Penerus Keluarga Yang Hilang

Penerus Keluarga Yang Hilang
DEJAVU


__ADS_3

Salah satu Teman Zayn melihat mereka berdua secara diam-diam dan mendengarkan apa yang mereka berdua bicarakan di kursi taman.


Teman Zayn bernama Bryan.


Dia pun mengagetkan mereka.


"Hei!! Kenapa kalian disini?" Ucap Bryan dengan keras


Suara Bryan mengagetkan mereka berdua lalu Zayn menanyakan kepada Bryan sejak kapan dia disini. Bryan pun menjawab.


"Aku sudah disini dari tadi hehe.. Maaf aku penasaran dengan apa yang kalian bicarakan, biasanya kamu bersikap sangat dingin dengan Cla.. "


"Oh jadi gitu ya. Ayo Emilia kita cari tempat yang lain. Disini sudah ada orang yang mau menduduki kursi ini" Ucap Zayn yang memotong perkataan Bryan sambil mengerutkan wajahnya.

__ADS_1


"Em baiklah" Jawab Emilia.


Zayn pun mengajak Emilia pergi. Tetapi hal itu dicegah Bryan.


"Tunggu dulu!! Aku hanya ingin mengenalkan Emilia kepada semua anak-anak yang ada disini. Aku tidak akan mengganggu kalian. Zayn yang pertama kali menghampiri Emilia juga bahkan belum memperkenalkan nya pada anak lain.


Mereka pun berhenti dan mendengarkan Bryan berbicara.


"Hai Emilia. Perkenalkan namaku adalah Bryan. Aku temannya Zayn" Ucap Bryan. Bryan mengulurkan tangannya.


Melihat ekspresi Emilia, Zayn merasa cemburu. Ia pun berkata, "Teman dari mananya perilakumu saja seperti itu padaku."


"hei?ayolah kenapa malah bertengkar sih!, Aku akan pergi kesana sendiri saja! Kalian selesaikan dulu pertengkaran kalian" Ucap Emilia dengan ekspresi marah kepada mereka. Emilia pun pergi ke pohon tinggi yang rindang disekitar taman.

__ADS_1


Zayn pun memberi peringatan kepada Bryan,"Hei Bryan. Jangan sekali-kali kamu menyentuh Emilia dengan sembarangan jika kamu masih ingin berteman baik denganku. Dia adalah milikku!! " Ucap Zayn dengan ekspresi dingin.


Bryan yang mendengarnya pun merasa ketakutan karena Zayn adalah anak yang terkuat di panti asuhan ini, bahkan dia bisa mengalahkan pria dewasa sendiri dengan menggunakan pukulannya. Bryan hanya bisa terdiam.


Zayn pun mengejar Emilia yang sedang menuju ke bawah pohon.


Saat Emilia menuju ke pohon itu, Emilia memperhatikan anak kecil yang sedang bermain ketapel dengan kaleng sebagai bidikan,kaleng itu sudah tersusun rapi. Saat anak itu menembak nya menggunakan katapel,kaleng yang terjatuh hanya beberapa. Emilia tiba-tiba merasa ia memiliki sebuah ingatan saat sedang menggunakan sebuah senjata.


Saat Emilia belum kehilangan ingatan, Emilia pernah berada di sebuah tempat latihan untuk penembak jitu, ada dua pria dewasa dan ada pula satu anak laki-laki di sana. Emilia merasa mengenal anak laki-laki itu, tetapi saat Emilia ingin mengingat lebih dalam lagi,kepalanya tiba-tiba pusing. Emilia hampir tidak bisa menjaga keseimbangannya. Zayn yang sedang melihat Emilia dari belakang,ia pun memapahnya untuk duduk dibawah pohon yang rindang.


Dengan angin yang kencang dan dedaunan yang ikut berterbangan bersama dengan angin. Emilia tidak pernah sesekali mengalihkan pandangannya dari anak itu. Emilia terus melihat anak itu bermain ketapel. Emilia merasa ada yang aneh dengan ingatannya.


//aku merasa pernah memegang sesuatu yang berat saat itu dan mengarahkannya ke benda yang lain batin Emilia.

__ADS_1


"Hei Emilia. Kenapa dari tadi kamu melamun dan sepertinya kamu memperhatikan anak itu. Emilia, kau suka padanya ya?" Ucap Zayn sambil menepuk pundak Emilia agar tersadar.


Emilia yang tersadar pun menjawab "tidak,aku hanya merasa ini seperti Dejavu"


__ADS_2