Penerus Keluarga Yang Hilang

Penerus Keluarga Yang Hilang
TAMAN BUNGA


__ADS_3

*Esok pagi


Zayn tidak ingin Emilia merasa sedih dengan masa lalunya, lalu Zayn mengajak emilia ke taman yang ada di panti asuhan.


"Emilia" Panggil Zayn dengan nada lembut.


"ada apa Zayn..? Hikss" Jawab Emilia yang masih menangis tersedu-sedu.


" Aku ingin membawamu ke tempat yang bisa membuatmu tenang. Tapi ada satu syarat. " Ucap Zayn


"Apa syaratnya? " Tanya Emilia.


"Syaratnya adalah berhentilah menangis, karena ada aku disini yang akan selalu berada di sampingmu dan menjagamu" Jawab Zayn sambil berbisik ditelinga Emilia.


"dan tentunya ada bibi pengasuh juga" Ucap Zayn


Emilia terkejut sekaligus merasa senang dengan ucapannya. Karena Emilia sangat ingin keluar jadi ia pun menyetujuinya.

__ADS_1


"Baiklah, jika itu syaratnya aku akan berhenti menangis sekarang juga." Jawab Emilia.


"Itu baru Emilia. Ingatlah Emilia, jika kau mendapatkan masalah bilang saja padaku, Aku selalu bersedia untuk mendengarkan mu" Ucap Zayn.


"baiklah Zayn, ayo cepat bawa aku ke tempat yang kamu maksud itu" Ucap Emilia yang sudah tidak sabar menunggu.


Di Taman, ada banyak anak panti yang sedang bermain di sana. Saat Zayn melihat ada bunga yang sangat indah, ia memetiknya untuk Emilia lalu merangkai nya menjadi mahkota untuk emilia. Kurasa Emilia akan terlihat cantik dengan bunga-bunga ini jika kurangkai menjadi mahkota bunga batin Zayn


Zayn pun menyuruh Emilia untuk duduk.


"Emilia. Kamu duduk saja dulu disini, aku akan kesana dulu untuk mengambil beberapa bunga untukmu" Ucap Zayn dengan senyuman.


Beberapa menit kemudian, disaat Zayn sedang memetik bunga, Emilia pun melihat anak-anak itu bermain bersama. Emilia merasakan sakit di kepalanya dan disaat yg bersamaan Emilia mengingat kalau dia pernah bermain dengan seseorang di sebuah taman. Orang itu adalah anak laki-laki, dia adalah sepupu Isabella diwaktu Isabella masih kecil.


Zayn selesai merakit mahkota bunga dan menoleh ke tempat Emilia berada. Zayn melihat Emilia yang sudah lemas, lalu ia pun segera menghampiri nya dan memberikan sandaran untuk Emilia agar Emilia tidak terjatuh.


"Emilia, apakah kamu baik-baik saja? Kamu terlihat pucat! " Ucap Zayn sambil memegang Emilia.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja Zayn. Ughh..." Jawab emilia sambil merasa kesakitan tetapi ia tidak ingin membuat Zayn khawatir dengannya.


"Syukurlah, tapi kondisimu yang masih belum sembuh ini sebaiknya jangan dipaksakan. Lebih baik kita masuk ke dalam panti asuhan saja" Ucap Zayn yang masih mengkhawatirkan Emilia.


"tidak!! Aku masih ingin disini, lagi pula aku sudah lama tidak keluar untuk jalan-jalan." Jawab Emilia.


Emilia sudah merasa kesakitan tetapi masih saja bersikeras untuk mencari alasan dan membantah perkataan ku batin Zayn.


"baiklah... jika itu yang diinginkan putri Emilia" Ucap Zayn sambil tersenyum dan terus menggoda Emilia.


"Heh? Ada apa dengan senyum mu itu. Kau sedang menggodaku ya! " Ucap Emilia yang marah sambil memukul Zayn.


"Adududuh... Ughh.. Ketahuan juga yah ahaha, entah kenapa ekspresimu terlihat lucu jika sedang marah" Ucap Zayn dengan nada yang sedikit meledek.


"Apa katamu?!! " Ucap Emilia, wajahnya memerah


"Sudah sudah jangan marah padaku, Aku hanya sedang bercanda denganmu kok. Nih mahkota bunga untukmu, aku membuatnya dari bunga yang cantik ini, sama sepertimu.. Emilia. " Ucap Zayn sambil berusaha membujuknya agar Emilia tidak marah kepadanya, pipinya memerah saat mengucapkan kalimat itu

__ADS_1


Emilia yang melihat pipi Zayn memerah pun merasa sedikit malu dan pipinya juga mulai memerah


__ADS_2