
Suatu hari..
seorang anak perempuan yang bangun dari komanya.
Suasana ruangan yang tenang dipagi hari dengan kicauan suara burung-burung yang merdu di luar jendela ruangan itu.Matahari menyinari sebagian dari ruangan tersebut, terasa silau dan membuat orang nyaman, terlihat gedung tinggi pula di luar jendela.
"Eumm.. kenapa aku bisa berada disini.. dimana aku sekarang... ughh kepalaku kenapa bisa sakit sekali", ucap anak perempuan itu sambil melihat sekeliling dengan nada yang lemah.
Saat itu, anak perempuan itu masih belum dalam keadaan sadar. Lalu setelah anak itu mulai tersadar dia menyadari kalau di sampingnya ada seorang dokter dan suster yang sedang merawatnya.
Kemudian anak perempuan itu bertanya bertanya kepada dokter dan suster itu,
"dokter..suster...dimana ini sekarang.
Kenapa kepalaku diperban.. dan rasanya sangat sakit".
Suster itu menjawab dengan suara yang lembut, " Ini di rumah sakit nak... Berbaringlah dulu.., dokter akan segera mengecek kondisimu, lalu beristirahatlah dengan baik".
"Baiklah kakak yang cantik..", jawab anak perempuan itu.
*ruang dimana pelayan itu dirawat
" NONA, JANGAN PERGII!", ucap pelayan itu saat mengigau lalu ia bangun dan mulai tersadar.
Pelayan itu sadar bahwa itu hanya mimpi dan sekarang ia sedang berada dirumah sakit. Pelayan itu berpikir sudah berapa lama ia pingsan disini, Lalu tiba-tiba memikirkan apakah Nona selamat dari kecelakaan itu dengan perasaan yang sangat panik. Pelayan itu segera bangun dari ranjangnya, mengganti pakaian dan mencabut infus yang ada di tangannya lalu pergi mencari tahu di ruangan mana nona kecil itu dirawat.
*Kilas balik saat pelayan itu berbincang dengan tuannya
"Permasalahan ini, kita tidak boleh mengaitkannya dengan putriku. Saya tidak mau jika dia, kelak terluka karena masalahku sendiri. Kamu adalah pelayan yang paling saya percayai, jika saya sudah pergi terlebih dahulu.. tolong rawat dan jagalah putriku dengan baik. Jangan sampai terjadi apa-apa dengan putriku, karena hanya dialah anakku satu satunya". Ucap Tuan dari pelayan itu dengan ekspresi dan nada yang serius.
__ADS_1
"Baik Tuan, saya berjanji bahwa saya akan merawat dan menjaga nona dengan sebaik mungkin dan saya sebagai pelayan kepercayaan Tuan bersedia untuk mengorbankan nyawa saya sendiri demi melindungi Nona dari bahaya", jawab pelayan itu dengan yang tegas.
*kilas balik selesai
Saat pelayan itu pergi mencari anak dari tuannya, dia bertemu suster di koridor. Lalu ia pun bertanya kepada suster itu dan suster itu pun menjawab kalau nona itu berada di ruangan nomor 062. Ia segera berbegas menuju kamar itu.
Saat itu ia tidak sengaja bertemu dengan dokter dan suster yang keluar dari ruangan itu. Ia memastikan apakah yang didalam benar-benar nona yang ia cari atau bukan.
"Apakah tuan kerabat nona kecil yang ada didalam?", tanya dokter.
" Iya dok, saya adalah kerabatnya", jawab pelayan itu.
"Tuan, baru saja ia siuman dan kami menyuruhnya untuk beristirahat. Jika ingin berbincang, tuan harus menunggu disaat ia sudah bangun dan kondisinya sudah lebih membaik", kata dokter itu dan dokter itu menjelaskan apa saja larangan dan yg diperbolehkan untuk nona itu.
" Baiklah dok.", jawabnya.
Pelayan itu menunggu di dalam ruangan itu. Dia duduk di samping ranjang nona seraya memegang tangannya erat-erat seperti dia ingin nona baik-baik saja dan ingin menjaganya. Dia berjaga semalaman menunggu nona bangun.
*keesokan harinya
Nona itu bangun dan tanpa sadar ada seorang berpakaian seperti pelayan yang tertidur didekat kasurnya. Pelayan itu sudah bangun tetapi belum sadar kalau nona itu juga sudah bangun. Saat pelayan itu sadar bahwa nona sudah bangun, dia menanyakan kondisi nona.
Setelah mengetahui kondisi nona nya seperti itu, Pelayan itu takut membuat syok sang nona jika menceritakan kejadian yang sebenarnya. Pelayan itu menunda untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya, dia mengenalkan dirinya.
Pelayan itu memberitahukan tentang keluarganya tapi tidak dengan marganya dan identitasnya dan dia memalsukan nama aslinya menjadi Emilia Kylie. Dan pelayan itu juga memalsukan identitasnya sebagai orang yang tidak sengaja bertemu dengan Emilia dan hanya sekedar membawanya ke rumah sakit. Pelayan itu menyuruh Emilia untuk memanggilnya "paman".
"Paman, mengapa aku bisa berada di rumah sakit?"tanya Emilia
"Kamu mengalami kecelakaan nak"ucap paman itu
__ADS_1
"Tetapi kenapa aku bisa mengalami kecelakaan?"Emilia bertanya dengan bingung
"Saat kamu berada didalam mobil,ada seseorang yang tidak sengaja menabrak mobil yang kamu tumpangi"sang paman memalsukan kejadian yang sebenarnya
Setelah menceritakan kejadian kecelakaan itu, paman itu sudah menyiapkan makanan untuk nona nya. Lalu dia segera menyuguhkan nya dan menyuapinya.
Beberapa hari kemudian kondisi sang nona sudah membaik dan sudah diperbolehkan untuk pulang. Pelayan itu sempat memikirkan ingin membawa Emilia ke panti asuhan supaya aman dari orang yang berusaha membunuh Emilia, Pelayan itu sudah merencanakan untuk memalsukan nama dan latar belakangnya. Malam harinya disaat Emilia sedang tidur lelap, pelayan itu membawanya ke panti asuhan menaiki taksi. Pelayan itu membawa Emilia dengan hati-hati agar dia tidak terbangun.
Sesampainya disana, dia langsung masuk dan pemilik panti asuhan itu sudah menyiapkan tempat tidur untuknya.
Di panti asuhan itu kebanyakan dari mereka adalah anak laki-laki.
Karena sudah malam mereka sudah tertidur tapi ada satu orang anak yang belum tidur. Dan dia pun menguping disaat mereka sedang membicarakan tentang Emilia. Pelayan itu berbincang dengan pemilik panti itu dan membahas tentang identitasnya yang palsu itu dengan mengarangnya. Dia menceritakan bahwa Emilia adalah anak dari keluarga yang miskin dan semua keluarganya sudah meninggal, tetapi anak itu memiliki bakat yang luar biasa, dia menceritakan mengapa dia menyerahkannya ke panti asuhan dan mengapa tidak merawatnya. Pelayan itu menjelaskan bahwa dirinya tidak mampu untuk menghidupi dua orang oleh sebab itu dia menyerahkannya kesini. Pelayan itu berharap pemilik panti asuhan merawat dan memperlakukan Emilia sama seperti yang lainnya.
pemilik panti asuhan itupun berkata"tenanglah aku tidak pernah membeda bedakan semua anak anak yang berada disini"
"baiklah,aku mohon jaga Emilia dengan baik,suatu hari nanti aku akan mengambilnya kembali"ucap pelayan itu
pemilik panti asuhan itupun tersenyum lalu menjawab
"baik,aku akan menunggu kau mengambilnya,tetapi jika memang ada seseorang yang ingin mengadopsi Emilia,maka aku akan menyerahkan Emilia kepada orang itu"
"baiklah aku setuju"ucap pelayan itu sedikit tersenyum
Pelayan itupun meninggalkan panti asuhan itu
Anak yang mendengarkan pembicaraan sang pelayan dan pemilik panti asuhan pun langsung pergi ke kamarnya lalu tidur
ia penasaran dengan wajah Emilia karena dia belum melihat Emilia,ia berpikir ingin berteman baik dengan Emilia
__ADS_1