
keesokan hari nya ming song kembali mengajak anak nya untuk melanjutkan latihan nya yang kemarin.
keduanya pun pergi ketempat latihan biasa nya dengan mengunakan ilmu meringankan tubuh. walaupun ming Qiang Xie belum mempelajari ilmu tenaga dalam tetapi dia masih tetap mampu mengimbangi kecepatan ayah nya. memang ming song tidak mengeluarkan seluruh kemampuan nya, tapi tetap saja itu sudah cukup luar biasa untuk orang yang tidak memiliki tenaga dalam.
akhirnya keduanya sampai lebih cepat dari pada kemarin.
"xie'er ayah berencana mengajarkan tenaga dalam kepada mu hari ini, tetapi kamu harus melatih kekuatan fisik mu agar tubuh mu tidak hancur pada saat mempelajari ilmu tenaga dalam." jelas ming song.
"baik ayah" balas ming Qiang Xie.
***
di istana kekaisaran awal nya terlihat damai semua orang melakukan aktivitas seperti biasanya. kaisar dan para menteri sedang melakukan diskusi untuk mencari cara menekan aliran hitam yang semakin hari semakin membuat keresahan di mana2. sampai tiba2 seorang perajurit memasuki ruangan dengan wajah sedikit memucat.
__ADS_1
" maaf yang mulia" ucap sang perajurit terhenti karena melihat tatapan tidak suka dari para menteri.
"tidak apa, sampaikan apa yang ingin kau sampai kan" jawab sang kaisar karena melihat perajurit nya ketakutan.
"diluar sedang terjadi keributan, istana kita di serang yang mulia".
"siapa yang berani menyerang istana secara terang terangan" kapten yin bertanya dengan nada membentak membuat suasana dirungan tersebut sedikit mencekam.
"dilihat dari jubah nya, sepertinya itu sekte elang hitam dan aliansi nya" balas prajurit tadi.
"baik yang mulia" balas semua nya serempak
***
__ADS_1
" keluar lah pangglima sampai kapan kau akan melihat semua dari kejauhan." ucap ming song sambil melihat kearah sebuah pohon besar tempat panglima fang dong bersembunyi.
"tak ku sangka kau, mengetahui keberadaan ku". jawab panglima sambil mendekat.
"dari awal aku sudah menyadari saat tuan mengikuti hamba, tetapi hamba membiarkan karna tidak mungkin tuan ingin mencelakai saya dan putra saya."
"Anda benar, saya di perintah kan yang mulia untuk melihat perkembangan putra anda tuan."
" dan ternyata kemajuan putra anda jauh di atas perediksi kita semua, dan nampak nya kelak dia akan menjadi pendekar terkuat di masa nya, dan kemungkinan dia juga akan jadi pemimpin terkuat di kekaisaran ini." ucap fang dong
"Anda terlalu memuji tuan, mana mungkin putra saya akan jadi seorang pemimpin, bagaimana dengan putra mahkota." jawab ming song sambil melihat kearah putra nya yang sedang berlari memutari bukit.
"oh soal itu, yang mulia sudah pernah bilang kepada saya kelak akan ada seorang anak yang akan mencabut pedang di gua sebelah kiri kita ini, kalau pedang itu tercabut itu arti nya dia akan menjadi orang terkuat bersama pedang tersebut kalau tidak di salah gunakan, dan akan menjadi pemimpin di kekaisaran ini. dan saya rasa putra mu lah orang nya." jelas panglima fang dong
__ADS_1
"Anda berlebihan memuji putra saya tuan, mana mungkin putra saya akan mampu mencabut pedang tersebut, padahal kita sama sama tau, sudah banyak yang mencoba mencabut pedang tersebut, tetapi gagal."