Penerus dari Sang Raja Iblis

Penerus dari Sang Raja Iblis
Ch. 3 | Dungeon dan Teknik Pedang


__ADS_3

Di sebuah restoran yang di isi oleh para bandit gunung sedang bersiap untuk berperang, yang saat itu sedang makan dengan lahap. Seseorang pria muncul menggunakan sebuah jubah dan ternyata ia adalah Lin Chen.


Lin Chen mulai berjalan perlahan ke sebuah kursi yang kosong dan memesan sesuatu untuk ia makan, mata para bandit tertuju kearahnya dan mulai mengeluarkan aura pembunuh untuk menakuti Lin Chen. Lin Chen hanya diam mulai tertawa tipis.


"Bajingan! beraninya kau tertawa dihadapanku!" Salah satu dari bandit itu berdiri yang kemudian memegang pedangnya dan menodongkannya kearah Lin Chen.


Lin Chen hanya diam dan melanjutkan makannya seolah-olah ia mengabaikan bandit itu.


"Sialan kau! Rasakan tebasan pedangku ini." Bandit itu marah dan mulai menebas Lin Chen.


Lin Chen menghela napas dan menahan serangan bandit itu dengan sebuah sumpit, bandit itu terkejut ia langsung menarik pedangnya yang membuat jubah Lin Chen terbelah.


Para bandit itu tiba-tiba berdiri setelah melihat sosok Lin Chen yang ternyata seorang dari Ras iblis.


"Hahahaha! Hanya seorang Ras lemah yang berlagak sok kuat dihadapan kami." Seorang bandit tertawa dan memandang rendah Lin Chen yang seorang ras iblis.


Lin Chen yang merasa terhina dengan perkataan mereka langsung membunuh semua bandit itu tanpa balas kasih sedikitpun dan hanya menyisakan seorang pria yang bermulut besar sebelumnya yang terduduk dengan wajah yang ketakutan.


"Hey bandit kecil, beritahukan aku tentang dunia ini sekarang, mungkin aku bisa mempertimbangkan untuk tidak membunuhmu." Kata Lin Chen yang lagi menjambak rambut bandit itu dan mengancamnnya dengan sebuah pedang.


"Highh ...! Baiklah aku akan memberitahukan semua yang aku tahu asalkan kau tidak membunuhku." Jawab bandit itu yang keringatnya tidak berhenti bercucuran karena ketakutan.


Dunia ini sekarang telah dikuasai oleh Ras manusia setelah memenangkan perang pada 10.000 tahun lalu, karena hal itu para ras lain menjadi takut dengan ras manusia. waktu terus berjalan ras manusia terus menerus menjadi kuat bahkan mereka memiliki seseorang dengan ranah immortal yang lebih banyak dari ras lainnya, Hal hasil tidak ada yang bisa menyinggung ras manusia. Untuk nasib dari ras iblis sekarang sangat menyedihkan bahkan mereka dijadikan sebagai budak dan alat jual beli, mereka tidak berdaya dan selalu berharap ada seseorang yang bisa menyelamatkan nasib dari ras iblis.


Sesudah mendengar cerita dari bandit tersebut, Lin Chen menjadi marah besar dan langsung membunuh bandit itu dengan menggorok tenggorokannya. Lin Chen melihat sebuah peta dari saku bandit yang ia bunuh dan ternyata itu sebuah peta menuju kesebuah dungeon harta karun, tanpa berdiam diri Lin Chen mengambilnya dan pergi untuk menemukan dungeon tersebut.


Perjalanan Lin Chen terhenti ketika ia melihat banyak kultivator yang sedang menunggu dungeon itu terbuka.


"Sial! Aku harus melepas darah iblis ditubuhku agar mereka tidak mengetahui kalau ada ras iblis disekitar mereka." Lin Chen pun melepaskan darah iblisnya kemudian berubah menjadi fisik manusia dan mulai menyatu kegerombolan kultivator itu.


"Swing"


Terlihat sebuah pedang terbang dan seorang pemuda diatasnya yang sepertinya pemimpin dari gerombolan ini.


"Berbarislah pintu dungeon sebentar lagi akan terbuka, kalian adalah murid dari Sekte Cawan Putihku berjuanglah dan tunjukkan pada sekte lainnya kalau sekte kita bukan sekte yang bisa mereka singgung." Teriak pemuda itu yang melihat kebawah.


"Woahh" Teriakan segerombolan itu yang merupakan murid dari Sekte Cawan Putih.


"Hahahaha! Percuma saja kau menyemangati muridmu itu, pada akhirnya harta yang ada di dungeon ini akan menjadi milik Sekte Cakar Harimau." Tiba-tiba seorang pria datang dan sepertinya musuh dari Sekte Cawan Putih.

__ADS_1


"Diamlah! Yu Rong!" Balas pria itu.


"Santailah Tang Yun ... Hahahaha! Wahh! Lihat sepertinya pintu dungeonnya akan terbuka aku akan kembali dan semoga beruntung."


Pemuda yang bernama Tang Yun itu mengepalkan tangannya dan tertunduk terdiam, tidak mau diam saja Tang Yun segera memerintahkan muridnya untuk segera bersiap masuk ke dungeon itu.


Dungeon itu pun terbuka dan para kultivator yang ada diluar langsung masuk dan menyebar untuk mencari harta yang ada didungeon itu. Lin Chen yang memiliki ide mengaktifkan mata kebatilannya dan mulai melihat sekeliling dungeon, setelah berkeliling ia menemukan sebuah ruangan yang ternyata merupakan ruangan dari sang immortal. Tetapi anehnya ruangan itu hanya di isi dengan sebuah kalung yang tergeletak dilantai, Lin Chen mengambil kalung itu dan mulai memakainya tiba-tiba Lin Chen dibawa ke Lautan Spritualnya dengan sosok pria tua dihadapannya.


"Akhirnya kalung ini berhasil ditemukan, sekarang saatnya aku mewarisi teknik pedang ini." Kata pria tua itu sambil membelakangi Lin Chen.


Lin Chen yang ingin berbicara ternyata suaranya tidak bisa keluar seolah-olah mulutnya ditutup oleh sesuatu.


"Tidak perlu bertanya, yang harus kau ketahui sekarang adalah kau akan mewarisi teknik pedang ini wahai penerus terkhir dari sang raja iblis."


Lin Chen sangat terkejut mengetahui kalau pria tua itu tahu kalau ia merupakan penerus terakhir raja iblis.


"Hahaha! Baiklah sudah cukup tertawanya sekarang perhatikan. Teknik pedang ini bernama 'Heavenly Demon' teknik ini memiliki 7 bentuk."


"Bentuk Pertama Teknik Pedang Heavenly Demon : Kesombongan!"


"Bentuk Kedua Teknik Pedang Heavenly Demon : Ketamakan!"


"Bentuk Keempat Teknik Pedang Heavenly Demon : Kemarahan!"


"Bentuk Kelima Teknik Pedang Heavenly Demon : Hawa Nafsu!"


"Bentuk Keenam Teknik Pedang Heavenly Demon : Kerakusan!"


"Bentuk Ketujuh Teknik Pedang Heavenly Demon : Kemalasan!"


Setelah teknik itu dipraktekkan, pria tua itu tiba-tiba menghilang dan Lin Chen langsung kembali ke dunia nyata. Lin Chen tidak tinggal diam menyuruh mata kebatilan menyalin teknik pedang itu, persalinan itu dimulai rasa sakit kini harus dijalani Lin Chen. Beberapa menit terlewatkan Lin Chen berhasil menguasai Teknik Pedang Heavenly Demon.


Lin Chen langsung mencari mangsa untuk mengetes teknik pedang barunya.


"Boom"


Sekelompok orang dari Sekte Cakar Harimau menerobos pintu dengan meledakkannya.


"Akhirnya pintu keras ini terbuka juga, pasti harta didalamnya sangat banyak." Kata orang dari Sekte Cakar Harimau itu, asap dari ledakan tersebut perlahan menghilang orang-orang itu kaget melihat hanya Lin Chen saja yang berada diruangan itu.

__ADS_1


"Siapa kau! Kemana semua harta yang berada diruangan ini."Seseorang dari kelompok itu bertanya ke Lin Chen.


Lin Chen tersenyum karena mangsa yang ingin ia cari datang dengan sendirinya.


"Pasti kau yang mengambil harta yang ada di ruangan ini kan! Rekanku serang dia ambil harta yang sudah ia rampas dari kita." Mereka mula menyerang Lin Chen dengan bersamaan.


"Bentuk Pertama Teknik Pedang Heavenly Demon : Kesombongan"


Lin Chen mulai menebas orang-orang itu menggunakan teknik pedang barunya, dengan hanya mengeluarkan bentuk pertamanya Lin Chen bisa membunuh semua orang-orang itu dengan sangat mudah namun, pedang yang ia dapatkan dari bandit sebelumnya harus hancur karena tidak sanggup menahan tekanan dari teknik pedang ini.


"Teknik ini sangat kuat aku yang hanya berada di Ranah Body Violence tahap 1, bisa membunuh mereka yang semuanya sudah berada di Ranah Body Violance tahap 8." Gumam Lin Chen.


Setelah Lin Chen mengambil semua barang yang ada di mayat itu, ia kemudian pergi meninggalkan mayat-mayat tersebut dan melanjutkan mencari harta yang ada di dungeon ini.


Lin Chen tiba disebuah ruangan tengah dari dungeon ini banyak para kultivator berkumpul disana yang sedang berkultivasi. Lin Chen mengaktifkan mata kebatilan dan ternyata ruangan ini dipenuhi dengan qi murni, tanpa basa-basi Lin Chen langsung memulai berkultivasi. Karena teknik penyerapan yang ia pelajari sebelumnya membuat qi yang ada diruangan itu tidak bertahan lama dan kemudian habis tidak tersisa diserap oleh Lin Chen, dengan menyerap semua qi murni itu membuat Lin Chen langsung menerobos ke Ranah Body Violence tahap 3.


Para kultivator yang kebingungan karena hilangnya qi murni itu mulai berdiri dan melanjutkan untuk menelusuri dungeon ini.


Mata kebatilan Lin Chen tiba-tiba aktif dengan sendirinya dan menuntunnya kesebuah ruangan dengan pintu yang besar, tidak seperti pintunya ruangannya sangat kecil dan hanya diisi sebuah batu yang dirantai dengan sebuah besi tua. Tetapi entah kenapa batu itu memberikan perasaan kurang enak ke Lin Chen, ia yang penasaran dengan batu ini langsung memasukkannya kedalam cincin ruang yang sudah ia ambil dari mayat sebelumnya.


Perjalanan Lin Chen untuk menelusuri dungeon itu pun terus berlanjut. Ketika Lin Chen sedang berjalan santai ia menemukan hal yang menarik yaitu pertarungan antar Ranah Emperor yang terjadi disebuah ruangan, Lin Chen diam-diam melihat pertarungan mereka.


" Clang "


"Cing"


"Apa hanya segini kekuatanmu Fu Long? Kau sudah melemah tidak seperti 10 tahun terakhir."


"Jika saja kau tidak mengirim seorang assassin untuk melukaiku, mungkin saja kau tidak bisa melawanku hari ini."


Seorang pria dengan rambut berwarna hitam itu langsung mengeluarkan sebuah beruang besar dan mulai menyerang pria yang bernama Fu Long itu. Fu Long yang tidak mau kalah mengeluarkan sebuah jurus bernama teknik rantai iblis yang membuat pria berambut hitam itu terlempar.


Lin Chen yang melihat jurus itu sangat kuat langsung memulai menyalinnya dengan mata kebatilan.


"Sudah cukup Fu Long, aku mengaku kalah" Kata pria itu dengan badan yang terluka.


"Baiklah!" Jawab Fu Long.


"Teknik Jarum Peledak"

__ADS_1


"Nampaknya, ada tamu yang sedang menonton pertarungan kita."


__ADS_2