Pendekar Kalajengking Emas

Pendekar Kalajengking Emas
kudeta kekaisaran XI


__ADS_3

yin Sao tetap tidak mampu mengalahkan Ling Jun, seberapa pun usahanya tetap saja pengalaman bertarung nya masih kalah dengan Ling Jun. kedua nya terus menyerang dengan kemampuan masing-masing yin Sao di paksa terus bertahan, yin Sao yang semakin lama semakin terpojok mengambil jarak sekaligus membaca situasi dia melihat sekelilingnya semakin banyak pasukan yang bergelimpangan dari kubunya.


"seperti nya hari ini adalah hari kehancuran kekaisaran Han." gumam yin Sao


"kenapa apa kau sekarang mulai frustasi." ejek Ling Jun


"akan kubunuh kauuu." teriak yin Sao sambil melangkah menyerang dengan sisa tenaga nya.


namun langkahnya terhenti saat sebuah pedang melesat cepat kearah Ling jun, untung saja Ling Jun menyadari kehadiran pedang tersebut dan langsung menangkisnya.


★★★


ming song akhirnya sampai ke istana kekaisaran, melihat kondisi istana sangat kacau dia menjadi sangat khawatir dengan keadaan istrinya.


dia langsung mempercepat langkahnya untuk mencari keberadaan Ling Shu. dia memyempat kan diri untuk membantu pasukan kekaisaran yang sedang terdesak, kehadiran nya sedikit membawa perubahan bagi pasukan kekaisaran, kalau saja dia tidak sedang tergesa-gesa untuk mencari keberadaan Ling Jun, dia sangat ingin menghabisi seluruh pasukan pemberontak. dia melanjutkan perjalanannya ketika ia merasa kondisi pasukan istana sudah mulai bisa menguasai situasi.

__ADS_1


namun kini langkah nya terhenti pada saat melihat kaisar yin Sao sedang terpojok, dia melihat banyak luka sayatan pedang hampir di sekujur tubuh kaisar.


ming song langsung mengambil inisiatif untuk membantu yin Sao, dia mengambil pasukan istana yang sudah tergeletak tak bernyawa kemudian langsung melemparkan pedang tersebut kearah Ling Jun.


untungnya Ling Jun berhasil menangkis pedang tersebut.


" dasar pengecut beraninya kau menyerang ku dari belakang." teriak Ling Jun.


yin Sao tak menghiraukan teriakan Ling Jun, dia maju mendekati kaisar yin Sao untuk membantu mengobati lukanya.


"apakah yang mulia tidak papa." tanya ming song


ming song mengangguk kemudian mencabut pedang nya, bersiap untuk bertarung.


"baik lah kalau begitu, pulihkan terlebih dahulu luka yang mulia, biar aku yang melawan nya." ucap ming song sambil melangkah maju menyerang Ling jun.

__ADS_1


"sial.. kenapa aku harus berjumpa dengan nya dalam keadaan seperti ini." umpat Ling Jun melihat dia dalam kesulitan yang besar.


luka Ling Jun tidak terlalu parah, namun tetap saja menang untuk melawan ming song dalam kondisi setamina yang terkuras ditambah lagi perbedaan kekuatan antara keduanya adalah hal yang mustahil.


baru beradu sekitar pulahan jurus sudah terlihat jelas Ling Jun di pojokan oleh ming song. Ling Jun terus menangkis serangan ming song sambil sesekali mencari celah untuk kabur.


ming song menyadari niat Ling Jun, dia tidak membiarkan hal itu terjadi setelah melihat apa yang telah di perbuat aliansi nya di istana kekaisaran.


"jangan mencoba kabur, kau harus bertanggung jawab atas kekacauan ini." ucap ming song


"sial gerakannya semakin cepat." umpat Ling Jun dalam hati.


Ling Jun terus menangkis setiap seranganing song hingga setamina nya betul betul habis. ming song memanfaatkan kesempatan itu dia menebaskan langsung mengeluarkan kan jurus andalannya.


"JURUS PEDANG NAGA SUKMA".

__ADS_1


gerakannya semakin cepat hampir tak terlihat oleh mata telanjang, pada saat pedangnya hampir mengenai tubuh Ling Jun. tiba tiba sebuah pisau melesat cepat kearah ming song, menyadari serangan mendadak ming song langsung merubah gerakannya untuk menangkis pisau tersebut, kemudia mengambil jarak yang cukup jauh.


"aku cukup terpesona dengan kecepatan mu namun sangat disayang kan, kita berada di pihak yang berbeda." ucap seseorang yang muncul dari atas atap.


__ADS_2