
Keesokan paginya, akhirnya Yu Yuan menerobos tahapan awal Raja bumi dan memancarkan aura kekuatan yang begitu kuat.
Sampai goa yang di tempati Yu Yuan bergetar, setelah semua energi masuk kembali kedalam tubuh Yu Yuan.
Akhirnya Yu Yuan membuka mata lalu tersenyum bahagia dan melihat kedua hewan spiritual yang menjaga goa itu.
Selamat tuan ucap mereka berdua atas pencapaian tuan yang luar biasa.
Sebaiknya aku menyembunyikan kekuatan sejatiku, akhirnya Yu Yuan menekan kekuatannya sampai master emas tahap puncak.
Biar aku melawan musuh-musuh yang akan aku musnahkan bermain kucing dan anjing.
Biar aku di anggap kucing padahal aku seekor singa yang akan memakan keduanya.
"Baiklah sekarang kita lanjutkan perjalanan menuju selatan untuk menemui kakekku, kau Ye Wang masuklah keruangan jiwaku atau kedalam cincin di mensiku dan berlatihlah dengan keras karena aku membutuhkan kekuatan mu untuk memusnahkan musuh-musuh ku di masa depan dan aku akan melanjutkan perjalanan dengan singa berbulu emas."
"Baik tuan, aku akan berlatih dengan keras agar aku bisa bertarung bersama tuan di masa depan nanti," ucap Ye Wang dengan penuh tekad.
Akhirnya Yu Yuan melanjutkan perjalanan bersama singa berbulu emas yang menjadi tunggangan Yu Yuan ke arah selatan.
Berhari-hari Yu Yuan melakukan perjalanan bersama singa berbulu emas, saat malam Yu Yuan akan berhenti dan istirahat lalu berkultivasi.
Pagi hari Yu Yuan akan melanjutkan perjalanannya.
Yu Yuan melesat lagi dengan kecepatan singa berbulu emas yang menjadi tunggangannya.
Akhirnya aku sampai di suatu kota, singa berbulu emas. Sebaiknya kita berhenti agak terlalu jauh dari kota itu, baik tuan.
Akhirnya Yu Yuan berhenti tidak terlalu jauh dari kota, agar tidak menimbulkan masalah Karena keberadaan singa berbulu emas yang di cari para kultivator.
Yu Yuan pun memasukan singa berbulu emas kedalam cincin di mensinya.
Kota itu bernama kota darah sungguh nama kota Yang aneh saat Yu Yuan melihat papan nama dalam gerbang kota itu.
Banyak para pedagang yang masuk dan pergi dari kota darah itu.
Yu Yuan pun harus mengantri untuk masuk ke kota darah dan akhirnya giliran Yu Yuan untuk masuk kedalam kota darah.
Salasatu penjaga menghampiri Yu Yuan keluarkan identitasmu kalau tiga punya identitas kau harus membayar satu koin emas.
__ADS_1
Dan setelah itu kau harus membuat identitas, karena Yu Yuan tidak ingin ada masalah.
Yu Yuan memberikan dua koin emas kepada penjaga itu, lalu penjaga itu pengantar Yu Yuan untuk membuat indentitas.
Setelah Yu Yuan membuat identitas Yu Yuan mencari sebuah makam.
Karena ingin mencoba makan di kota darah ini.
Yu Yuan berjalan dan sampai di depan bagunan rumah makan berlantai tiga.
Itu adalah rumah makan dewa, nama yang sungguh luar biasa dan sungguh aneh.
Lantai pertama untuk orang biasa yang harganya lebih murah dan lantai kedua untuk para kultivator yang sudah berada di tahapan master emas.
Sedangkan lantai. Tiga untuk bangsawan dan para raja kota dan para klan- kalan ternama.
Yu Yuan pun masuk kedalam rumah makan dewa dan salaseorang wanita pelayan menghampiri Yu Yuan.
Selamat datang tuan apa tuan ingin makan di lantai satu atau lantai dua.
Inikan rumah makan tiga lantai, aku ingin makan di ruangan tiga tapi tuan harganya cukup mahal di lantai tiga.
Hanya para bangsawan dan raja dan klan-klan ternama yang bisa membayar Harga makanan di lantai tiga, sudah bawa aku kelantai tiga sambil memberikan lima koin emas kepada pelayan itu.
"Hey kenapa kau diam saja."
"Ah maafkan aku tuan aku hanya kaget saja."
"Baiklah apa itu cukup agar aku bisa makan di lantai tiga," ucap Yu Yuan dengan tegas.
"Cukup-cukup tuan."
Akhirnya Yu Yuan di bawa kelantai tiga dan memilih tempat di dekat jendela agar bisa melihat pemandangan kota darah.
Tanya pelayanan kepada Yu Yuan, tuan mau pesan apa?
Siapkan aku makanan terbaik kalian dan arak terbaik kalian soal harga kalian tidak perlu khawatir.
"Baik tuan muda, akan saya siapkan," ucap pelayan itu dengan sopan.
__ADS_1
Akhirnya pelayan wanita itu pergi untuk menyiapkan pesanan Yu Yuan dan tidak butuh waktu yang lama, akhirnya pelayan itu datang bersama para pelayan yang membawa makanan.
Dan menyimpan makanan di atas meja Yu Yuan, tuan ini adalah makanan dan arak terbaik yang kami miliki.
"Semoga tuan menyukainya, baiklah saya pamit pergi jika tuan membutuhkan saya tuan bisa memanggil saya kembali," ucap sang pelayan dengan hormat.
"Baiklah kau boleh pergi, aku akan menikmati .makanan ku dulu jika aku membutuhkan mu aku akan memanggilmu kembali."
Setelah kepergian wanita pelayan itu, Yu Yuan menikmati makanan nya. Aaaaaaah sungguh lejat sekali makanannya.
Yu Yuan makan dengan lahapnya, Aaah kenyangnya sambil meminum arak.
"Tuan muda raja kota akan datang bersama teman-temannya, harap lantai tiga harus kosong," ucap salasatu perajurit.
Akhirnya tuan muda raja kota darah itu masuk bersama teman-temannya, untuk makan di rumah makan dewa.
Setelah sampai di lantai tiga, yan kai melihat pemuda yang sedang minum arak di depan jendela.
Dan langsung menggebrak meja Yu Yuan, hey sampah cepat pergi atau aku akan membunuh mu.
'Siapa kau berani mengusirku, aku di sini juga membayar makanan minuman yang aku makan dan minum," teriak Yu Yuan dengan menahan emosi.
Tiba-tiba tinju melayang dari salasatu teman yan kai dan berhasil di hindari dengan mudah oleh Yu Yuan.
Yan kai dan temannya terus-terusan melancarkan serangan kepada Yu Yuan namun berhasil di hindari Yu Yuan.
Saat Yu Yuan sedang minum arak, arak dalam guci itu pecah. kulanjar kau beraninya mengganggu ketenangan ku.
Tiba-tiba Yu Yuan menghilang dari tempat nya dan tiba-tiba yan kai dan teman-temannya terkapar, yang lebih menyedihkan tubuh mereka babak belur semuanya hingga tak berbentuk.
"Bawa dari hadapan ku kepada para perajurit yang mengikuti tuan muda yan kai, sebelum aku berubah pikiran."
"Maaf atas kerusakan dan keributan ini, Yu Yuan memberikan beberapa Koin emas kepada pelayan wanita itu."
"Tapi tuan harusnya kami yang minta maaf karena tuan telah terganggu, tidak apa-apa ambilah ini sebagian untuk mu sambil pergi melangkah keluar."
"Aku lupa jika mereka mencariku, katakan saja aku ada di penginapan merah darah, karena sebelum masuk kerumah makan dewa. Yu Yuan melewati penginapan dan penginapan itu adalah penginapan merah darah," ucap Yu Yuan kepada pelayan wanita itu.
"Baiklah tuan, terimakasih atas kebaikan tuan," ucap pelayan wanita dengan penuh hormat.
__ADS_1
Dan
Bersambung