Penerus Keluarga Yang Hilang

Penerus Keluarga Yang Hilang
RENCANA JAHAT


__ADS_3

Saat Zayn sampai di taman itu, ia melihat Emilia yang sedang duduk di bangku taman. Mata Zayn tidak mengalihkan pandangan darinya selama beberapa menit.


"Hai Zayn, sedang apa kamu disini?dan sepertinya kamu memperhatikan sesuatu" Tanya Clara.


Zayn kaget dan berkata, "tidak, aku tidak memperhatikan siapapun! Clara, kenapa kau disini?. " Zayn baru sadar kalau itu Clara.


"benarkah?,Tadi kamu bilang tidak memperhatikan siapapun tapi kupikir kamu terus memperhatikan gadis yang sedang duduk di bangku itu.... " Ucap Clara.


"....." Zayn bersikap dingin kepada Clara. Ia mengabaikannya dan mengatakan bahwa ia ingin menghampiri Emilia. Clara cemburu dan ingin bersaing dengan Emilia untuk mendapatkan Zayn. Zayn berlari kecil dan menghampiri Emilia.


Zayn menyapa Emilia dan berkata, "jangan keluar sendirian, nanti jika terjadi sesuatu padamu siapa yang akan menolong mu nanti. Jadi panggil aku saja kalau kau ingin keluar jalan-jalan, aku akan menemanimu kemanapun yang kamu inginkan." Wajah Zayn memerah saat mengatakannya.

__ADS_1


Emilia pun menjawab, "em, tapi aku kesini tidak sendirian melainkan bersama dengan teman baruku."


" Siapa teman barumu itu? Jangan bilang bahwa dia adalah anak laki-laki!" Tanya Zayn


Emilia pun menjawab, "bukan,Dia adalah anak perempuan, namanya freya dan aku sekamar dengannya. Dia sangat baik padaku, jadi kamu jangan menuduhnya sembarangan!"


"O-oh.. Maaf kukira teman barumu itu laki-laki. " Kata Zayn


"lain kali jangan emosi dulu! Lagipula kamu hanya temanku dan untuk apa kamu melarang ku berteman dengan anak laki-laki lain, sedangkan kamu juga teman laki-laki ku kan." Jawab Emilia yang sedikit marah dengan Zayn.


Beberapa saat kemudian Clara pun datang bersama bryan. Saat itu Clara mengajak berkenalan dengan Emilia. "hei siapa namamu?" tanya Clara dengan ketus, Emilia pun menjawab "Namaku Emilia" Emilia mengajukan tangannya tetapi Clara tidak menerima jabat tangannya. "ada apa dengannya..? Aku merasakan sesuatu yang ganjal mengenai Clara tapi apa." batin Emilia Zayn juga merasa curiga kepada Clara tetapi Zayn hanya bisa diam dan mendengar percakapan mereka. Zayn menghela nafas

__ADS_1


Zayn memberi isyarat kepada bryan untuk ikut dengannya pergi ke suatu tempat. Zayn pun berbicara kepada Emilia,ia bilang ada suatu hal yang penting untuk dilakukan begitupun dengan bryan, ia mengatakan kalau ia baru ingat bahwa ada barang miliknya yang hilang dari sakunya. Zayn dan bryan pun pergi dari mereka berdua.


Clara mengambil kesempatan ini untuk bertanya kepada Emilia tentang Zayn agar Clara dapat mengetahui bahwa Emilia suka terhadap Zayn atau tidak. "Emilia, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Clara "tentu,apa yang ingin kamu tanyakan?" Jawab Emilia. Clara bertanya"Kamu menganggap siapa Zayn?" Emilia terkejut karena pertanyaan dari Clara ternyata tentang Zayn "Aku menganggap Zayn sebagai teman laki-laki ku". Clara tercengang dengan jawaban Emilia "Apakah Zayn pernah memberikan suatu hadiah padamu?". "tidak" jawab Emilia dengan singkat Walaupun jawaban dari Emilia cukup membuat Clara lega tetapi ia masih belum yakin, kemudian Clara mengajak Emilia untuk berkenalan dengan temannya. Lagi-lagi Emilia merasa ada yang janggal. Emilia pun menolak permintaannya dan bilang bahwa "kenapa kita tidak menunggu Zayn dan Bryan saja?."


Clara sedikit panik "Apa dia sudah tahu rencanaku ya? Tidak tidak, itu tidak mungkin. Aku harus mencari alasan agar dia mau ikut denganku.!"batin Clara. Emilia menanyakan apa Clara baik-baik saja karena ia dari tadi melamun dan diam saja. Clara terkejut mendengar panggilan dari Emilia, ia pun menjawab tidak apa-apa dan tiba-tiba ia tersenyum.


" Emilia, apa kamu mau menunggu mereka berdua? bukankah Zayn tadi sudah bilang bahwa ada sesuatu penting yang harus ia lakukan dan bryan bilang ada barang yang hilang. Mereka pasti akan lama kan?" Kata Clara.


Emilia menduga kalau Clara punya rencana jahat untuk menjebaknya. Walaupun Emilia sudah tahu apa yang akan terjadi nantinya, Emilia berpura-pura tidak tahu dan menerima ajakannya itu, Emilia berharap apa yang ia duga tidak akan benar-benar terjadi.


Mereka berdua saling membatin dan seolah-olah mereka tahu apa yang mereka pikirkan.

__ADS_1


Batin Clara/heh! Emilia! Lihat betapa polosnya kamu, begitu mudah terjebak dengan rencanaku ini! Hahaha/


Batin Emilia/apa dia kira aku sepolos itu karena menerima ajakannya?./ dan Emilia juga berpikir dimana letak kesalahannya kepada Clara sehingga perlakuan Clara seperti itu padanya.


__ADS_2