Pendekar Naga Suci

Pendekar Naga Suci
Ch. 2 ~Pendekar Selendang Merah~


__ADS_3

Lembah Kesengsaraan menjadi tempat penyekapan Pendekar Selendang Merah, dengan kekuatan dari Pendekar Selendang Merah para siluman dilembah kesengsaraan menjadi bertambah kuat.


Sementara Pendekar Selendang Merah merupakan anak dari murid kakek Xiao Ling yang sudah lama tiada.


Dan Xiao Ling sengaja pergi kelembah kesengsaraan demi menyelamatkan Pendekar Selendang Merah, dan meminta bantuannya dalam perjalan Xiao Ling untuk membebaskan dunia ini dari keempat pemimpin sesat.


"Pendekar selendang merah kesengsaraanmu ditempat ini akan berakhir begitu aku berhasil menyelamatkanmu!"


Dua siluman yang berjaga berhasil Xiao Ling tumbangkan dengan tebasan pedangnya, dengan hati hati ia menyelinap masuk.


"Sekarang aku tinggal mencari dimana tempat Pendekar Selendang Merah disekap, sebelum ada yang menyadari keberadaanku"


Lorong demi lorong telah ditelusuri oleh Xiao Ling, sampai sampai membuatnya hampir saja ketahuan karena tak sengaja menginjak sebuah ranting. "Siapa disana?" Tanya salah satu siluman.


Untung saja ia menguasai ilmu menghilang yang membuatnya selamat dari siluman penjaga itu.


Sementara itu terlihat Fu Lei siluman penguasa dari lembah Kesengsaraan yang sepertinya sudah menyadari keberadaan Xiao Ling dilembah kesengsaraan. "Aroma ini! aroma manusia, sepertinya sudah ada manusia lain selain Wanita itu dilembah ku."


"Kalau begitu, tuan! kita harus memperketat penjagaan dan kita harus segera menangkap manusia itu" Saran salah satu siluman.

__ADS_1


"Tidak! kita tunggu sampai ia memperoleh tujuannya maka setelah itu baru kita menyerangnya" Ucap Fu Lei.


Setelah mencari begitu lama, akhrinya Xiao Ling menemukan keberadaan Pendekar Selendang Merah, seorang wanita dengan kondisi kaki dan tangan yang terikat serta selendang merah yang berbalut kan di lehernya membuatnya semakin yakin kalau itu adalah Pendekar Selendang Merah.


Xiao Ling memutus rantai ditangan dan kaki Pendekar selendang merah dengan pedang naga sakti miliknya. "Siapa kau? kenapa kau membebaskan ku?" Tanya Pendekar selendang merah.


"Akan kujelaskan nanti, yang terpenting sekarang kita harus keluar dari tempat ini!" Jawab Xiao Ling.


Saat Xiao Ling dan Pendekar selendang merah hendak keluar dari lembah Kesengsaraan, sayangnya para siluman dan Fu Lei sudah berada dihadapan mereka, menghalangi jalan Xiao Ling dan Pendekar selendang merah untuk keluar.


Xiao Ling sontak menarik pedang naga sakti, demi melindungi Pendekar selendang merah yang kekuatannya belumlah pulih. "Kau pergilah dari sini tunggulah aku didekat gunung Dewi Kehidupan yang tak jauh dari sini!" Ucap Xiao Ling.


Fu Lei tersenyum kecil sembarih menatap kearah Xiao Ling, melihat ekspresi Fu Lei sepertinya ia memang menunggu pertarungan ini. "Akhrinya sudah lama aku tak bertarung dan akhrinya aku bisa melampiaskan nya kepadamu!"


Sepertinya bukan hanya Fu Lei yang ingin bertarung, terlihat Xiao Ling begitu tertarik untuk melawan Fu Lei. "Setelah melakukan perjalanan selama 6 bulan ini, aku menemukan siluman yang layak kuhabisi"


Para siluman lainya hendak membantu Fu Lei tapi Fu Lei menolak karena menganggap ini adalah pertarungannya dengan Xiao Ling. "Tuan izinkan kami membantumu" Saran Salah satu siluman.


"Tidak perlu! aku ingin memuaskan diriku setelah lama tak bertarung, akan ku tunjukan kekuatanku padanya!"

__ADS_1


Burung burung dilembah kesengsaraan seketika terbang menjauh ketika pertarungan itu dimulai saat Xiao Ling melancarkan serangan dari pedangnya.


Serangan balasan dilancarkan oleh Fu Lei, sebuah serangan berbentuk bulan sabit hampir mengenai Xiao Ling.


Pertarungan semakin memanas begitu Fu Lei mengeluarkan sebuah senjata berupa tombak, kedua senjata saling beradu percikan api yang timbul dari kedua senjata membuat para siluman yang menonton jalannya pertempuran tak bisa memandang kelain arah.


Xiao Ling kembali melancarkan serangan kepada Fu Lei tepat saat ia melompat keudara


"Ilmu Tapak Sakti"


Serangan itu sukses memngani Fu Lei hingga membuatnya terpental menghantam sebuah pohon, saat Fu Lei hendak berdiri Xiao Ling entah bagaimana tiba tiba sudah dihadapnya lalu menendangnya keudara, lalu ia menambah serangannya dengan melemparnya kembali ketanah.


Tanah Sampai hancur karena hantaman dari tubuh Fu Lei, Xiao Ling berpikir kalau ia sudah menang tetapi ia berubah pikiran begitu mendengar Fu Lei tertawa. "Aku menang? pertarungan ini sudah berakhir" ucap Xiao Ling.


"Hahahaha! kau salah sebenarnya pertarungan baru saja dimulai" Fu Lei melepaskan aura pembunuh yang begitu kuat.


Melihat hal itu membuat Xiao Ling semakin waspada terhadap serangan yang akan diberikan oleh Fu Lei. "Kekuatan itu? aku baru pertama kali melihatnya, aku harus berhati hati dengan kekuatan itu entah kenapa tubuh serasa bergemetar" Batin Xiao Ling.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2