
"bukan kah yang kukatakan ini adalah kebenaran, apakah tuan lupa kenapa tuan dan keluarga tuan berada di istana saat ini". jelas panglima fang dong.
"soal itu". ming song tampak ragu
"sudah tidak usah di pikirkan, kita berharap semua itu kenyataan yang terpenting saat ini melatih Qiang Xie agar menjadi pendekar terkuat" lanjut fang dong karna melihat keraguan dalam diri ming song
tak lama berselang tiba tiba datang seorang perajurit tergesa-gesa.
"maaf panglima jika saya datang tanpa permisi dan mengganggu perbincangan anda dengan tuan ming." ucap prajurit tersebut sambil menundukkan kepala.
"tak apa, apa yang membuat mu datang tergesa-gesa dan terlihat sedikit memucat." jawab fang dong
" hamba di utus yang mulia untuk menjemput anda, karna saat ini istana sedang di serang" jelas prajurit tersebut.
"apa istana di serang, siapa yang berani menyerang istana secara terbuka, apakah kekaisaran tang." panglima fang dong berkata dengan nada tinggi sambil bangkit dari tempat duduk nya bersiap untuk pergi.
__ADS_1
"bukan kekaisaran tang yang menyerang istana tuan, tetapi sekte elang hitam beserta aliansi nya." jawab prajurit tersebut lugas
"apa sekte elang hitam, berani sekali mereka menyerang istana secara terbuka" panglima fang dong berkata dengan meninggi terlihat jelas kemarahan nya dari raut wajah nya.
"kenapa sekte elang hitam menyerang istana, bukan kah mereka tak akan menyerang tanpa ada yang menggerakan, karna dari yang saya tau ketua sekte elang hitam sangat memperhitungkan keuntungan pada saat menggerakan anggotanya."
"kalau tujuan mereka ingin merampok istana itu tidak mungkin, karna mereka pasti mpertimbangkan hal tersebut karna masih ada sekte besar aliran putih yang pastinya tidak akan membiarkan mereka bergerak semau nya apalagi merampok istana kekaisaran."
" apa mungkin mereka ingin menguasai istana tapi tidak mungkin kalau tidak ada yang menggerakan karna dari yang saya tau sekte elang hitam tidak pernah ada yang berniat menjadi kaisar karna itu terlalu sulit." jelas ming song.
"apa mungkin pangeran kedua ingin melakukan kudeta, karna beliau menghilang beberapa hari ini setelah berdebat dengan ayah nya karna tidak menyetujui apa bila pangeran pertama di angkat menjadi raja." jelas panglima fang dong.
" itu semua tidak penting, yang terpenting saat ini kita pergi keistana untuk membantu yang lain mengusir pemberontak tersebut."
" tuan dan prajurit tuan pergi lah terlebih dahulu saya akan mengungsikan xie'er terlebih dahulu, setelah itu saya akan menyusul tuan." ming song menyuruh panglima pergi lebih dulu, terlihat jelas kegelisahan di wajah nya.
__ADS_1
akhir nya panglima fang dong dan prajurit nya pergi meninggal kan ming song yang sedang memanggil putra nya untuk berhenti berlatih. kemudian ming song mengajak putra nya pergi ke sebuah gua untuk di jadikan tempat persembunyian.
"Xie'er kau bersembunyilah di dalam gua tersebut dan jangan sentuh apapaun karna itu akan membahaya kan mu." ucap ming song menasihati putra nya agar tidak menyentuh apapun karna xie'er saat ini bersembunyi di dalam gua yang di dalam nya bersemayam pedang kalajengking emas pedang yang melegenda dan menggemparkan Dunia persilatan saat ini.
" ayah akan pergi kemana." balas ming Qiang Xie sedikit takut
" ayah akan pergi menyelamat kan ibu di dalam istana, situasi di istana saat ini sedang kacau karna istana sedang di serang."
" dan kau xie'er jangan pergi kesana sebelum ayah menjemput mu, kalau nanti hari sudah gelap dan ayah belum juga kembali, jangan coba-coba untuk pergi keistana bisa saja ayah sudah tidak di sana.'"
" kalau hari sudah gelap dan ayah belum kembali, pergi lah kearah selatan disana terdapat sekte rumput hijau ketua sekte tersebut adalah sahabat ayah, beri kan ini kepada penjaga dan kau akan di arah kan menemui ketua sekte. mungkin dia mau membantu mu untuk merawat mu." jelas ming song
" ayah jangan pergi aku takut." rengek ming Qiang Xie
" ayah harus pergi nak ibu mu dalam bahaya, maaf kalau ayah nanti tidak dapat kembali, kuharap kau mau berlatih keras agar menjadi pendekar kuat kelak." ucap ming song tanpa di sadari air mata nya mulai menetes.
__ADS_1
akhir nya ming song memutus kan untuk berangkat untuk membantu yang lain di istana sedang kan ming Qiang Xie hanya menatap kepergian ayah nya, air mata nya tidak berhenti sampai ayah nya benar benar tidak terlihat.