
Sekilas info visual karakterπ΄π»ββοΈ
Jihan Almairah ππ»
Jan Reinhard
Hari itu Jihan merasa sangat terpukul, kepergian Sarah membuatnya sedih di tambah dengan perlakuan kasar Jan yang sangat menyakitkan hatinya.
Wanita cantik bermata biru itu berjalan melewati lorong RS, terdengar bisikan demi bisikan para perawat yang ada di situ,, karena suara gaduh di ruangan Jan membuat orang yang melintas mendengar.
"Eh aku dengar wanita itu sepupunya Nona Sarah, tapi entah kenapa Dokter Jan begitu marah padanya? Aku tidak sengaja mendengar saat lewat ruangan Dokter Jan" Pekik salah seorang perawat
"Denger-denger si katanya penyebab kematian calon istri Dokter Jan" Celetuk perawat yang menguping perdebatan Jan dan Jihan
"Wah, sayang banget cantik-cantik begitu pembawa sial" Timpal perawat yang lainnya
Begitu banyak obrolan yang tidak menyenangkan untuk di dengar, Jihan pun mempercepat langkah kakinya.
Kenapa hari ini begitu sulit? Apa semua orang membenciku? Sarah, kenapa kau pergi secepat ini. Jihan tak kuasa membendung air matanya.
Di saat Jihan melewati ruangan jenazah, terlihat Nissa yang sedang menangis bersama dengan Toni yang menghiburnya.
Jihan ingin menghampiri, namun langkahnya terhenti saat melihat Jan keluar dari ruangan jenazah.
Tidak, aku tidak sanggup jika harus bertemu dengannya lagi. Jihan menggeleng kepala
Jihan memilih untuk berlari pergi, meskipun dalam hati sangat ingin melihat Sarah untuk terakhir kalinya.
...π¦π¦...
Di lapas (Penjara Tahanan).
Ranti di kurung di dalam sel bersama dengan tahanan lainnya, dalam sekejap dirinya pun kerap menjadi bahan siksaan tahanan lain.
Ternyata Yusron menyerahkan Ranti kepada pihak kepolisian beserta bukti kejahatannya, sehingga wanita cantik itu harus mendekam di dalam penjara.
"Aku akan membalas semua ini Jihan! Lihat saja sampai aku keluar, aku akan membuat hidup mu sengsara" Ucap Ranti mengepalkan tangannya
Sepertinya dendam itu tak kunjung surut di hati Ranti, wanita itu semakin membenci Jihan.
...π¦π¦...
Wahyu tercengang melihat kabar tentang Ranti, saat ini dirinya di tahan atas kasus pelenyapan berencana.
Mata pria itu membulat tak kala melihat jika korbannya adalah Sarah, adik sepupu Jihan.
"Ya allah, kamu sampai tega berbuat hal keji seperti ini, Ranti" Wahyu menggeleng kepalanya dan mengelus dada
__ADS_1
Nasib baik dia tidak menerima ajakan wanita itu untuk menikah, suatu saat wanita itu pasti bisa menyakiti orang terdekatnya kan? Pikir Wahyu.
Wahyu pun mengkhawatirkan keadaan Jihan, karena wanita pujaan hatinya itu sampai sekarang belum masuk bekerja.
Ya, Wahyu adalah pemilik kafe dan Jihan bekerja di tempatnya, jadi bisa di katakan Wahyu itu bosnya Jihan.
Namun sudah lama Wahyu menaruh hati pada Jihan, tapi pria itu belum berani mengungkapkan perasaannya.
"Tita!" Panggilnya
"Iya Pak" Yang di panggil pun datang
"Kenapa Jihan sampai sekarang belum datang? Apa dia mengabari mu?" Tanya Wahyu
"Tidak tau Pak, Jihan belum ada memberi kabar" Tita menggeleng kepala pelan
"Lalu. . kenapa Jihan belum datang" Lirih Wahyu cemas
"Pak Wahyu tenang saja, mungkin Jihan ada keperluan dan belum sempat mengabari,, nanti kalau Jihan memberi kabar, aku akan katakan pada Pak Wahyu" Ucap Tita tersenyum kecil
"Baiklah, terimakasih" Wahyu mengangguk
Pria itu pun pergi meninggalkan kafe,, selang beberapa menit setelah kepergian Wahyu, Jihan tiba di kafe.
Dengan nafas tersenggal Jihan memasuki kafe tempatnya bekerja, wanita cantik itu berlari ke arah loker tempat pegawai menyimpan barang mereka.
Jihan terduduk dan menyandarkan kepalanya di loker.
"Hiks hiks" Masih terus menangis
"Jihan?" Lirih Abella, teman kerja Jihan yang merupakan seorang leader kafe.
Abella yang tak sengaja melihat Jihan langsung menghampiri, kedekatan keduanya cukup baik bisa di katakan sahabat.
"Jihan" Abella menyentuh bahu Jihan
"Abel, hiks hiks" Jihan menghambur ke pelukan Abella
Abella memeluk Jihan dan mengelus punggungnya.
"Katakan, ada apa Jihan? Jangan membuat ku khawatir?" Abella mengangkat wajah Jihan
"Abel, Sarah. . Sarah meninggal" Lagi-lagi Jihan menangis
Abella yang memang mengetahui hal itu dari kabar televisi tidak terkejut, namun Abella menyadari jika Jihan akan sangat kehilangan sosok Sarah, yang telah di anggapnya sebagai adik sendiri.
"Aku tau, aku mengerti kau pasti sangat terpukul, Jihan" Abella mengusap air mata Jihan
"Tapi itu semua sudah takdir yang kuasa, Jihan" Lanjut Abella
"Apa kau tau siapa pembunuhnya? Abel?" Lirih Jihan menatap Abella
"Kabar kematian Sarah sudah tersebar di seluruh stasiun televisi, Jihan" Ucap Abella ragu untuk mengatakan
"Aku harap kau yang sabar, pelakunya adalah Ranti" Abella dengan hati-hati
"Apa? Mbak Ranti? Yang sering datang kesini? Ke kafe kita?" Tanya Jihan terkejut
"Itu benar Jihan, bahkan aku melihatnya sendiri" Timbal Tita yang sudah ada di antara mereka
Tita pun menceritakan perdebatan yang terjadi antara Wahyu dan Ranti saat berada di kafe,, saat itu Tita yang mengikuti Ranti melihat kejadian tabrak lari tersebut.
"Aku juga tidak menyangka Ranti akan senekat itu" Lirih Tita, yang juga teman dekat Jihan
"Kenapa orang yang berpendidikan bisa setega itu? Akal sehatnya sudah rusak karena perasaan" Abella menghela nafas
Jihan pun semakin menangis setelah mendengar penjelasan dari temannya.
__ADS_1
"Benar yang di katakannya, aku pembawa sial, seharusnya aku yang tiada, hiks hiks" Jihan menangis terseduh
"Jihan" Tita dan Abella saling pandang
"Mbak Ranti menghabisi Sarah karena aku, karena aku dekat dengan Pak Wahyu" Ucap Jihan sambil terisak
"Aku sudah membuat Sarah terbunuh, hiks hiks" Jihan terus menyalahkan dirinya sendiri
"Tidak Jihan! Kau tidak melakukan apapun, semua itu sudah kehendak yang maha kuasa" Ucap Tita
"Iya Jihan, lagi pula kita semua tau, jika kau tidak pernah mempunyai hubungan dengan Pak Wahyu, dan perbuatan Ranti lah yang terlewat batas" Timpal Abella menenangkan Jihan
"Abel! Tita! Terimakasih" Jihan memeluk kedua temannya itu
"Sabarlah Jihan, semuanya pasti akan baik-baik saja" Ucap Abella
"Jangan khawatir, kita akan selalu ada buat mu, Jihan" Tita pun tersenyum
Mereka memeluk Jihan bersama.
Bersambung....
Visual karakter pendukung π΄π»ββοΈ
Alfat ππ»
Yusron ππ»
Abella ππ»
Tita ππ»
Sarah ππ»
Orang tua Sarah ππ» Toni & Nissaππ»
Wahyu ππ»
Ranti ππ»
__ADS_1