Pendekar Naga Suci

Pendekar Naga Suci
Ch. 3 ~Pertarungan Di Lembah Kesengsaraan~


__ADS_3

Fu Lei melepaskan aura pembunuh yang begitu besar dari tubuhnya, sampai sampai membuat tubuh Xiao Ling bergetar.


Pertarungan dimulai kembali dengan serangan yang dilancarkan oleh Fu Lei, kekuatannya meningkat dua kali lipat membuat situasi berbalik dengan Xiao Ling yang terpojok.


Serangan yang diberikan oleh Xiao Ling seakan-akan tidak berarti apa apa dihadapan Fu Lei. "Kekuatannya meningkat secara tiba-tiba, dan serangan yang kuberikan tak mempan bagaimana ini?" Batin Xiao Ling


Fu Lei menerjang tubuh Xiao Ling, hingga membuat Xiao Ling memuntahkan darah tak cukup sampai disitu Fu Lei bahkan mencekik lehernya lalu melempar Xiao Ling ketanah cukup keras.


Tak ada kesempatan bagi Xiao Ling untuk menyerang balik, karena Fu Lei terus menyerangnya tanpa henti.


Dan saat dimana Xiao Ling hampir terbunuh, Fu Lei berniat mengakhiri hidupnya dengan serangan terakhir, tanpa diduga Pedang naga sakti bersinar, pedang itu memancarkan sebuah energi yang begitu kuat sampai sampai mampu membuat Fu Lei terpental hebat.


"Chi... pedang apa sebenarnya itu? hingga ia mampu membuat ku terpental sampai seperti ini?" Tanya Fu Lei dalam batinnya.


Bukan hanya Fu Lei yang merasa kaget tetapi Xiao Ling pun merasakan hal yang sama, ia tak tahu kalau pedang itu menyimpan kekuatan yang begitu dahsyat

__ADS_1


Xiao Ling merasakan kekuatan dahsyat yang mengalir ketubuhnya begitu ia menyentuh pedang naga sakti. "Luar biasa, aku merasakan kekuatan yang sangat kuat mengalir didalam tubuhku!"


Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu Xiao Ling langsung memberikan serangan balasan kepada Fu Lei, situasi kembali berpihak kepada Xiao Ling kini Fu Lei kembali terjebak.


Xiao Ling menebaskan pedangnya kearah para siluman lembah kesengsaraan, begitu mereka hendak membantu Fu Lei, para siluman itu langsung lenyap tak bersisa.


Namun kesialan kembali dialami oleh Xiao Ling, tiba-tiba kekuatan dari pedangnya menghilang begitu saja ketika ia hendak menghabisi Fu Lei.


"Ah... ada apa ini? bagaimana bisa tiba tiba menghilang?" Bingung Xiao Ling.


Sadar bahwa Xiao Ling sudah kehilangan kekuatannya, Fu Lei langsung menendangnya. "Sekarang giliran ku!" Ucap Fu Lei.


Agar ia berhasil mengeluarkan jurus itu pertama Tama ia menahan Xiao Ling dengan rantai yang membuat Xiao Ling tak bisa bergerak. "Lepaskan diriku!" Pinta Xiao Ling.


Fu Lei mulai dengan mengeluarkan kuda-kudanya, ia berencana untuk menyedot semua energi negatif dilembah kesengsaraan.

__ADS_1


Sebuah energi gelap perlahan lahan masuk kedalam tubuh Fu Lei, membuat tubuhnya semakin membesar sampai rupanya mulai menyerupai monster. "Tamatlah riwayatmu!" Ucap Fu Lei.


Xiao Ling mengira ini adalah hari terakhirnya namun Pendekar selendang merah datang mengambil pedang naga sakti lalu menegaskannya kekepala Fu Lei, sebelum ia berhasil menyerang Xiao Ling.


Fu Lei langsung lenyap menjadi abu tanpa bisa berkata-kata, lalu Xiao Ling dengan rasa lega dibebaskan dari rantai yang mengikat tangannya.


Setelah itu Xiao Ling memutuskan untuk beristirahat digunung Dewi kehidupan dan menjelaskan semuanya kepada Pendekar selendang merah.


"Jadi begitu kau adalah cucu dari kakek Xiao Jin, tak kusangka kau adalah cucunya karena yang aku ketahui kakek jin sangat kuat dan kau biasa biasa saja?" Ejek Pendekar selendang merah.


"Ya aku memanglah tidak sekuat kakekku saat ini tapi nanti ketika aku sudah berhasil membebaskan dunia aku akan menjadi pendekar terkuat." Ucap Xiao Ling.


"Dan untuk itu kau butuh bantuanku, aku akan membantumu! lagi pula kakek jin dulu sudah banyak membantu aku dan ayahku sekarang waktunya bagiku untuk membalas kebaikan kakek jin dengan membantu dirimu" Ucap Pendekar selendang merah.


Xiao Ling berjabat tengan dengan Pendekar selendang merah sembarih memperkenalkan nama masing masing. "Namaku Xiao Ling, dengan ini kita adalah teman yang akan membantu satu sama lain"

__ADS_1


"Aku Chi Chen, aku akan membantumu! itu pasti tapi akan banyak rintangan yang lebih besar dari ini tapi jika kita bersama aku yakin itu pasti bisa kita hadapi!"


Bersambung


__ADS_2