
Fu Long menyadari bahwa pertarungan mereka di awasi oleh seseorang langsung memberikan serangan ke posisi Lin Chen, namun yang ia dapatkan hanya seekor tikus yang mati akibat serangan Fu Long.
"Apa hanya perasaanku saja kalau tadi ada aura kegelapan yang kuat terlintas disini." Ucap Fu Long dalam hati dengan merasa terancam akibat aura kegelapan itu.
Berpindah ke Lin Chen yang berhasil kabur dari pria itu.
"Untung saja aku mengaktifkan darah iblis dengan tepat waktu, jika tidak itu akan merepotkan untuk melawan seseorang di Ranah Emperor." Lin Chen yang sedang berlari dan lega karena mendapatkan sebuah teknik dari seorang Ranah Emperor.
Lin Chen yang melihat dengan mata kebatilannya kalau dungeon ini tidak memiliki harta yang berharga lagi langsung pergi meninggalkan dungeon itu.
Perjalanan Lin Chen berlanjut dan menemukan seorang pria paruh baya yang ingin disantap oleh beast, demi mendapatkan lokasi dari Sekte Tinju Sakti ia pun membantu pria paruh baya itu.
"Terima kasih anak muda!"
"Tidak usah berterimakasih aku hanya membantumu untuk mendapatkan informasi tentang Sekte Tinju Sakti." Ucap Lin Feng sambil mendekati pria paruh baya itu.
"Sekte Tinju Sakti?" Tanya pria paruh baya itu.
Pria paruh baya itu mengeluarkan sebuah kertas dari tas buruknya yang merupakan peta menuju kota bernama kota Tong.
"Ikuti saja petunjuk dari peta ini dan kau akan sampai di sebuah kota yang bernama kota Tong, disana di kuasai oleh 3 keluarga besar dan 1 sekte yang sedang kau cari." Pria paruh baya tersebut memberi tahukan informasi tentang kota itu.
Lin Chen pun meninggalkan pria paruh baya dan mulai mengikuti petunjuk dari peta itu.
Lin Chen yang sadar kalau ia kekurangan sebuah senjata untuk melawan Sekte Tinju Sakti pun berhenti dan mulai mengelakkan diri nya kesebuah desa yang tak jauh dari lokasi kota tong berada.
Setelah tiba didesa ia langsung menanyakan dimana keberadaan toko pedang yang ada didesa ini kepada seorang pemuda.
"Hei nak, dimana toko pedang yang ada didesa ini?" Tanya Lin Chen
Bukannya menjawab pertanyaan Lin Chen pemuda itu malah melarikan diri yang membuat Lin Chen harus mengejarnya, dan ternyata pemuda itu berlari kesebuah rumah tua yang ternyata pemiliknya seseorang dari Ras iblis.
"Ada apa nak rou?" Ucap orang yang merupakan Ras iblis.
"Ini paman, tuan muda ini ingin bertemu denganmu." Jawab pemuda itu.
"Aura ini! Apakah kau dari Ras iblis juga?"
"Tidak, aku bukan dari Ras iblis tetapi aku memiliki darah dari Ras iblis ditubuhku."
__ADS_1
"Hahaha! Sama saja kau merupakan Ras dari iblis, jadi apa yang kau butuhkan di tokoku?" Tanya orang tersebut yang sepertinya sedang membuat senjata ke Lin Chen.
"Aku membutuhkan senjata yang bisa menahan sebuah teknik yang kuat." Ucap Lin Chen.
"Kalau soal itu, kau juga harus memiliki bahan yang langka pula untuk aku tempah."
Lin Chen yang masih memikirkan tentang bahannya langsung mengingat kalau ia memiliki batu hitam itu.
"Apakah batu ini bisa dibuat sebagai bahannya?" Tanya Lin Chen sambil mengeluarkan batu yang ia dapat sebelumnya di dungeon.
Orang itu pun memperhatikan batunya dan menyadari kalau batu itu ternyata merupakan Batu Keabadian.
"Dari mana kau mendapatkan batu ini" Tanya orang itu ke Lin Chen sambil memegang pundaknya.
"Aku tidak sengaja menemukannya di tengah jalan." Jawab Lin Chen.
"Batu ini dinamakan sebagai Batu Keabadian, dipercayai kalau batu ini tercipta dengan sendirinya tidak ada yang tahu darimana batu ini berasal. Seperti sebutannya batu ini merupakan batu yang sangat keras bahkan tidak ada yang bisa menghancurkan batu ini. Yang aku tahu batu ini berwarna putih tetapi kenapa menjadi warna hitam pekat dan dipenuhi dengan aura yang mematikan, dengan teknik penempaku aku tidak percaya bisa membuatkanmu sebuah pedang dan aku juga butuh seseorang untuk membantuku memurnikan batu ini." Cerita orang tersebut panjang lebar.
Lin Chen mengusulkan sebuah cara yang terlintas di kepalanya, dan mulai mengeluarkan sebuah buku yang ia dapatkan sebelumnya bersamaan dengan mata kebatilan.
"Pelajari lah buku ini! Ucap Lin Chen.
"Dengan pemahamanmu aku percaya kalau kau bisa menguasai teknik ini dengan mudah." Kata Lin Chen
"Percayakan padaku." Ucap orang itu
Orang tersebut mulai membaca buku itu, dan tidak butuh waktu lama ia berhasil menguasainya.
"Baiklah, cobalah buat satu pedang dengan bahan yang ada." Kata Lin Chen dengan mata kebatilannya yang sudah menyala terang.
Dia pun menuruti permintaan Lin Chen dan mulai membuat sebuah pedang dan, hasil dari pedang itu adalah pedang tingkat semesta.
Lin Chen langsung berdiri dari duduknya dan mulai menyalin teknik yang sudah dikuasai oleh orang itu tadi.
"Haruskah kita mulai menempa batu ini?" Ucap Lin Chen.
Penempaan itu pun dimulai karena batu itu merupakan batu yang sangat langka membuat malapetaka muncul. Mereka menghabiskan waktu selama 3 hari dengan di iringi sambaran petir dimana-mana dan hasilnya tidak mengecewakan mereka berhasil membuat batu itu menjadi sebuah pedang dengan tingkatan yaitu tingkat surga.
"Meskipun sudah menjadi pedang, mau dilihat berapa kali pun aura tidak enak itu masih saja terasa kuat." Kata Lin Chen dalam hati dengan memegang pedang itu.
__ADS_1
"Karena pedang ini sudah jadi, pedang ini memerlukan sebuah nama."
Setelah berpikir panjang Lin Chen memberikan pedang barunya dengan nama.
"Pedang Demon King."
"Apakah kau akan pergi sekarang?" Tanya orang itu.
"Iya."
"Ingatlah rekanku namaku Gu Du, jangan melupakan jasaku yang sudah membantumu membuat pedang ini." Ucap orang itu yang bernama Gu Du ke Lin Chen yang perlahan meninggalkan desa itu.
Lin Chen yang sudah mendapatkan senjata langsung melanjutkan perjalanannya kekota Tong.
Setelah menempuh jalan yang lumayan lama, akhirnya Lin Chen sampai di kota yang bernama Tong itu. Lin Chen yang ingin memasuki kota itu dihalangi oleh prajurit yang meminta bayaran untuk bisa melewati gerbang ini.
"Hey! Bayarlah 100 koin silver untuk masuk ke dalam." Kata prajurit itu.
Tanpa basa-basi Lin Chen langsung menepas kepala semua prajurit itu yang membuat semua prajurit lainnya yang ada di kota itu keluar dan menghalangi Lin Chen.
"Bentuk Kedua Teknik Pedang Heavenly Demon : Ketamakan"
Lin Chen membunuh semua prajurit itu dengan mudah, dengan aura pedangnya yang menyebar dimana-mana membuat pemimpin dari ketiga keluarga pun muncul dan menghampiri Lin Chen.
"Swosh"
"Hohoho! Pedang yang bagus, berikanlah padaku aku akan merawatnya dengan baik." Seorang pria yang mirip wanita itu meminta pedang itu untuk diberikan kepadanya.
"Hahaha! Pedang sebagus ini hanya layak dipegang oleh seseorang yang kuat sepertiku." Ucap pria lainnya sambil mengeluarkan sebuah pedang yang siap mencabik-cabik tubuh Lin Chen.
"Apakah kalian tidak sadar kalau aura dari pemuda itu sangat kuat." Ucap seorang pria yang bijak itu.
Lin Chen yang pusing akibat mereka yang terlalu banyak bicara pun langsung mengaktifkan darah iblisnya dan siap untuk bertarung.
"Apa! Ras iblis!" Kata mereka dengan serentak.
Mereka yang menyadari kalau Lin Chen bukan pria sembarangan langsung bersiap untuk bertarung juga.
Pertarungan mereka pun terjadi!
__ADS_1