
Gua Kesunyian sesuai namanya gua itu begitu sunyi bahkan suara hewan jarang terdengar ditempat itu membuat Teihu atau orang-orang biasa menyebutnya Pendekar macan putih memilih gua Kesunyian sebagai tempatnya untuk bertapa.
Teihu bertapa dengan sungguh-sungguh demi memperoleh kesaktian tak ada satupun orang yang berani mengganggu saat ia sedang bertapa.
Hingga pada suatu hari Gua yang biasanya gelap kini sangat terang bahkan cahayanya mampu menembus mata Teihu yang sedang terpejam.
Teihu membuka matanya, seketika tersenyum karena saat membuka matanya yang lihat adalah dewa matahari yang berdiri dihadapannya dengan wajah yang bersinar terang. "Akhrinya kau membuka matamu Teihu" Ucap Dewa matahari.
Namun pertanyaan timbul dibenak Teihu mengapa dewa matahari sampai datang untuk menemuinya. "Kau tak mungkin datang hanya untuk menemuiku kan dewa matahari?" Tanya Teihu.
Dewa matahari tersenyum kecil lalu berkata "Kau benar Teihu! Seorang pemuda yang bernama Xiao Ling saat ini tengah melakukan perjalan untuk membebaskan bumi dari keempat pemimipin sesat, kami para dewa ingin kau untuk membantu perjalanannya! apa kau bersedia?" Tanya Dewa matahari.
"Jika dewa sendiri yang memintaku bagaimana aku bisa menolaknya? aku menerimanya dewa matahari dan besok aku akan segera melakukan perjalanan setelah aku menyelesaikan pertapaan ku!"
__ADS_1
"Aku senang mendengarnya, sekarang aku harus pergi! berhati-hatilah dalam perjalananmu! takdir akan mempertemukanmu dengan Xiao Ling" Ucap Dewa matahari.
Dewa matahari menghilang, Teihu kembali bertapa untuk menyiapkan dirinya dalam perjalanannya besok.
Keesokan harinya Teihu mengambil barang-barang nya menatap lurus ke depan lalu melangkah maju meninggalkan gua Kesunyian. "Baiklah perjalananku sekarang dimulai dengan kekuatanku sekarang, aku akan membantumu Xiao Ling!"
Perjalanannya pun dimulai namun rintangan mulai menghadang ketika ia telah sampai disebuah daerah bernama Danau cermin biru.
Siluman buaya berujud manusia keluar dari dalam air menghadang perjalanannya dengan maksud untuk menjadikan Teihu santapan. "Sudah lama aku tak memakan manusia, beruntung kau melewati danau cermin biru jadi aku bisa menyantap daging manusia" Ucap Siluman buaya.
Sayang siluman buaya telah memilih kematiannya dengan tetap berniat menyantap Teihu, membuat pertarungan tak bisa terelakkan diantara Tiehu dan Siluman buaya. "Beraninya kau mengancam ku! kau akan menyesal begitu aku menyantap mu"
"Kau tak sadar siluman buaya kalau kau sedang bermain api, dengan berniat untuk menyantapku!"
__ADS_1
Pertarungan diawali dengan Tiehu yang saling beradu pukulan dengan Siluman buaya, energi yang begitu besar dari mereka berdua membuat tanah yang mereka pijaki retak sekana tak mampu menahan energi dari pukulan mereka berdua.
Sesekali siluman buaya membantingnya kedalam air sebaliknya Teihu membantingnya kedarat. Serangan demi serangan terus dikerahkan oleh keduanya tanpa henti hingga terlihat Siluman buaya yang mulai kewalahan, sedangkan Teihu belum mengeluarkan seluruh kemampuannya.
Siluman buaya kembali menariknya kedalam air agar memudahkannya untuk menyerang Teihu dengan lebih lincah. "Sekarang kau telah didalam air kau tak akan bisa menghindari seranganku!"
Seperti yang direncanakan oleh siluman buaya Teihu terlihat kesulitan untuk menghadapinya pukulan demi pukulan terus dikerahkan siluman buaya kepada Teihu.
Namun semua itu berakhir ketika Teihu melepaskan energi yang begitu besar hingga mampu menciptakan sebuah pusaran, pusaran yang begitu besar membuat Siluman buaya terpereangkap didalamnya. "Apa bagaimana bisa? kurang ajar kau!" Kesal siluman buaya.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Teihu untuk melancarkan serangan terakhir kepada siluman buaya. "Cakar Macan Putih" Batin Teihu.
Ia melesat, menerjang kearah siluman buaya serangan yang ia lancarkan begitu kuat hingga membuat tubuh siluman buaya terpotong potong menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
Pertarungan berakhir dengan kemenangan Tiehu beruntung sempat keluar dari air sebelum ia kehabisan napas. "Uahh... itu tadi hampir saja entah kapan aku bisa menemukan pemuda yang bernama Xiao Ling itu?" Tanya Teihu.
Bersambung