Penerus dari Sang Raja Iblis

Penerus dari Sang Raja Iblis
Ch. 1 | Awal Mula


__ADS_3

Alam Semesta di kuasai oleh para Kultivator, mereka orang-orang yang mempelajari teknik atau seni bela diri hingga mencapai tahap Immortal. Banyak para Kultivator kuat dari ras yang berbeda-beda.


Di Dunia Kultivator ada 4 Ras yang mengungguli yaitu Ras Manusia, Ras Naga, Ras Beast, dan Ras Iblis. Masing-masing dari ras mereka memiliki keuntungan tersendiri dalam Kultivasi.


Dari keempatnya ada dua Ras yang memiliki dendam dan rasa permusuhan yang tinggi, Mereka adalah Ras Manusia dan Ras Iblis.


Permusuhuan mereka dimulai ketika Ras Iblis yang ingin memperluas wilayahnya ke bagian barat yang kebetulan merupakan wilayah milik Ras Manusia. Karena sifat alami mereka yang kejam dan tamak, Ras iblis tidak ragu-ragu untuk membunuh siapapun yang menghalangi tujuan mereka.


Ras Manusia yang melihat kaumnya dibunuh oleh Ras Iblis langsung memberikan perlawanan dan membuat wilayah barat terjadi perang.


Perang antara kedua Ras pun terus terjadi angka kematian terus meningkat dikedua belah pihak. Hingga muncul seorang daois yang telah mencapai tahap immortal, daois itu pun langsung mendamaikan mereka dan membuat perjanjian untuk tidak mengganggu satu sama lain.


Para Ras iblis pun kembali ke wilayah mereka dengan perasaan campur aduk antara takut dan tidak terima dengan perjanjian perdamaian ini.


Berabad-abad terlewatkan Ras iblis yang memiliki naluri alami yang kejam dan tamak lama-kelamaan semakin memudar mereka menjadi Ras yang damai dan tidak ada rasa permusuhan, mereka dipimpin oleh Raja Iblis yang bernama Ao Xin, Raja mereka sangat cinta akan kedamaian. Tetapi tidak untuk ras manusia mereka semakin sombong semenjak perjanjian itu dibuat.


Mereka sekarang dipimpin oleh Pemuda yang memiliki darah langsung dari sang Immortal ia bernama Feng Tian. Karena leluhurnya adalah seorang Immortal ia mewarisi kekuatan dari leluhurnya. Sifat Feng Tian tidak sama dengan leluhurnya yang seorang daois, Feng Tian sangat sombong dan tidak puas dengan apa yang ia capai, merendahkan yang lemah, dan membunuh tanpa balas kasihan. Namun anehnya, ia tetap dipuja sebagai Penguasa Alam Manusia.


***


Pada suata hari di Belahan alam semesta yang sangat luas, terjadi pertarungan yang mempertemukan sesama kultivator mereka adalah Penguasa Alam Manusia " Feng Tian " dan Sang Raja iblis " Ao Xin ".


"Feng Tian! Kauuu ... Berani sekali kau membunuh kaumku." Teriak seorang pria dengan penuh amarah.


"Hahahaahaha..! Itu semua karena mu coba saja kau memberikan harta itu, mungkin hal ini tidak akan terjadi." Tawa orang yang bernama Feng Tian itu sambil melihat kearah bawah yang penuh dengan mayat iblis.


"Kau sudah melanggar perjanjian leluhurmu sendiri, Apakah kau tidak malu." Jawab Pria tersebut dengan tangan siap untuk bertarung.


"Malu? Tidak perlu malu kepada orang yang sudah lama mati." Dengan sombongnya Feng Tian membalas sambil menarik sebuah pedang.


Pertarungan pun terjadi Ao Xin pun menyerang dengan membabi buta setiap serangannya penuh dengan amarah.


"Sial! Julukannya sebagai Raja iblis bukan rumor semata, meskipun setiap serangannya membabi buta tetapi itu selalu tertuju kearahku." Tidak tinggal diam Feng Tian mengeluarkan sebuah Teknik pedang yang tidak terhitung jumlahnya untuk menyerang Raja iblis.


Ao Xin yang melihat banyaknya pedang datang kearahnya pun mengeluarkan sekumpulan undead dan mengarahkannya ke Teknik pedang Feng Tian.

__ADS_1


Pertarungan sengit pun terjadi antara Penguasa Alam Manusia dan Raja Iblis,


pertarungan tersebut mengguncang seluruh Alam Semesta dan bahkan menghancurkan banyak planet.


Bertahun-tahun pun terlewatkan pertarungan tersebut belum juga usai, malapetaka terus menerus terjadi akibat pertarungan mereka.


Pertarungan tersebut pun terhenti setelah Ao Xin terluka parah.


"Arghh..ha..ha..! Feng Tian aku mengaku kalah, kau menginginkan harta ini bukan, amblillah asalkan kau tidak memusnahkan kaumku." Ao Xin mengeluarkan sebuah kotak tua dari cincin penyimpanannya sambil menahan sakit.


"Hahahaha! Akhirnya harta ini ada ditanganku dan aku bisa mencapai tingkat tertinggi, Tenang saja aku tidak akan membantai kaummu." Feng Tian tertawa kesenangan dan mulai tersenyum licik.


Feng Tian pun menghampiri Ao Xin yang sedang terbaring dihadapannya, ketika ia mulai mencapai harta itu tiba- tiba Ao Xin tersenyum. Feng Tian yang menyadarinya segera mengambil tindakan namun, tindakan tersebut sudah terlambat Ao Xin langsung mengeluarkan Teknik Pengikat yang membuat Feng Tian terikat dengannya.


"Hmm, Apakah giliran aku yang tertawa sekarang." Senyum Ao Xin


"Teknik apa ini kenapa aura dewaku tidak bisa memutuskan teknik ini." kata Feng Tian dalam hati sambil mengeluarkan aura dewanya.


"Hahahahaha! Ketika seseorang terkena dengan teknik ini jiwanya akan terikat denganku, ketika pemilik teknik ini mati ia juga akan mati." Tawa Raja iblis dengan badan yang sudah lemas


"Gagal? Kekeke! sudah saatnya kau meninggalkan namamu didunia ini" Ao Xin tersenyum senang melihat Feng Tian yang sedang putus asa.


"Jang-"


" Duarrr "


Raja iblis pun mulai meledakkan dirinya yang membuat hampir seluruh alam semesta musnah.


Setelah kematian mereka, Ras Manusia yang mengetahui Raja mereka mati tidak tinggal diam mereka pun mendeklarasikan sebuah Perang kepada Ras Iblis, Ras iblis yang penuh dengan dendam membuat naluri alami mereka kembali menjadi licik dan kejam.


Peperangan pun tidak terelakkan lagi, ini terjadi di Benua Baiqing. Perang ini bahkan lebih buruk dari perang sebelumnya, banyaknya darah bahkan bisa membentuk sebuah sungai dan mayat yang bisa menjadi pegunungan. Karena perang ini, 2 Ras lainnya harus mencari tempat tinggal yang baru agar tidak terkena dampak perang.


Setelah melalui perang yang mengerikan Ras Manusia berhasil memenangkan perang tersebut yang membuat Ras iblis hampir punah sepenuhnya, Ras iblis yang saat itu mengalami kekalahan mencari tempat tinggal yang baru untuk menjauhi Ras Manusia, namun dendam mereka kepada manusia masih membekas kuat dihati mereka.


Setelah semua hal itu terjadi banyak Kultivator menyebut perang itu sebagai perang "Awal Kehancuran".

__ADS_1


Harta yang mereka rebutkan pun hilang. Rumor tentang harta yang direbutkan oleh kedua raja tersebut terdengar ditelinga para Kultivator, Para Kultivator pun berbondong-bondong mencari harta karun yang membuat dua orang kuat memperebutkannya.


***


10.000 tahun kemudian...


Setelah beberapa abad berlalu wilayah para ras dibedakan menjadi Timur, Barat, Utara, dan Selatan. Barat yang merupakan wilayah bagi Ras Manusia yang dibedakan menjadi 5 Benua yaitu, Benua Baiqing, Benua Jiaxan, Benua Tianlu, Benua Chenlui dan Benua utama ialah Benua Qinli. Disetiap benua dipimpin oleh 5 kaisar yang kuat.


Di sebuah desa bernama "Desa Guang" yang terletak di Benua Baiqing, hiduplah seorang anak yang rendah hati dan tidak sombong, ia bernama Lin Chen. Ia hidup dengan keluarganya yang terdiri Ayah, Ibu, dan Adik Perempuannya, mereka hidup dengan serba kekurangan.


Ayahnya bernama Lin Gong merupakan seorang penebang kayu, walau ia mengumpulkan kayu sebanyak-banyaknya hal itu tidak cukup untuk menghidupi keluarganya. Untungnya ia dibantu oleh istrinya yang bernama Qing yu, ia merupakan seorang pembuat obat didesa Guang. Lin Chen memiliki seorang adik perempuan yang bernama Lin Ran dan masih berumur 9 tahun, adiknya memiliki temperamen yang cerewet dan selalu khawatir dengannya.


Keseharian Lin Chen dihabiskan dengan mencari tanaman obat dihutan untuk membantu ibunya, meskipun umurnya yang masih 14 tahun tetapi semangatnya untuk membantu orang tuanya begitu kuat.


"Halo paman, Apa kabar?" Tanya Lin Chen yang ingin pergi kehutan untuk mencari tanaman obat.


"Baik! nak lin, kemarilah ada beberapa ikan yang menurutku tidak bisa dijual, ambil lah dan berikan kepada ibumu." Paman itu memanggil Lin Chen dan memberikan sedikit ikan untuk dibawa pulang.


"Wah! Terima kasih paman!" Dengan antusiasnya Lin Chen langsung mengambil ikan itu dan menaruhnya di dalam tas.


Lin Chen pun pergi kehutan untuk mencari tanaman obat, sesudah sampai ditempatnya ia langsung menemukan tanaman obat yang termasuk langka dan ia segera memasukkannya kedalam tas lalu melanjutkan mencari tanaman obat. Setelah mendapatkan cukup banyak dia memutuskan untuk pulang tetapi, matanya teralihkan dengan sebuah cahaya yang terpancar melalui sela-sela pohon seolah-olah cahaya itu sedang memanggil Lin Chen. Karena rasa penasarannya ia mulai mendekati cahaya itu dan menuntunnya kesebuah gua yang lumayan kecil, melihat cahaya itu semakin terang rasa penasaran Lin Chen semakin ber api-api dan ia memasuki gua tersebut.


Sesampainya ia digua, hal yang ia lihat dan temukan adalah sebuah buku dan kotak tua diatas sebuah batu.


"Apa ini? Sebuah buku dan kotak tua?" Lin Chen bertanya-tanya apa fungsi dari buku dan kotak ini. Ketika ia membaca bukunya ternyata buku itu adalah Ilmu Penempah Senjata tingkat tertinggi, tidak mau dipikir pusing dengan hal ini Lin Chen yang telah sadar bahwa matahari telah terbenam pun lekas pulang kerumah.


Dalam perjalanan pulang Lin Chen memiliki perasaan yang kurang enak tetapi ia membuang pikiran itu jauh-jauh dan melanjutkan perjalanan pulang. Dan perasaan itupun benar, desanya yang merupakan tempat kelahirannya terbakar dan hancur. Suara-suara meminta tolong terdengar dimana-mana namun, hal yang membuat mata dan bibir Lin Chen pucat ialah ayah dan ibunya yang telah tertusuk sebilah pedang, Lin Chen yang masih mengingat adiknya lekas berlari kerumahnya dan menemukan hal yang lebih buruk lagi yaitu adiknya yang telah gosong habis dibakar oleh api. Lin Chen terdiam mematung dan terjatuh ia tidak bisa berkata-kata dan hanya bisa menangis.


"Nak Lin... Arghhh... paman akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sebelumnya." Dari arah belakang paman penjual ikan mendatanginya dengan berlumuran darah dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi mendengar hal itu Lin Chen langsung berdiri dan mulai merengkul paman penjual ikan sambil menutupi lukanya dengan tangannya.


"Setelah kau pergi untuk mencari tanaman obat tuan muda dari Sekte Tinju Sakti datang ke desa untuk menjarah semua harta yang desa ini punya, tuan muda itu bernama Zu Long ia memang terkenal sebagai tuan muda yang rakus akan uang. Karena ayahnya seorang ketua sekte ia tidak takut untuk membantai desa kecil kita ini dan-" Paman bercerita sampai darah keluar dari mulutnya dan perlahan-lahan matanya mulai tertutup, Lagi dan lagi Lin Chen harus kehilangan orang berharga di hidupnya dengan sorot mata yang tajam dan air mata yang perlahan jatuh.


Ditengah-tengah putus asanya Lin Chen tidak tahu apa yang harus ia lakukan, dan tiba-tiba kotak tua yang Lin Chen ambil sebelumnya terjatuh dan perlahan terbuka.


Muncul sebuah roh yang mirip seperti manusia, roh itu menyebut dirinya ialah Sang Raja Iblis Ao Xin.

__ADS_1


__ADS_2