PENDEKAR PETIR ABADI

PENDEKAR PETIR ABADI
MENYELAMATKAN WANITA YANG BERNAMA FEI FEI


__ADS_3

Yu Yuan pun keluar dari dalam goa air terjun untuk melanjutkan perjalananya menuju selatan.


Setelah keluar dari goa, Yu Yuan mengeluarkan singa berbulu emas untuk menjadi tunggangannya dari cincin di mensinya.


Cincin di mensi Yu Yuan bisa menyimpan mahluk hidup atau pun sumberdaya, karena cincin di mensi yang di kenakan Yu Yuan adalah cincin pusaka yang spesial. Memiliki dunia dalam cincin di mensi yang tak terbatas.


Setelah singa berbulu emas ada di hadapan tuannya.


"Hormat tuan," ucap singa berbulu emas.


"Ah aku lupa menanyakan namamu, singa berbulu emas, apa kau mempunyai nama," tanya Yu Yuan kepada singa berbulu emas.


"Saya tidak punya nama tuan."


"Baiklah mulai sekarang namamu adalah hause, apa kau suka."


"Saya suka tuan nama yang bagus dan gagah seperti diriku, mulai sekarang aku adalah hause singa berbulu emas."


"Baiklah hause mari kita lanjutkan perjalanan menuju selatan untuk menemui kakekku."


"Siap laksanakan tuan sambil menunduk di hadapan Yu Yuan."


Yu Yuan naik keatas punggung hause dan melanjutkan perjalanan menuju selatan.


Dengan kecepatan berlari hause, Yu Yuan tidak perlu mengunakan energi dalam tubuhnya.


Hause berlari melewati hutan demi hutan dan pegunungan, sampai malam pun tiba karena menuju klan king yang berada di selatan cukup jauh.


Hause sebaiknya kita berhenti untuk istirahat dan mengisi perut, karena perjalanan masih cukup jauh tidak perlu terburu-buru.


Untungnya selama perjalanan Yu Yuan menangkap beberapa kijang dan kelinci.


Akhirnya hause berhenti di salasatu pohon yang cukup besar dan rindang dekat dengan aliran sungai yang mengalir.


Yu Yuan turun dari punggung hause dan Yu Yuan menyuruh hause untuk mengumpulkan kayu bakar dan membuat api unggun, sementara Yu Yuan pergi kesungai untuk membasuh wajahnya dan membersihkan kijang yang di tangkap selama perjalanan bersama hause.


Akhirnya Yu Yuan kembali membawa kijang yang sudah di bersihkan dan hause sudah membuat api unggun.


Yu Yuan membakar kijang itu sementara hause sedang berjaga di sekitaran sungai.


Malam tidak terlalu gelap karena terangnya sinar rembulan yang menghiasi malam.


Tidak butuh waktu lama untuk membakar daging kijang yang cukup besar.


"Hause kesinilah kita makan bersama," ucap Yu Yuan.


Hause pun menghampiri Yu Yuan yang sudah menunggu untuk menyantap daging bakar.


Akhirnya mereka pun makan bersama dengan lahap dan menghabiskan daging bakar itu.

__ADS_1


"Hause aku akan beristirahat di bawah pohon yang besar itu dan tugas untukmu, berjaga jangan sampai ada yang mengganggu istirahatku atau kau akan mendapatkan hukuman dariku," ucap Yu Yuan dengan tegas.


"Baik tuan saya mengerti, saya akan menjaga tempat ini agar tidak ada yang mendekati tuan."


Yu Yuan pun duduk di bawah pohon yang rindang lalu mengeluarkan suberdaya dari cincin di mensinya.


Untuk berkultivasi sampai malam menjadi pagi dan terbitlah terang dengan pancaran sinar matahari.


Semalaman itu Yu Yuan berkultivasi untuk meningkatkan kekuatannya, sampai mulai terlihat cahaya Mega yang sebentar lagi akan muncul sinar matahari pagi.


Tubuh Yu Yuan pun bergetar memancarkan aura kesegala arah sampai hause pun harus membuat pelindung energi agar tidak terkena dapak yang sebentar lagi Yu Yuan akan menerobos.


Dan tiba-tiba.


Duar... Duar ..


Duar...


Dari tubuh Yu Yuan energi menyelimuti tubuh Yu Yuan dan terserap kembali kedalam tubuh Yu Yuan dan Yu Yuan menerobos dalam satu waktu.


Tiga kali terobosan.


Yang sekarang berada di ranah Raja bumi bintang lima. Akhirnya Yu Yuan membuka mata dan mengakhiri kultivasinya.


Hause sudah ada di hadapan Yu Yuan dan memberikan selamat.


"Selamat tuan atas pencapaian tuan yang luar biasa," ucap hause.


"Baik tuan, hamba akan lebih giat berlatih lagi, tuan mari kita makan saya sudah meyiapkan ikan bakar untuk tuan."


"Baiklah ayo kita makan, setelah menyantap ikan bakar yang di buat hause."


Yu Yuan dan hause melanjutkan perjalanannya menuju selatan, setelah melewati desa berbagai desa dan hutan.


Yu Yuan mendengar ada suara pertarungan dari jarak seratus meter.


"Hause percepat larimu, aku ingin melihat siapa yang sedang bertarung."


"Baik tuan."


hause pun mempercepat larinya dan akhirnya sampai di tempat pertarungan.


Yu Yuan dan hause hanya mengamati pertarugan yang tak seimbang itu.


Antara seorang wanita yang cukup cantik sedang di keroyok oleh lima orang yang mengenakan baju hitam dengan corak kelelawar di bagian pakaiannya.


"Sudahlah gadis cantik, lebih baik kau menyerah saja dan layani kami berlima, kami berjanji akan memberikan kenikmatan yang luar biasa," ucap salaseorang dari lima orang yang mengepung wanita cantik itu.


"Salaseorang berkata lagi, dengan menjilati lidahnya, sudahlah sebaiknya kau menyerah saja, ketiga penjaga mu sudah kami kirim kejalan tanah kuning untuk selama-lamanya."

__ADS_1


"Aku tidak akan menyerah sampai mati pun dasar bajingan," ucap wanita cantik itu.


Tiba-tiba pukulan salaseorang itu mengenai punggung wanita itu hingga terlempar kearah Yu Yuan.


Yu Yuan melesat lalu menangkap wanita yang melayang terbang kearahnya dan kini wanita cantik itu ada di pelukan Yu Yuan.


Wanita itu tidak bisa melepaskan pelukannya dari Yu Yuan.


"Kau diamlah," ucap Yu Yuan sambil melepaskan pelukannya.


Wanita cantik itu sempat memandang Yu Yuan sungguh tampannya.


"Kau diamlah dini, hause jaga wanita itu, aku akan mengurus lima manusia sampah itu," ucap Yu Yuan dengan tegas.


"Baik tuan."


"Salaseorang berteriak kepada Yu Yuan, siapa kau bajingan."


"Siapa aku, aku adalah dewa kematian untuk kalian manusia sampah," ucap Yu Yuan kepada lima orang itu.


"Bunuh banjingan itu," ucap salasatu pemimpin dari kelima orang itu.


Mereka berlima pun menyerang Yu Yuan dengan jurus yang mereka kuasai.


Yu Yuan tidak tinggal diam saja, Yu Yuan menghilang dari tempatnya dengan jurus langkah petir langit.


Dan berada di badapan mereka semua, lalu menebas kepala mereka semua hingga rubuh ketanah.


Lalu membakar mayat kelima orang itu dengan api yang di miliki Yu Yuan.


Kelima mayat itu terbakar sampai menjadi abu.


Setelah membunuh kelima orang itu, Yu Yuan menghampiri wanita cantik itu yang sedang terluka.


"Yu Yuan bertanya kepada wanita cantik itu, siapa namamu,?"


"Aku adalah Fei Fei dari sekte awan biru, terimakasih tuan telah membantu menghabisi kelima orang itu."


"Iya sama-sama, sebenarnya siapa kelima orang yang tadi aku bunuh."


"Mereka adalah anggota sekte kelelawar racun yang menjadi musuh aliran putih," ucap wanita itu dengan menahan sakit.


"Sudahlah kau diam saja sekarang, biarkan aku menyembuhkan lukamu dulu."


Dan


Bersambung


Jangan lupa pavorikan dan kasih dukungannya dengan vote like agar author lebih semangat lagi dalam menulis.

__ADS_1


Semoga terhibur, bila banyak salah dalam penulisan mohon di maklum author masih tahap belajar.


__ADS_2