dan tembak 3 kali, setelah itu kirim mayatnya kembali kemarkasnya, dan pastikan dia benar benar sudah tak bernyawa". Perintah Bryan pada anak buahnya yang sedari tadi memang menunggu keputusan sang bos nya.


"Baik tuan",ucap mereka serempak.


tuan, tolong ampuni saya tuan, tolong biarkan saya hidup tuan, to..long tuan", teriak laki laki itu meracau diujung kematiannya.

__ADS_1


sementara itu, anak buah Bryan langsung menutup kepala, dan mengikat kedua tangannya, dalam posisi berlutut.


DORRR...DORR...DOORRR


seketika itu juga laki laki itu kehilangan nyawanya, tiga peluru telah bersarang ditubuhnya, satu dikepala, satu didada kanan, dan satu lagi didada kirinya kini tubuhnya sudah menjadi mayat.


lalu mereka membawa mayatnya kemobil dan akan diletakkan di markasnya.


"bos kita ternyata sangat sadis ya?"ucap nya kepada rekannya


"benar, makanya jangan sekali-kali berani mengusik ketenangannya", jawabnya.


Bryan Prayoga Arthama seorang CEO sekaligus bos MAFIA terkejam dinegara nya, merupakan anak tunggal keluarga Arthama .


bagi Bryan membunuh bukanlah hal yang sulit baginya, bahkan itu merupakan suatu kesenangan tersendiri baginya.


tatapan tajam mata elangnya, sifat arogannya, berkuasa, tidak pernah senyum sedikitpun, hanya ada seringai an tajam dan tatapan mematikan.

__ADS_1


selang berapa menit


mereka telah sampai dibar ternama dinegara itu, bar langganan yang memang selalu dikunjungi tuannya untuk menjadi tempat hiburannya.


Bryan turun dari mobil dan langsung berjalan menuju ruang VVIP yang memang sudah menjadi tempatnya.


dia masuk kedalam ruang VVIP yang memang sudah menjadi langganan nya, tempat seperti ini lah yang dijadikan sebagai suatu hiburan bagi manusia manusia yang memang butuh ketenangan dan hiburan tak heran jika banyak sekali orang yang berada didalamnya.


tempat ini merupakan tempat manusia manusia yang memiliki keputusan ada an dalam hidupnya tak jarang mereka memesan gadis penghibur lebih tepatnya wanita malam untuk menemani mereka.


tempat ini juga lah yang menjadi tempat andalan untuk seorang Bryan guna menghilangkan stress.


menghisap rokok, ntah sudah berapa batang rokok yang sudah dihabis kannya selama perjalanan menuju bar sampai tiba ditempatnya.


ditempat itu sudah tersedia minuman handal yang sudah menjadi khas bagi Bryan setiap kali berada ditempat itu.


Gluk..gluk..glukk

__ADS_1


tiga kali tenggak satu botol itu pun langsung tandas diminumnya .


__ADS_2