
Seorang pemuda berhasil kabur dari sekte sesat yang menumbalkan manusia sebagai persembahan kepada iblis, pemuda itu terus berlari sampai ia bertemu dengan Xiao Ling dan Chi Chen.
Dari kejauhan Xiao Ling dan Chi Chen melihat pemuda itu berlari terbirit-birit dengan napas yang terengah-engah. "Pemuda itu? ia berlari seakan-akan sedang dikejar oleh setan" Ucap Chi Chen.
"Sepertinya ada sesuatu yang terjadi, aku akan bertanya kepadanya" Ucap Xiao Ling.
Xiao Ling menahan pemuda itu, berusaha menenangkannya lalu menanyakan sesuatu yang membuatnya sampai berlari terbirit-birit.
"Hey tenangkan dirimu! apa yang membuatmu sampai berlari ketakutan?"
Sembarih bertopang dengan bahu Xiao Ling ia menjawab "Aku! aku baru saja kabur dari sekte sesat itu! sekte sesat yang berada digunung tengkorak masih banyak orang disana dan mereka akan segera ditumbalkan Untuk persembahan kepada iblis"
Mendengar jawaban pemuda itu Xiao Ling langsung khawatir akan keadaan orang orang yang masih terkurung digunung tengkorak. "Kalau begitu kita harus kesana! kita harus menolong orang orang itu!" Ucap Xiao Ling.
"Kau benar Xiao Ling, kita harus segera menolong orang-orang itu sebelum mereka ditumbalkan" Ucap Chi Chen.
"Hey apa kalian sudah gila? kalian bisa mati jika kalian pergi kegunung tengkorak! ha... sudahlah lebih baik aku pergi sebelum aku ditangkap oleh mereka" Ucap Pemuda itu berlari pergi.
__ADS_1
Aura pembunuh yang begitu kuat dirasakan Xiao Ling dan Chi Chen begitu menginjakkan kaki mereka digunung tengkorak, sementara ritual untuk tumbal akan dimulai.
Asap dipuncak gunung tengkorak menjadi awal dari ritual, orang yang akan ditumbalakan diikat paksa disebuah pohon dan terlihat beberapa pria berkalung kan tengkorak menari-nari menyabut ritual.
"Matahari telah mencapai titik terterangnya, saat ini adalah saat yang paling tepat untuk melakukan ritual" Ucap pemimpin sekte sesat itu.
Orang orang yang hendak ditumbalkan hanya bisa pasrah dan sembarih terus berdoa agar selamat dari penumbalan saat itu.
Pedang sudah siap ditangan algojo, ia menatap kearah para calon orang yang akan ditumbalkan, tatapan mengerikan membuat tak ada orang yang berani melihat matanya.
"Sekarang ayo mulai ritual penumbalannya!"
Sementara Chi Chen membebaskan para calon tumbal, orang-orang yang ikut serta dalam ritual itu lari terbirit-birit karena katukan saat apa yang dilakukan Xiao Ling pada Algojo itu.
Pemimpin sekte sesat itu bernama Yie Shi malah balik memarahi Xiao Ling dan Chi Chen karena telah mengacaukan ritualnya. "Ada apa dengan kalian berdua sampai kalian menghancurkan ritual ku?"
"Kami hanya menyelamatkan nyawa tak bersalah dari orang orang seperti mu" Jawab Xiao Ling.
__ADS_1
Yie Shi begitu marah ia berdoa kepada iblis untuk mengirimkannya kekuatan untuk mengahibisi Xiao Ling dan Chi Chen. "Yang mulai iblis berikan aku kekuatan, demi menyelesaikan ritualku untukmu!" Ucap Yie Shi.
Sebuah energi hitam masuk kedalam tubuhnya mengubah aura ditubuhnya menjadi sangat mengerikan. "Sekarang kalian akan kujadikan pengganti dari calon tumbalku yang berhasil kabur karena kalian berdua"
Ia berniat menerjang Xiao Ling namun berhasil ditahan dengan selendang milik Chi Chen. "Tak akan kubiarkan kau melukainya!" Ucap Chi Chen.
Yie Shi menarik selendang merah milik Chi Chen yang sontak membuat Chi Chen ikut tertarik kearahnya. "Apa! tenagany begitu kuat!" Ucap Chi Chen.
Chi Chen terpental menghantam pepohonan hingga hancur, yang membuatnya tak bisa berdiri untuk sementara. "Heh... rasakan itu!" Ucap Yie Shi.
Tak terima atas perlakuan Yie Shi terhadap Chi Chen, Xiao Ling menyerang balik dengan menebaskan pedangnya kearah Yie Shi. "Kau tak akan kubiarkan kau lolos" Ucap Xiao Ling dengan penuh amarah
Tapi dengan mudah Yie Shi menghindar dari tebasan pedang Xiao Ling, seakan akan ia sudah membaca pergerakan Xiao Ling. "Ini terlalu mudah bagiku!" Sombong Yie Shi.
Yie Shi mengangkat tubuh Xiao Ling lalu membantingnya ketanah, bahkan tak hanya sampai disitu ia menginjak nginjak tubuh Xiao Ling memuntahkan darah.
Setelah puas ia melakukan hal yang sama kepada Xiao Ling seperti yang ia lakukan kepada Chi Chen, ia melemparkannya kepephonan. "Ahkk... apakah ini akan menjadi akhir bagiku?" Tanya Xiao Ling dalam batinnya.
__ADS_1
Bersambung