
pada saat gejolak di dalam tubuh Gui fang menggebu-gebu dia semakin mempercepat gerakannya membuat permaisuri tak dapat menahan rasa sakit hingga akhirnya Gui fang berhenti, wajah Gui fang terlihat sangat puas sementara permaisuri tak lagi dapat menahan rasa malu dalam diri nya, dia sangat malu menghadap suaminya setelah di perkosa Gui fang hingga akhirnya dia bunuh diri, dia mengambil pedang Gui fang lalu menusuk kebagian tubuhnya hingga menghembuskan nafas terakhir.
★★★
pertarungan yin Jong dan yin shena masih berlangsung mereka mengeluarkan kekuatan terbaik masing-masing.
" apa yang kau ingin kan jong'er, apa kau tak takut jika ayah tau kau akan di hukum." yin shena memperingati yin Jong akan tindakannya.
" kalau itu semua sudah diatur, aku tidak yakin dia masih bernafas saat ini, karna ada ketua ling Jun yang mengurusnya." yin Jong tersenyum sinis.
"ap...paaa kau benar-benar licik, akan ku habisi nyawa mu." ucap yin shena geram
kedua nya mengangkat pedang lalu menyerang satu sama lain, setelah beradu beberapa jurus menggunakan jurus terhebat masing masing, yin shena semakin terpojok dia baru menyadari bahwa kekuatan yin Jong jauh diatasnya.
__ADS_1
"bahkan kau menyembunyikan kemampuan mu selama ini, untuk apa kau melakukan ini semua." ucap yin shena sambil menahan sakit akibat sayatan pedang di punggungnya.
"apa lagi kalau tidak untuk menghabisi nyawa mu dan menguasai kekaisaran ini." yin Jong tertawa lantang
yin Jong maju menyerang sementara yin shena terus menangkis serangan yin Jong. yin shena merapatkan giginya, dia semakin terpojok sementara tenaganya sudah hampir habis dia mengambil jarak untuk memulihkan tenaganya, melihat yin shena tidak lagi memiliki tenaga, yin Jong tidak menyia nyiakan kesempatan itu. dia langsung mendekati yin shena dan langsung menebas kearah leher yin shena, yin she na berusaha menghindar namun tenaga nya tidak lagi ada hingga akhirnya pedang yin shena mampu menebas tepat bagian leher, yin shena akhirnya roboh ke lantai dia mati dengan kepala terpisah.
"apa kau sudah selesai" ucap Gui fang yang dari tadi memperhatikan pertarungan mereka.
"maaf kan saya tuan, jika saya terlalu lama melenyapkan nya." yin Jong menundukkan kepalanya.
★★★
"apa yang terjadi di dalam, kenapa permaisuri menjerit kesakitan".shi Lin bertanya kepada rekannya.
__ADS_1
"ketua sedang bersenang senang, dia pasti menemukan permainan nya." jawab salah satu anggota tengkorak merah darah sambil tersenyum.
"apa maksudmu." shi Lin mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti apa yang dimaksud permainan oleh salah satu anggota tengkorak merah darah itu.
anggota tengkorak merah darah itu hanya diam, dia dan yang lain nya duduk bersila memulihkan tenaganya sambil menunggu ketuanya keluar. shi Lin tak lagi bicara stelah melihat keempat anggota tengkorak merah darah duduk menunggu, karna dia menyadari perbedaan kekuatan antara mereka, jadi dia juga ikut menunggu.
setelah sekian lama menunggu akhirnya Gui fang dan yin Jong keluar, shi Lin Dan dan yang lain nya bangkit melihat kedatangan mereka.
"kenapa kalian lama sekali tuan, apakah terjadi masalah di dalam." ucap shi Lin sambil membungkuk kan kepalanya.
" tidak ada masalah, kami hanya bersenang senang dengan permainan kami sendiri." ucap Gui fang tersenyum.
melihat senyum itu shi Lin semakin kebingungan, dia menatap yin Jong namun yin jong hanya mengangkat bahunya, akhirnya dia mengabaikan semua nya.
__ADS_1
"ayo tunggu apa lagi, kita bergerak sekarang apa kalian tidak bosan seharian di sini." ucap Gui fang melangkah pergi.
kemudian yang lain mengikutinya