
Pertarungan terjadi antara mereka, Lin Chen yang saat itu hanya di tingkat Body Violance tahap 3 harus melawan 3 orang yang berada di tingkat True Dominance tahap 2. Tetapi dengan bantuan dari Pedang Demon King dan Darah Iblisnya ia bisa menghadapi 3 orang itu.
"Clang"
"Cling"
"Teknik Gagang Besi"
"Cingg"
"Kau cukup kuat untuk bisa menahan tekanan pedangku iblis lemah." kata pria yang berbadan kekar.
"Heh!" Ucap Lin Chen.
"Menjauhlah dari pria itu!" Teriak pria bijak yang lagi melayang di udara.
"Terlambat." Kata Lin Chen
"Teknik Rantai Iblis"
Lin Chen mengaktifkan teknik yang ia dapat sebelumnya dari orang yang berada diranah emperor, dan mengikat pria kekar itu.
"Bentuk Kedua Teknik Pedang Heavenly Demon : Ketamakan!"
Kepala pria itu tertebas dan mati secara mengenaskan.
"Apakah segini saja kekuatan dari Ranah True Dominance?"
"Sialan Kau!" Ucap pria yang menyerupai wanita itu yang mulai menyerang Lin Chen.
"Teknik Cakar Darah."
Pria itu mengeluarkan tekniknya untuk menyerang Lin Chen. Namun, serangan itu bisa dihindari Lin Chen dengan mudah.
"Sudah cukup main-mainnya."
"Bentuk Ketiga Teknik Pedang Heavenly Demon : Iri Hati!"
Tubuh pria itu terpotong-potong menjadi sebuah potongan kecil. Pria bijak yang masih melayang itu gemetaran dan mulai bernegosiasi dengan Lin Chen.
"Ba- gaimana kalau kau masuk ke Keluarga Rouku, aku akan mempertimbangkan untuk menjadikanmu seorang wakil ketua da-"
Belum selesai pria bijak itu menyelesaikan omongannya Lin Chen langsung menebas kepalanya dengan hanya sekali tebasan.
Sebelum pergi Lin Chen mengambil semua harta mayat yang ia bunuh sebelumnya dan sesuai dengan derajat mereka yang seorang pemimpin keluarga mereka memiliki banyak koin emas ditas mereka.
Lin Chen meninggal kan mayat mereka dan mulai membantai anggota dari 3 keluarga yang ada dikota Tong. Lin Chen menyuruh semua warga yang tidak memiliki hubungan apa-apa dengan ketiga keluarga itu untuk pergi meninggalkan kota ini karena sebentar lagi kota ini akan rata dengan tanah.
"Cukup!" Seorang pria meneriaki Lin Chen yang badannya penuh dengan darah.
Ternyata pria itu adalah Raja di kota tong ini karena terlihat dari mahkota yang ia pakai.
"Hentikan! Apapun yang kau inginkan aku akan mengabulkannya asalkan kau berhenti menghancurkan kotaku." Ucap Raja.
"Apapun yah." Jawab Lin Chen yang mulai tersenyum tipis.
"Iya apapun." Balas Raja yang sedang gugup apa yang akan Lin Chen minta kepadanya.
"Baiklah, aku ingin kau memberitahukan aku lokasi dari Sekte Tinju Sakti berada."
"Apa hanya itu, baguslah ketika kau sampai disana kau akan dibunuh oleh pemipin dari Sekte Tinju Sakti, Hahaha" Kata Raja itu dalam hati sambil tertawa sedikit.
"Apa yang kau tertawakan."
"Tidak-tidak, Okelah aku akan memberitahukanmu lokasi dari Sekte Tinju Sakit berada." Setelah raja itu memberi tahukan keberadaan dari Sekte Tinju Sakti Lin Chen pun segera menghilang yang membuat sang raja kaget.
Dan ternyata Lin Chen menghilang dan muncul didepan raja itu.
"Apakah kau pikir aku tidak tahu dengan rencanamu!" Ucap Lin Chen yang sedang menatap raja itu dengan mata Kebatilan.
Raja itu pun sangat ketakutan dengan Lin Chen bahkan ia tidak sanggup untuk berdiri dan mulai memohon ampun akan nyawanya kepada Lin Chen.
__ADS_1
"Ampuni aku ... ampuni aku ... aku sangat bodoh bisa-bisa nya aku menipu tuan muda" Raja itu mulai menampar dirinya sendiri sambil bersujud dan mencium kaki Lin Chen.
Lin Chen yang merasa jijik dengan tingkah raja itu mulai menendangnya, bukannya membunuhnya ia malah membuat hal yang lebih mengerikan lagi dari sekedar membunuh. Ia membawa raja itu kesebuah markas dari monster dan meninggalkannya disantap oleh mereka.
Setelah itu Lin Chen pun pergi menuju lokasi keberadaan Sekte Tinju Sakti berada. Sesampainya ia disana Lin Chen langsung menaiki tangga menuju Sekte Tinju Sakti dan misi balas dendamnya pun dimulai.
Ia menyamar sebagai utusan Raja dari Kota Tong untuk menemui Zu Long.
"Berhenti siapa kau!" Tanya seorang prajurit sambil menodongkan pedangnya.
"Aku adalah utusan dari Kota Tong untuk bertemu dengan tuan muda Zu Long." Ucap Lin Chen yang perlahan mengeluarkan sebuah token yang telah ia ambil dari raja sebelumnya.
Mereka berbisik sebentar dan mulai mengizinkan Lin Chen untuk masuk. Prajurit itu membawa Lin Chen kesebuah rumah yang ternyata milik Zu Long.
"Tunggulah disini, aku akan memanggil tuan muda dulu." Kata prajurit itu.
Lin Chen yang penasaran apa yang sedang bajingan Zu Long lakukan langsung mengaktifkan mata Kebatilannya, ia melihat Zu Long yang sedang menyiksa seorang anak kecil. Lin Chen yang melihatnya tidak tega dan semakin ingin membunuh Zu Long tetapi ia berhasil meredahkan amarahnya namun niat membunuhnya untuk membunuh Zu Long semakin kuat.
Zu Long pun datang dan mulai menyuruh Lin Chen masuk ke ruangannya.
"Ada apa mendatangiku, apakah rajamu ingin meminta beberapa koin emas lagi?" Tanya Zu Long.
"Hehehe! Tidak tuan muda ia hanya meminta kau segera mati." Jawab Lin Chen
"Ka-"
Lin Chen menutup mulut Zu Long menggunakan tangannya dan mengangkat tubuhnya kelangit rumah.
"Tutup mulutmu tuan muda kalau kau mencoba berbicara lagi, jangan salahkan aku jika aku membunuhmu sekarang." Kata Lin Chen yang membawa Zu Long keruangan penyiksaan miliknya.
Lin Chen terhenti di depan pintu penyiksaan itu, ia melihat banyaknya roh anak kecil yang menangis meminta pertolongan. Kemarahan Lin Chen kembali ia membanting tubuh Zu Long kedinding yang tidak sengaja di dengar oleh penjaga diluar.
"Ada apa tuan muda."
"Diamlah, sialan." Jawab Lin Chen yang sedang marah dan langsung membunuh prajurit itu.
"Kau dasar bedebah sialan, ayahku berada di ranah Emperor tingkat 1 dia akan membunuhmu hanya dengan sentilan jarinya saja." Kata Zu Long yang sedang mengancam Lin Chen
"Hahaha! Apakah kau tidak melihat keadaan mu ini, beraninya kau mengancamku" Lin Chen langsung mencabut tangan dari Zu Long.
Lin Chen yang masih penasaran mengapa Zu Long menyerang desanya pun mulai menanyakan tentang.
"Apa alasan mu menyerang desa Guang?" Tanya Lin Chen.
"Desa guang, desa apa itu." Jawab Zu Long yang sedang kesakitan.
Kemarahan Lin Chen telah mencapai puncaknya, ia mengeluarkan Pedang Demon King dan mulai menusuk Zu Long. Namun, sebuah cahaya bersinar didada Zu Long dan meledakkan tempat tinggalnya.
Untungnya Lin Chen mengaktifkan Darah Iblis tepat waktu kalau tidak mungkin saja ia tidak bisa melanjutkan perjalanannya.
Seorang pria tua muncul dihadapan Lin Chen.
"Beraninya kau, memutuskan tangan anakku!" Seorang pria tua yang mirip dengan Zu Long yang ternyata adalah ayahnya yang bernama Zu Dong
"A-ayah, orang itu bunuh dia sekarang juga ayah." Ucap Zu Long sambil memegang kaki ayahnya
"Tenang saja nak, aku tidak akan membiarkannya hidup hari ini." Kata Zu Long yang melihat kearah Lin Chen dengan tatapan niat untuk membunuh Lin Chen.
"Anakmu itu harus mati hari ini juga." Ucap Lin Chen dan mulai menyerang Zu Dong.
"Tidak akan kubiarkan." Zu Dong mulai memunculkan sebuah formasi tinju dan mengarahkannya ke Lin Chen
Tidak tinggal diam Lin Chen pun mengeluarkan teknik pedangnya.
"Bentuk Pertama Teknik Pedang Heavenly Demon : Kesombongan!"
Formasi itu hancur akibat dari teknik Lin Chen, Zu Dong mulai menyerang Lin Chen dengan tinjunya.
"Cingg"
"Clang"
__ADS_1
"Teknik Tombak Dewa"
"Shum"
Sebuah tombak besar yang jatuh dari langit yang ingin menimpa Lin Chen.
"Teknik Rantai iblis"
Lin Chen mengaktifkan rantai iblis untuk menahan tombak itu jatuh dan menghancurkannya menggunakan pedang Demon Kingnya.
"Sial, anak ini memiliki pedang yang sangat kuat, bahkan teknik tombakku belum juga bisa membuatnya terluka. Kalau begitu terima ini."
"Teknik Tinju Sakti"
Ia mulai menyerang Lin Chen menggunakan tinjunya yang membuat Lin Chen terpukul mundur.
"Hem! Itulah akibat menyinggungku." Kata Zu Dong yang perlahan mendekati Lin Chen yang tertunduk.
"Ha ... Ha ... Hahaha! Kalau cuman segini saja tidak akan membuatku jatuh." Ucap Lin Chen yang terbangun dan mulai mengatakan sebuah kata didalam hatinya.
"Salin semua teknik yang sudah orang itu tunjukkan mata Kebatilan."
Karena ia menyalin banyak seni bela diri sekaligus yang membuat dia langsung mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Tidak jatuh? lihatlah keadaanmu sekarang apakah kau bisa melawanku. Sekarang matilah." Zu Dong melompat kearah Lin Chen dan ingin membunuh Lin Chen saat itu juga.
"Teknik Rantai Iblis"
"Apa! Ternyata kau hanya sedang berpura-pura."
Zu Dong yang berusaha untuk lepas dari teknik Lin Chen pun langsung Lin Chen cegah dengan sebuah tinju sakti yang sudah ia salin sebelumnya.
"Bukannya itu seni beladiriku mengapa anak itu memilikinya."
"Apakah kau kebingungan sekarang, baiklah sudah saatnya aku mengakhiri hidupmu." Ucap Lin Feng yang tersenyum lebar.
"Teknik Tombak Dewa"
"Shum"
"Berhenti! Tidakkkkkkk-"
Serangan terakhir Lin Chen diakhiri dengan teknik tombak itu. Melihat kematian ayahnya bukannya menangisinya Zu Long malah mencoba untuk melarikan diri.
"Jangan bunuh aku ... Jangan bunuh aku. Aku murid dari Sekte tingkat 1 jika kau memmbunuhku guruku tidak akan tinggal diam." Ucap Zu Long sambil lari.
"Memangnya aku peduli dengan itu, sudah cukup mainnya sekarang matilah." Lin Chen mulai menghunuskan pedangnya kearah Zu Long.
"Tidak." Teriak Zu Long
"Teknik Langkah Cahaya"
Lin Chen yang kebingungan kemana perginya Zu Long pun dikagetkan dengan kemunculan seorang pria yang berada diranah Emperor tingkat 9.
"Apakah kau tidak dengar kalau Zu Long merupakan murid dari Sekte Nirvanaku?" Tanya pria itu ke Lin Chen.
Lin Chen yang saat itu telah kehabisan kekuatan pun tidak bisa bergerak.
"Terimakasih Senior, terimakasih." Ucap Zu Long.
"Sekarang karena kau telah kehabisan kekuatan, maka aku akan membantumu memulihkannya."
"Teknik Sinar Nirvana"
Lin Chen yang sadar kalau itu sebuah serangan, tiba-tiba ia pun tersenyum.
"Teknik Langkah Cahaya"
Pria itu kaget karena Lin Chen muncul dibelakangnya secara tiba-tiba dan langsung mematahkan leher dari Zu Long.
"Beraninya kau! Teknik Naga Nirvana!" Pria itu langsung mengeluarkan seni beladiri nya untuk menyerang Lin Chen.
__ADS_1
"Hehehe! Selamat tinggal." Lin Chen tiba-tiba saja menghilang entah kemana.
"Lin Chen! Tunggu saja jika kau muncul lagi didepanku, aku bersumpah akan mencabik-cabikmu." Teriak pria itu yang merasa dipermalukan oleh Lin Chen, dan ia bersumpah untuk membunuh Lin Chen.