
"Hei nak! Sepertinya kau adalah orang terpilih yang akan mendapatkan harta ini!" Kata orang itu sambil menyeringai.
"Harta? Apa harta yang anda maksud?" Muncul banyak pertanyaan dibenak Lin Chen namun ia bingung apa yang harus ia tanyakan.
"Hah..! Sepertinya kau sedang mengalami hal terburuk yang terjadi dihidupmu." Pria bernama Ao Xin itu menghela nafas dan berbicara dengan nada yang sedih sambil melihat sekelilingnya.
Lin Chen langsung menjelaskan semua yang telah terjadi.
Setelah menjelaskan semuanya pria tersebut menyuruh Lin Chen untuk mengambil kotak tua itu, dan ternyata isi dari kotak itu adalah sebuah Mata Emas.
"Apakah kau ingin menjadi kuat?" Kata Ao Xin.
"Ya, aku ingin menjadi kuat untuk membalaskan dendam keluargaku" Jawab Lin Chen dengan nada yang penuh amarah.
Setelah ia menyetujui perkataan pria tersebut tiba-tiba Mata Emas yang Lin Chen pegang merangkak kematanya. Mata itu ternyata sedang mengganti mata Lin Chen sebelumnya.
"Arggghhhhhhh........!!!! Haggg...!" Teriakan kesakitan Lin Chen terdengar diseluruh desanya dengan matanya yang sedang dikoyak.
"Setelah kau menyetujui untuk menjadi kuat, perkataanmu itu didengar oleh mata itu dan otomatis mata itu langsung menyetujui permintaan tuan pertamanya." Kata Ao Xin dalam hati dan termenung melihat Lin Chen yang sedang terbaring kesakitan.
2 hari terlewatkan akhirnya rasa sakit itu pun berhenti, Ao Xin langsung menyembuhkan Lin Chen yang masih pingsan. Setelah sadar, Lin Chen langsung merasakan mata kirinya yang sudah digantikan dengan mata yang baru.
Ao Xin langsung menjelaskan fungsi apa saja dari mata itu ke Lin Chen.
"Mata itu bernama "Mata Kebatilan" dengan mata ini kau bisa menyalin seni bela diri orang lain dari seni bela diri tingkat rendah bahkan sampai seni bela diri tingkat tertinggi tetapi, dengan syarat seni bela diri itu sudah pernah kau lihat sebelumnya. Dan mata ini juga bisa melihat sifat asli dari seseorang dengan mata ini kau bisa melihat kebohongan dan kebenaran." Kata Ao Xin panjang lebar.
"Apa! mata ini memiliki fungsi yang sangat bagus, mengapa engkau memberikan mata ini kepadaku." Tanya Lin Chen sambil perlahan bangun dari pingsannya.
"Bukan aku yang memberikannya, tetapi mata ini yang menginginkan kau menjadi pemilik pertamanya." Ao Xin menjawab pertanyaan dari Lin Chen.
Dengan kekuatan barunya dan tekadnya untuk membalas dendam Lin Chen dengan polosnya berkata ia siap untuk melawan sekte Tinju Sakti yang membuat Ao Xin tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha! Kau kesana sama saja memberikan nyawamu secara cuma-cuma, apakah kau ingin menjadi sukarelawan." Ao Xin tertawa sampai air matanya hampir keluar.
Dengan rasa bingung dan tidak tahu harus melakukan apa Lin Chen pun berkata.
"Apa yang harus kulakukan untuk bertambah kuat."
"Aku akan mengajarimu cara menjadi kuat. Apakah kau bersedia menyembahku sebagai gurumu?" Kata Ao Xin sambil memajukan tangannya kekepala Lin Chen.
"Terimalah sujudku Guru." Tanpa basa-basi Lin Chen yang tau bahwa pria itu bukan pria sembarangan langsung bersujud dan menyembahnya sebagai gurunya.
Setelah Lin Chen menyembah Ao Xin sebagai gurunya, Ao Xin memberitahukan kepada Lin Chen bahwa dia sudah menjadi penerus terakhir dari sang Raja Iblis.
Lin Chen yang terkejut mendengar tentang itu langsung mematung dan tidak bisa bicara.
"Sudah cukup terkejutnya, kemarilah dan duduk didepanku." Ao Xin yang sadar bahwa meridian Lin Chen belum dibangkitkan menyuruhnya untuk duduk didepannya.
"Apa yang kau ingin lakukan guru?" Tanya Lin Chen dan mulai duduk didepan gurunya.
"Aku akan membangkitkan meridianmu." Jawab Ao Xin.
Ao Xin mulai menyentuh punggung dari Lin Chen dan memasukkan Qi kedalam tubuhnya. Lin Chen yang merasakan Qi dari gurunya perlahan masuk dan berjalan kemeridiannya, tiba-tiba malapetaka muncul dilangit dan mulai menyambar Lin Chen. Ao Xin yang mengetahui bahwa malapetaka itu dipicu oleh kebangkitan meridian muridnya begitu senang bahwa ia mendapatkan murid yang akan bisa mencapai tingkat yang lebih tinggi dari dirinya.
Setelah beberapa jam malapetaka telah selesai dan meridian Lin Chen pun berhasil terbentuk dengan tingkat yang sempurna.
"Baiklah meridianmu berhasil guru bentuk, ranah kultivasimu sekarang berada diranah Body Violance tahap pertama dan guru akan menjelaskan tingkatan-tingkatan ranah dan teknik yang ada didunia kultivasi."
Ranah kultivasi dibagi menjadi 9 ranah dan tiap ranah memiliki 9 tingkatan :
Ranah Body Violance
Ranah Qi Forging
Ranah Meridian Foundation
__ADS_1
Ranah Divine Resillience
Ranah True Dominance
Ranah Emperor
Ranah Ancestor
Ranah Saint
Ranah Immortal
Tingkatan Buku Seni Bela Diri, Artefak dan Pil :
Langit
Bumi
Semesta
Misterius
Surga
Tingkatan Meridian :
__ADS_1
Biasa
Menengah
Tinggi
Sempurna
***
Setelah Ao Xin menjelaskan sistem kultivasi kepada Lin Chen, ia langsung memulai pelatihan untuknya.
"Baiklah, Pertama-tama guru akan memberikan seni bela diri ini kepadamu." Ao Xin mengeluarkan buku dari sakunya dan memberikannya kepada Lin Chen.
"Teknik Penyerapan? teknik apa ini guru?" Tanya Lin Chen.
"Dengan teknik ini kau bisa menyerap qi dari benda apapun yang mengandung qi dan kau bisa berkultivasi lebih cepat dari orang lain." kata Ao Xin.
"Bukannya guru tinggal mempraktekkan teknik ini dan aku tinggal menyalinnya saja." Ucap Lin Chen yang masih kebingungan.
"Guru belum bisa mempelajari teknik ini jadi aku berharap kau bisa mempelajarinya." Senyum Ao Xin yang sedang memegang pundak muridnya.
Lin Chen pun mulai melatih teknik itu disebuah gua yang ia pernah datangi sebelumnya.
1 setengah tahun kemudian, Lin Chen berhasil menguasai teknik Penyerapan ini.
"Akhirnya! aku bisa menguasai teknik ini dengan begitu aku bisa berkultivasi lebih cepat dari orang lain." Terlihat Lin Chen yang rambutnya menjadi panjang dan telah berubah menjadi warna emas.
"Hahahaha! Itu baru namanya murid dari sang Raja Iblis, hal yang guru tidak bisa kuasai ternyata kau bisa menguasainya." Tawa Ao Xin senang melihat muridnya dapat menguasai teknik yang ia tidak bisa kuasai.
Ao Xin pun berhenti tertawa dan mulai mengatakan
"Baiklah, sudah saatnya kau mewarisi darah dari iblis." Kata Ao Xin dengan nada kurang enak.
Lin Chen yang sadar bahwa sebagai penerus Raja Iblis ia harus memiliki darah darinya.
"Tentu saja guru, aku akan menerimanya sebagai penerusmu." Ucap Lin Chen sambil menatap gurunya yang masih memikirkan sesuatu.
"Untuk mewarisi darah murni dari iblis kau harus menahan rasa sakit yang seperti dineraka, dan qi iblis yang terus-menerus keluar dari tubuhmu harus kau serap kembali dengan teknik Penyerapan. Apakah kau siap dengan itu?" Kata Ao Xin dengan perasaan yang cemas takut muridnya tidak bisa menahannya.
"Tidak masalah guru, engkau telah menyelamatkanku dari keputusasaan dan membuatku memiliki tujuan untuk hidup, dan aku sudah menyetujui untuk menjadi penerusmu bahkan mati untukmu pun tidak masalah bagiku. Dengan alasan itu semua apakah aku harus menolak permintaan guru?" Jawab Lin Chen yang sedang duduk di atas batu dengan sorot mata yang tegas menyakinkan gurunya untuk tidak khawatir dengannya.
Setelah Lin Chen menyetujui untuk menerima darah dari gurunya, Ao Xin langsung menyayat lengannya dan mulai mengisi mangkuk dengan darahnya, Lin Chen tanpa ragu pun meminum darah itu dan mulai merasakan rasa sakit yang perlahan-lahan semakin menyengsarakannya. Ao Xin yang melihat muridnya yang sedang menahan kesakitan yang amat pedih tidak bisa melakukan apa-apa dan berharap muridnya bisa melewatinya. Berhari-hari terlewatkan rasa sakit itu belum juga usai, yang membuat Ao Xin khawatir bahwa ini bisa memakan waktu berbulan-bulan karena memberikan darah iblis ke orang yang bukan keturunan ras iblis akan membuat keseimbangan qinya hancur dan meledakkan tubuhnya sendiri, apalagi darah yang terkandung ditubuh Ao Xin merupakan darah kuno.
2 setengah tahun kemuadian, akhirnya rasa sakit itu terhenti Lin Chen yang terlihat menunduk dengan tanduk panjang yang merupakan bukti bahwa ia berhasil menyempurnakan darah iblis yang ada ditubuhnya.
"Akhirnya kau berhasil muridku!" Ao Xin yang begitu senang mulai melompat-lompat kegirangan.
"Iya guru" Lin Chen menjawab dengan nada yang dingin sambil tersenyum melihat gurunya
Ao Xin yang melihat muridnya yang telah tumbuh menjadi pria dewasa tidak bisa menahan nangis.
"Hahahaha ..! Akhirnya muridku telah tumbuh dewasa tidak seperti dulu yang masih ceroboh dan polos sekarang telah berubah menjadi pria yang kuat. Hem! Apakah sudah saatnya guru pergi?" Tawa Ao Xin yang seolah-olah berpamitan pergi dengan Lin Chen
"Jangan pergi guru banyak hal yang aku ingin tahu tentang guru." Ucap Lin Chen yang perlahan air matanya turun dan menetes ke lantai.
"Pesan terakhir guru kepadamu adalah tetaplah menjadi dirimu sendiri dan jangan sampai kau dikendalikan oleh orang lain. Oh ya! satu hal lagi, sekarang kau telah sepenuhnya menjadi penerusku ingatlah bahwa kau pemimpin dari jutaan iblis jadi beban yang akan kau tanggung akan semakin besar hal itu membuat guru khawatir, tetapi aku percaya padamu wahai muridku kau pasti bisa mengatasinya dan mencapai puncak kultivasi didunia ini." Pesan terakhir Ao Xin kepada muridnya dan yang mulai perlahan-lahan menghilang di atas langit.
Lin Chen yang saat itu sedang menangis tersedu-sedu setelah kehilangan gurunya pun tersadarkan dengan dendam orang tuanya yang belum terbalaskan berkata.
__ADS_1
"Tenang saja guru, muridmu ini akan terus-menerus menjadi kuat dan akan menguasai dunia kultivasi!"
Perjalanan Lin Chen pun telah dimulai.